31/01/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 10

πŸŽ€ Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 10 πŸŽ€

{ *Komunitas Ibu Belajar* }

πŸ“… Selasa, 31 Januari 2017
⏰ 10.00

Tema: *Hijrah*

Nara Sumber: *Bunda Kaska*

Profil Nara Sumber:

Nama panggilan: Bunda Kaska
Nama asli: Inten Katresna
Tahun lahir: 1981 di Bandung

Pendidikan terakhir :
S1 Teknik Arsitektur ITB (angkatan 99)

Aktivitas sehari-hari :

Mendidik 5 anak --usia 10th, 9th,  7th, yang keempat meninggal dunia saat usia belum 3th,  dan 2th--
(insyaallah sedang hamil anak ke-6) sambil senang berbagi hal-hal keseharian ttg peranan ibu, istri, dan umat (yg sesuai syariat Islam) di sosmed.
Status-status tsb sudah dibukukan dlm buku yg berjudul 'a gift' chapter 1 dan 2.

Muamalah :
Founder & designer brand Mamanda (baju muslim anak) Shahin jaya bandung-biro umrah dan haji plus

Sekarang tinggal di Cimahi.

Akun sosmed :
Fb : bunda kaska
Fb page : bunda kaska & friends
Ig : bundakaska

Moderator: *Cut Rafiqa Majid*
Co-Moderator: *Balqis Bararah*
Peresume: *Hasfiani*
____________________________

πŸ“–πŸ“– *Materi* πŸ“–πŸ“–

11 october 2016

Bismillaah

Perjalanan hijrah

Bun,  apa sih yg paling berat saat berhijrah?

Menerima kenyataan diri sudah sangat jauh tertinggal.

Itu yg berat.

Jadilah kita punya peer yg menumpuk.

Memang dikatakan tidak ada kata terlambat.

Tapi perasaan semacam :
Coba saya tau ini dari dulu.
Coba saya dulu ga melakukan maksiat ini dan itu.
Those things.

Sediih sekali rasanya anak anak memiliki ibu yg tidak kompeten.

Maka itu yg kita jadikan cambuk.

Semua yg dsini mgkn udah tau,  saya ini bukan lulusan pondok pesantren,  bukan wanita solehah yg sejak dulu terjaga kemuliaannya,  ngga binal memang (alhamdulillaah masih Allah jaga) tapi saya sempat dalam masa jahiliyah yg cukup lama.

Banyak ketidaktahuan dalam agama meskipun mgkn kata org lulusan cap gajah itu pinter.
Ya mgkn 'pinter' Allah beri kelebihan di bab mana,  tapi untuk bab agama,  bab akherat mgkn TK pun saya belum lulus.

Dulu saya merasa cukup dengan shalat.
Shalat yg entahlah kualitasnya kaya apa.
Toh bukan di awal waktu juga.
Belum paham kalo bacaan al fatihah yg salah itu fatal sekali.
Salah saya dimana?
Bacaan saya udah betul ko.
Gerakan saya udah betul ko kan dari dulu diajarkan begitu.
Nah itu buuunnnnnn.....
Salahnya kamu adalah bahkan kamu ga sadar kamu salah.

Lalu saat kaska bayi,  saya tertampar habis dengan kenyataan ada yg usianya lebih muda dari saya,  dia hafidzah dalam waktu 4th.
Saya juga sekolah selama itu. Berusaha menyelesaikan kuliah sebaik-baiknya meskipun mgkn tidak cum laude.
Tapi apakah selama itu hafalan quran saya bertambah?
Apa surat yg saya baca itu ada peningkatan dibanding saat SD atau SMP?

MASYAALLAH.

Disini saya ga mau menyalahkan siapapun.
Krn smua yg terjadi sudah takdir Allah.
Tidak ada yg salah kecuali diri saya sendiri yg mgkn enggan bergerak menuju hidayah.

Peer masih banyak.

Maka saya belajar khusus seperti pesantren kilat dengan hafidzah tsb.
2mgg digecek.
Bacaan bismillaah aja butuh waktu berjam jam untuk dibetulkan.
Fiqih istinja thaharah juga dipelajari.
Adab adab kamar mandi dan sunnah mandi besar smpe segala hal yg terkait.
Bab haid,  nifas,  dll.
Setelah itupun berkala smpe skrg saya belajar khusus dengan ustadzah dan alimah.
Khilafiyah itu biasa.
Jangan menjadikan kita malah enggan menuntut ilmu.
Justru jadikan sbg keluasan kepahaman.

Saya malu sama kaska.
Mau saya didik apa dia?

Ibu yg bodoh.
Bahkan untuk ajarkan al fatihah yg betul panjang pendeknya, makhrajnya,  paham artinya aja ga bisa.

Saya ajarkan kaska nyanyian anak anak,  disuapin sambil menyalakan dvd kartun anak yg penuh musik.
Semoga Allah ampuni kejahilan saya.

Maka saat saya tau saya salah, saya ga mau buang waktu.
Kalo org lain bisa kenapa saya ngga.

Okelah saya bukan lulusan pondok,  tapi Allah mewajibkan kita menuntut ilmu agama.. Jadi ga mgkn saya bisa lolos dari hisab bab tsb.

Anak anak mau saya bawa kemana?

Saya ingin mereka belajar agama yg dasar dari saya ibunya.
Saya pelit.
Ga mau pahala saya diambil org misal oleh guru ngaji dll.
Smua yg kita ajarkan mulai dari bismillaah al fatihah juga hukum hukum akan terus mengalir selama anak kita mengamalkan seumur hidupnya.
Maka sejak saat itu saya dan suami punya proyek besar.
Proyek menjadikan anak anak pejuang agama Allah.
Shalat awal waktu sejak dini.
Hafalan Quran yg terprogram setiap hari.
Kepahaman hadits sedikit demi sedikit melalui talim harian di rmh.
Diajak mengunjungi pesantren pesantren dan org org soleh.
Berusaha hidup amalan agama di rmh.
Sunnah bukan hanya pakaian saja,  tp cara makan,  cara ke kamar mandi, dll smua disesuaikan.
Mrk tau bahwa laki laki baligh yg bukan mahram tidak boleh masuk menemui ibunya saat tidak ada ayahnya.
Mrk tau bahwa ibunya tidak mgkn ditemani pria lain saat bepergian.
Dan kepahaman kepahaman lain bertahap tahap.

Bab hijrah bukan perkara mudah.
Tapi sangat berharga meskipun terjal jalan yg dilalui.

Saya dan suami melewati tahun tahun yg berat.

Tapi sungguh Allah Maha Benar.

Saat bbrp bulan lalu saya diundang sekolah Kaska menghadiri acara wisuda tahfidz juz 30,  dan kaska yg saat itu kls 4 terpilih menjadi lulusan terbaik diantara kls 4,5,6 MI dan MTS,  saya menangis haru.
Badan kaska yg kecil itu berada di antara teman temannya yg lebih tinggi.
Hafalan kaska di rmh jalan terus bukan untuk ikut hal hal macam ini. Tapi ternyata pihak sekolah pun menyadari dan ada penghargaan.
Dan saat nama kaska dipanggil berikut nama orang tuanya,  saya tau bahwa Allah tidak pernah menyianyiakan usaha hambaNya sekecil apapun.
Ini baru di dunia saya menangis haru,  kelak janji Allah bahwa jika anak kita hafal Quran dan mengamalkan isinya,  maka ortunya di akherat akan diberikan mahkota dan pakaian yg indah tiada tara.

Kisah ini untuk menyemangati ibu ibu.

Latar belakang kita bisa apa saja.
Bisa jahil sekali.

Tapi saat kita meminta dengan sungguh sungguh pada Allah, Allah sanggup jadikan kita apa saja. Jangan ada keraguan.
Termasuk mengabulkan keinginan kita menjadi ibunda para hafidz hafidzah, alim alimah,  dai daiyah, bahkan org besar yg kita tak pernah terbayang sebelumnya.

