01/07/18

Kulwap Parenting KOBAR ke 25

Resume Kulwap
Parenting KOBAR ke 25
Lets ask to ourself..
"Siapkah aku menjadi orangtua?" Nara sumber:
Intannia Murti Rabianti

Ȇ Rabu, 24 Januari 2018 ʃ 10.00 wib - 12.00 wib
FP: KOBAR KOMUNITAS IBU BELAJAR IG: @KOBAR212 @CUTFIQAMAJID
Moderator: Welly Suardi
Co-Moderator: Balqis Barara
Notulen: Hasfiani
Profile singkat :
INTANNIA MURTI RABIANTI

Seorang Ibu Rumah Tangga , dengan satu putri Nindie Aisya , 9 thn

Mulai Belajar Parenting sejak 2010 s/d sekarang .
Telah mengikuti pelatihan, workshop dan seminar bersama pakar-pakar parenting diantaranya : Ibu Elly Risman, Psi,  Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Bp.  Asep Hairul Gani, Sarra Risman, Winna Risman, Silmy Risman,  Bpk. Faisal Sundani, Ust. Harry Santoso dan masih banyak lagi

Aktif dalam komunitas parenting "YAYASAN KITA DAN BUAH HATI" dan  "YUK JADI
ORANGTUA SHALIH-JAKARTA"

Sejak tahun 2014 telah mendirikan EO bersama keluarga , RADEESYA EDUPRODUCTION yang bergerak dalam Event khusus Parenting dan Edukasi Keluarga .

Sejak Tahun 2016 telah bergabung menjadi relawan"pembisik' SEMAI 2045 , dibawah asuhan YAYASAN KITA DAN BUAH HATI

Sejak tahun 2017, bersama beberapa sahabat menjadi founder Event Organiser Fasilitator kegiatan khusus bersama keluarga FOREST (Family.  Parenting. Explore. Sharing. Trip)
Pembukaan

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, wassalaatu wassalaamu’alaa asrafil anbiyaa ii wal mursaliin Muhammadin, wa’ala alihi wa'ashahbihi ajma’in,

Rabbis shrahli shodri wa ya shirli amri wahlul uqdatammil lisaani yafkahu kauli, amma ba’du.

Sebelumnya perkenalkan saya Welly moderator pada hari ini. Sebelumnya Co.moderator bu Balqis Barara telah bertugas membagikan materi dan menampung pertanyaan, dan nanti setelah kulwap selesai akan kita bagikan resume yang akan di kerjakan oleh peresume kita bu Hasfiani. Jazaakunnallah khairan.

Yang saya hormati narasumber yang telah hadir pada pagi hari ini untuk berbagi ilmu bersama kami disini bu Inntania Murti Rabianti

Yang saya cintai dan saya sayangi para ibu dan untuk calon ibu yang yang sudi kira nya meluangkan waktu untuk ikut belajar bersama di dalam Kuliah Whatsaap (KulWap) KoBar ini, semoga Rahmat tercurah kepada kita semua,

Puji syukur Alhamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah سبحانه و تعالى
Atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayyah-Nya pada kita semua, Yang mana sampai saat ini kita masih diberikan Iman, Islam dan kesehatan, sehingga pada hari hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang mudah mudahan di Ridhai Allah سبحانه و تعالى

Sholawat dan Salam, semoga Allah senantiasa mencurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad صلى ا عليه وسلم , beserta Keluarga dan Para Sahabatnya, dan orang orang istiqamah berjuang dan mengikuti sunnah Rasulullah hingga akhir zaman.


• Ʃ Terimakasih buint..
Sudah menyempatkan untuk mengisi kulwap kobar kali ini

Alhamdulillah ini kulwap yang ke 3 bersama buint yaa

ċ Jazakillah khayr ya buwell dan bu rara dan bu has yang berkenan repot, semoga menjadi amal jariah

Ʃ Buint apa kabar

ċ Alhamdulillah buwell, kangen lah sama buwell dan teman-teman

Ʃ Alhamdulillah

⁉ Sesi Tanya Jawab ⁉
•Pertanyaan ke 1

Assalamu'alaikum buint...
1. Jika kami punya anak mengalir begitu saja, sama sekali tidak mempersiapkan diri menjadi orangtua,pola asuh ibu bapak dulu menjadi modal utama maka hal apa yang pertama sekali penting untuk di upgrade bu?
2. Mohon berbagi bagaimana komunikasi yang baik antar pasangan bila akan membicarakan masalah anak, karena pasangan sudah sangat lelah bekerja, sudah tidak mau mendengarkan lagi masalah2 di rumah.

