12/18/16

MATRIKULASI IIP BEKASI BATCH#2 ~ SESI #9: BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN


👸 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN 👸

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

12/14/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #8


MATERI : Misi Hidup dan Produktivitas
  Senin, 12 Desember 2016
        08.00 - 09.00 WIB
  Oleh : Utami Sadikin

Ketua kelas : Gita Asmarani
Koordinator mingguan : Andi Putri Tenri

MISI HIDUP dan PRODUKTIVITAS

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengerjakan NHW#7 dengan bersungguh-sungguh. Perbedaan dari orang yang sama-sama belajar itu adalah dari kesungguhannya. Ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban yang penting sudah mengumpulkan PR dan ada yang memang bersungguh-sungguh mengerjakan untuk menjadikannya “ROAD MAP” dalam kuliah kehidupannya. Maka di NHW #8 ini kita akan melihat bagaimana produktivitas seorang bunda bisa erat berkaitan dengan misi spesifik hidupnya.

12/11/16

Nice HomeWork #8


MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

12/7/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 8: Misi Spesifik Hidup Dan Produktivitas



MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

12/5/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #7



IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI

Disusun oleh
Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Review Nice Home Work #7

[Bunda Produktif] IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,

Terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami  melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.

12/3/16

Nice Homework #7



*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*


Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

11/30/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 7: Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari


🎀 Oleh : Bunda Ressi
🎀 Peresume : Syaroh YulyAsri

🌷REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI🌷

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

11/29/16

11/27/16

11/22/16

11/20/16

11/19/16

11/13/16

Review Dan Tanya Jawab Seputar NHW #4




MEMBUAT KURIKULUM YANG "GUE BANGET"

Bunda, membaca satu demi satu nice homework #4  kali ini, membuat kami makin yakin bahwa akan makin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki Ibu-Ibu tangguh, yang paham akan dirinya dan mampu Memberi Teladan kepada anak-anaknya, bahwa seperti inilah cara belajar di Universitas Kehidupan.

11/12/16

Nice HomeWork #4 ~ Matrikulasi IIP Bekasi Batch 2






MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

11/10/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 4: Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah





Oleh: Utami Sadikin
Peresume: Rahmawati Lestari

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bunda, setelah kita memahami bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan DIRI ANDA SENDIRI

11/9/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #3





MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH


 Kalau kamu ingin berbincang-bincang dg DIA, maka temuilah DIA dengan caramu,  Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendakNya padamu, maka IQRA', bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cintaNya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita

11/6/16

11/5/16

11/2/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #2






CHECKLIST PEREMPUAN PROFESIONAL

Pertama yang akan kami katakan adalah SALUT untuk para bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional yang berhasil mengalahkan "rasa" berat untuk mengerjakan nice homework#2 ini. Kalau di Jawa ada pepatah  yang mengatakan "Ojo kalah karo wegah" (Jangan mau kalah dengan rasa malas).  Karena sebenarnya kalau urusan membuat checklist profesionalisme ini bukan MAMPU atau TIDAK MAMPU melainkan MAU atau TIDAK MAU. Terbukti teman-teman bisa melakukannya di tengah kesibukan yang luar biasa.

10/29/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga



Selasa, 25 Oktober 2016
Oleh: Utami Sadikin
Peresume: Iqomah Imaniati

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

10/25/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1



Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1
Oleh : Bunda Ressy

ADAB SEBELUM ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting  sampai dengan hebohnya dikejar deadline:). Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

10/22/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch #2 ~ Adab Membawa Anak Ke Majelis Ilmu



Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2 sedang berjalan, dan pekan ini sedang membahas tentang adab menuntut ilmu. Ada satu pertanyaan menarik, yang saya pikir menjadi kegalauan banyak ibu. Kebetulan saya diberi amanah mengampu kelas koordinator kota dan pengurus rumah belajar.