Perjalanan kita jika masi ada umur,  masih panjang.

Tapi pantang menyerah.

Apa yg kita tanam skrg pasti akan kita tuai kelak.

Jadikan akhirat sbg tujuan hidup kita,  maka Allah akan mudahkan dunia kita.

Semangat perbaiki diri.
Masi ada waktu.
Tapi waktu kita ga banyak.

Semoga Allah senantiasa bimbing dan beri kemurahanNya.
Semoga postingan ini ada manfaatnya dan Allah jauhkan dari segala penyakit hati.

Barakallaahu fiik
~ bunda kaska

8 juni 2015


Bismillaah

Kenapa saya memakai kain penutup wajah
(Episode 1)

Ada yg bilang cadar.
Ada yg bilang niqob.
Ada yg bilang purdah.

Duh siapa saya.
Bahkan dulu saya ga tau bedanya.
Tidak tau ada hal2 seperti itu dlm kehidupan Nabi dan para sahabat.

Ga ada terlintas pun mskipun cuma mimpi akan mengenakan kain tsb dlm hidup saya.

Pertama kalinya saya bertemu org2 yg memakai kain tsb adalah saat dtg ke majelis talim.
Saat itu saya dtg memakai setelan tunik dan celana panjang berwarna babypink. Dengan kerudung lilit2 dimasukkan ke dada (bukan diuraikan). Tanpa kaus kaki. Ye iyaalah mana pake.

Jangan tanya perasaan saya.
Manusia sok matching yg sejak dulu trbiasa mengedepankan penampilan.
Merasa salah kostum.
Ditanya suami apa isi talim nya tadi bun?
Duhh...Boro2 ngeh..selama di dlm ruangan hati saya sibuk mengira2 kenapa mrk memakai pakaian seperti itu.

Tapi satu kesan saya : they were really nice.

Mrk kompak menyapa saya, menghidangkan makanan minuman untuk saya, bertanya hal2 keseharian saya.
Tidak ada pembicaraan yg menyinggung ttg penampilan saya yg berbeda dgn mereka.

Dengan penuh rasa aneh seperti disengat sesuatu yg ghaib, pertemuan selanjutnya mendadak saya ingin memakai kaus kaki. Mencari2 adakah gamis atau minimal rok panjang spy penampilan saya tidak jomplang dengan mrk.
Pdh mrk tidak pernah mnyampaikan kwajiban menutup aurat dgn segala dalil2nya.
Bgitupun suami.
Seolah suami memberi saya waktu untuk berfikir sendiri.

Kemudian waktu berlalu.
Sambil terus mencari2 dalil2nya..googling sana sini..
Baca2 bbrp kitab terjemahan..
Lalu liat Quran sendiri terkaget2 selama ini saya kemana aja?
Ko tertera dgn jelas di surat al Ahzab 59 bagian footnote:
Jilbab ialah sejenis baju kurung yg lapang yg dapat menutup KEPALA, WAJAH, dan DADA.
Jelas tertulis.

Mh...lelah batin saya.
Mengapa saya tidak tau?
Mengapa hal ini seolah disembunyikan?
Apakah ini terlarang?

Terus berlanjut dgn proses yg semakin kompleks.
Knp kompleks?
Krn hati mulai berkecamuk ingin tapi tau lingkungan tidak akan mudah menerima.
Jujur saya dulu tidak memikirkan kapasitas ilmu dan akhlak saya.
Bukan itu yg jd pertimbangan.

Suami jelas mendukung.
Betapa dgn agama ini org bisa 180° berubah.
Suami yg tdnya ga ngeh silakan istri mau dandan apa aja. Mau ngetat mau longgar. Mau rok mau celana pjg. Yg penting masi enak diliat ga seronok atau norak.
Ngobrol dlm 1 ruangan dgn suami saat ada tamu laki2.
Jalan brg.
Menyuguhkan hidangan ke tamu laki2.
Dll. Semua suami masi jahil jd merasa itu normal2 aja.

Semua berubah setelah sedikit2 belajar agama.
Kalo ada tamu laki2 saya langsung disuruh masuk kamar.
Ga boleh keliatan.
Suami siapin sendiri minum buat tamu laki2nya.
Saat ke tempat umum mulai cerewet jgn pake baju mencolok.
Kalo bisa krudungnya lebih panjang aja.
Heh???
Sejak kapan nih.

Disitu mulai ego saya main.
Kamu menikahi saya dlm keadaan saya bgini. Kamu pun tidak bgitu.
Knp skrg saya mst mendadak jd ibu2 solehah???

Suami sabar sekali.
Tidak pernah memaksa.
Saya yg krn bab nya sensitif jd dulu sempat mrasa didikte.
Barulah saya tau trnyata inilah yg dimaksud dgn 'suami membimbing istri'.

Akhirnya hati saya bisa menerima bhw inilah yg harus saya kerjakan.
Saya harus mulai belajar menutup wajah saya.
Saya ingin dianggap sbg 'istri2 org beriman' sesuai panggilan dari Allah dlm surat al Ahzab tsb.

Lalu saya bilang suami.
"Yah, Bunda pgn punya cadar."
Huhhh dia masam mesem bahagia.
Istrinya yg jutek dan keras kepala minta dibelikan cadar.
Satu hari keliling2 bandung ga dapet itu kerudung cadar.
Pasar baru ga ada.
Toko baju muslim ga ada.
Gerai2 kecil di daerah gerlong ga ada.
Hanya ada 1 yg jual.
Dia sodorkan kerudung dgn cadar berwarna hitam dan birudongker.

Saya : mh..ga ada warna lain mba?
Penjual : abis mba. Mba mau warna apa?
Saya : pink..ungu..tosca..merah ati..semacam itu lah yg cerah2.
Penjual : biasanya yg gelap2 aja mba jualnya.

Hehe.
Ya bgitulah.
Mulailah saya produksi cadar sakarep dewe.
Semua msti matching.
Wrna yg saya suka selama pake jilbab mst ada versi cadarnya.
Gamis2 bikin sendiri.
Senang rasanya.
Excited.
Suami biarkan istrinya mencintai menutup wajah mski masih salah kaprah.
Mgkn dia tak ingin mematahkan semangat istrinya.
Dia tau kl sy dimarahin bisa lebih pundung dan mundur jauh ke belakang.

Sampai setelah bbrp bulan berlalu.
Ada yg berkomentar :
Kalo ada yg pake cadar oranye, pink, ungu, dll itu pasti Bu Rama.

Deg.
Saya baca2 lagi mksd memakai cadar untuk apa.
Ya Allah.
Cadar itu menutupi kecantikan.
Menutupi keindahan.
Untuk tidak menarik perhatian.
Kecantikan itu bukan selalu rupa.
Pakaian. Kerudung. Aksesoris dll.
Lalu apa yg sy lakukan selama ini?

Alhamdulillaah atas kasih sayang Allah mulailah saya mncintai warna hitam.

Insyaallah bersambung yaa.

Barakalaahu fiikum
❤ bunda kaska

Semoga ada yg bisa diambil hikmahnya.

29 juni 2015

Bismillaah

Kenapa saya memakai kain penutup wajah
(Episode terakhir)

Hihi..udah episode terakhir aja ya...
Knp..
Krn sebenernya udah diungkapkan alesan knp pakai.
Ya surat al ahzab itu.
Kalo kita ambil dalil wajah dan telapak tangan saja yg bukan aurat silakan baca note sy ttg aurat dan cadar.

Dan itu proses mulai skitar 8.5 tahun yg lalu.
Ga sesingkat saat diceritakan.
Krn manusia kan selalu digoda syetan saat akan melakukan kebaikan.