• Nona, Aceh •

; Wa'alaikumussalam Bu non,

1. Hal yang pertama sekali perlu diupgrade tentu saja adalah ilmu bu. Ilmu Parenting sangat pentingkarena menurut saya dengan mempelajari ilmu parenting, maka sepaket juga kita perlu mengupgrade ilmu agama. Ilmu Parenting pada akhirnya nanti tidak akan menjadikan pola asuh lebih baik, tapi mendorong juga kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, istri yang lebih baik dan tentunya menjadi orangtua yang lebih baik.
2. Untuk bicara soal komunikasi dengan pasangan, hal mendasar yang perlu kita tahu adalah bicaradengan laki laki harus berbeda cara.
Kenapa?
Karena struktur otaknya juga berbeda bu. beberapa hal yang harus diperhatikan :
Pilih moment yang tepat, misalnya habis berhubungan suami istri paling baik. Atau memang bener-bener pas kondisi enak banget,  gak bisa buru-buru. Saya dan suami seringnya begadang kalo mau ngobrol ampe jam 2/3 dibelain karena memang moment suami pas senggang ya di jam segitu. Atau seringnya saya ngomong "Kamu lagi sibuk gak? Pengen ngobrol soal deedee (misal) kapan bisa?" • Pendek-pendek dalam 1 kalimat, tidak lebih dari 15 kata. Jadi bunon rumuskan dulu sebelum bicara, kalo perlu dilatih dulu, jadi gak muter-muter.

Dan diatas semua itu bunon, dimapping dulu modal warisan suami sejauh apa, kalo modalnya minus 5, ibu gak bisa nuntut suami di angka 10. Yahhh ke -3 juga udah bersyukur.. baby steps, kita pun berubah perlahan koq
Tanggapan =
▶ Assalamualaikum buint. Bismillah mau nyambung pertanyaan. ilmu parenting yang tentang apa untuk di upgrade pertama tentang komunikasi dengan anak kah? atau yg mana?
; Saya tidak tahu kebutuhan ibu yang mana. Tapi jika ibu kerjakan PR, menjawab pertanyaan diatas.  Harusnya ibu tau yang mana yang paling urgent.  Gunakan skala prioritas bu. Tapi jangan lupa berkejaran dengan usia anak juga.

▶ Selain setelah berhubungan, kapan lagi ya waktu yang tepat bu? ; Cari momen aja bu. Bisa janjian dulu.  Momen dimana suami lagi nyaman, bahasa tubuhnya enak, perut kenyang, lagi gak banyak pikiran. Pasti ibu tau lah.

▶ Modal warisan maksudnya seperti apa?
; Jadi modal warisan pengasuhan itu adalah bagaimana kita dibesarkan sejak kecil. Misal:
Dulu suami ga ada acara makan malam bersama, jadi dalam wiringnyaga ada. Kalau kita menuntut, dia akan sulit sekali melakukannya. Bisa, tapi butuh adaptasi. Karena itu kita butuh kesabaran, pemakluman. Bikin lah kesepakatan, misal seminggu sekali kah, dua minggu sekali kah. Bertahap. • Dulu orangtuanya bicara dengan nada keras, nah untuk lembut itu butuh waktu.
Jadi supaya kita ga banyak menuntut karena kita pun ada modal warisan nya.

Pertanyaan ke 2

Assalamu'alaikum bu
Point point penting apa yang wajib diingat ketika mengasuh anak. Dan bagi tips untuk mengasuh yang menyenangkan, saya ada beberapa kali ikut seminar parenting, tapi kadang masih bolong juga dalam pengasuhan, karena kadang terbawa emosi. Terakhir, bagaimana cara memperbaiki ingatan anak, yang udah pernah melihat kekerasan secara langsung. Apa terapinya bu.