10/21/16

Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part I)







                Setiap seminar yang saya ikuti selama ini selalu hadir sendirian, belum pernah bersama suami karena harus bergantian menjaga anak-anak. Sejak resign, saya memang jarang menitipkan anak-anak ke rumah orang tua saya walaupun jarak rumah kami lumayan dekat kecuali memang ada keperluan yang mendesak atau ketika saya mengikuti seminar di hari suami bekerja. Pertimbangannya karena orang tua kami sudah cukup lama menjaga cucunya selama saya bekerja sejak saya menikah hingga anak saya berumur 2,5 tahun. Mereka juga sudah cukup lelah menjaga dua anak saya yang seringnya hilir mudik kesana kemari, biarlah mereka fokus dalam menjalankan ibadah di masa tuanya. Tapi, kali ini berbeda karena seminar ini harus dan wajib dihadiri berpasangan suami istri supaya masing-masing saling mengetahui cara komunikasi yang baik, jadi mau tidak mau kita harus menitipkan anak-anak di rumah orang tua. Lalu masalah lain juga menghadang, suami sedang sakit, darah tingginya kumat karena terlalu lelah, tapi karena sudah dibayar (enggak mau rugi) jadilah suami ikut datang ke seminar dengan kepala berat (mudah-mudahan masih bisa menangkap isi bahasan seminar, maafkan ya dear!).

5/31/16

5/29/16

5/28/16

5/23/16

Seminar Parenting: Disiplin dengan Kasih Sayang Oleh Elly Risman (Part I)



          Seminar ini adalah salah satu bahasan yang paling saya nanti-nantikan. Kenapa? Karena setelah pelatihan KBBM (Komunikasi Baik, Benar dan Menyenangkan), saya sudah niat sekali ikut pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang (DKS). Mungkin beberapa masih ada yang bingung perbedaan antara seminar, workshop dan pelatihan? Seminar berlangsung selama 3-4 jam di hari yang sama, workshop durasinya lebih lama yaitu 6-7 jam sedangkan untuk pelatihan berlangsung minimal 2-5 hari. Nah, karena salah satu syarat pelatihan DKS sudah mengikuti pelatihan KBBM, jadi sebenarnya saya sudah lulus persyaratan, tapi kendala ternyata ada di waktu.

5/6/16

Seminar Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital dan Bahaya Pornografi oleh Elly Risman (Part I)



                Sejujurnya saya ikut seminar ini dua kali, pertama di bulan Maret tahun 2015, kedua di bulan Januari tahun 2016, sama-sama di Bekasi dengan HTM yang murmer dan kesan saya tentang seminar ini adalah tetap luar biasa. Mungkin sudah banyak ya yang ikut seminar ini dan menulis resumenya yang berseliweran di media sosial, tapi saya tetap membuat resume sendiri sesuai dengan apa yang saya dapat di seminar ini supaya bisa track sendiri kalau saya butuh kapanpun. Menurut saya, penting sekali untuk orang tua datang ke seminar ini karena benar-benar membuka mata dan membuat kita sadar bahwa mengasuh anak itu tidak boleh abai karena selama ini banyak sekali orangtua yang pingsan padahal bencana tersebut sangat dekat dengan kita. Bencana apa sih?

4/20/16

Seminar Parenting: Membentuk Anak Cerdas dengan Komunikasi Baik, Benar, dan Menyenangkan oleh Elly Risman




Sebenarnya sudah mengikuti pelatihan KBBM, tapi saya tetep penasaran dengan seminar langsung dengan bu Elly karena biasanya “feel” nya beda. Saya dateng ke seminar ini telaaatttt banget karena anak-anak nangis kejer dan enggak mau dititip di rumah neneknya karena ayahnya kerja, padahal sudah saya sounding anak-anak dari seminggu yang lalu tapi ya yang namanya anak-anak. Btw, saya selalu ingat nasihat Bu Sarra, “Jangan pernah ninggalin anak untuk pergi keluar rumah di saat mereka nangis karena kita enggak tau umur kita sampai dimana dan akan ketemu lagi atau tidak (at least kalau kenapa-kenapa di jalan). Jangan sampai memori terakhir yang terekam dalam ingatan anak-anak adalah memori kita yang pergi meninggalkan mereka.” Hukssss…sedih ya! Makanya saya nenangin anak-anak hampir 1 jam lamanya sampai akhirnya mereka rela emaknya ikut seminar. Tapi Alhamdulillah, pas saya dateng ternyata bu Elly baru mulai heuheu…rejeki saya. Ok opening nya segitu ajah, mari simak resume seminar dari setahun yang lalu ini *ehm… basi lagi ya bu*