Misalnya.
Ntar orgtua gmn.
Ntar tetangga gmn.
Ntar tmn2 gmn.
Ntar kalo ada undangan gmn. Lol.

Bukan tanpa hambatan ya.
Bbrp pihak masi menentang.
Bbrp pihak menerima.
Bbrp pihak pasrah. Haha. Ga suka tp ko keukeuh tetep dikerjain mau diapain lagi.

Jadi kalo smpet dlm 1-2th awal2 pake cadar buka tutup dlm arti bgini :
Keluar komplek rumah pake. Depan komplek mau sampe buka.
Nyampe rmh seseorg buka. Keluar rmh sesorang pake lagi.
Bahkan saking masi mikirin apa kata org smpet kl naik motor itu helm dipakenya dr dlm rumah. Hihi. Pdh perginya cuma ke supermarket deket rumah.

Saat galau2 tsb lah saya ktemu ssorg yg udah ngelewatin masa ini.
Dia kasi tau ini :

Dari Ibnu 'Abbas r.huma, ia berkata, "Rasulullah saw bsabda, "Brgsiapa mbuat Allah murka utk mncari keridhaan manusia, maka Allah murka kpdnya, dan akan mnjadikan org yg ia cari keridhaannya dgn mbuat Allah murka tsb juga marah kpdnya. Dan brgsiapa mbuat Allah ridho dgn sesuatu yg mnyebabkan manusia marah, mk ALLAH RIDHO kpdnya, dan akan mnjadikan org yg ia buat marah demi keridhoan Allah tsb JUGA RIDHO kpdnya, shg Allah akan menghiasi dirinya, perkataannya serta amalannya dlm pandangan mereka.
[HR Thabrani]

Beres deh perkara.
Jadi kita ini berniqob buat siapa.
Kalo mmg untuk Allah ya udah.
Santei aja.
Smua kan dlm genggaman Allah.
Adanya org yg benci..org yg kurang suka..blm menerima dll itu Allah kirim untuk ujian keimanan kita sendiri.

Yakin ga nih.
Milih ridho Allah atau ridho manusia.
Milih murka Allah atau murka manusia.

Nah tanamkan dlm hati..
Jika semua yg kita kerjakan hanya krn Allah..maka ga akan ada rasa takut kpd makhluk Allah.
Bismillah aja.

Saya tau tmn2 sekolah, kuliah dulu pasti kaget.
Krn saya dan suami org yg sangat2 awam.
Tau lah disini banyak tmn fb yg tau masa jahilun saya dan suami.
Dulu aja waktu kuliah saya kalo liat tmn yg pake gamis dan krudung panjang ada rasa segan. Boro2 saya ajak nonton ke bioskop pikir saya mana mau lah mrk. Kalo ikut bicara sama mrk mndadak sy pgn menyelipkan kata2 'subhanallah'. He. Sok nyambung.
Trus liat tmn laki2 yg ga gaul itu yg pake celana ngatung dan kalo bicara tunduk gamau liat muka. Heuheuuu.
Kalo diajak salaman tangannya malah ditarik ke belakang.
Duh duh. Bukan tipe saya bgt.

Mknya pas suami duluan hijrah saya masi riweuh dgn penampilan.
Dgn bingung dan keuheul knp suami linting2 clana yg ada. Pgn motong clana2 yg kpanjangan. Trus tiba2 manjangin janggut.
Halah ieu tea yg dari dulu juga saya teh ga milih yg kaya gini.
Tp suami diem aja.
Saya yg suka diem2 baca2 ttg isbal, janggut, dan pakaian yg disukai Nabi,  kalo pas suami ngga ada.
Ketauan ya saya tipe keras kepala dan gamau trima aja kl ada suatu berita.
Suka ngeyel.
Jd mst puas cari sendiri.
Ya akhirnya sama juga..berakhir dgn kelelahan batin krn terkaget2 bahwa itulah islam.
Dgn segala fadhilah dan ancamannya.
Kalo pergi suami mulai suka pake koko panjang taliban itu. Tp beli sendiri. (Bukan pilihan saya..hihi) gatel liatnya asa krg gimana modelnya.
Ko jadi bikin ga ganteng ya...
Bolehlah ayah pake baju gitu tp bunda yg buatin. (Maksudnya spy rada modis gitu)
Trus kl pergi sy smpe ganti baju krn suami pake setelan kaya org soleh sementara saya masi mahmud (mamah muda..hehe) dgn skinny jeans dan krudung lilit2.
Duh. Masa2 itu. Kaka aja masi usia 8bulan kalo ga salah.
Ya udahlah yah bunda ganti baju dulu..masa ga match gini sama ayah.
Jadilah saya pake rok panjang dan bergo sedada. Lumayan lah rada match.

Setelah lewat masa2 itu barulah perlahan2 saya malah suka liat suami dgn hijrahnya. Malah sekarang setelah smpet bertahun2 dandanin suami dgn jubah taliban salur2 aneka warna kalem akhirnya 2-3th ke belakang saya yg request kalo bisa paling sering pake jubah putih aja :)
Keliatan gmn gitu bercahaya.

Mgkn betul yg pernah saya baca.
Saat org2 bilang niqob dan janggut tidak cocok dgn society,
Mereka tidak tau bahwa jika kita mencintai Allah..mencintai sunnah, maka niqob dan janggut itu tumbuh dgn sendirinya ;)

Udahan yaa..
Insyaallah yg niat2 hijrah.
Entah dari celana ke rok.
Dari ga pake krudung ke pake.
Dari krudung heboh ke simple.
Dari krudung panjang ke niqob.
Sok bismillaah.

Allah Maha mencintai hambaNya yg berhijrah dan bertaubat.
Dan sungguh kerasa bgt semua kmudahan..smua keberkahan..smua keindahan hub suami istri dan anak2 itu saat setelah kita benar2 dekati Allah.

Saya masi banyak salah.
Tapi saya tau Allah akan membimbing kita terus selama kita mau terus berada di jalanNya.
Meskipun kdg jalan tsb berkerikil, menanjak, turun dgn curam, berkelok2 tajam, datar dgn indah, asalkan tetap di jalan menuju kpd Nya.

Barakallaahu fiikum
❤ bunda kaska

Jazaakumullaahu khoyron yg sudi membaca...πŸ˜ŠπŸ‘
Yg benar dtgnya dr Allah. Yg salah krn  kebodohan saya sndiri.
Semoga Allah perbaiki.
Silakan share hanya jika dirasa ada manfaatnya.
____________________________

*Sambutan*

πŸŽ™ *Moderator*

Assalamu'alaikum bunda Kaska. Bagaimana kabar nya bun?
Alhamdulillah bunda kaska sudah hadir bersama kita. Syukran bun atas kehadiran nya untuk sharing ilmu bersama kami disni...

πŸŽ™ *Bunda Kaska*

_Wa'alaikumsalam, Alhamdulillaah baik_
_Iya bun maaf ya kalo disambil 😬 naazneen belum tidur soalnya_

πŸŽ™ *Moderator*

Bismillaahirrahmaanirrahiim... 

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, wassalaatu wassalaamu’alaa asrafil anbiyaa ii wal mursaliin Muhammadin, wa’ala alihi wa'ashahbihi ajma’in,

Rabbis shrahli shodri wa ya shirli amri wahlul uqdatammil lisaani yafkahu kauli, amma ba’du.

Sebelum nya , perkenalkan saya Cut Rafiqa Majid, Moderator Group ini
Sebelumnya Co.moderator bu Balqis bararah telah bertugas membagikan materi dan menampung pertanyaan, dan nanti setelah kulwap selesai akan kita bagikan resume yang akan di kerjakan oleh peresume handal kita bu hasfiani. Jazaakunnallah khairan.