Saprina Darmayanti, ulee kareng banda aceh •

; Wa'laikumsalam busap. Saya ijin menjawab satu persatu ya

Point point penting apa yang wajib diingat ketika mengasuh anak. Dan bagi tips untuk mengasuh yang menyenangkan

Hhmm saya rasa point yang penting adalah kita sebagai orangtua sadar dan betul-betul faham bahwa anak bukan milik kita. Anak adalah amanah. Kalau kita dititipin anak sama presiden jokowi bu, apa yang busap lakukan? Mungkin gitu suruh-suruh seenaknya? Bentak bentak seenaknya? Larang-larang seenaknya?
Ini kan Allah ya busap yang sudah menitipkan sama kita .
Point ke dua belajar bu, cari ilmu parenting bu. Ikuti berbagai kelas dan pelatihan yang ibu rasa sesuai dengan Al qur'an dan hadist.

Mengasuh gak kena bu pake tips hehe. Mengasuh beda dengan memasak yang bisa pake tips bisa jadi masakan enak. Mengasuh adalah proses. Bu elly risman "Parenting is all about wiring." Wiring jadi habbit yang dibentuk puluhan tahun . Buat kita-kita inih bu (saya maksudnya) butuh keliling seminar ke seminar. buku ke buku, majelis ke majelis .

Ada beberapa kali ikut seminar parenting, tapi kadang masih bolong juga dalam pengasuhan, karena kadang terbawa emosi.

Sama bu, saya juga gak langsung bisa praktekin koq hehe.. Wajar sih kalo sesekali emosi, kalo kata abah ihsan "Kan kita bukan malaikat, tapi kita juga bukan setan kan?" Kalo masih sering terus2an emosi, yukk balik lagi ke pertanyaan awal materi
•Terakhir, bagaimana cara memperbaiki ingatan anak, yang udah pernah melihat kekerasan secara langsung. Apa terapinya bu.

Saya harus tau dulu sejauh apa kekerasannya.
Kalo ringan bisa oleh orangtua, tapi orangtua harus free trauma dulu, buang sampahnya. sesuai urutan di materi. Kayak oksigen dipesawat pake masker untuk diri sendiri dulu, baru bisa bantu anak pakaikan masker.
Jika trauma berat harus ke psikolog atau teraphis bu, untuk dibantu dan terapi.

Tanggapan =
▶ Mengenai orangtua yang ada kasus trauma, kan hrs free trauma dulu, nah caranya menghapus trauma orangtua bagaimana bu?
; Minimal sadar dulu sih bu.

Cara menghapus trauma bisa ke psikolog atau teraphy

Pilihan kedua belajar dari pak asep. Ada banyak tema-tema yang bisa memberikan tools pada kita untuk membantu diti kita sendiri Seperti: healing innerchild, family teraphy,  forgiveness teraphy, hypnotherapy dsb

Pertanyaan ke 3

Assalamualaikum buint...
Semoga buint sehat selalu dan dalam lindungan Allah... kangen curhat lagi ke buint.. buint apa ketika kita marah ke anak sampai kadang keluar kata-kata yang tidak seharusnya kita ucapkan itu termasuk kita belum siap jadi orang tua?

Nita, Sukabumi •

; Walaikumsallam bunit. doa yang sama buat bunit dan keluarga.
Iya bunit, itu adalah termasuk ketidak siapan menjadi orangtua. Dan indikasi innerchild. Balik ke pertanyaan. Apakah cara bicara orangtua ibu ke ibu demikian. Jika iya ibu perlu sadar dulu bahwa ibu butuh pertolongan. Cari teraphist atau psikolog bu, jika tidak mungkin ya belajar terus, hingga bisa terurai sedikit demi sedikit.
Yang kedua kalo kata pak asep kita harus cari referensi baru untuk mengasuh. Cari role model baru, bisa tetangga, bisa guru, bisa dari film yang ibu anggap patut ditiru. Usahakan orang yang dekat.
Semoga menjawab pertanyaan bunit

Tanggapan =
▶ Bener bu.. kadang saya sadar akan pola asuh ortu dulu. Tapi tetap aja ke bawa. Innerchild nya belum bisa di obati. Padahal suami udah banyak membantu. Dengan pola asuh dianya.
; Berproses bu,  babyyy steps
▶ Intinya tetap harus ngobatin innerchild
; Betul bu