4/18/16

Book Review: 99 Cahaya di Langit Eropa


Those who don’t learn from history are doomed to repeat it.” (George Santayana)

“Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai mahkoda perjalananmu, dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.” (Ali bin Abi Thalib ra)

4/16/16

Bali Trip: Beach & Safari Journey Part II




DAY 3
Di hari ketiga, kita bersiap-siap packing ke Novotel. Ribet? Lumayan tapi karena kita hanya mengeluarkan barang-barang seperlunya dari koper di awal dan sudah tau mau pindah hotel, jadi enggak terlalu ribet juga. Setelah sarapan di IBIS hotel dan check out, kita langsung menuju ke Novotel tanjung Benoa untuk titip koper karena waktu standar check in hotel jam 14:00. Sambil nunggu waktu check in di Novotel, kita memutuskan jalan-jalan di Tanjung Benoa. Tadinya mau naik watersport, tapi karena debat berkepanjangan akhirnya enggak jadi karena sudah siang. Sayang banget sebenarnya, tapi sejak bepergian bawa balita, saya belajar banyak legowo kalau ada itinerary yang enggak kesampaian, biar enggak jadi obsesi hehe..

4/15/16

Bali Trip: Beach & Safari Journey Part I


  
Awalnya tawaran mampir ke email suami yang menawarkan paket liburan ke Bali selama 3 hari dengan harga promo dari jaringan Accor Hotel, kebetulan memang kantor suami adalah pengguna hotel-hotel jaringan Accor. Akhirnya setelah beberapa kali mikir-mikir, hitung-hitung dan membandingkan, saya dan suami putuskan untuk mengambil promo tersebut. Ini adalah kedua kalinya saya ke Bali, kalau suami sudah tak terhitung jumlahnya, karena suami memang dari kantornya sering ada event disana. Postingan ini baru saya tulis sekarang, padahal liburannya sih sudah dari tahun 2015 alias setahun yang lalu Haha… kudet yah tapi siapa tau info ini berguna untuk mencari tempat wisata selama liburan ke Bali.

4/12/16

Book Review: Khadijah – Ketika Rahasia Mim Terungkap

(foto Sibel Eraslan diambil dari sini)


“Allah tidak pernah memberikanku wanita yang lebih mulia daripada Khadijah.
Di saat manusia tidak percaya, dia sendiri yang percaya.
Ketika semua orang mendustakan diriku, dia sendiri yang menerimaku.
Ketika manusia berlarian dariku, ia melindungiku, baik ketika ada maupun tiada
Dan Allah mengaruniaiku putra-putri bukan dari yang lain, melainkan darinya.”

4/6/16

Pelatihan Parenting: Komunikasi Baik, Benar dan Menyenangkan oleh YKBH (Part II)


(gambar diambil dari sini)


Masih inget tentang konsep diri? Mudah-mudahan enggak lupa ya hehe... Setelah selesai mengenal diri sendiri dan membangun konsep diri positif, pelatihan hari kedua berlanjut ke pembahasan mengenai komunikasi. Di hari kedua ini, saya mempelajari tentang komunikasi dialogis yaitu memahami perasaan anak, mengenal bahasa tubuh anak, mendengar aktif, pesan saya, mengenali masalah siapa dan mengadakan family meeting.