Yang saya hormati , Narasumber yang telah hadir pada pagi ini untuk berbagi ilmu bersama kami disini yaitu Bunda Kaska.
Yang saya hormati Dan muliakan kepada para Ibu  yang yang sudi kira nya meluangkan waktu untuk ikut belajar bersama di dalam Kuliah Whatsaap (KulWap) KoBar ini, semoga Rahmat tercurah kepada kita semua,

Puji syukur Al-hamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ 
Atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayyah-Nya pada kita semua, 
Yang mana sampai saat ini kita masih diberikan Iman, Islam dan kesehatan,
sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang mudah mudahan di Ridhai Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰

Sholawat dan Salam, semoga Allah senantiasa mencurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…    , beserta Keluarga dan Para Sahabatnya, dan orang orang istiqamah berjuang dan mengikuti sunnah Rasulullah hingga akhir zaman.

Baik, Insya allah kita akan memulai KulWap kita dengan menampilkan pertanyaan yang telah masuk, untuk nanti nya akan di jawab oleh NaraSumber.
____________________________

*Sesi Tanya Jawab*

Pertanyaan 1⃣ Assalamu'alaikum. Bagaimana sikap kita sebaiknya kepada lingkungan kita yang dahulu. Misal teman-teman  kuliah, SMP, SMA yang masih suka mengajak ketemuan dengan dalih silaturahim (walau bukan dengan arti sebenarnya). Terkadang saya tidak ingin bertemu karena biasanya cuma hahahihi. Ngobrol soal kegiatan sehari-hari atau anak. Alhamdulillah ga berghibah. Tapi kalau saya terlalu menarik diri, nanti disangka eksklusif. Apakah bisa perkumpulan ini dianggap sebagai syiar kita dalam hal beragama? Karena ada saja yang bertanya kepada saya, kenapa baju saya besar, warna gelap, tidak bermotif. Dimana saya mengaji dll. Jazaakillah khairan untuk kesempatan bertanya nya.
-Ririn, Cikarang-

Jawaban:
Insyaallah sangat bisa tergantung niat. Tapi pelaksanaan harus benar2 dijaga juga,  berangkat /antar jemput dianter mahram,  banyak berdzikir insyaallah supaya lisan kita hikmah dalam menjawab pertanyaan2. Dan memang sebaiknya di rumah aja ketemu nya supaya lebih nyaman. Kita tetep perlu sesekali interaksi, kalo sering juga belum tentu jadi kebaikan dan mengganggu kewajiban kita yang lain. Supaya temen2 kita juga tau sendiri dari penjelasan kita ga menebak2 kenapa kita seolah berubah 😊✅

Pertanyaan 2⃣ Assalamu'alaikum
Bunda Kaska yang dimuliakan Allah SWT.  Saya seorang ibu yang mmpunyai 1 anak pr usia 17 bln. Saya kagum dan termotivasi dengan cerita hijrah bunda. Saya juga sempat ada diposisi ini, namun saya belum sanggup untuk bisa bercadar. Suami saya pun tidak memaksakan. Yang ingin saya tanyakan:
1. Bagaimana cara kita agar tetap istiqomah, karena iman itu kan turun naik. Apa yang harus kita lakukan saat iman kita sedang turun?
2. Bagaimana cara mendidik anak kita agar kelak bisa menjadi seorang hafidz/hafidzah?
3. Hal2 apa sajakah yang harus kita lakukan dan biasakan dalam kehidupan sehari2 yang sesuai syariat islam?
4. Saya kurang suka bergaul dengan tetangga, dan lebih senang menutup diri. Apakah sikap saya ini salah?
Sekian pertanyaan dari saya bunda. Terima kasih banyak
-NN, Jakarta-

Jawaban:
1. Menjaga iman,  banyak bicarakan kehebatan Allah,  kebesaran Allah,  semakin sering kita ucapkan masuk di hati.  Misal ke anak,  ini rezeki dari Allah, subhanallaah ya punya tangan,  kaki,  bisa jalan,  main,  saat lemah justru banyak bicara tentang Allah. Paksakan. Trus perbanyak tilawah dan dzikir. Biasanya juga iman melemah karena ada amalan kita yang keteteran. Baca Quran sebaiknya perhari ga kurang dari 1 juz,  supaya ga lama2 khatamnya, dzikir pagi petang. Kalo terasa iman lagi turun dan ada rasa malas justru paksakan sampai akhirnya terasa hati jadi tenang 😊
2. Hafidz hafidzah insyaallah di rumah kita biasain juga program setoran hafalan,  meskipun diliat sesuai kemampuan anak ya, dan usia anak. Tetap istiqomah,  itu salah satu bukti kesungguhan kita untuk menjadikan anak hafidz.  Nanti kalo kedepannya kita belum mampu bimbing masukan ke pondok tahfidz.
Kita berdoa selalu dari sekarang minta diberi anak hafidz dan dimudahkan dalam menjalani ke arah sana. Dijaga juga makannya jangan sembarangan.
Nafkah suami jangan sampai syubhat apalagi haram.
3. Disesuaikan adab2nya dengan yang dijelaskan Rasulullaah. Kalo punya buku riyadhus shalihin itu ada lumayan detail bab makan, bab tidur, bab muamalah dll insyaallah bisa sedikit2 diterapkan.
4. Bergaul dengan orang shalih lebih baik dari sendirian, tp sendirian lebih baik daripada bergaul dengan yang mudharat,  mafhum hadistnya gitu. Jd dliat aja, kalo mmg ada yang shaleh baiknya beberapa kali sowan/bertemu, tapi kalo kira2 mudharat ya di rumah lebih baik.  Bisa banyak alasan misal sibuk urusan rumah,  urus anak dll tapi tetep ramah saat bertemu dan sesekali berkirim makanan. ✅

Tanggapan:
*Ibu Tyas* ▶ Bagaimana kalau anak milih hafalan nya dengan ayah nya saja?
Kadang gimana gitu dengan suami soal nya si kk lebih memilih murojaah ke ayah nya aja. Kita baik nya diem aja atau mengambil anak ke kita. Kadang kalau ke saya anak juga asal2 hafalan nya sambil main2?
*Bunda Kaska* ↪ Sebenarnya ga apa2 umm, kalo memang suami mau. Kalo sama laki2 memang lebih fokus biasanya. Tp kalau bisa dimusyawarahin aja supaya anak ga kebergantungan khawatir pas suami ga ada jadi ga mau setoran.  Nah ini baiknya suami yang bilang sendiri ke anaknya. Misal setoran sama ayah tiap hari apa, sama ummi hari apa.
▶ Emang lebih fokus. Ya itu repot nya kalau ayah nya keluar ada perlu.. Jazakillahu 😘 bunda...
Nanti di bicarakan lagi...
Juga emang deket banget dengan ayah nya si kk. Kalau ade nya kan cowo jadi ke saya...
↪ Usia berapa umm?
▶ 7y6m. Alasan si kk kalau dengan saya ade ikut2an gangguin kata nya 😌
↪ Ada hal2 tertentu yang saat ayahnya yang menyampaikan anak langsung nempel ingat dan taat dibanding disampaikan sama ibunya πŸ˜…
▶ Bener bun, sampai kalau tambah hafalan nya aja cepet ke ayah nya di banding ke saya. Jazakillahu khoyron bunda😘
*Moderator* ▶ Wa jazaakillahu khairan bu tyas, umi nya tinggal cari tehnik nya berarti ya, semoga di mudahkan ya bu.. Cukup bu tyas?
↪ Alhamdulillah sudah umm 😊 Sudah lepas beban perasaan sedikit menggajal di hati dari kmarin😌

