31/01/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 7

Bismillahirrahmanirrahim


πŸŽ€ Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 7 πŸŽ€

{ *Komunitas Ibu Belajar* }

πŸ“… Jum'at, 13 Januari 2017
⏰ 16.00

Tema: *Mempersiapkan Anak Menghadapi Pubertas*

Nara Sumber: *Faisal Sundani Kamaludin, Lc.M.Ed*

Profil Nara Sumber:
Faisal Sundani Kamaludin
Lahir Jakarta 2 Juni 1978, ayah 3 anak, menghabiskan pendidikan dasar di Bekasi dan Jakarta, pendidikan menengah di Pesantren Darussalam Garut tamat 1996, menyelesaikan S1 di Islamic University of Madinah Saudi Arabia tahun 2002.  Melanjutkan studi Master of Education di International Islamic University Malaysia selesai tahun 2005. Sedang melanjutkan ke jenjang s3 di Fakultas Pendidikan International Islamic University Malaysia , dan sekarang masih dalam prosΓ©s penulisan disertasi.
Berkecimpung di dunia pendidikan remaja dari berbagai negara antara usia 13-17 tahun  di International Islamic School Malaysia sejak 2005 sampai hari ini. Dari tahun 2010 sampai 2015 sempat menjabat sebagai Vice Principal of Student Affairs,  dan sekarang masih mengajar subject Islamiyat untuk IGCSE (SMA) juga Islamic studies untuk Smp, di samping tugas sebagai penyuluh dan penanggung jawab program kaagamaan di sekolah yang sama. Menjadi narasumber di group Parenting with Elly Risman and Family,  dan memberikan Pelatihan Tarbiyah Pubertas untuk membantu orang tua menyiapkan anak-anak menjadi mukallaf.

Moderator: *Cut Rafiqa Majid*
Co-Moderator: *Balqis Bararah*
Peresume: *Hasfiani*

πŸ“–πŸ“– *Materi* πŸ“–πŸ“–

Karena waktu tidak pernah menungu

Oleh : Faisal Sundani Kamaludin

Kata sabar dan menunggu mungkin tidak ada dalam kamus anak-anak generasi Z, yang dikenal juga dengan sebutan generasi Post Millennial dan i-generation. Generasi yang lahir antara akhir 90 an sampai 2010 memang sudah terbiasa dengan ritme yang lebih cepat, yang pasti karena memang dunia ini semakin tua, sehingga hari-hari serasa lebih cepat sebagaimana yang sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad S.A.W bahwa salah satu tanda datangnya hari kiamat adalah waktu yang semakin cepat sehingga dari zaman ke zaman terasa dekat ( lihat hadits Shahih Bukhari no 1036, Musnad Imam Ahmad no 10560.)

Di samping itu, bisa jadi karena orang tua yang cenderung terburu-buru atau diburu waktu, karena harus mengejar jam kantor atau meeting yang penting, sehingga anak-anak membesar di dalam iklim yang terburu-buru. Ditambah lagi, zaman di mana mereka dilahirkan adalah zaman yang identik dengan hal-hal yang cepat dan serba instant, seperti makanan cepat saji atau sambungan internet supercepat.
Sifat terburu-buru dan susah untuk menunggu bisa dilihat ketika anak meminta membuka akun Sosmed, atau bahkan tanpa meminta izin dari orang tua membuat akun sosmed sendiri. Hal ini terjadi dengan teman-teman anak saya yang sudah mempunyai akun sosmed di usia yang sangat muda. Tendensi ekpos yang terburu-buru terhadap sosmed memang sangat memprihatinkan, dilaporkaan bahwa sekitar 38% kanak-kanak yang memiliki akun Facebook adalah berusia di bawah 12 tahun dan kebanyakan orang tua dari anak berumur 10 tahun kebawah “kecolongan” karena tidak mengetahui bahwa anak-anak mereka mempunyai akun Sosmed sendiri. Sudah terlalu banyak kajian tentang bahaya sosmed bagi anak-anak, seperty cyber bully, penjahat seksual dan pornografi.

Generasi ini tidak menunggu. Termasuk untuk masalah pubertas, anak-anak kita generasi Z lebih cepat mengalami pubertas di bandingkan generasi sebelumnya terutama anak perempuan. Dr. Louise Greenspan and Dr. Julianna Deardorff pakar pubertas dari Amerika penulis buku The New Puberty menulis : “baru saju satu generasi yang lalu, kurang dari 5 persen anak perempuan puber sebuluum usia 8; sekarang persentasi itu lebih dari dua kali lipat. Artinya, bisa jadi anak-anak kita yang berumur 8-12 tahun sudah mengalami pubertas tanpa kita mengetahui.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika ritme yang cepat, teknologi informasi dan perubahan bilogis yang lebih cepat ini tidak diantisipasi dengan baik oleh orang tua, mungkin anak kita masuk ke dunia pubertas sebelum kita berikan bekal yang cukup untuk menjadi mukallaf, seorang dewasa yang sudah mulai accountable di hadapan Allah.

