30/12/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 21

Bismillahirrahmanirrahim


πŸŽ€ *Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 21* πŸŽ€
{ _Komunitas Ibu Belajar_ }

πŸ“… Senin, 23 Oktober 2017
⏰ 10.00 WIB - Selesai

Tema: *Bahasa Cinta Bahasa Al Qur'an*

Nara Sumber: *Savitry Indrawardhany (Bunda Bidadari)*

Profil Nara Sumber:

*Bunda Bidadari*

atau yg akrab dipanggil dengan Bunda IIN 😍😍

Nama   : Savitry Indrawardhany
TTL       : Cisarua, 18 Juni 1974
Alamat  : Perum Kalisuren Paradise Blok A3/7 Rt 04/07 Desa/Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten  Bogor 16320
Status  : Menikah
Suami :  Miftahudin,  S. Ag.
Fb.        : *Savitry Indrawardhany*

Motto Hidup  :
*Belajar Untuk Ibadah. Berprestasi Untuk Dakwah. Bermanfaat Nyata Untuk Umat*
Anak: 3   (Anak ketiga meninggal ketika lahir)

Riwayat pendidikan :
S1 IISIP Lenteng Agung (Cumlaude tahun 2000)
Au- Pair MΓ€dchen di Wiesbaden Jerman 1993-1994
SMUN 8 Bukit Duri Jakarta Selatan
SMPN 115 Tebet Jakarta

Bahasa Asing : Inggris dan Jerman

Kegiatan :
☆ Pengelola Taman Kreativitas Keluarga Pelangi (Taman Baca, Rumah Tahsin&Tahfizh, Rumah Usaha, Rumah Belajar)
☆ Pendongeng
☆ Pemateri di berbagai acara training dan seminar parenting qur'ani
☆ Konsultan Pustaka Keluarga Muslim Bahagia (Sygma, Tazkia, Rumah Pensil, Alqolam, dll)
☆ Mengikuti program Au-Pair MΓ€dchen,  Wisbaden, Jerman, 1993-1994
☆ Penggagas dan Koordinator Gerakan Cerdas Media  ( Media Literacy Movement) level SD Se-Jabodetabek, bekerja sama dengan UNICEF, UNESCO, LIPI, 2000-2003

Aktivitas terkini:
a. *Quranic Parenting Motivator* (training, seminar, diskusi, kulwapps, acara radio, dll)
b. *Trainer FAST Generation* (Trainer Sanlat keluarga karyawan Bank Mandiri Pusat Jakarta, 2015. Berbagai seminar dan training FAST values di berbagai komunitas di Jadebotabek 2O13-sekarang)
c. *Konsultan Pustaka Keluarga Muslim* (Sygma, Tazkia, Rumah Pensil, dll).
d. *Inspiring Writer To Be*  Sedang mempersiapkan terbitnya  buku  inspirasi Keluarga Muslim , serial *Diary Bunda Bidadari*
dan buku perdana bersama anak.

e. *Familyschooler*


Moderator : *Welly Suardi*

Co-Moderator: *Yulia Andrea Nasution*

Notulen: *Hasfiani*


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


*Moderator*


Assalamu'alaikum Bunda Bidadari 😊

Ahlan wa sahlan Di Grup Kulwap Kobar ke 21.
*Sedikit pengenalan tentang Grup KOBAR.*

*KOBAR adalah wadah untuk para Ibu belajar tentang _Wawasan Islam, Pengetahuan Orangtua, Pengasuhan Anak, Kesehatan, Tips-tips Rumahtangga, dan Ilmu lainnya yang berkaitan dengan keluarga_ , yang berbasis Alquran dan Sunnah, serta Ilmu-ilmu Ilmiah sejalan.*


Bismillahirrahmanirrahim


Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Selawat dan salam kepada Nabiyullah kita Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… , kepada keluarga nya, para sahabat san orang orang yang istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah hingga Akhir zaman..

Sebelumnya, Izinkan kami memperkenalkan diri:
Saya Cut Rafiqa Majid selaku pengelola Group KOBAR.
Berikut perkenalkan Para Admint KOBAR yang Capable di Bidangnya :

1. Welly Suardi
2. Hasfiani
3. Balqis Bararah
4. Ruvina Hakim
5. Cut Syarifah Aini
6. Yulia Andrea Nasution
7. Dilla Novianda

Dan Moderator yang bertugas pada hari ini adalah Bu Welly Suardi. Sebelumnya Co.Mod telah menerima pertanyaan dari member yang nantinya setelah Kulwap selesai semua pertanyaan dan jawaban akan di Resume oleh Notulen kobar yaitu Bu Hasfiani.

Terimakasih kepada narasumber dan ibu ibu yang sudah berkenan hadir disni untuk mengikuti Kuliah Whatsaap Parenting KoBar.