*Ummu Aqilah* ▶ Assalamu'alaikum
Bunda, menanggapi pertanyaan no.2 point 2 diatas bagaimana memulai anak menjadi hafiz dibawah usia 4th. Haruskah usia anak balita diberi target? Lalu kadang ada beberapa bacaan ketika murojaah ga sesuai, ketika di koreksi si anak ambek-ambekan
*Bunda Kaska* ↪ Kalo saya sebenarnya untuk hafalan saat anak belum bisa baca Quran ga terlalu menekankan. Lebih ke usaha mereka sampai bisa baca Quran sampai tartil dulu. Biasanya usia 5 (mgkn saya yang telat juga ya ini)  udah masuk baca Quran.  Nah saat udah bisa baca quran barulah saya arahin hafalan quran jadi mereka baca sendiri. Lebih bener bacaannya dibanding kalau kita diktekan.
Tapi keadaan ini beda2 ya,  ada anak yang lebih cepet,  ada yang ga masalah belum Quran tapi udah banyak hafalannya. Ini pengalaman saya aja. 😊
Dengan mereka hafalin berdasarkan baca Quran mereka bisa koreksi sendiri saat ada yang salah.
▶ Jadi untuk usia balita yang pertama diajarkan apanya dulu bun? Karena kadang kalau kita setoran hafalan mereka pun suka ikutan
↪ Gpp umm kalo ikutan diajarin al fatihah, surat pendek, doa masnunah, tapi untuk serius arahan hafalan saya prefer mulai saat mereka udah bisa baca Quran. Jd hafalannya lebih bener insyaallah panjang pendek makhrojnya dll. Krn mereka baca sndiri.
▶ Jazakillahu khayran bunda, hatur nuhun πŸ™πŸ»

Pertanyaan 3⃣ Assalamu'alaikum. Bagaimana mengajak suami memulai taklim dan supaya ada kesadaran bahwa sunah bukan hanya pakaian tapi lebih dari itu.
-Nungki, Magelang-

Jawaban:
Diajak sekedarnya aja,  sesekali dibujuk, tp ngga memaksa apalagi kasar.
Untuk suami saya sering tekankan lebih baik doa. Doa sungguh2 untuk saudaranya tanpa diketahuinya diijabah lebih cepat. Doa minta diberi imam yang bawa kita selamat dunia akhirat, yang taat pada Allah, insyaallah saat suami taat maka istri mudah taat pada Allah juga.  Minta suami dipantaskan jadi imam. Minta suami diberi kepahaman agama dan dikekalkan dalam hidayah.
Insyaallah pelan2 Allah tunjukkan caranya. Kalau dari istri kita bawel atau galak seringnya suami malah ego dan enggan mendengar. Wallahu a'lam. ✅

Pertanyaan 4⃣ Bunda kaska, saya termasuk yang baru belajar, itu juga karena suami duluan yang hijrah. Sempat shock karena 180 derajat berubah. Berubah penampilan juga karena malu suami sudah pakai celana ngatung tapi saya masih pake ala2 hijabers modis. Lingkungan kerja juga tidak mendukung. Awalnya saya tetap pakai hijab modis tapi dada ditutup dengan cape. Rasanya aneh kalau berubah pakai khimar ga ada modelnya banget. Tapi kesininya jadi malu juga pakai cape akhirnya belilah khimar2 yang lucu2, warna2 pastel karena untuk warna gelap saya ga pede banget. Pelan2 make up ditipisin. Tapi tetap saya beli gamis yang padu2an gitu karena pada dasarnya saya miss matching. Kalau polos khimarnya bunga2 atau sebaliknya dengan warna senada dan saya tetap pakai high heels.
- Apakah boleh seperti itu bun pakaiannya?
- Saya addict banget dengan musik dan mantengin top 40' western bun dan baru tahu dari suami kalau musik itu haram, bagaimana cara ngilangin kegemaran ini bun karena sepertinya sulit banget dan seperti ada yang hilang bun tanpa musik seperti orang yang serius bun
- Bagaimana merubah penampilan anak2 saya yang juga dua2nya perempuan 8th dan 4th, apakah masih boleh pakai baju2 sekarang yang kebanyakan jeans atau harus juga sudah memakai seperti saya sekarang bun
Maaf kepanjangan bun, pengen banget ikhlas berhijrah. Makasih bun πŸ™
-NN-

Jawaban:
Hijrah seseorang itu mmg berbeda2 tahapannya.  Jgn liat harus sama hasilnya tp liat dr titik mana dia mmulai.  Spy ga mudah menjudge org. Pertama walopun kita blm bisa ssuai syariat,  kita tetep harus cari tau dan ridha dgn syariat Allah.  Misal harusnya gelap,  ga menarik,  kita cari tau knp gitu.  Saat udah tau jawabannya,  kita doa sama Allah smoga Allah mudahkan untuk jadi ssuai yg Allah kehendaki bukan keinginan hawa nafsu atau pikir2 kita.  Kalo dlm prosesnya bertahap,  ya insyaallah gpp,  yg penting kita tau ini kita masi proses,  berusaha lebih baik,  dan ga membantah bhw aturan dr Allah itulah yg kita tuju kelak.

Soal anak insyaallah saat kita memperbaiki diri,  anak akan ikut mudah hijrah juga. Saat kita berubah anak akan tanya kenapa,  kasi penjelasan bhw inilah yg Allah kehendaki,  nanti anak malah seringnya lebih mudah taat dibanding kita.  Kalo blm bisa berubah smua ya sama bertahap2 aja.  Jd saat mrk baligh udah yakin bhw mrk harus tutup aurat juga,  ga akan menunda2.

Soal musik ya, coba ditambah aja baca Quran dan dzikir pagi petang dijaga,  nanti tanpa kita sengaja tinggalkan pun lama2 hati kita enggan.
😊 krn sesuatu yg mmg bathil tidak bisa bercampur dengan yg haq.  Salah satu akan menang.
Kalo kita pupuk terus alias tetep dibiasakan lebih banyak dengerin dan merasa ga bisa kalo engga,  maka itulah yg akan terjadi.
Kalo kita ubah pikiran kita,  sy ga mau Allah murka maka tlg mudahkan saya meninggalkan yg Allah ga suka,  sambil usahanya dengan mmperbanyak yg Allah suka yaitu baca Quran dan dzikir,  maka pelan2 insyaallah bisa ko😊
Mg Allah mudahkan yaa..
Sama sy juga dulu gitu,  naik mobil nyetir langsung nyalain musik,  tp pikir2 ngeri juga kalo pas di jalan ada apa2 sy lagi lalai na'udzubillaah meninggal dlm keadaan Allah ga ridha πŸ˜“

Tanggapan:
*Ibu Zua* ▶ Masih soal musik, sedikit2 saya move on dari musik. Masuk mobil kalau nyetir sendiri udah ga stel musik tapi kalau bareng sama pasangan kita yang belum move on dari musik itu bagaimana ya biar beliau tidak tersinggung?
*Bunda Kaska* ↪ Kitanya dzikir aja bun,  insyaallah tiba2 Allah buat suami matiin, atau pura2 ajak ngobrol ga kedengeran musiknya kecilin ya, atau matiin πŸ˜…
▶ Makasih bun ide nya 😁, soalnya klo to the point sama pak suami kan ga bisa kita

*Ibu Rani* ▶ Gimana kalo musiknya seperti lagu2 anak2 bunda kaska?
*Bunda Kaska* ↪ Sebaiknya ga dibiasakan mskipun anak2. Karena nanti mereka susah diajak hafalan doa dan Quran bun ☺
▶ Saya suka ngidupin CD lagu anak2 ke anak2 saya
↪ Bisa dimulai dengan murattal anak2 aja umm 😊 mereka mungkin kaya ga perhatian tapi lama2 hafal alam bawah sadar

*Ibu Maharani* ▶ Beda hukum syair dan musik bagaimana bunda kaska? Dan hukum nonton drakor hehehe... *ibu2 nyalurin emosi
*Bunda Kaska* ↪ Kalo hukum jelasnya tanya ustadz atau ustadzah ya bun πŸ˜„
Kalau yang saya tau memang sebaiknya ditinggalkan. Ancamannya lumayan ngeri. Syair itu boleh tapi yang bikin mengingat Allah.. Syair2 yang menunjukkan kbesaran Allah dll.
Kalo nonton mungkin bisa dikurangi juga ya bun 😁 karena mata kita melihat yang bukan hak kita, pria non mahram, bisa lalai juga hati jadi kemana2. Tapi ini bagian hijrah juga ya, saya ga bisa bilang HARUS ditinggalkan, hehe.
Tapi paling ga di hati kita udah kerasa bahwa ini sebaiknya pelan2 ditinggalkan.
▶ Jazakillahu khoiroon umm..