Dunia boleh berjalan lebih cepat, anak-anak kita beradaptasi terhadap technology sangat cepat, kita sebagai orang tua menghadapi deadline kantor yang terasa lebih cepat, tapi ketika berkomunikasi dengan anak-anak kita harus memperlambat tempo kita, terutama ketika mendengarkan apa yang anak kita perlukan dan rasakan. Waktu tidak akan menunggu kita sadar, sebagaimana kematian tidak akan menunggu kita bertaubat, pada akhirnya, doa tulus anak-anak kitalah yang kita harapkan untuk menyelamatkan kita di hari hisab.
#TarbiyahPubertas #SelfReminder #Fatherhood

Tambahan materi pubertas sbb:

Sebagai orang tua, yang paling penting dalam pengasuhan anak adalah TUJUAN, apa sih tujuan kita? Tujuan pengasuhan anak harus sesuai dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu untuk beribadah kepada Allah (QS Al Dzariyat : 56)
Disini kita belajar dulu  tentang fase kehidupan manusia yang terdapat dalam Al Quran. Dimulai dari masa pra kelahiran (QS Al Hajj :5, Al Mu’minuun :14-15), masa penyusuan (QS Al Baqoroh :233, Al Ahqaf :15), masa kanak-kanak 2-7 tahun (QS Annur :31), masa Tamyiz (QS Annur :58), masa Dewasa (QS Al Ahqaf :15) dan terakhir adalah masa Tua (QS Ghafir :67).
Silahkan cari di Al Qur’an masing-masing ya (tadabur). Berguna juga kalau anaknya ada yang nanya manusia asalnya dari mana?
Sedikit lebih jelas ya, didalam Qur’an tidak ada masa remaja, jadi masa remaja itu merupakan produk kehidupan modern, dimana remaja identik dengan having fun, bergaul, hedonisme. Siapakah yang diuntungkan dengan konsep remaja? Tentunya industri, fashion, buku, film, musik, dsb.
Balik ke judul Tarbiyah Pubertas, tarbiyah maknanya dalam islam adalah mendidik dan mencakup semua aspek kehidupan manusia dalam hubungannya sesama manusia (habluminannas) dan manusia dengan pencipta (habluminallah). Sedangkan pubertas merupakan perubahan cepat pada kematangan fisik yang meliputi tubuh dan hormonal, seperti : lengan dan kaki yang tambah panjang, suara berat, tumbuh payudara, dll.
Sebelum pubertas ada fase yang namanya masa pra pubertas (tamyiz). Kapan sih mulainya? tidak ada umur tertentu untuk ini tapi  ada yang memulai usia tamyiz dari umur 5. Periode Tamyiz sendiri adalah usia 6 – sampai sesaat sebelum usia baligh, kebanyakan tamyiz bermula di usia 7 tahun.
Konsekuensi apa sih yang harus dilakukan di usia tamyiz?
1. Nabi memerintahkan kita untuk mengajarkan anak untuk sholat ketika usia 7
2. Berikan corrective action ketika usia 10 tahun
“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan sholat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka”
Tentunya dengan pukulan yang tidak menyakitkan ya ibu2 bapak2. Poinnya anak diajarkan disiplin, tepat waktu ketika sholat, dengan gerakan dan bacaan yang sudah benar.
3. Tidak dibenarkan melihat aurat lain jenis dan sesama jenis. Salahsatu nya tidak boleh mandi bareng.
Anak sudah mulai diajarkan untuk menjaga auratnya. Sekedar mengingatkan, aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, sedangkan laki-laki adalah pusar sampai lutut.
4. Meminta izin untuk masuk ke kamar ortu dalam 3 waktu, yaitu sebelum Subuh, setelah Isya dan setelah Dzuhur. (QS An nur :58).
Print suratnya, tempel di pintu kamar, efektif untuk memberi tahu, ini kata Allah lho, mengajarkan anak bahwa halal/haram Allah yang mengatur, berdasarkan referensi dalam Al Quran.
5. Dihitung keislaman dan keimanannya dalam hal usul (fundamental keimanan kepada Allah) dan bukan dalam urusan furu’
6. Mengimamkan Sholat
Sekarang kita bahas bentuk antisipasi dan perubahan menjelang pubertas :
Persiapan Ideologis
1. Menanamkan konsep Tauhid pada anak dalam tiap kesempatan.
2. Sadarkan akan pentingnya sholat pada masa tamyiz. Ajak anak laki-laki untuk sholat berjamaah di mesjid.
3. Dekatkan dengan mesjid, Al Qur’an.
4. Mulai segragasi gender, pisahkan antara laki-laki dan perempuan
Pisahkan kamar anak laki-laki dan perempuan.
Persiapan Psikologis
1. Perbaiki komunikasi dengan anak. Akan banyak pertanyaan dari anak. Persiapan diri kita. Kalau memang belum tahu jawabannnya, ya jujur aja bilang gak tahu, dan minta waktu untuk mencari tahu jawabannya.
2. Kesepakatan ayah dan ibu, jangan jadi dual parenting, ayah kasih ijin, ibu tidak.
3. Puaskan waktu bermain. Jangan sampai nantinya akan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan karena kurangnya waktu bermain ketika kanak-kanak
4. Luangkan waktu bersama dengan anak. Ini penting banget. Atur waktu besama anak, 1-2 jam pergi berdua anak, dengarkan cerita anak, bikin kelekatan makin kuat.
5. Ikatan keluarga yang kuat (family bonding)
6. Suntikan Vit. A (ayah). Libatkan ayah dalam setiap kegiatan anak.
Perubahan Emosional
1. Mood Swing
2. Mempertanyakan identitas (kok aku gak mirip ayah/ ibu? Kok rambutku lurus, dll)
3. Risk taking behavior
4. Sibuk dengan perubahan fisik
Perubahan Sosial
1. Minta independensi dari ortu
2. Minta privasi
3. Punya kode antara sesama group
4. Mencoba kemampuan untuk membuat tertarik lawan jenis atau sesama jenis.
ketika cara berkomunikasi kita efektif dengan anak, insyaAllah anak akan cerita apapun tentang dirinya, temannya atau hal lainnya. Belajarlah untuk mendengarkan, dan mengajak anak untuk berdiskusi.
Perubahan Fisik
Laki-laki : penambahan ukuran tinggi, perubahan pertumbuhan genital, dan tumbuh bulu kemaluan
Perempuan : pertambahan ukuran tinggi, payudara, bulu kemaluan dan ketiak
Antisipasi Pubertas Modesty
1. Adanya keterikatan al haya (malu) dan al hayah (kehidupan), karena hati akan hidup dengan rasa malu, sebaiknya ia akan mati dengan punahnya rasa malu.
Urat malu menjaga kita dari berbuat dosa.
2. Rasa malu yang merupakan ciri dari manusia beriman, lahir dari sebuah proses pengasuhan dan pendidikan yang panjang dan secara langsung maupun tidak langsung
3. Mengajarkan konsep kemaluan, kemaluan itu bukan sesuatu yang jorok. Tetapi harga diri, yang harus dijaga. Kalau tidak dijaga akan menimbulkan aib (sesuatu yang memalukan)
4. Jangan dibiasakan mandi bareng (sudah dibahas diatas ya)
5. Hindarkan berpakaian minim di rumah terutama ketika anak berusia tamyiz.
Ya, semua itu memang start from home.
6. Tidak perlu khawatir kalau anak pemalu, karena malu merupakan bagian dari iman.