3/28/16

Pelatihan Parenting: Komunikasi Baik, Benar & Menyenangkan oleh YKBH (Part I)


“Yang penting bukan apa yang aku tau melainkan apa yang aku lakukan dari apa yang aku tau”

                Ilmu ini sebenarnya sudah didapat setahun yang lalu (maaf ya blog saya isinya kudet banget *ngaku*) waktu pelatihan di Rumah Parenting Bekasi di Jatibening. Hanya saja seiring berjalannya waktu mempraktekkan sesuatu itu sangat tidak mudah, beda dengan teorinya. Nah, karena dulu pas  menghadiri seminar dan pelatihan hanya ngumpulin hands out and dicatet hal-hal yang penting tapi enggak ditulis di blog lalu khawatir hilang dan lupa, alhasil sekarang baru deh ditulis disini. Hihi.. Itung-itung nanti jadi ilmu buat generasi selanjutnya. Khawatirnya kalau berupa hands out aja maknanya suka engga jelas dan ujung-ujungnya salah persepsi.

3/15/16

Seminar Parenting: Meningkatkan Percaya Diri Anak oleh Elly Risman

(gambar diambil dari sini)


Apa itu percaya diri? Percaya diri adalah penilaian dan keyakinan seseorang tentang apa yang mampu dan yang bisa dia lakukan. Jadi, penilaian ini berasal dari diri sendiri bukan penilaian dari orang lain. Kita sebagai orangtua harus bercermin kepada diri sendiri, apakah kita sudah percaya terhadap diri kita sendiri? Karena bagaimana bisa mengajarkan anak percaya diri sedangkan kita sendiri tidak percaya diri. Jadi, sebagai orangtua kita harus SELESAIKAN URUSAN DENGAN DIRI SENDIRI.

2/25/16

2/23/16

Seminar Parenting: Anak Yang Sukses Menghadapi Persaingan Dan Stres oleh Elly Risman (Part I)

(gambar diambil dari sini)



                Seminar ini adalah kali pertama saya hadir dalam rangkaian seminar bu Elly Risman lainnya.  Sebelum hadir langsung di seminarnya, saya memang tertarik dengan bahasannya namun karena waktu itu kondisi masih belum bisa meninggalkan anak, jadi saya hanya baca review orang yang hadir dari internet saja. Tertarik banget dengan seminar-seminar Bu Elly karena tema dan isi seminarnya luas, langsung dari pakarnya dan jleb banget. Akhirnya, setelah anak kedua lulus ASI di umur 2 tahun, baru saya mencoba ikut hadir di seminarnya karena rasanya lebih tenang meninggalkan anak bersama ayahnya untuk belajar selama 4 jam. Berangkatlah saya diantar suami dan anak-anak, dan sementara saya belajar, suami lah yang mengasuh anak-anak. Alhamdulillah suami pun mendukung saya untuk menimba ilmu lagi. Simak resume seminarnya walau mungkin ada sebagian yang lupa-lupa ingat karena sudah lebih dari setahun yang lalu hehehe… dan sengaja dibagi menjadi beberapa bagian supaya tidak terlalu panjang.

1/25/16

Book Review: Bulan Terbelah di Langit Amerika

   (gambar diambil dari sini)


SINOPSIS

Buku ini adalah buku kedua Hanum Rais setelah 99 cahaya di Langit Eropa. Kali ini kisah perjalanan Hanum dan Rangga berlanjut di Amerika. Hanum dan Rangga adalah sepasang suami istri yang menetap sementara di Wina, dimana Rangga sedang menyelesaikan beasiswa studi S3 di Austria dan Hanum bekerja di surat kabar Austria, Heute ist Wunderbar. Atasan Hanum bernama Gertrud robinson memberikannya tugas untuk menulis artikel dengan topik “Would the world be better without Islam?”. Secara kebetulan, Rangga yang merupakan asisten dosen juga harus berangkat ke Amerika untuk mengadakan konferensi dan menghadiri pidato Phillipus Brown, salah satu tamu kehormatan konferensi tersebut.