Pertanyaan 5⃣Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
1. Bagimana sikap yang paling baik ketika sedang berhijrah, seringkali ditentang oleh terdekat sendiri (Misal orangtua)?
2. Apakah wajar apabila lingkungan pertemanan kemudian sedikit demi sedikit berubah dari keadaan sebelum berhijrah?
-Desi, Bekasi-

Jawaban:
Sikap kita tunjukan akhlak yg baik. Ilmu kita makin nambah harus seiring perbaikan akhlak. Jd walaupun ortu marah menentang kita sikapi dengan ikhlas karena mereka belum tau, belum paham. Kalau mereka paham insyaallah mereka pun akan hijrah seperti kita bahkan lebih baik lagi.  Sambil doakan. Ga usah bicara agama sama ortu dan keluarga kalo ga ditanya. Yang penting akhlak. Makin perhatian,  makin sering memberi hadiah, makin santun dll.  Insyaallah perlahan2 keluarga akan merasakan.

Iya, Allah akan seleksi pertemanan kita juga. Allah akan pisahkan yang baik dengan yang baik. Tapi kita niatkan juga saat kita masih ada teman kerabat yang belum paham kita doakan hidayah juga kontak2 sesekali kasi hadiah dengan niat dakwah. Dakwah ga harus bicara, tapi dengan akhlak, dengan tetep menghargai tapi diem2 doakan kebaikan insyaallah lama2 ada hasilnya. Allah ubah teman kita. ✅

Pertanyaan 6⃣Assalamualaikum. Bagaimana tips agar selalu istiqomah setelah berhijrah sehingga terpacu terus untuk selalu memperbaiki diri dengan rajin mencari ilmu serta tips menularkan semangat hijrah ke pasangan?
-Reni, Cikarang Bekasi-

Jawaban:
Kita usahakan berada dalam lingkungan yang sesuai dengan hijrah kita.
Kalau kita hijrah pakai jilbab besar,  maka perbanyak gaul dengan yang demikian. Saat kita bergaul dengan yang masih pendek atau belum berkerudung iman kita akan susah dijaga. Kecuali kita memang udah yakin keukeuh dengan hijrah kita insyaallah ga terlalu pengaruh. Kalau masi awal2 hijrah kadang saat bertemu dengan yang kurang suka hijrah kita, akan terpengaruh dengan ucapan2 mereka dan kita bisa down.

Pasangan saling semangati aja.  Dunia ini sementara,  ayolah kita jadi baik sama2 jangan ditunda2, kalau pasangan nampak kurang semangat perbanyak doa aja jangan dipaksa. ✅

Pertanyaan 7⃣ Bismillah Assalamu'alaykum
bunda kaska, mohon sharing dan nasehat nya, alhamdulillah saya kenal sunnah baru saja, yaitu sejak 2005. Sekarang sudah dikaruniai 3 orang anak.
semasa awal2 hijrah semangat sekali bunda semua2 pokoknya harus sesuai sunnah, pas menikah (2009) alhamdulillah suami juga sedang semangat2 nya untuk melaksanakan sunnah. Namun semakin ke belakang sekarang2 ini, semangat itu seperti menurun bund, banyak sekali permisif yang di lakukan oleh suami (mis: anak2 kadang nonton kartun2 barat, dll itu yang mendonlotkan suami). Tapi alhamdulillah untuk taklim, saya dan suami masih rutin dan rajin mengikuti.
1. Bagaimana mengembalikan semangat untuj beramal seperti dulu ketika kita baru kenal sunnah?
2. Dulu saya tinggal dekat dengan mertua yang mana ibu mertua melarang saya menggunakan cadar (suami mengatakan, ya sudah, turuti saja apa kata mama, cadar kan sunnah ini).(saya pun salah, tidak berani untuk diskusi terbuka dengan bumer, kenapa melarang saya untuk bercadar). selama 5 thn saya memendam keinginan untuk bercadar, alhamdulillah di thn ke enam, suami pindah tugas keluar kota, sehingga kami sekarang jauh dari mertua (alhamdulillah jadi sekarang saya bebas untuk bisa bercadar, suami juga dukung, tapi ini diluar sepengetahuan bumer). Nah sekarang jika mudik lebaran saya bingung, (dalam lubuk hati ingin berkata kepada bumer, saya sudah bercadar, jadi saya tetap memakai nya ketika saya di kampung), di sisi lain hati saya berkata, udah cari aman aja, ga usah pake kalo di kampung. Karena mertua saya ini kritis bun (pintar, saya takut/khawatir argumen saya kalah, sehingga saya harus menerima pendapat bumer untuk tidak bercadar) Mohon nasehat nya bun...
-Miftah, Banda Aceh-

Jawaban:
Iya umm memang Allah memberi kita smua iman tapi ga menjamin iman ini akan ada terus. Makanya disabdakan perbaharuilah iman kalian.

Harus tetep dalam lingkungan yang mendukung. Gaul dengan yang sholeh. Di rumah amalan terjaga. Makanan nafkah terjaga. Banyak faktor yang bisa bikin iman kita turun sedikit demi sedikit tanpa terasa. Tapi maaf biasanya itu akibat maksiat kita sendiri sedikit demi sedikit. Misal ada harta syubhat,  riba, melihat tayangan aurat dll. Bisa banyak hal.

Kalau udah sempet semangat dan drop biasanya harus ada yang bikin semangat lagi yang di luar kebiasaan atau rutinitas. Misal safar yang agak jauh, datangi kajian atau silaturahim pada ulama atau orang soleh. Dengan melihat suasana soleh insyaallah pulang ke rumah ada gairah memperbaiki diri.

Cadar kan bisa aja saat sampai mertua dibuka, saat pulang pake lagi. Kalau memang mau coba aja diskusi dgn suami. Jadi nanti suami yang akan bicara dengan ortunya.  Bahwa sekarang istrinya sedang belajar pake cadar,  selama di rantau bercadar,  gimana tanggapan mama. Dst. ✅

Pertanyaan 8⃣
⏺Assalamualaikum Bunda Kaska.. Masyaa Allah... betapa indahnya pasangan suami isteri yang sama-sama berhijrah di jalan Allah..
Bunda bagaimana caranya menjaga agar hijrah keluarga kita istiqomah?
Terkadang bisa saja suami dan istri sama2 lalai..
Terima kasih.
-NN, Banda Aceh-

⏺ Assalammu'alaikum Bunda Kaska.. Saya baru mulai berhijrah, dari awalnya masih berjilbab seadanya dengan lipstik agak pudar warna & shalat yang bolong2, hingga suatu hari saya tidak bisa tidur berhari2 memikirkan dosa2 saya, saya gelisah terus,  sampe akhirnya saya mulai mengubah cara berpakaian dengan yang syar'i & memutuskan untuk taubat nasuha, saya mengakui & memohon ampun dosa2 saya kepada Allah, setelah itu saya tidak pernah meninggalkan shalat wajib lagi, bahkan saya tambah dengan shalat sunnah lainnya.
Tapi akhir2 ini, saya merasa iman saya menurun, saya mulai meninggalkan shalat2 sunnah & tidak takut tinggal shalat wajib..
Apa yang salah dengan hijrah saya? Bagaimana meningkatkan kembali iman yang turun? Jazakillah Khairan
-NN-

