18/12/16

Nice HomeWork #9 ~ Matrikulasi IIP Bekasi Batch #2


BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN


Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:⁠⁠⁠⁠



Selamat menjadi agen perubahan

Karena

Everyone is a Changemaker

( Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam,






MATRIKULASI IIP BEKASI BATCH#2 ~ SESI #9: BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN


👸 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN 👸


Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola kaizen( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.


Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.


START FROM THE EMPHATY

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION  , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat


KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.


Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam


/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :

Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012

Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty,  2010

Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016


☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Sesi tanya jawab  :


🙋🏼 mbak Uut, mb ressy..... Bunda sebagai agen perubahan, apakah seorang ibu yang hanya 4-5 jam/hari waktu untuk membersamai anak akan lebih lama melakukan perubahan dibanding yang bisa 10-16 jam berkegiatan dengan anak?

Shanty


Tidak ada jaminan mba shanty, yg terpenting kualitas kebersamaannya bukan kuantitasnya.

jika waktu 4 - 5jam per hari dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, insyAllah akan sama dg para ibu yg bekerja di ranah domestik


🙋🏻
Pertanyaan:
"Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION, hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masyarakat". --> boleh mnta tlg penjelasan lbh dan contoh nya Mba? Saya blm begitu paham 🙏🏼

Trimakasih,
Nevita


gunakan mata hati (empahty) utk melihat masalah sosial yg ada disekitar kita. contoh : pengasuhan anak yg krg baik di lingk.rumah

maka gunakan passion kita utk mencari solusi, jika passion senang membuat acara, bisa kita ajak para tetangga utk ikut hadir saat buay acara di rumah yg dikemas fun utk anak tapi diselipkan edukasi utk para ibunya.
insyAllah demikian


🙋

Mba Uut,  mba Ressy,  untuk saya pribadi, kendala melakukan perubahan ada di masyarakat. Apa kita harus masuk ke sektor formal kah?
ada tips atau cara2 untuk menghadapi resistensi di masyarakat,  mba?
Hatur nuhun,
Fitri


saran saya, aktif di kegiatan kemasyarakatan, ikut membaur dalam arisan PKK atau sejenisnya supaya nge blend dg mereka.

Jika menunggu kita sampai masuk di sektor formal sepertinya makan waktu ya mba..
lakukan yg kita BISA dg kemampuan yg kita PUNYA.

                        

14/12/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #8


MATERI : Misi Hidup dan Produktivitas
  Senin, 12 Desember 2016
        08.00 - 09.00 WIB
  Oleh : Utami Sadikin

Ketua kelas : Gita Asmarani
Koordinator mingguan : Andi Putri Tenri


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengerjakan NHW#7 dengan bersungguh-sungguh. Perbedaan dari orang yang sama-sama belajar itu adalah dari kesungguhannya. Ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban yang penting sudah mengumpulkan PR dan ada yang memang bersungguh-sungguh mengerjakan untuk menjadikannya “ROAD MAP” dalam kuliah kehidupannya. Maka di NHW #8 ini kita akan melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat berkaitan dengan misi spesifik hidupnya.


Pola BE-DO-HAVE yang kita gunakan ini akan membuka mindset kita terlebih dahulu akan sebuah makna produktif, kemudian mengerjakan sesuai dengan jalan hidupnya, dan akhirnya mendapatkan hasil dan pencapaian yang cocok antara kehendak kita dan kehendak Allah. Hal ini akan membuat bunda lebih mantap melangkah, apalagi kalau dihubungkan dengan pertanyaan NHW#8


Pertanyaan di NHW #8 itu saling berkaitan, mari kita simulasikan berrsama, kemudian aplikasikan sesuai dengan diri bunda masing-masing.

a. Ambil satu saja dari  aktivitaa yang anda SUKA dan BISA

Misal : Memasak


b. Anda ingin menjadi apa? ( Be)

Misal : ingin menjadi ahli memasak untuk makanan " gluten free"

c.Apa yang ingin anda lakukan? (DO)

misal : saya akan mulai bereksperimen tentang makanan gluten free dan mengedukasi masyarakat tentang makanan gluten free.


d. Apa yang ingin anda miliki? (Have)

(bisa secara materiil maupun immateriil bebas anda pilih, boleh salah satu atau dua-duanya)

contoh :
Materiil : Saya ingin memiliki rumah  "healthy food"

Immateriil : saya ingin memiliki legacy dalam hidup saya ttg makanan "gluten free" ini sehingga anak Indonesia akan tumbuh dengan sehat tanpa bergantung dengan gandum.