1/20/16

1/19/16

One Week One Book


(gambar diambil dari sini)


                Tahun ini banyak sekali list buku yang ingin dibaca, mulai dari novel, buku parenting, buku motivasi dan buku agama. Sebenarnya pengen juga baca buku ulang yang sudah lama karena ada beberapa buku yang layak untuk dibaca ulang, tapi nggak mau muluk-muluk dulu deh, selesain dulu list buku yang baru dan belum dibaca, itu juga belum tentu selesai dibaca dalam setahun. Belum lagi acara yang ditunggu-tunggu, islamic bookfair bakal segera hadir di bulan Februari. Semoga saya nggak kalap tahun ini hehe…

Namanya juga emak-emak ada saja kendalanya mau baca, mulai dari nggak sempet karena waktu yang kurang, ketiduran, masih banyak kerjaan lain yang numpuk, nemenin anak main, terus kapan dong bacanya? Ini sih sebenarnya alasan sendiri yang dibuat-buat aja, kalau kita disiplin menyisihkan waktu minimal 1 jam aja setiap hari, Insya Allah itu buku kelar seminggu hehe... tapi karena berbagai macam kegiatan nggak jelas yang malah lebih banyak durasinya dibanding produktifnya, ujung-ujungnya satu buku bisa sampai seminggu lebih bahkan sebulan. Padahal di tahun 2016 ini salah satu resolusi saya adalah one week one book, satu minggu satu buku plus resume. Ide ini adalah gagasan iseng teman satu komunitas yang juga suka baca buku. Tapi ternyata konsistensi pelaksanaannya merupakan hal yang masih jadi perjuangan banget buat saya. Bulan Januari 2016 ini, saya masih berkutat dengan novel Khadijah nya Sibel Eraslan.

Sejak bulan November sudah tercatat 6 buku yang saya review di grup one week one book tapii… itu semua novel karena tujuan saya ingin menamatkan semua novel-novel di tahun 2015, untuk tahun 2016 mau mulai membaca buku-buku parenting lagi karena selama tahun 2015 saya jarang banget baca buku agama, motivasi dan parenting. Di tahun 2015, saya menimba ilmu dengan banyak ikut seminar dan mengumpulkan bahan home education sehingga jarang banget baca dalam bentuk buku, malah kebanyakan baca artikel di internet. Seringnya juga nemenin anak baca buku karena anak saya sekali makan buku bisa 5 buku dalam sehari bahkan lebih, tapi masih dibacain hehe…

Kemarin-kemarin kan saya udah janji review seminar, sekarang mau mulai review buku juga. Walau nunggu waktu yang tepat, tapi niat saya untuk berbagi pasti ada hanya saja waktu menyesuaikan hehe… Doakan saja mudah-mudahan saya sehat terus dan anak-anak juga, karena dengan begitu saya jadi lebih mudah menulis jika kondisi saya dan keluarga sehat jiwa dan raga.  Aamiin…!!!


(gambar diambil dari sini)


#ODOPfor99Days
#Day12




This entry was posted in

With or Without TV



(gambar diambil dari sini)


                Sudah setahun lebih kita menjalankan “no TV at home. Emang nggak berasa tau-tau kita udah menjalaninya cukup lama. Susah? Nggak juga. Malah banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari situ. Bagi yang nggak terbiasa mungkin akan merasakan, duh kayak orang dalam hutan aja nih nggak tau berita apa-apa. Lah kan ada sumber informasi lain contohnya internet dan koran. Nggak ada tv bukan berarti nggak ada internet, teknologi tetap kita pakai dalam kehidupan sehari-hari, kalo nggak gimana saya dapat bahan home education buat anak-anak saya hehehe… Maksudnya no TV disini adalah program TV yang buat kita pantengin TV terus sehingga bikin kita terlena males beranjak. Kalau internet sih saya memang pake wifi di rumah, tapi anak-anak nggak bisa pakai soalnya mereka nggak punya gadget dan wifi pun berpassword. Jatah berlayar anak-anak pun hanya 30 menit (walau sebenarnya idealnya umur 3-5 tahun jatah layarnya hanya 10 menit) dan itu pun habis tidur siang dan mandi, kalau mereka nggak jalanin itu, ya nggak dapet jatah nonton DVD atau main di tablet.