▶ Apa bisa juga pola asuh itu pengaruh dari lingkungan yang kita lihat? Padahal warisan pengasuhan dari orangtua misal tidak pernah marah / sampai berkata kasar / fisik? ; Mungkin saja,  trauma bisa dari mana saja dan pencetusnya pun kita gak pernah tau dari mana
Pertanyaan ke 4

Assalamualaikum bu
1. Bagaimana kalau kita belum mengenali betul suami kita, type lelaki tertutup danjarang atau bahkan tidak pernah curhat sama istri (padahal kita sudah membina rumahtangga selama 6th)?
2. Bagaimana jika istri ingin berhijrah namun suami kurang mendukung. Susahdinasehati dan diajak ke majelis ilmu?

NN •

; Maaf karena gak ada nama penanya, saya jadi gak bisa menyapa :),
1. Pada dasarnya semua manusia butuh bicara bu, sekalipun orang yang pendiam sekalipun.
Ada beberapa kemungkinan jika memang suami gak mau bicara • Ibu tidak memberikan kesempatan bicara atau beliau gak nyaman
• Punya trauma di masa lalu.
Coba ibu renungi kira-kira yang mana penyebabnya. pertanyaan dalam materi satu persatu diajukan dan dikerjakan. Kemungkinan yang manapun saya sarankan ibu menemui psikolog.
2. Saya kurang paham kalo gak ada contoh kasus bu, tapi saya akan coba jawab. Coba kira-kira seberapa modal warisan pengasuhan suami bu? Dimapping dulu. Apa yang melatar belakangi suami untuk tidak mendukung. Banyak diskusi sama suami.
Memang kita gak bisa bu nasihatin suami bu, kan suami qowam-nya kita bu :) Saran saya datangkan majelis ilmunya ke rumah ibu hehehe mungkin bisa jadi alternatif. Misal ibu dengerin video ceramah. gak usah menuntut suami dulu untuk mendengarkan.
Yang paling penting bu, Allah maha pembolak balik hati sumi kan ya bu, jangan putus doa
Insyaallah akan ada perubahan bu, selama suami kita bukan fir'aun :)
•Pertanyaan ke 5

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Jika kita masih sering emosi menghadapi anak yang "bertingkah" Apakah itu pertanda bahwa kita belum siap menjadi orangtua? Dan bagaimana cara menyatukan cara mendidik anak antara cara ayah dan cara ibu..
Karena sering berbenturan yang si ibu ga boleh.. Si ayah malah boleh..
Jazaakillahu khayran

• Lia, Khadijah, Banda Aceh •

; Walaikumsallam bu lia, pertanyaan tentang emosi sudah saya jawab ya diatas, sama dengan pertanyaan bunita dari sukabumi

Cara menyatukan pola asuh adalah dengan kompromi bu, duduk bareng, diskusi . Kompromi itu adalah Ibu ada diangka 10, bapak di 1. Ibu turun ke 5, bapak naik ke 5.
Rumuskan tujuan pengasuhan, kesepakatan, detil agar sepakat.
•Tanggapan =
▶ Kalau si ayah kurang bisa diajak kompromi/diskusi bagaimana bu? Si ayah cuek banget sama pendidikan anak2. Adakah cara lain selain kompromi?
; Mundur ke step ada warisan pengasuhan, ada trauma gak?
Kalo memang butuh bantuan kita kenyangin dulu basic needs nya.
▶ Basic needs teh naon bu??
Bahasa yg lebih mudah saya cerna buintʜ
; Cara lain selain kompromi gak ada bu karena ibu bikin anaknya kan berdua. Basic needs itu adalah ketika seseorang tidak mendapatkan atau unfinish bussines atau ada kebutuhan yang tidak terpenuhi diwaktu kecil. Semisal gini, ada orang yang masa kecilnya orangtuanya otoriter, ga deket satu sama lain dengan keluarga. Ketika menikah dia melihat si istri dekat dengan kakaknya dekat dan itu bikin dia cemburu. Itu namanya basic needs bu, didengar. Sedangkan si istri kekurangannya mendengarkan. Jadi disitu kita harus belajar dan kompromi, ga ada jalan lain. Ibu harus upgrade ilmu komunikasi dengan pasangan.
▶ Jazakillah khairan bu, walau masih belum paham.
; Bagian mana yang belum paham bu?
Mundur ke step ada warisan pengasuhan,  ada trauma gak? Ada unfinish business gak?

