10/29/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga



Selasa, 25 Oktober 2016
Oleh: Utami Sadikin
Peresume: Iqomah Imaniati

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

10/25/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1



Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1
Oleh : Bunda Ressy

ADAB SEBELUM ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting  sampai dengan hebohnya dikejar deadline:). Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

10/22/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch #2 ~ Adab Membawa Anak Ke Majelis Ilmu



Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2 sedang berjalan, dan pekan ini sedang membahas tentang adab menuntut ilmu. Ada satu pertanyaan menarik, yang saya pikir menjadi kegalauan banyak ibu. Kebetulan saya diberi amanah mengampu kelas koordinator kota dan pengurus rumah belajar.

10/21/16

Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part I)







                Setiap seminar yang saya ikuti selama ini selalu hadir sendirian, belum pernah bersama suami karena harus bergantian menjaga anak-anak. Sejak resign, saya memang jarang menitipkan anak-anak ke rumah orang tua saya walaupun jarak rumah kami lumayan dekat kecuali memang ada keperluan yang mendesak atau ketika saya mengikuti seminar di hari suami bekerja. Pertimbangannya karena orang tua kami sudah cukup lama menjaga cucunya selama saya bekerja sejak saya menikah hingga anak saya berumur 2,5 tahun. Mereka juga sudah cukup lelah menjaga dua anak saya yang seringnya hilir mudik kesana kemari, biarlah mereka fokus dalam menjalankan ibadah di masa tuanya. Tapi, kali ini berbeda karena seminar ini harus dan wajib dihadiri berpasangan suami istri supaya masing-masing saling mengetahui cara komunikasi yang baik, jadi mau tidak mau kita harus menitipkan anak-anak di rumah orang tua. Lalu masalah lain juga menghadang, suami sedang sakit, darah tingginya kumat karena terlalu lelah, tapi karena sudah dibayar (enggak mau rugi) jadilah suami ikut datang ke seminar dengan kepala berat (mudah-mudahan masih bisa menangkap isi bahasan seminar, maafkan ya dear!).