KONSEP PRIVATE PARTS
Mengajarkan kepada anak bahwa Allah memberikan batasan anggota badan yang dianggap sangat pribadi, yang disebut aurat, dan ini bukan konsumsi umum. Tidak boleh orang melihat kecuali ibu, ayah, dokter (misal).
Aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, sedangkan laki-laki adalah pusar sampai lutut.
MAHRAM
Anak-anak perlu dijelaskan apa itu mahram, siapa mahram mereka, apakah sepupu itu mahram, saudara sesusuan. (QS Annisa : 22-24)
Mahram adalah orang yang haram dinikahi selamanya.


Ketika bersafar, suami lebih berhak daripada mahram, bahkan suami lebih berhak melihat dan menyentuh seluruh tubuh anda.
InsyaAllah dengan paham mahram, anak dapat terhidar dari predator, karena anak punya sistem untuk menjaga diri. Saya juga harus banyak belajar tentang mahram ini.
Dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya (bukan istri atau mahramnya)”
Perah ayah ketika memasuki usia tamyiz
1. Menemani baligh anak laki-laki. Kenapa ayah? karena ayah mengalami apa yang anak laki-laki alami, memiliki apa yg anak laki-laki miliki. Jika ibu tunggal gimana? bisa minta tlg paman, atau om (cari mahram2 ibunya) utk menjelaskan tentang baligh laki-laki
2. Buat aktivitas diluar rumah. Ajak anak main bola, atau apapun aktivitas fisik diluar rumah, biar energynya tersalurkan
3. Menguatkan konsep diri pada anak perempuan. Puji anak, “Nak kamu cantik hari ini, pakai baju biru pas banget sama kamu”. Jadi ketika anak dapat pujian dari orang lain diluar sana, dia gak klepek klepek, karena ayahnya sering  puji dia.
4. Riset membuktikan bahwa anak perempuan yang kehilangan peran dan kasih sayang ayah akan mencari perhatian dan berhubungan secara fisik dengan lelaki lebih dari dari anak-anak perempuan lain diusianya.
Pada masa tamyiz ini, ajak anak untuk belajar bertanggung jawab, misalnya dalam hal pekerjaan rumah seperti mencuci piring, mencuci baju, mencuci sepatu sekolahnya. Ajak anak dalam diskusi keluarga, sehingga anak merasa dihargai. Dalam segi financial, beri kepercayaan sedikit demi sedikit kepada anak untuk mengurus uang jajan, minta anak untuk mendefinisikan mana kebutuhan dan kemauan.
GENDER
Menjelaskan tentang gender kepada anak, ini penting, karena belakangan maraknya berita-berita tentang LGBT. Fitrahnya, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan itu berbeda namun saling melengkapi. Ayah & Ibu, Kakak & Adik. Jika keluar dari ini, berarti keluar dari fitrahnya Allah.
Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya.
Dalam islam ada istilah Mukhannats : laki-laki yang menyerupai wanita, ada 2 macam:
1. Muhkhannats bil khilqah : pada dasarnya secara natural agak lembut dalam perkatan dan perbuatan, tetapi tidak melakukan perbuatan seks yang menyimpang, tidak masuk dalam laknat Allah SWT.
2. Mukhannats bil khilqah harakah wa hay’ah : yang menyerupai wanita secara rupa dan perbuatan secara sengaja, dan melalukan penyimpangan orientasi seksual, inilah yang masuk dalam laknat Allah. Rasanya sering lihat makhluk ini di tv kan ya?
Khuntsa, yaitu yang dilahikan dengan 2 kelamin, tetapi satu lebih dominan, maka hukumnya tergantung kelamin yang dominan.
Seksualitas yang Fitrah
Ajarkan anak untuk growing straight.
Bayi laki-laki menjadi anak laki-laki menjadi laki-laki dewasa menjadi ayah
Bayi perempuan menjadi anak perempuan menjadi perempuan dewasa menjadi perempuan
Laki-laki, memakai pakaian laki-laki, bermain dengan mainan laki-laki kecuali dijelaskan oleh orang tua (misal bermain boneka bayi, bukan barbie dan sejenisnya). Anak laki-laki harus dekat dengan ayahnya. Untuk ibu-ibu stop ya untuk minta anterin anak laki-lakinya ke salon, tau sendiri kan dunia persalonan gimana.
Secara literal pubertas artinya sampai, secara teknikal berarti selesainya masa kanak-kanak.  Sampai pada apa? Sampai pada mendapat mimpi basah (ihtilam) (QS Annur 59). Apa sih yang dimaksud dengan mimpi basah?
1. Mimpi dan keluar mani
2. Mimpi tanpa keluar mani
3. Keluar mani tanpa mimpi
4. Mimpi tapi ragu antara mani dan cairan lain
Tanda-tanda pubertas pada perempuan
1. Haid, secara literal berarti cairan.
Secara teknikal berarti darah yang keluar  dari rahim wanita setelah pubertas dalam waktu-waktu tertenu
Tidak ada batasan umur, biasanya umur 9 tahun keatas, bahkan bisa lebih awal.
Yang tidak diperbolehkan ketika haid: sholat, puasa, thawaf.
Konsekuensi : mandi wajib, seksualitas yang matang, tanggung jawab
Jadi yang perlu di ingat, pubertas anak laki-laki minta ayahnya yang menjelaskan, sedangkan anak perempuan, ibunya. Adilkan.
Mengajarkan anak laki-laki
Ayah memberikan gambaran bahwa hidup adalah siklus, tanamkan bahwa sebentar lagi akan ada tanggung jawab (mukkalaf), ingatkan bahwa akan ada kemungkinan terlambat atau datang lebih awal.Yang baligh lebih awal belum tentu lebih baik begitupula sebaliknya. Jaga kemaluan dan jaga pandangan. Ajarkan konsekuensi baligh : mandi wajib
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” (QS an-Nuur: 30-31).
Ajarkan anak laki-laki untuk memiliki kompetensi, karena seharusnya ketika sudah pubertas mereka diharapkan sudah bisa memiliki penghasilan sendiri.
Kepada anak perempuan
Pembicaraan yang lebih panjang dan santai tentang kehidupan. Siklus kehidupan. Ceritakan tentang perempuan ditakdirkan punya sel telur, rahim sebesar kepalan tangan, Allah memproduksi hormone estrogen dan progesterone dalam tubuhmu. Ceritakan tentang semua perubahan yang terjadi. Beri pemahaman bahwa ini adalah rahmat Allah.
Alhamdulillah selesai sudah bagian 1 tarbiyah pubertasnya, insyaAllah bagian kedua akan ada di bulan September.
Untuk mempermudah, bikin list tanda-tanda pubertas, ketika santai ajak ngobrol anak, berikan listnya karena mungkin anak malu untuk bicara. Minta anak untuk memberi tanda di list tersebut, bagian mana yang sudah dan mana yang belum.
Jadi, sudah masuk fase mana anak anda? ayo siapkan diri kita. Karena anak adalah tanggung jawab orang tua, titipan Allah yang akan diminta pertanggung jawabannya nanti.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
πŸ€— *Sambutan* πŸ€—