Terapi dan kita sebagai istri penuhin basic needsnya suami

Pertanyaan ke 6

Assalamualaikum
Bagaimana cara kita (istri) untuk mengajak suami ikut serta dalam belajar ilmu pengasuhan. Karena beliau berpendapat.
Anak urusan istri.

Ainun, Khadijah, Aceh Besar •

; Walaikumsalam buai, saya akan share sedikit ketika mengajak suami dulu.
Luruskan niat bu, perubahan dimulai dari diri sendiri, insyaallah untuk keluarga yang lebih baik. Jadi ibu dulu yang belajar. Sedikit demi sedikit bisa share artikel parenting, diskusi parenting saat santai. Banyak gunakan kalimat bertanya dalam diskusi, jadi gak kesan sok tau. Hiasi rumah rumah kita majelis ilmu, video ceramah, liqo dengan anak, kelas-kelas kecil untuk anak dan tetangga, kultum sehabis sholat berjamaah.

Dan yang paling penting bu, kencengin doanya :)
•Pertanyaan ke 7

Assalamualaikum
bagaimana sikap kita terhadap orangtua/mertua yang ikut intervensi anak yang tidak sesuai misi visi kami..? Sering2 saya sampaikan melalui suami jika itu mertua untuk memberi tau mereka dengan cara yang baik.. tapi kadang tetap tidak berhasil..

• Ariek •

; Walaikumsalam buar,
Apakah ibu masih tinggal bersama mertua?
Jika masih saya doakan agar cepat berpisah ya bu. Kakek nenek tubuhnya tidak didesign lagi untuk mengasuh, jadilah pasti maunya anak happy, gak rewel. Hormonnya pun sudah banyak berubah sehingga emosinya super gak stabil, salah bicara sedikit tersinggungnya lama . Jadiii buu .... lagi-lagi duduk bareng, sama suami rumuskan tujuan pengasuhan, dan sosialisasikan ke kakek nenek, jika ada perubahan.
Suami bu yang bicara ke kakek nenek, mertua urusan suami.
Gak bisa terburu-buru, perlahan-lahan, liat moment. Yang buar dan suami lakukan sudah bener sih bu, tambah aja stock sabarnya

Diatas itu semua bu , usahakan untuk tinggal terpisah dari mertua bu.

• Tanggapan =
▶ Bolehkah menjelaskan ketidak setujuan saya sebagai ibu terhadap pola asuh nenek didepan anak2?
; Harus, tapi baiknya yang menyampaikan adalah suami sebagai kepala keluarga.  Jelaskan baik-baik kami tetap butuh saran,  tapi biarkan kami mendidik anak-anak kami.
▶ Jika suami tidak punya waktu bagaimana bu? ʪ
; Diskusi dulu bu
Kadang-kadang kita (saya) suka ketakutan duluan padahal belum dicoba. Ibu sudah coba?
Kalau ibu bisa sampaikan dengan baik, dan telah minta ijin ke suami sih ya silahkan sebenernya. Tapi buhid,  sehati-hati apapun kita, bisa salah juga

▶ Gini bu int... Pengasuhan yang disitu juga ada kanek kan sebaiknya dihindari ya.... pak su saya yang nanya, apakah sepenuhnya harus dihindari, sedangkan rasulullah dulu diasuh kakeknya, pamannya, dan kaum kerabatnya? ; Rasulullah gak ada ayahnya buAti. Ada figur pengganti, maksud saya kakek, paman adalah figur pengganti. 1 kapal gak bisa ada 2 nahkoda
•Pertanyaan ke 8

Trimakasih bu intania atas materinya. Saya mau bertanya
1. Bagaimana cara mengisi jiwa kita dengan cinta jika sudah terlanjur melabeli diri sendiri negatif
2 . Bagaimana agar peran sebagai orang tua tidak menjadi beban buat diri sendiri dan akhirnya bingung dengan tujuan. Trimakasih ˢ