Setelah itu kita susun langkah-langkahnya :


a. Life time purpose

Saya ingin  memperjuangkan Indonesia Bebas Gandum, dengan mulai menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap gandum


b.Strategic Planning

Dalam waktu 5 tahun ke depan saya ingin dikenal sebagai ahli gluten free, sehingga saya konsisten mempelajari hal tersebut mulai dar sekarang.


c. New Year Resolution

Dalam kurun waktu 2017 - 2018 ini saya ingin menerapkan program "One Month One Recipe" sehingga akan muncul 12 resep baru gluten free dalam 1 tahun ini, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan keluarga di sekitar saya.

Apabila sampai sekarang Anda masih galau belum menemukan apa sebenarnya yang akan anda lakukan, jangan khawatir.
Mari kita kuatkan proses,

Karena

Proses itu HAK kita, dan hasil itu HAK ALLAH

Nah untuk lebih menguatkan proses, silakan buat list dan tempel di rumah, ada banyak contoh, salah satunya saya berikan sample di bawah ini:


Ini contoh menguatkan BE-DO-HAVE mingguan sampai ketemu ranah produktivitas bunda.

Tahapannya :

ambil ranah yang anda SUKA dan BISA dulu, simulasikan di form BE-DO-HAVESusun lifetime purpose, strategic plan dan new year resolution
Turunkan secara mingguan aktivitas-aktivitas yang harus anda capai untuk bisa menjadi bunda produktif.

Ini ada contoh dari bu Septi sbg pendalaman ttg BE - DO - HAVE :


Ini penting saya tambahkan ( berhubungan dengan emosional dan behavioral)

Contoh Orang ingin menjadi kaya, maka yang harus dia lakukan adalah

Be : Menjadi kaya terlebih dahulu secara mental, mindset, perilaku, emosional.   Kita harusmempunyai sikap & watak, cara berpikir orang-orang yg kaya .

Do :lakukan tindakan2 dan lakukan juga kebiasaan2 orang menjadi kaya, misal orang kaya itu adalah yang kaya hatinya, tidak mengeluh, selalu bersyukur. Orang kaya itu malu kalau tangannya di bawah, maka selalu berusaha tangan di atas, seberapapun harta yang kita miliki.

Have : Ketika memiliki sesuatu dan benar-benar kaya, maka orang tersebut memang sudah siap Kaya, karena sudah punya mental kaya sejak dulu dan Allah tinggal meletakkan kesuksesan orang tersebut tepat pada waktunya.

Berbeda sekali dengan orang yang Have dulu, mendadak kaya, tapi tidak punya mental orang kaya, sehingga secara mental merasa dirinya miskin terus, dan secara perilaku juga masih seperti perilaku orang miskin, tidak mau berbagi, semua yang dia miliki untuk kesenangan diri sendiri. Pelit. Tangan selalu di bawah, jarang di atas.


Demikian review NHW#8 silakan dicermati sekali lagi, karena ini akan menjadi pijakan untuk tahap berikutnya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


📚  Sumber bacaan :

David Y,  The "Be Do Have" Paradigm, Avenue South, 2013

Tim Matrikulasi IIP, Misi dan Produktivitas, 2016

Hasil Nice Homework #8, peserta matrikulasi IIP batch #2

11/12/16

Nice HomeWork #8


MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulsi IIP/



Misi Hidup dan Produktivitas Versi Saya


                Sudah masuk minggu kedua, saya mengalami radang tenggorokan yang cukup parah, dimulai dari badan panas, lemas tidak bisa bergerak, pusing sampai buang-buang air dan muntah-muntah. Rutinitas saya pun hanya seputar tempat tidur dan kamar mandi, makan hanya bisa masuk bubur dan obat. Namun, saya harus memaksakkan diri untuk makan karena dokter sudah memberi warning, kalau makanan tidak masuk, maka sudah bisa ketebak endingnya, thypus. Terlihat dari lidah saya yang sudah berubah agak keputihan dan tulang-tulang mulai linu. Jadi, saya harus istirahat total dan makan yang banyak. Sebelumnya V sakit duluan, berlanjut ke saya dan kemudian menular ke N, suami saya juga sempat sakit tapi hanya sebentar dan langsung sembuh. Saat ini, kondisi saya sudah agak lebih baik walau masih belum bisa berjalan terlalu lama.