                Hikmah yang bisa didapat dari nggak nonton tv itu banyak banget loh. Mungkin bisa saya jabarkan dalam hal-hal berikut ini:

1.       Lebih banyak waktu produktif yang bisa digunakan misalnya baca buku, nulis blog kayak gini, browse kegiatan-kegiatan anak atau nemenin anak-anak main. Sejak saya jarang nonton TV terus terang saya jadi lebih bisa manage waktu dengan baik karena waktu produktif yang bisa kita gunakan itu kadang-kadang bisa hilang kalau kita awalnya iseng nonton tv, setelah itu berganti acara baru yang juga seru, berita seleb yang nggak habis-habis dan berita politik yang nggak tuntas. Melek informasi itu perlu, hanya bagaimana kita mengatur waktu kita supaya nggak terlena dengan acara yang ditawarkan TV, apalagi kalau yang kita tonton malah bikin kita dosa.

2.       Anak- anak sedikit sekali kemungkinan terpapar hal-hal yang bisa bikin mereka ngikutin gaya yang tidak sesuai dengan usianya. Sudah lumrah banget deh acara TV sangat memperlihatkan gaya hidup hedonis, kata-kata tidak sopan atau bahkan gaya yang ngikutin tren luar negeri. Kebayang kalau saya ingin anak-anak saya jadi anak sholehah, menjalankan perintah agama, berkata baik tapi dia masih suka nonton TV yang acaranya kaya gitu, kira-kira bakal kadi anak yang bagaimana dia nantinya?

3.       Hubungan dengan suami semakin hangat. Ya tentu karena banyak sekali momen curhat kita berdua sekarang dan saling ngeluarin unek-unek. Jadi, bisa ngeluarin sampah emosi tiap hari yang tentunya penting bagi saya seorang istri yang bersama anak 24 jam setiap hari. Ini sangat disarankan oleh psikolog. Emosi itu ibarat air yang mengalir, dia akan mencari jalan atau celah sedikit pun yang apabila tidak ditampung akan membuat tekanan yang besar dan akan bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Itulah kenapa kita harus membuang sampah emosi kita ke tempat yang tepat.

4.       Bayaran listrik lebih hemat. Yah walaupun nggak berkurang banyak banget tagihannya tapi tetep bikin pemakaian listrik berkurang.

5.       Bisa mengatur waktu sendiri kapan saatnya ingin nonton dan nggak penasaran dan galau gara-gara sinetron. Ya saya masih suka nonton drama korea dan jepang. Dengan nggak nonton TV, saya nggak perlu galau nungguin kelanjutannya, tinggal beli DVD nya yang sudah tamat, cari waktu yang tepat (biasanya kalau saya setelah anak-anak tertidur) dan saya bisa manage waktu sendiri sehari nonton berapa episode, nggak perlu nunggu iklan dan nggak perlu dengerin dubbing. Jadi, nggak perlu juga kayak emak-emak nungguin sinetron yang tayang setiap jam sekian, terus bilang ke anaknya, jangan ganggu mamah ya klo lagi nonton film X. Berhubung kita hanya berempat serumah, jadi kalau saya nonton pas mereka melek ya pastinya mereka terpapar layar dong, makanya saya hanya nonton DVD setelah mereka pules.

6.       Bikin tidur lebih nyenyak. Kadang acara TV menghadirkan suguhan yang seru dan kita jadi lalai, nggak sadar tiba-tiba waktu sudah menunjukkan tengah malam. Kadang TV memang jadi sarana hiburan bagi keluarga yang merasa suntuk tinggal di kota. Kalau saya dan suami sih hiburannya kita beli DVD judul film terbaru dan kita nonton berduaan di rumah, sudah jelas durasi waktunya dan kita bisa pause atau cepetin dan mundurin hehe..