Ratri, Aisyah •

; 1. Cara mengisi jiwa kita dengan cinta jika sudah terlanjur melabeli diri sendiri negatif
Ke psikolog bu lagi-lagi jangan sungkan minta bantuan profesional• Reparasi harga diri bu, perbaiki konsep diri kita . Sadari bahagia itu pilihan, latih lagi skill bersyukurnya
Jadikan diri ini bermanfaat, mulai dari hal yang kecil, jadikan diri inilebih baik.
Terus berjamaah dalam majelis ilmu


2. Bagaimana supaya gak jadi beban, paradigmanya yang diubah, pikirkan ulang apakah anugrah atau beban. Jika anak anak anugrah harusnya anak banyakan memberi, jika anak beban harusnya anak lebih banyak meminta. Pikirkan lagi , anak banyakan memberi atau meminta?

Yakin banyakan lebih banyak meminta, coba inget-inget dari bayi betapa kita udah bahagia banget kalo liat anak kita tidur, liat mereka ketawa, masih banyak lagi deh pokoknya .

Kalo tetap menjadi beban pun ya gak papa juga, karena Allah sudah bilang bahwa anak adalah ujian.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].

Tanggapan =
▶ Memperbaiki sendiri ga bisa y bu, apa harus ke psikolog?
; bisa, tapi ibu harus tetap belajar kan?
Belajar yang saya maksud adalah kepada ahlinya bu, itu yang saya tau.
▶ Bebannya semacam anak semakin tumbuh tapi minim ilmu bu, takut gagal jadi orang tua
; owwhh ya belajar bu, kejar-kejaran sama usia. Pertolongan Allah itu dekat, insyaallah
•Pertanyaan ke 9

Saya sudah mencoba untuk melupakan semua kepedihan masa lalu saat pngasuhan negatif salah satu orangtua saat kecil, namun kala emosi tingkat tinggi dirumah bersama 2 anak balita (1 bayi) rasanya sulit untuk menghindar dari amarah berlebihan ke anak (menghardik anak). Saya jadi kembali menyalahkan orangtua saya yang sudah mendidik saya begitu negatif sampai rasanya sudah "stuck" dengan diri saya dan saya sulit untuk merubahnya ketika sedang marah.
Bagaimana merubah ini semua..
Saya membutuhkan suami untuk banyak perhatian ke saya, karena saya merasa suami bagian dari sumber kebahagiaan untuk saya, apa itu berlebihan?
Apa sebagai istri shalihah harus selalu mandiri, tidak mengeluh & mencurahkan perasaan ke suaminya?
Kadang saya bingung kapan waktu terbaik untuk curhat ke suami, karna suami pergi kerja pagi pulang kemaleman.. Jadi sudah lelah..kapan baiknya saya bisa curhat2 ke suami? Atau semua harus saya atasi sendiri, tidak boleh mengeluh & curhat?

• Mely, Maryam, Bogor •

; Berarti masih ada innerchild dan trauma dalam diri buMel ya, berarti ibu butuh bantuan profesional. Kalau memang memungkinkan ibu bicara sama suami, setiap orang butuh bicara bu. Kalau kita tidak keluarkan akan menumpuk, jadi kotor, bau, pikiran negatif, jd memang ibu harus bicara dengan suami. Bahwa ibu butuh pertolongan, ibu butuh support sistem, misal pembantu yang mengurus pekerjaan ART jadi ibu bisa fokus ngurus bayi. Kalau ga sempat bicara ibu bisa nulis surat dulu, in syaa Allah jika dengan cara yang baik suami peduli koq bu dengan kewarasan istrinya.

Sangat bu, sangat boleh curhat, bukan juga harus ditelen sendiri. Yang paling baik curhat sama suami, atau kalau ibu punya adik atau kaka, atau orang yang bisa ibu percaya, kalaupun gak ada ibu bisa menulis. Saya yakin ada jalan koq bu. Allah memberikan kemudahan disetiap kesulitan. Tapi kalau memang sudah sangat krodit dikepala, ibu pause dulu, duduk sejenak, tarik napas, supaya ibu bisa berpikir. Jadi ada banyak pilihan yang ibu bisa pilih, targetnya jelas berbicara dengan suami. Jangan berputus asa terhadap Rahmat Allah. Setiap habis sholat ibu ampunkan kesalahan orangtua ibu, lihat kembali bahwa mereka juga tidak sengaja melakukan itu. Bahagia itu pilihan, berdoa sama Allah supaya lapang hatinya, tambah ilmu terus menerus.
•Pertanyaan ke 10