Saat sakit, saya banyak merenungi apa yang telah saya kerjakan selama ini, apakah list yang telah saya buat tidak berguna karena selama sakit tidak ada checklist yang bisa saya kerjakan karena sepanjang hari hanya bisa bedrest. Namun, setelah dipikirkan kembali, sakit ini justru memberi saya hikmah untuk tidak terlalu memforsir diri karena beberapa minggu sebelumnya memang saya berturut-turut menimba ilmu dan langsung berlibur keluar kota bersama keluarga dan tidak berapa lama kemudian mengantar anak-anak berkenalan dengan profesi dan mengikuti lomba. Jadi, memang tubuh memiliki batasan dalam beraktifitas, mereka butuh isitirahat dan makan teratur. Perenungan saya ini sampai terfikir jika saya kelak meninggalkan anak-anak, apa yang akan saya tinggalkan bagi mereka? Oleh karena itu, berikut adalah salah satu dari beberapa hal yang ingin saya lakukan dalam misi hidup dan menjadi produktif:

a.       Salah satu ranah aktivitas di kuadran suka dan bisa yaitu menulis

b.      Pertanyaan “Be Do Have”

- Kita ingin menjadi apa? (Be) : Ingin menjadi penulis.
- Kita ingin melakukan apa? (Do) : Ingin menulis sebuah karya yang bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang serta menyebarkan ilmu seputar parenting seluas-luasnya melalui tulisan saya.
- Kita ingin memiliki apa? (Have): Ingin memiliki perpustakaan dimana anak-anak dan remaja bisa bebas membaca tanpa harus mengeluarkan biaya dan melakukan kegiatan sesuai minat dan bakat mereka serta ingin mendirikan pusat kegiatan dimana orang tua bisa menimba ilmu parenting untuk mengasuh anak-anak dengan lebih baik lagi.         

c. 1. Yang ingin saya capai dalam kurun waktu kehidupan yaitu menjadikan anak Indonesia yang memiliki literasi yang memadai sehingga dapat bersaing dalam era globalisasi.    
  
2. Yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan yaitu bisa mengembangkan passion saya untuk mendirikan rumah belajar parenting atau perpustakaan.    


3. Yang ingin saya capai dalam kurun waktu satu tahun yaitu menjadi penulis produktif dan meningkatkan kemampuan literasi.                   




07/12/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 8: Misi Spesifik Hidup Dan Produktivitas



MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.


Be Professional, Rejeki will Follow


Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.


Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang



Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).


Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.


Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.


Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)


Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)


Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.


Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.


Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/



Sumber bacaan:

Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014

Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016

Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

🏡📿🏡📿🏡📿🏡📿🏡📿

Pranala Video Matrikulasi IIP bagian 8

https://youtu.be/8fUoKUdVIio

💍💎💍💎💍💎💍💎💍💎

🙋🏻
Pertanyaan:
Mba, bisa mnta tolong dijelaskan ttg 3elemen yg poin c. Kita ingin memiliki apa. Mksdnya bgmn?

Trimakasih,
Nevita

seperti yg sudah dijabarkan diatas, kemuliaan hidup tidak lagi diukur dg seberapa banyaknya materi tapi seberapa bermanfaatnya diri.

maka dari itu poin C ttg ingin memiliki apa, bisa diuraikan dg apa saja yg ingin kita miliki supaya menjadi lbh mulia dalam hidup ini. tentu list nya akan berbeda satu dg yg lain, buatlah list sesuai apa tujuan kita

Kl yg ini Contohnya seperti apa ya mba uut...  Masih belum paham 🙄

Yana

contoh:

misi hidup ternyata yg bersinggungan dg mendidik (guru) dan bersinggungan dg kepenulisan maka list yg dapat dibuat adalah mungkin ingin membuat buku yg berisi pengasuhan anak atau mengedukasi keluarga dbawah taraf hidup layak. insyAllah seperti itu.
Tentukan juga kurun waktunya utk selalu ON track

🙋
Bagaimana caranya mengarahkan anak menemukan misi hidupnya sejak awal disini disebutkan usia sekitar 10 - 13 thn?
Biar anak-anak gak galau seperti mamanya 😂

- rahma -

Perbanyak aktivitas anak dg kaya wawasan, kaya gagasan dan kaya pengalaman sblm usia akil baligh mba rahma. supaya mereka tidak galau dalam mencari jati diri 😊🙏🏻

Contohnya seperti apa ya mba uut...  Masih belum paham 🙄

- rahma -

Dapat mendatangi para ahli, atau disebut dg "tour de talents"
Ajak anak melihat cara kerja seorang ahli dibidangnya, dan mendengar langsung kisah2nya.
Dengan begitu anak tau lebih dalam ttg sebuah profesi

🚀🗺🚀🗺🚀🗺🚀🗺🚀🗺






05/12/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #7



IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI

Disusun oleh
Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Review Nice Home Work #7

[Bunda Produktif] IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,

Terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami  melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.