πŸŽ™ *Moderator*
Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω… ΨΉΩ„ΩŠΩƒΩ… ΩˆΨ±Ψ­Ω…Ψ©Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩˆΨ¨Ψ±ΩƒΨ§ΨͺΩ‡
Ustad Faisal
Terimakasih atas waktu luang nya untuk hadir dan berbagi ilmu bersama kami di sini. Sebagai informasi, di dalam group ini peserta nya terdiri dari para ayah dan ibu

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
ΩˆΨΉΩ„ΩŠΩƒΩ… Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω… ΩˆΨ±Ψ­Ω…Ψ© Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩˆΨ¨Ψ±ΩƒΨ§ΨͺΩ‡
Sama-sama semua.. Semoga semua dalam keadaan sehat walafiat. Dalam lindungan Allah Subhanaanahu wa Ta'alaa.

πŸŽ™ *Moderator*
Bismillaahirrahmaanirrahiim... 

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, wassalaatu wassalaamu’alaa asrafil anbiyaa ii wal mursaliin Muhammadin, wa’ala alihi wa'ashahbihi ajma’in,

Rabbis shrahli shodri wa ya shirli amri wahlul uqdatammil lisaani yafkahu kauli, amma ba’du.

Sebelum nya , perkenalkan saya Cut Rafiqa Majid, Yang bertugas sebagai Moderator
Sebelumnya Co.moderator Ibu Balqis Bararah telah bertugas membagikan materi dan menampung pertanyaan, dan nanti setelah kulwap selesai akan kita bagikan resume yang akan di kerjakan oleh peresume handal kita bu hasfiani. Jazaakunnallah khairan.

Pertama tama, salam takzim  saya untuk Abu Jihad yang telah mengizinkan saya untuk mengadakan group ini, sebagai wadah ilmu yang semoga bisa memberi mamfaat untuk kita semua, jazaakallah khairan atas kerjasama dan dukungan penuhnya ya zaujy.

Selanjutnya...
Yang saya hormati , Narasumber yang telah hadir pada sore ini untuk berbagi ilmu bersama kami disini.. Ustad Faisal sundani Kamaludin, LC.M.eD.

Yang saya hormati Dan muliakan kepada para ayah&ibu yang sudi kira nya meluangkan waktu untuk ikut belajar bersama di dalam Kuliah Whatsaap (KulWap) KoBar ini, semoga Rahmat NYA tercurah kepada kita semua,

Puji syukur Al-hamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ 
Atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayyah-Nya pada kita semua, 
Yang mana sampai saat ini kita masih diberikan Iman, Islam dan kesehatan,
sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang mudah mudahan di Ridhai Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰

Sholawat dan Salam, semoga Allah senantiasa mencurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…    , beserta Keluarga dan Para Sahabatnya, dan orang orang istiqamah berjuang dan mengikuti sunnah Rasulullah hingga akhir zaman.