Jawaban:
Saling mengingatkan kalo salah satu mulai menampakan gejala lalai. Ingatkan lagi di dunia mau apa. Sambil doa minta dikekalkan dalam hidayah jangan lupa setiap hari harus diminta. Dan tetep ajak sekitar kita hijrah juga,  meninggalkan hal2 buruk ganti hal baik bertahap2, karena dengan banyak dibicarakan insyaallah yang pertama inget diri kita.
Saat kita bilang ke anak kalau azan tinggalkan semua pekerjaan, yuk shalat, itu aja akan ada kekuatan iman. Ke temen misal ceritain proses hijrah kita, kenapa kita sampai mau hijrah, dengan cara yang hikmah, bicarakan kehebatan Allah termasuk hebatnya Allah dalam memberi hidayah, masa orang kaya saya yang jahil aja dengan kasih sayangnya bisa Allah ubah, maka orang lain pun ga ada yang ga mungkin. Suami juga jangan sehari2 hanya sibuk urusan dunia. Karena lama2 bisa hilang fikir akhiratnya. ✅

Pertanyaan 9⃣Assalamualaikum, bunda kaska.. Saya baru mulai berhijrah dan merasa sangat sangat jauh tertinggal. Apa hal pertama yang harus saya lakukan ketika mulai berhijrah? Dan apa yang harus saya lakukan ketika suami saya menolak ngga mendukung ngga dengan upaya hijrah saya?
-NN, Bandung-

Jawaban:
Ini pendapat saya aja ya bun, mungkin yang lain ada masukan juga.
Pertama saat hijrah, jangan tinggalkan shalat awal waktu.
Saat azan harus udah bersiap dan langsung shalat. Ga ada shalat wajib yang tertinggal.
Karena janji Allah saat kita perbaiki dan jaga shalat kita,  maka Allah akan jaga kita.
Carilah pertolongan dengan sabar dan shalat.
Maka setelah shalat kita dijaga, kita doakan suami supaya Allah beri hidayah, kepahaman agama juga.
Mungkin proses seperti ini ga instant, tapi yakin Allah akan ubah. Sesuai prasangkaan kita. Jangan putus asa, lama2 ada hasilnya😊 bisa jadi kelak suami yang lebih banyak hijrahnya dari kita. ✅

Tanggapan:
*Ummu Aqilah* ▶ Afwan bunda, nanya lagi...
Untuk shalat diawal waktu kadang, pas adzan posisi kita lagi riweuh sama anak.
Pas kita mau wudhu ada aja iklannya. Setiap shalat saya selalu ngajak anak, cuma ya eta bun sok lama minta ini itu dulu.
Klo se usia nadzneen apa bunda ajak shalat juga?
Syukran bunda πŸ™πŸ»
*Bunda Kaska* ↪ Iya memang justru baiknya dari sebelum azan anak udah dikondisikan, ditunaikan haknya sambil kita izin aja,  sebentar lagi azan nih ya,  bunda mau siap2 wudhu,  naaz mau ikut ga.

Biasanya dia ya memang mau ikutan... Kita sabar aja dehhhh ajarin wudu, udah itu bunda yah... Naaz tunggu.

Trus ntar gelar sejadah, pake mukena, ikut2an. Jadi saat azan kita udah siap bareng anak mulai shalat..

Kalau ada kendala sesekali aja gpp yang penting anak lama2 tau bahwa kalau azan ibunya ga boleh diganggu,  nangis ngerengek pun akan disuruh tunggu.
▶ Jadi emang sebelum adzan udah kudu siap ya bun?
↪ Sebaiknya udah siap2 jaga2 kalo ada hal tak terduga. Ya kaya tiba2 anak lama, anak pingin pup, dll.  Kalo udah azan baru siap2 jadinya senewen kitanya πŸ˜… kalo dari sebelum azan udah prepare memang biasanya lebih lancar smua.. dan saat azan kita udah punya wudhu ga mudah diganggu setan insyaallah.✅

Pertanyaan πŸ”Ÿ Assalamualaikum. Bu, saya insya allah dalam tahap proses untuk berhijrah ke yang lebih baik, berhenti bekerja, jadi ibu RT anter jemput anak, ajarin ngaji dan juga belajar tahsin agar lebih baik lagi ajarin anaknya.
Dari sisi penghasilan dari suami insya allah sudah cukup, namun saat ini ortu saya sedang sakit dan membutuhkan biaya, saat ini saya mendapatkan tawaran untuk kerja lagi dengan gaji yang lumayan yang mungkin bisa saya gunakan untuk membantu biaya ortu saya. Namun konsekuensinya apa yang sudah saya usahakan untuk hijrah akan hilang karena kesempatan untuk belajar ilmu agama jadi sangat terbatas, dan anak2 jadi sama pembantu lagi.
Mohon pencerahannya saya harus bagaimana dalam menentukan pilihan ini, terus terang hati kecil ingin tetep dirumah dan melakukan kegiatan seperti sekarang, namun ortu dan keluarga besar menyarankan saya untuk bekerja kembali. Terima kasih... maaf jadi curhat
-NN, Jakarta-

Jawaban:
Ini usulan dan pendapat saya aja ya, bisa di musyawarah kan baiknya gimana sama suami secara maruf.
Janji Allah apa yang disedekahkan tidak akan berkurang. Bahkan akan diganti berkali lipat. Kalau suami satu visi bahwa hijrah ini sesuatu yang ga bisa dinilai denga  uang, saran saya,  hemat dalam pengeluaran keluarga sendiri, sisihkan bahkan utamakan untuk bantu ortu yang sakit. 
Keberkahan itu bukan dari jumlah. Tapi akibat dari ketaatan kita.
Uang yang kita anggap sedikit akan jadi berkah jika kita perbanyak ketaatan.
Wanita yang diam di rumah maka keluarga tersebut akan diberi keberkahan rezeki dibanding yang wanitanya keluar rumah.
Apalagi kalau sedekahnya ke ortu sndiri. Insyaallah akan terasa bantuan Allah dari yang tidak terduga asalkan smua pihak ikhlas. ✅

Tanggapan:
*Ibu Atik* ▶ Jika pendapatan suami ngepas, apakah istri tetep dirumah saja. Misal jarang beli baju, ngga bisa punya mobil, hp yang itu2 saja. Kadang uang kesehatan juga harus mengirit dari uang makan. Bagaimana cara mempertahankan hijrah ini dari bekerja ke irt ?
*Bunda Kaska* ↪ Beberapa temen saya ngalamin sendiri (dan mungkin saya juga) saat kita memutuskan untuk di rumah urus suami dan anak2, ikhlas karena Allah, rezeki suami Allah beri keberkahan. Kalau secara nominal bisa jadi lebih kecil, tapi ko malah cukup.
Misal dulunya anak sering sakit harus ke dokter, saat ibu di rumah anak malah jarang sakit.
Kita ga ada pengeluaran untuk ongkos pakaian dll yang terkait pekerjaan. Juga kita tenang kerena kita yang paling tau kondisi anak.
Kalo soal lelah, cape, ya sama aja kerja pun ada lelahnya πŸ˜„

Kalo soal uang,  rezeki itu udah pasti ga akan ketuker. Kalau memang saat sekarang Allah uji
Hakekatnya berapa pun uang yang kita terima itu karena Allah mau kasihnya segitu 😊
Suami belum mapan, kita bantu dengan doa dan support. Insyaallah nanti kerasa sendiri hasilnya.
Keberuntungan laki2 ada pada punya istri sholehah.  Kalo Allah dan rasulNya yang bilang beruntung itu pasti benar dan akan terjadi.  Asalkan kita sabagai istri ikhlas menerima.
▶ Karena Allah ngasihnya segitu. Baik makasi bunda
↪ Iya bun, seretnya rezeki juga salah satunya kalo suami istri berantem, rahmat Allah hilang.
▶ Baik makasi. Tapi ketenangan hati karena memegang anak langsung sudah didapat.