7.       Tidak perlu TV berbayar karena sebenarnya sama-sama bikin kita terlena juga. Channel TV berbayar yang jumlahnya ratusan, gimana nggak bikin kita pindah tempat duduk? Apalagi kalau di negara aslinya punya perbedaan waktu yang signifikan. Kalau mau tau update perkembangan berita terkini atau sekedar hiburan nonton acara yang sudah tayang, tonton aja youtube dan surfing internet, pasti banyak banget. Tapi sekali lagi, bijak-bijaklah menggunakan teknologi karena banyak iklan yang tidak pantas dan juga tidak semua yang diberitakan tersebut juga benar. Jadi, bacalah minimal 20 berita yang mengabarkan hal yang sama sebelum percaya bahwa berita itu benar.        

                Bagi keluarga kami, manfaat yang didapat lebih banyak apabila kami tidak menonton acara TV dalam dan luar negeri. Dan sejak digital detoks ini kami lakukan, walaupun hanya secuil dengan tidak menonton TV, saya merasa kehangatan keluarga semakin bertambah, walaupun tadinya nggak dingin juga hehe… Ingat tujuan pengasuhan kita apa, tentukan masing-masing tujuan keluarga kita. Jangan hanya karena ikut-ikutan dan terus akhirnya kehilangan motivasi diri tentang apa yang ingin dicapai. Masing-masing keluarga memiliki prinsip yang berbeda dan jangan hanya mengikuti tren yang berlaku, itu sama saja mengasuh anak tanpa adanya ilmu karena yang akan terjadi adalah kita gampang goyah dengan godaan di sekeliling kita.  Yuk, mulai berubah ke arah yang lebih baik! Jika yakin bisa, Insya Allah akan ada jalan menuju kesana.

#ODOPfor99Days
#Day11

1/16/16

One Day One Post for 99 Days

(created by: nyakrotun.com)


Berikut tanya jawab seputar blog ini dengan saya, semoga bisa menjawab pertanyaan yang mengganjal di hati pemirsa ;P

1. Tanya: Loh kok blognya baru diisi sekarang?
Jawab: Mungkin itu pikiran yang baca blog ini. Hehe… Sebenarnya mengisi blog ini sudah direncanakan sejak bertahun-tahun yang lalu, tapi karena tidak menyempatkan diri untuk menulis, jadilah saya tidak pernah mengisi blog ini. 

2. Tanya: Emang sibuk banget apaaaaa?
Jawab: Mungkin karena saya kurang di banyak ilmu sehingga rasanya saya selalu berkejar-kerjaran dengan waktu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya . Hal itulah yang membuat blog saya belum pernah saya isi sedikitpun.

3. Tanya: Sibuk ngapain aja sih?
Jawab: Perlu engga sih diceritain ya? Oke singkat aja, sejak awal menikah sampe anak pertama umur 2,6 tahun saya bekerja. Dari awalnya setelah menikah, lalu tidak menunggu terlalu lama dan langsung hamil, saya selalu berkutat dengan seputar informasi mengenai kehamilan dan melahirkan. Lalu setelah anak lahir, saya berkutat dengan informasi seputar perkembangan bayi, menyusui dan MPASI. Kemudian setelah anak saya MPASI, saya berkutat dengan informasi seputar table food. Pada usia anak pertama 10 bulan, saya hamil lagi sambil terus mencari informasi tentang tandem nursing. Setelah anak kedua lahir, saya berkutat dengan informasi seputar menyapih. Setelah anak pertama lulus menyapih di usia 2 tahun dan anak pertama masih menyusui, saya berkutat dengan informasi seputar sekolah. Setelah anak saya sekolah, saya berkutat dengan informasi seputar grup parenting yang akhirnya memberi ilmu parenting yang luar biasa.
Setelah bertemu dengan grup parenting inilah, hidup saya terasa sangat mudah dalam mempraktekan ilmu mengasuh ke anak. Dimulai dengan self-healing, look in and how to communicate, saya merasa pembelajaran saya tiada akhir dan saya semakin tertarik ikut nyemplung ke dunia tersebut. Setelah selesai membenahi diri dan merubah pola komunikasi ke anak dan keluarga, kini saatnya saya membagi ilmu yang sudah saya dapatkan. Tidak mudah dan tidak sebentar perubahan dalam diri saya sehingga saya butuh waktu merenungi apa yang sudah saya lakukan dan berikan kepada anak saya. Setelah saya mempelajari parenting, saya berkutat dengan informasi seputar kegiatan anak karena saya berhentikan mereka dari sekolah yang terlalu dini. Siklus ini akan terus berlanjut sampai seumur hidup saya karena menimba ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Ternyata kehidupan ibu-ibu jaman sekarang penuh drama kayak telenovela dan ternyata ceritanya pun engga singkat. Maafin ya! ;D