Baik, Insya allah kita akan memulai KulWap kita dengan menampilkan pertanyaan yang telah masuk, untuk nanti nya akan di jawab oleh NaraSumber.
____________________________

*Sesi Tanya Jawab*

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan 1⃣
Assalamualaikum wrwb.. Pak faisal bagaimana bicara yg terbaik ke anak jika mereka berkeinginan nonton konser misalnya walaupun konser anak2 seperti konser musik penyanyi cilik Naura..?? Dan bgmn menghadapi anak yg diusianya 11 thn ini agak sulit menyegerakan sesuatu yg jd tugasnya.. Makasih, wassalam.
-NN-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Pertanyaan yang susah, karena semua tergantung bagaimana kita memulai bersikap tentang sesuatu. Kalau saya sudah jelas bahwa musik dan konser bukan gaya hidup kami jadi memang terfikir untuk menonton pun tidak. Nah, jawabannya akan berbeda jika di keluarga ibu musik adalah bagian dari life style. Saran saya, coba tanya ke anak.. Kira-kira untungnya apa kalau kita nonton? Rugi nya apa kalau tidak nonton? Kemudian anak menyimpulkan.. ✅

Tangapan:

*Ibu Hernita* ▶ Asslm.. Pa Ustad, terkait pertanyaan no 1.
Saya mau menanggapi: Bagaimana kalau kita memberikan masukan agar menontonnya cukup melalui TV atau media lainnya (seperti youtube). Apakah hal tersebut benar dilakukan? Jika "salah" mohon arahannya baiknya seperti apa yg bisa dilakukan untuk hal tersebut?
*Ust. Faisal* ↪ Menonton konser tadi?
▶ Iya Pa Ustad
↪ Ya itu tergantung kebijakan keluarga.. Kalau saya memang sudah ditetapkan bahwa.. Musik musikan adalah bukan gaya kita.
▶ Jika kebijakan keluarga mengizinkan apakah ada sisi negatifnya Pa Ustad?
↪ Sisi negative nya.. Ya jadi kebiasaan membesar jadi suka nonton konser.. Ujung-ujungnya ya gaya hidup hedonis dll. Siapa yang menjamin tidak berketerusan. Ya sekali lagi kembali ke masing-masing.. Kembali ke pertanyaan di atas.. Anak-anak harus dibiasakan tau manfaat dari apa yang di tonton. Kalau dianggap ada manfaatnya ya silahkan.
▶ Syukron Pa Ustad atas jawabannya

*Ibu Rahmadiani* ▶ Izin menanggapi Bu cut..
Bgmna menghadapi ank yg yg usianya 11 thn agak sulit menyegerakan sesuatu yg jd tugasnya.. Ini blm trjwb ustz Faisal..
*Ust. Faisal* ↪ Supaya tidak cenderung menggurui.. Ajak outing bu.. Dating sama ibu saja.. Kemudian sama ayahnya aja, ngobrol, ungkapkan apa yang semestinya dengan santai, diskusi, banyak pertanyaan dan arahkan jawaban.

*Ibu Lintang* ▶ Bu cut boleh ijin menanggapi pertanyaan 1.
Kalau yang masalah tersebut biasanya suami saya yang langsung ambil alih peran. Dengan tegas beliau bilang, diagama kita kan ngga di diajarkan tentang musik nak. Di haramkan malah karena musik bisa jadi salah satu tempat kesukaan setan. Jadi ya secukupnya aja dengarnya ngga perlu sampai yang segitunya.
Boleh begitu ngga ustad ? Trimakasih ustad.
*Ust. Faisal* ↪ Itulah menurut saya tergantung kebijakan dan pandangan.. Apalagi masalah khilafiyah secara syar'i

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 2⃣
Assalammualaikum wr.wb. Saya mempunyai putri umur 12 thn (kls 1 SMP) tipe anak saya introvet, tetapi ada kala dia sering curhat kepada saya, kalau dia ada naksir kepada kaka kelasnya. Saya agak kaget kalau dia curhat, saat ini saya hanya bersikap mendengarkan karena saya bingung harus bagaimana. Pertanyaan saya
1. Apakah sikap saya sudah benar hanya mendengarkan?
2. Bagaimana cara untuk menjelaskan kalau belum saatnya tetapi tidak mengurui, karena kalau dia sdh tidak nyaman dia bisa langsung tidak mau bercerita, memang anak saya sangat pendiam sekali sulit untuk diajak bicara. Mohon pencerahannya terima kasih. Wa'alaikumsalam
-Fitri,Tangerang-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
1. Dengarkan dulu betul.. Cuma langsung diskusikan sama suami. Karena si ayah mesti tau.. Walaupun si anak tidak tau bahwa ayah tau.. Kemudian
Bicarakan dengan anak bahwa perasaan itu wajar, tetapi sebagai seorang muslim kita punya batasan, harga diri, dan perintah untuk menjaga pandangan.
2. Supaya tidak cenderung menggurui.. Ajak outing bu.. Dating sama ibu saja.. Kemudian sama ayahnya aja, ngobrol, ungkapkan apa yang semestinya dengan santai, diskusi, banyak pertanyaan dan arahkan jawaban ✅

Tanggapan:
*Ibu Fitri* ▶ Terima kasih atas jawaban, hanya setiap dia mau curhat dia minta saya janji untuk tidak cerita ke ayahnya. Kadang  sayanya bingung sendiri, memang suami saya agak tempramen pak jd sampai saat ini saya blm cerita ke suami.
*Ust. Faisal* ↪ Coba ibu cari waktu yang enak.. Untuk ngobrol.. Bicarakan bahwa si anak perlukan.. Tapi coba sepakat dulu bu sama suami
*Ibu Nuy* ⏩ Maaf ibu, coba berbicara dengan suami sering sering ajak ngobrol anak ibu dan ajak dating biar ada kedekatan antara ayah dan anak. Insyaa Allah kalo kedekatan sudah bagus... Otomatis anak akan mudah juga curhat ke ayahnya.