*NN* ▶ Bunda kaska, maksud wanita keluar rumah bagaimana? Kalau yang bekerja? Dan merasa rejeki berkah dengan bekerja? Bagaimana bund?
*Bunda Kaska* ↪ Keluar rumah ada yang darurat ada yang ngga,  dalam arti bener2 ga mungkin  ditinggalkan. Misal karena suami belum bekerja. Istri jadi tulang punggung keluarga. Dan ga ada pihak lain yang bisa bantu.
Kalo memang bisa ga bekerja.. Atau bekerja yang bisa dilakukan di rumah, insyaallah itu pilihan lebih baik apalagi kalau udah ada anak.
Syarat bekerja keluar yang akan memberi keberkahan rezeki juga banyak.  Secara syariat harus gimana2nya 😊 nanti panjang lagi.
Intinya islam tidak melarang wanita untuk bekerja, tapi ada syarat2 yang harus dipenuhi demi kebaikan dunia akhirat 😊

Pertanyaan 1⃣1⃣ Assalamualaikum wr wb.
Bagaimana jika kita istri terus semangat belajar dan berusaha berhijrah secara kaffah seperti yang Allah ridhoi tetapi suami kita belum berhijrah,beliau masih hidup seperti orang awam umumnya. Alhamdulillah sekarang saya sudah berkerudung besar dan panggilan hati saya mulai ingin hijrah menjadi lebih baik lagi memakai niqab, tetapi suami saya masih belum hijrah, dan untuk menjalankan sunah didalam kehidupan sehari-hari seperti yang diajarkan rasulullah bagaimana caranya seperti mendidik anak untuk menjalankan sunah sementara ayahnya belum melakukan, begitu juga perintah Allah yang wajib seperti laki" sebaiknya shalat dimesjid tetapi beliau belum melakukannya. Mohon kiranya bisa memberikan pencerahan syukron jazakallah khoiron
-Zeri Artini, Banda Aceh-

Jawaban:
Yg ini mirip juga sama no 3 dan 6 ya. Kalo ada yg kurang jelas atau perlu diulang kasih tau aja πŸ™πŸ» ✅

Pertanyaan 1⃣3⃣ Assalamu'alaikum bunda kaska...
Afwan sebelumnya... Saya sering liat ummahat yang pakai niqob tapi tidak pakai kaus kaki dan terkadang ada beberapa orang yang saya jumpai ketika belanja di warung,  mereka pakai daster lengan pendek...
Saya rasanya ingin menegur tapi khawatir menyinggung perasaan mereka.. Bagaimana sebaiknya ya bunda... Sekali lagi afwan, bukan bermaksud untuk menceritakan aib orang lain...
-NN, Medan-

Jawaban:
Oh gitu ya umm, hehe, saya malah belum pernah ketemu yang gitu. Mungkin karena merasa dekat ya jadinya males atau lupa pake kaos kaki dan buru2 jadinya pake baju seadanya. Kalo kenal baik boleh aja sambil dibawa santai negur, eh kelupaan pake kaos kaki yah..
Atau gimana sesuai karakter yang kita kenal. Kalo memang ga kenal doa dalam hati aja insyaallah dikabul Allah. ✅

Pertanyaan 1⃣4⃣ Assalamualaikum, bagaimana menyikapi pertanyaan2 memojokan, sindiran, dan terkesan menghakimi kepada kita yang sedang dalam proses hijrah yang datang justru dari orang yang sudah berhijrah. Misalnya: saat datang ke kajian, ditanya kok belum menggunakan hijab syari
-Syifa, Jakarta-

Jawaban:
Disenyumin aja umm, biasanya yang masih berkata2 ga hati2 artinya dia juga masih proses hijrahnya.  Kalo kita benar2 ingat berkaca ke diri sendiri kita pasti sadar betul kitapun dulu sperti apa, dan ga mau diperlakukan seperti itu.  Nah inget2 juga saat misal kita udah hijrah, hati2 saat berbicara sama yang belum hijrah. ☺ ✅

Pertanyaan 1⃣5⃣ Assalamu'alaikum bunda. Mungkin ini malah jadi curhat, saat ini dengan berbagai pertimbangan saya masih harus membantu suami bunda, saya bekerja jadi guru SD sekolah swasta yayasan islam dan di sekolah ada peraturan seragam yang harus di pake. Walaupun sudah saya buat longgar dan jilbab lebih lebar dan karena kondisi ekonmi juga belum bisa rombak semua baju bunda, masih gamis motif seadanya. Sebanernya pengen bunda berpakaian yang lebih syar'i. Bagaimana solusinya bunda? Jazakillah khoiron pencerahannya bunda. Wassalamu'alaikum
-Yani, Jogja-

Jawaban:
Allah akan memberi ganti yang lebih baik terhadap sesuatu yang kita tinggalkan karena Allah. Insyaallah nanti Allah akan beri dari arah yang tidak disangka2 asalkan kitanya yakin 😊 saya dulu waktu hijrah pake item2 cuma punya 1 abaya.  Terus kemana2 pake itu sampe semua hafal kalo datang silaturahim talim dll pasti bajunya itu. Cuek aja ga usah dengerin orang. Alhamdulillaah subhanallah sesudah itu rezeki datang bisa beli kain item, jait baju,  sampe akhirnya kebanyakan baju item 😊 ✅

Pertanyaan 1⃣6⃣
Untuk hijrah dimulai dari mana awalnya. Karena saya masih jauh banget dari ilmu agama. Untuk pakaian saya sudah mulai memakai gamis tapu untuk keluar rumah selain kerja. Yang lainnya beluuuum banget. Terima kasih jawaban nya
-Tyas, Solo-

Jawaban:
Mirip tadi nomer berapa ya,  dari jaga shalat awal waktu bun, karena itu seolah sample kehidupan kita.. Kalo shalat baik, semua aspek hidup kita akan baik juga, meskipun bertahap2. Termasuk Allah gerakkan hati kita ingin menutup aurat seperti saat shalat bahkan lebih lagi karena rasa malu ✅
____________________________

*Penutup*

πŸŽ™ *Moderator*

Baik bunda kaska, Jazakillahu khairan atas waktu dan ilmunya πŸ™
Mungkin ada pesan2 untuk kami para ibu2 yang sedang dalam proses hijrah ini bun?

πŸŽ™ *Bunda Kaska*

_Mohon maaf ya kalo ada jawaban yang kurang berkenan_

*_Pesennya_*

*_Hijrah itu memang ga mudah, tapi yakin aja worth it._*
*_Awalnya aja berat,  kalau udah jalan insyaallah indah semua 😊😊_*

*_Minta doanya juga buat saya ya ibu2 disini_* 😊😊😊

πŸŽ™ *Moderator*

Semoga Allah mudahkan niat baik kita untuk hijrah ya bunda Kaska. Semoga bunda sekeluarga senantiasa Allah limpahi rahmat & karuniaNya

Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Narasumber bunda kaska,  untuk para ibu , semoga tercerahkan , semoga setiap ilmu yang kita dapat bisa kita amalkan dengan sebaik baik nya ..

Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu menjaga dan mendidik amanah dari Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ .

BuCut selaku moderator dan sy  undur diri, mohon maaf jika ada kekurangan .. sesungguh nya Hanya Allah yang maha Benar.

Saya tutup dengan sama sama kita bacakan doa kaffaratul majelis.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Jazaakumullahu khairan katsiran.
Wassalam

0 comments:

Posting Komentar