Assalaamu'alaikum
Maaf bunda... saya mau minta saran, saya ibu dari satu anak yang usianya masih 3y4m. Terkadang, bahkan sering saya merasa ragu dalam mndidik atau membersamai ananda dalam kesehariannya, apakah yang saya lakukan ini sudah benar atau bahkan malah salah. Karena kekhawatiran itu saya merasa tidak nyaman, mohon sarannya bunda, apa yg harus saya lakukan?

Fatiyyah M, Maryam, Jakarta •

; Wa'alaikumussalam buFat. Jadi ibu kita ga akan pernah tau apakah yang kita lakukan sekarang udah benar atau gak? Kita hanya bisa belajar dan ikhtiar karena hasil parenting itu berpuluh tahun kedepan, kita bisa melihatnya kalau sudah panen. Menurut para ahli panen itu 7 tahun sekali, di 7 tahun pertama, kedua dan ketiga. Bersyukur alhamdulillah anak ibu masih kecil, masih gampang di bentuk. Jadi yang perlu ibu lakukan adalah
Belajar, salah satunya yang saya rekomendasi kan adalah ikut belajar PSPAnya abah ihsan
Bermain yang bermakna, ikut pelatihan sentra, itu sangat bagus untukpertumbuhan otak anak
Parenting, ibu bisa ikut belajar bagaimana menanamkan aqidah pada anak,komunikasi sebelum semuanya terlanjur.
Belajar dan terus belajar, Allah kan melihatnya proses ya bu, kalaupun masih salah minimal kalau jatuh ga dalam2 amat. In syaa Allah, Allah akan bantu.

•Ʃ  •Ʃ  Banyaak sekali dapat ilmu hari ini dari sahabat shaliha saya yg paling baik Maa syaa aallaah tabarakallah Buint, sebelum saya tutup majelis nya, adakah pesan dan kesan yang mau di sampaikan untuk ibu ibu kobar yangselalu berkobar kobar ini? ċ Saya sangat berterima kasih sekali, jazakumullah khairan buat ibu2 yang sudah memberi saya kesempatan untuksharing semoga ada manfaatnya.Maaf saya ga bisa memberikan materi baru, saya cuma ingin membantu bahwa akar masalahnya ada didalam diri,akan sangat baik sekali jika ibu-ibu meluangkan waktu untuk menuliskan satu persatu jawaban dari materi yangsudah saya berikan, satu persatu dari tiap pointnya. Saya tau sulit sekali dan malas, tapi in syaa Allah, tuliskan manayang jadi kekurangan kita dan kelebihan kita, apa kita mau dari hidup ini, apa yang harus kita syukuri dari pasangankita. Materi itu untuk kita kembali, memang ga nyaman, ga ada waktu tetapi itu yang buat kita bisa tau kenapa kitasudah belajar tetapi masih sangat kesulitan. Semoga apa yang saya sampaikan bisa diterapkan sedikit, semogaberkah.Terima kasih buat buCut, admin yang sudah memberikan kesempatan. Maafkan jika ada kesalahan baik kata ataupunprilaku. Ʃ Jazaakillah khayr Buint utk pesanya yg sangaat menyentuh sampaaai ke hatiii.. ʯʯSemoga Allah membalas kebaikan Buint.. Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Narasumber; untuk para ibu , dan calon ibu baik yang bertanya danmenyimak serta menanggapi, semoga tercerahkan , semoga setiap ilmu yang kita dapat bisa kita amalkan dengansebaik baik nya .. Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu menjaga dan mendidik amanah dari Allah ﻰﻟﺎﻌﺗ و ﻪﻧﺎﺤﺒﺳ . Saya selaku moderator undur diri, mohon maaf jika ada kekurangan .. sesungguh nya Hanya Allah yang maha Benar. Saya tutup dengan sama sama kita bacakan doa kaffaratul majelis. _Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik_ _(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembahmelainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)_ Jazaakunallahu khairan katsiran. Wassalam

0 comments:

Posting Komentar