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 3⃣
Assalamu'alaykum. Semoga bapak selalu dirahmati Allah. Saya ada pertanyaan, bagaimana mempersiapkan masa pubertas untuk anak laki2? Apa yg harus dipersiapkan oleh saya sebagai ibunya dan apa yang harus dipersiapkan ayahnya?
-Sendy, Jakarta-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Dari usia tamyiz sudah mulai dikenalkan bahwa lelaki dan perempuan berbeda. Kenalkan aurat, sudah mulai dijaga aurat ibu dari anak-anaknya ketika di rumah. Ketika usia menjelang baligh baru ajarkan tanda-tanda datangnya bulugh. Ayah yang cerita, pancing supaya anak bertanya. Kenapa ayah? Karena ayah yang punya pengalaman mimpi basah bukan ibu. Ibu ingatkan anak untuk menjaga kemaluan dan rasa malu. Ingatkan anak ketika sebuah tindakan tidak wajar dilakukan dari sisi lain jenis. Misalnya, aurat si anak terbuka.. Kasih tau bahwa itu malu dan bisa buat orang lain berdosa. ✅

Tanggapan:
*Ibu Ayu* ▶ Ust, aurat ibu dijaga dari anak laki laki usia berapa ya?
*Ust. Faisal* ↪ Dari usia tamyiz.. Sekitar 6-7 tahun. Bahkan sebelum itu pun mesti dijaga, karena terkadang anak-anak komentarin lho.

*Ibu Dewi* ▶ Ust ini kan utk ibu dg anak laki2, bgm dg ibu dg anak perempuan?
*Ust. Faisal* ↪ Anak perempuan sama juga bu .. Aurat ayahnya jangan sampai terlihat.. Jangan terlalu berpakaian terbuka
▶ Oowh sama ya ust.. Walaupun sesama perempuan.. (ibu dg anak perempuannya) Syukron ust
↪ πŸ‘πŸΌ Walau tidak seketat anak lelaki
▶ Maaf kalo boleh thu Batasannya apa ust? Aurat ibu dg anak perempuanπŸ™
↪ Batasan nya sama ketika ibu-ibu ketemu sama ibu-ibu.. Ada bagian bagian yang sangat pribadi yang harus di tutup. Artinya.. Ya jangan sampai anak perempuan ibu diajak mandi bareng ibu. Walaupun itu anak perempuan. Sama seperti anak lelaki gak boleh diajak mandi bareng bapaknya.
▶ Klo pernah mengalami kejadian tersebut bagaimana ust? Putri sy msh balita terkadang menangis saat sy lg mandi. Kepaksa dibukain.
↪ Hindari lagi bu 😁jangan terulang.. Mudah-mudahan anak ibu lupa. Kebiasaan yang tidak bagus..
▶ Aamiin yaa Allah.. Syukron ustadzπŸ™

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 4⃣
Assalammu'alaikum... Untuk anak laki-laki batasan2 apa yang harus diajarkan ketika bermain sosial media, selama ini baru diajarkan batasan aurat dan menjaga pandangan dari perempuan non mahram..
-Deasty, Bandung-

*Ust. Faisal*
Sosial media sebaiknya tidak di perkenalkan ke anak-anak dulu. Ikuti terms and conditions untuk batasan umur setiap situs, teman-temannya punya akun sosmed bukan Justifikasi anak kita untuk punya akun, karena anak-anak harus diyakinkan dengan gaya hidup yang betul.
Kalau sudah terlanjur dikenalkan ya harus diingatkan bahwa tundukkan pandangan berlaku online dan offline. Gunakan komputer di ruang terbuka dan screen terekpos. ✅

Tanggapan:
*Ibu Lintang* ▶ Kalau suami saya biasanya me lock situs2 yang tidak baik di computer tersebut ustad. Jadi saat kita tinggal pergi atau tanpa pengawasan aman. Sekalian kami cek history. Soalnya tugas sekolah juga banyak dari sosmed ustad... Jadi kadang kami bingung bagaimana caranya. Satu satunya cara itu.
*Ust. Faisal* ↪ Ya itu tadi.. Kalau sudah terlanjur diberikan ya perlu pengawasan.. Disamping pemahaman bahwa Allah melihat... Juga ingatkan untuk tundukkan pandangan online dan offline
▶ Baik ustad. Terima kasih.