NHW #7 ini adalah sesi KONFIRMASI. Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.

Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di  www.temubakat.com http://tesbakatindonesia.com/ www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.

Kita menempatkan tools-tools tersebut sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati  dan mata fisik kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda yang DIA berikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.

Efek yang bisa kita rasakan, saat menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran hidup produktifnya kelak.

Selain itu juga memperbanyak aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati. Kayakan wawasan anak, kayakan gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah (Engage) , Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengarkan dan melihat  (watch and listen ) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun, lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas,  jadi modal pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.

Alat hanya mempermudah kita untuk mengenali  sifat diri kita yang produktif menggunakan bahasa bakat yg sama shg mudah untuk diobrolkan.

Tetapi menggunakan alat bukan sebuah keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.


Salah satu tools yang kita coba kemarin adalah  www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru  tamu di komunitas Ibu Profesional.

Apabila teman-teman memiliki tools lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.

Setelah mendapatkan hasil segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6

Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.


FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN


Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.

Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.

Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).

Mari kita lihat beberapa contoh di bawah ini:
POTENSI KEKUATAN

Banyak orang masih berpandangan bila kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.

Menurut Abah Rama Royani dalam bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul 4 E (2010)
Potensi Kekuatan adalah aktivitas yang anda SUKA  melakukannya dan BISA  dengan mudah  melakukannya, hasilnya bagus dan produktif

Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang  hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.

Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.

Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan.  Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “ Enjoy,Easy dan Excellent” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.

Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :

“It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO"

Salam Ibu Profesional,



/Tim Matrikulasi IIP/


Sumber Bacaan :

Materi Matrikulasi IIP Sesi #7, Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2016

Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP, 2016

Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy, Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010


03/12/16

Nice Homework #7



*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :

1⃣masuk ke www.temubakat.com

2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.

4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7

🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA



Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
- Membaca
- Menulis

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
- Eksperimen bersama anak, seringnya gagal

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
- Memasak

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
- Menjahit


30/11/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 7: Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari


🎀 Oleh : Bunda Ressi
🎀 Peresume : Syaroh YulyAsri

🌷REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI🌷

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.


Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.


Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.


 Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”


Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar


Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah 

bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga


Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.


“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "


Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.


Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.


Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

 Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.


Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya


Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1menambah syukur,
2menegakkan taat 3berbagi manfaat.


Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya


Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.


Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.


Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,



/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan:

Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014

Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

💬💬💬💬💬💬

#sesi tanya jawab#

🙋🏼
mba ressy... 
" mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada "
maksudnya gimana ya?  Apalagi saya sekarang ini fokus di wilayah domestik saja

~ rahma ~
seperti telah disebutkan pd materi di atas mba, segala aktifitas kita adalah dalam rangka ikhtiar menjemput rizqi...
gambarannya ibu Hajar yg berlari2 ke bukit sofa & marwah utk mencari air tapi  ternyata air muncul di dekat kaki ismail ☺✅

🙋🏽
Mba ressy skrg saya belum punya bisnis apa2.apakah itu artinya saya tidak produktif?
belum tentu
karena saya belum ada keinginan untuk jualan dsb nya dan saat ini ingin fokus untuk anak dulu,apakah salah?
tidak
Bagaimana langkah awal agar kita bisa produktif

-mery-
langkah awalnya :  jalankan peran kita sekarang dengan sungguh2 & profesional,
 produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan angka dan rupiah, saat kita bisa menjalankan peran kita sebagai istri , ibu sehingga bisa memberi manfaat untuk orang2 di sekitar kita , inipun produktif

🙋
mba ressy tanya lagi... Bagaimana merubah imej "ibu rumah tangga itu tidak produktif"

~ rahma ~
yg saya lakukan adalah menjadikannya prioritas , kemudian belajar segala hal tentang menjadi ibu & berusaha mempraktekannya satu persatu...semakin belajar tentang menjadi ibu, semakin memahami ...sambil terus praktek...saya semakin faham bahwa ini sangat produktif & semakin cinta dengan gelar " Ibu Rumah Tangga "

🙋🏼
Mba boleh berikan contoh mengatur waktu bagi irt yg punya sampingan freelancer? Krn kl freelancer adpa target kerja, sementara saya ada baby 2. Keseringannya kelabakan.

Fitri

pengaturan waktu tiap orang tidak bisa disamakan mba, jenis pekerjaan, jmlh anggota keluarga, kebiasaan2 dlm keluarga berbeda2, jadi silahkan buat yg paling nyaman & sesuai dgn kondisi mba Fitri, tentukan prioritas, bikin kandang waktu & patuhi