4. Tanya: ODOP itu apa?
Jawab: ODOP adalah wadah bagi orang-orang yang mau memecut dirinya untuk terus menulis dan mau menjadikan menulis jadi kegiatan sehari-hari. Kebiasan menulis ini akan terus dilakukan sampai hari ke 99. Semoga saya bisa konsisten, doakan ya!

5. Tanya: Bagaimana kalau ada komentar aneh mengenai isi blog ini?
Jawab: Dibawa santai saja, lagian emangnya tulisan saya penting? Haha.. enggak penting kok. Dalam hidup selalu ada pro dan kontra, kadang keinginan tidak sejalan dengan kenyataan. Jadikan kritik dan saran yang membangun sebagai penyemangat yang membuat kita menjadi lebih baik. Blog ini dibuat juga sebagai sarana saya mengeluarkan emosi yang terpendam, bisa juga sebagai terapi biar engga bosen dan stres. Jadi, bukan serius-serius amat. Jadi mulai sekarang dan seterusnya saya pakai bahasa santai biar engga baku-baku amat.

6. Tanya: Kalau gitu dibagi ilmu yang sudah didapat dong, masa dipendem sendiri aja!
Jawab: Iya, dalam proses menulis review karena membagi waktu antara 2 balita di rumah, nemenin main, mengurus suami, beres-beres, cek grup, menulis, bikin makanan, baca buku, ikut seminar, nonton serial drakor dan lain-lain hal cukup menyita waktu. Hehe, harap maklum dan semoga pemirsa betah baca blog saya yah…

Demikian wawancara terkini dengan orang enggak penting yang sok penting. Heuheu… saya sedang belajar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, jadi semoga isi blog ini juga bisa bermanfaat. Terima kasih.
Kecup dan peluk dari orang tua yang selalu penasaran dan ingin belajar ^^    

#ODOPfor99Days
#Day10

1/14/16

Ketika Semua Tertidur dan Terbangun

(gambar diambil dari sini)


Ketika semua tertidur, mungkin bunda bisa beristirahat sejenak
Ketika semua tertidur, mungkin inilah waktu yang tepat untuk bunda berbenah
Ketika semua tertidur, mungkin bunda bisa menuliskan apa yang tertuang dalam fikiran
Ketika semua tertidur, mungkin bunda bisa menyiapkan baha-bahan yang akan dimainkan esok hari
Ketika semua tertidur, mungkin bunda bisa memasak walaupun kadang sore sudah habis
Ketika semua tertidur, mungkin bunda bisa merenungkan sejenak makna hidup dalam sujud dan tilawahku

Tapi ketahuilah…
Ketika semua terbangun, bunda merasakan kebahagiaan tawa dan teriakan
Ketika semua terbangun, bunda bisa membuat mainan yang lucu bersama kalian
Ketika semua terbangun, bunda bisa membacakan buku-buku seru untuk kalian
Ketika semua bangun, dimulailah hari untuk menjadi lebih baik dan lebih sabar
Ketika arus hidup berputar antara hidup dan mati sesaat, yakinlah semua telah diatur, teruslah berikhtiar dan berdoa
Bersyukurlah karena belum tentu esok hari, akan bertemu kembali

#ODOPfor99Days
#Day9
This entry was posted in