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 5⃣
Assalamualaikum. Kami sekeluarga sudah setahun lebih meniadakan tv di rumah, dan jarang memberikan gadget untuk anak kecuali hanya game2 edukatif. Tujuan kami untuk mengurangi efek buruk dari pornografi dan tontonan tdk layak utk anak2 kami. Namun dlm hati sy ttp bertanya2 tepatkah sy menerapkan ini dlm pengasuhan? Kadang klo lg main ke rmh saudara yg ada tv-nya anak sy jd enggan diajak pulang. Benarkah mengasuh itu hrs sesuai zaman? Apakah pola pengasuhan sy trmsuk kuno? Terima kasih
-Ratih, Batam-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Selamat buat bu Ratih sekeluarga.. Ibu sudah di jalan yang benar. Mengenai kalau ada saudara atau di rumah saudara nonton tidak bisa distop.. Ya pertanyaannya, apakah kalau ibu punya tv di rumah akan mudah menghentikan anak yang sedang menonton? Karena faktanya layar tv membuat kita terpana dan susah untuk berhenti walaupun sudah nonton tiap hari.
Selamat.. Baarakallah fiikum ✅

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 6⃣
Assalamu'alaikum wr wb. Pak Ustadz. Saya mau tanya pada saat anak perempuan mendptkan menstruasi siapakah yg sebaiknya menjelaskan ttg menstruasi itu apa, dan apa saja yg perubahan yg akan terjadi nanti (secara fisik), ayah atau ibu? Dan mengapa?
Dan sebatas apa saja yg perlu di jelaskan kepada anak tsb?
Karena pernah mendengar di suatu acara bahwa sebaiknya ayah yg menjelaskan. Mohon pencerahannya pak ustadz. Jazakallah khairan. Wassalam wr.wb.
-Diyan, Bekasi-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Menstruasi itu domain ibu.. Karena ibu adalah expert dalam hal tersebut. Ayah menerangkan bagaimana efek nya seorang lelaki melihat aurat wanita.
Terangkan proses nya,  bahwa itu normal, bila perlu pakai anak peraga, buka ruang anak untuk bertanya.  Karena survey kecil saya menemukan bahwa anak-anak perempuan ketakutan menghadapi haidh pertama.
Wallahu a'lam✅

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 7⃣
Assalamualaikum wr wb. Bagaimana caranya menjadi ibu tunggal agar bs mempersiapkan anak perempuannya dlm menghadapi masa puberitas sementara sosok laki"/ayah tdk bs didapat dilingkungan sekitar
-NN, Depok-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Secara proses biologis dan pengalaman menstruasi ibu bisa ajarkan sendiri, dengan detailnya, dan yakin kan bahwa itu normal. Juga tenangkan anak karena banyak anak-anak yang takut mens. Mengenai lelaki bisa cari om, atau kakeknya atau siapapun yang sejatinya adalah mahram nya.

Tanggapan:
*Ibu NN* ▶ Kl laki" tdk bs didpt dr mahramnya bagaimana ya.. Krn sy jauh dr klrga besar dan tinggal hanya bertiga dg anak-anak. Maksudnya cara mempersiapkan sy sbg ibu atau bpk hingga peran bpk bs sy isi biar pun gak sprti ayah?
*Ust. Faisal* ↪ Biar yang jauh itu didekatkan via teknologi bisa? Karena susah keadaannya. Kalau anak perempuan ya memang mesti dengan Mahram. Wallahu a'lam..
▶ Hanya dr kakek pihak ayah dan om dr pihak ayah yg tdk terlalu dekat
↪ Kalau kejadiannya anak lelaki bisa peran ayah diberikan ke ustadz dll. Tapi kalau anak perempuan.. Agak ragu.. Wallahu a'lam.. Semoga ibu bisa mendapatkan jalan keluar..
▶ Jadi ke siapa sebaik nya ustad? Apakah harus ada peran pengganti ayah?
↪ Kalau yang secara syar'i tidak ada.. Ya mungkin ibu juga yang menunjukkan sisi kelelakian.. Ketegasaan seorang lelaki. Wallahu a'lam
▶ Tidak bisakah ibu menggantikan peran ayah?
↪ Bisa insya Allah. Kalau terpaksa. Semoga Allah memudahkan.. Apalagi ketika si ibu menjaga diri dari yang haram. Insya Allah ibu mampu.

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 8⃣
Assalamualaikum wr wb. Pengajaran pubertas untuk anak perempuan sudah mulai saya cicil. Persiapan pubertas untuk anak lelaki, selain dari ayahnya apakah saya sebagai Ibu bisa turut andil. Dan bagaimana kiat memulai pembicaraan dengan anak lelaki masalah puber...
Anak kembar kami usia 3 tahun sudah mulai bertanya masalah 'berdiri', kenapa punya ku berdiri... Haruskah Ayah yg menjelaskan atau saya Ibu nya yg menjelaskan..
Saya bilang saat itu, berdiri karena penis adik bersih dan sehat. Jadi harus dirawat agar selalu bersih dan sehat yaaa... tidak boleh di pegang-pegang, nanti bisa kotor dan sakit...
Apakah kiranya jawaban tersebut sudah tepat? Dan bolehkah menyebut kata (maaf) 'penis' karena anak saya si kembar 3 th sudah menanyakan kata itu. Terima kasih
-Niken, Tangerang-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Alhamdulillah... Good job.. Masha Allah Tabaarakallah
kiat memulai pembicaraan dengan anak lelaki masalah puber... Dengan libatkan ayahnya.. Ajak keluar, main.. Nanti coba cari pembicaraan yang dia suka, hindari memulai dengan perintah, kritik atau menyalahkan.
Ayah bisa menjelaskan proses ereksi anak ibu, tapi dalam usia 3 tahun.. Penjelasan ibu sudah cukup. Cara yang ibu lakukan sudah betul untuk anak 3 tahun. Dan membahasakan kemaluan dengan istilah biologis yang scientific lebih baik. Intinya insy Allah cara ibu sudah betul.. Wallahu a'lam ✅

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 9⃣
Assalamualaikum. Bagaimana solusinya apabila mempunyai 2 anak baligh laki dan perempuan tp hanya memiliki 1 kamar anak, sedangkan belum ada budget untuk bangun kamar lagi. Syukron
-Syifa, Jakarta-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Mesti ngalah.. Anak lelaki tidur di ruang tamu..
Wallahu a'lam. Intinya mesti terpisah. Gak boleh satu kamar.. Insya Allah bisa ✅

Tanggapan:
*Ibu Rahmadiani* ▶ Kl misalkan blm baligh bolehkah di gabung ustadz?
*Ust. Faisal* ↪ Dipisahkan ketika usia tamyiz

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 1⃣0⃣
Assalamualaikum. Anak saya lelaki usia 7th. Waktu sekitar setahun yg lalu dia bertanya tentang sel ovum dan sperma itu apa.. Karena dia baca di buku ensiklopesia anak muslim.. seri tubuhku... Saya waktu itu ga tau isi nya setiap tubuhku ada ttg itu.. Biasa dia baca seri alam semesta atau yang lain nya.. Apa layak anak seusia itu bertanya ttg itu.. Dan bagaimana cara kita menjelaskannya.. Karena saya ngerasa anak sekecil itu belum waktu nya tau...
-Safriana, Aceh-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Itulah pentingnya mensensor bacaan anak. Bila anak sudah terekpos ya harus dijelaskan dengan bahasa yang difahami anak-anak. Jelas kan secara biologis.. Bahwa Allah ciptakan di tubuh manusia.. ✅

Tanggapan:
*Ibu Safriana* ▶ Saya luput memeriksa iis buku.. karena memang buku itu buku anak2.. Saya tidak menyangka ada proses penciptaan manusia juga di jelaskan proses biologisnya.. Berarti untuk sementara seri tubuhku jgn di kasih baca dulu ya
*Ust. Faisal* ↪ Iya bu mesti disensor sebelum anak baca.. Nah karena sudah terlanjur baca ya ibu terangkan dengan sederhana cara anak-anak.. Bisa baca buku ensekslopedia milik yayasan kita dan buah hati. Bisa di order via FB YKBH.
▶ In sya allah ustdz

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 1⃣1⃣
Assalamualaikum. Mungkin ini pertanyaan dasarrrr sekali. Bagaimana menjelaskan kepada anak usia pra baligh dgn bahasa yg bisa mereka pahami, mengenai apa itu baligh dan apa itu mimpi basah. Syukron
-Ria, Bandung-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
Diajarkan ke anak usia hampir baligh, ajarkan bahwa akan ada waktu di mana nanti adik akan mimpi sesuatu yang di luar kebiasaan, kemudian akan merasa aneh dan ketika bangun tiba-tiba mengompol tapi bukan air kencing.. Cairan nya kental.. Nah ketika itu terjadi adik harus mandi besar.. Alias mandi plus keramas.. O ya.. Nanti kalau sudah terjadi jangan lupa bilang ke Ayah ya.. Wallahu a'lam ✅

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 1⃣2⃣
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pak faisal saya ingin menanyakan
1. Bagaimana menjelaskan makna syahwat kpd anak usia dini?
2. Mulai usia berapa tahun anak diberi tahu tentang rasa suka atw tertarik terhadap lawan jenis?
3. Miris rasa nya melihat jika anak" bersekolah di SD Negeri umum, biasanya meskipun baru kelas 1 SD sudah mengenal istilah pacar"an, bagaimana menyikapi nya? Sedangkan sbg orang tua blm mampu secara finansial menyekolahkan di SD yg baik lingkungannya..Terima kasih sblmnya..
-Nurul, Bandung-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
1. Untuk anak umur berapa tahun bu? Apa konteks nya? Apakah anak bertanya?
Karena secara konteks bahasa syahwat artinya keinginan... Ya umum sifat nya..
2. Ketika mau masuk usia baligh

Tanggapan:
*Ibu Nurul* ▶ 5th, lihat tayawan tv tentang kajian pas kebetulan pembasahan ada istilah syahwat,
Saya kebetulan lg cuci piring, gak bs langsung mengalihkan tontonan..
Anak lelaki bertanya apa itu syahwat?
*Ust. Faisal* ↪ O itu.. Bilang aja keinginan. Titik.. Karena belum waktunya lebih lanjut.

πŸŽ™ *Moderator*
Pertanyaan ke 1⃣3⃣
Assalamualaikum..
1. Bagaimana cara mengajarkan konsep mahram kepada anak laki-laki usia 3 tahun?
2. Kedekatan dengan ayah yg bagaimanakah yg baik untuk mencegah hal2 yg tidak diingankan untuk anak perempuan usia 10 bulan?
-Tita, Gresik-

πŸŽ™ *Ust. Faisal*
1. Untuk anak batita masih sangat umum bu.. Insya Allah belum perlu.. Masih sangat muda
2. Anak bayi umur 10 bulan masih umum juga sekedar menggendong, mencium.. Yang secara fitrah memang diperlukan. ✅
____________________________

πŸ„ Penutup πŸ„

πŸŽ™ *Moderator*
Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Narasumber; untuk para ayah, dan ibu , semoga tercerahkan , semoga setiap ilmu yang kita dapat bisa kita amalkan dengan sebaik baik nya ..

Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu menjaga dan mendidik amanah dari Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ .

Saya selaku moderator undur diri, mohon maaf jika ada kekurangan .. sesungguh nya Hanya Allah yang maha Benar.

Saya tutup dengan sama sama kita bacakan doa kaffaratul majelis.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik
_(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)_

Jazaakumullahu khairan katsiran. Wassalam

0 comments:

Posting Komentar