*Bunda Bidadari*


Wa'alaykumussalaam.


πŸ“„πŸ“„πŸ“„ *Materi* πŸ“„πŸ“„πŸ“„


*Bahasa Cinta, Bahasa Alquran*
(Oleh: Iin Savitry, *BundaBidadari* )

Bismillaah.

Keutamaan seorang manusia diantaranya ditentukan dari kualitas ucapannya.

Tentu saja. Para nabi dan rasul diutus ke muka bumi untuk *menyampaikan kabar gembira* dari Allah. Dengan ucapan dong ya.

Tentu modalnya bahasa. Lisan.

Lalu bahasa bagaimana yang Allah anjurkan? Apa saja yang harus kita bicarakan? Untuk apa? Kapan?

Sederhana saja. Mau bahasa kita berkualitas? Banyak2 tilawah alquran dan mengkaji isinya. InsyaAllah bimbingan Allah akan terus menyertai diri kita.

Untuk kaum wanita, para ahli bahasa dan perkembangan otak  di abad ke-20 menemukan bahwa kebutuhan berbahasa kaum adam rata2 7000 kata/perhari. Jika kaum hawa mencapai 21.000 kata/hari.  Bayangkan perbedaan kebutuhan berbicara  itu ya. Ini penemuan ilmiah lho.

Pantaslah jika kita mau menyelami akhlak rasulullaah saw terhadap keluarganya, terhadap para istrinya (juga anak-anaknya) , diantaranya  adalah dengan sabar *mendengarkan* istrinya (dan anak-anak) bercerita. Sabar *berdialog* dengan istri (dan anak-anak) . *Santun dalam menasihati* istri (dan anak-anak)

Dengan energi kemampuan berbahasa yang mencapai 4x lipat lebih banyak dari kaum ayah, wajar dong kalau wanita *harus cerewet*. Ini modal dasar dari Allah bagi  seorang Ibu (selain keteladanan)  untuk menanamkan tauhid dan  akhlak mulia ke anak.  Cuma kualitas dan kuantitas   cerewetnya harus cerdas... harus berbobot tinggi di sisi Allah.

Coba simak kisah para pahlawan Islam, para ulama... dibalik kesuksesan  mereka ada sosok Ibu yang rata2 cerewet lho...hehe.

Sebenarnya, jika kita mau meluangkan waktu untuk merenungi makna Alquran, ada berbagai jenis perkataan yang Allah anjurkan untuk dilakukan oleh hambaNYA yang beriman. Ada berbagai isyarat dan kondisi tentang kapan dan bagaimana berbagai jenis perkataan itu bisa dipraktekkan.

Di kajian kita kali ini, saya hanya akan bahas *3 jenis perkataan dalam Alquran* yang saya anggap lebih utama dan menarik untuk dibedah lebih mendalam.

Seorang wanita mukminah (yang berusaha menjadi ) solihat harus berusaha menjaga agar setiap ucapannya kepada anak  memenuhi syarat2  ini.

*1. Qaulan tsaqiilan* . Perkataan yang berat (karena menyampaikan pesan tauhid). Ada di surah Muzammil QS  73:5. Syaratnya gimana?Supaya ucapan kita tergolong qaulan tsaqiilan di dada anak? Ada di surah Al Muzammil.  Coba baca ayat2 sebelum dan sesudahnya ya. Resapi maknanya.

*2. Qaulan sadiidan* Perkataan yang benar (menyampaikan kebenaran dgn hati yang jernih). Diantaranya ada di surah Al Ahzab QS 33:70-71 juga di surah Annisa QS 4:9. Coba deh dibaca pelan2 artinya...baca ayat sebelum dan sesudahnya. InsyaAllah akan dapat feelnya. 

*3.Qaulan layyinan* Perkataan yang lembut. Ada di surah Thaha QS 20:44.
Ini jenis perkataan yang istimewa nih.
Ini ttg perintah Allah kepada nabi Musa as & Harun as agar mengajak kepada/mengajarkan tauhid dengan *perkataan yang  lemah lembut*  untuk menasihati firaun yang zalim! Kebayang ga? Beratnya perintah ini?

Jadi, dalam konteks pengasuhan anak, untuk mengajarkan tauhid (qaulan tsaqiilan, qaulan sadiidan) ke anak kita diwajibkan menggunakan perkataan yang lemah lembut (qaulan layyinan).

*? Apakah qaulan layyinan itu?*
πŸ‘ΈSemua kisah kasih sayang Allah terhadap hambaNya yang ada dalam Alquran, disampaikan dengan cara lembut dan ilmiah (by data),  yang akan menyentuh jiwa pembaca/pendengarnya.

*? Bagaimana caranya menerapkan ketiga jenis perkataan itu ke anak?*
πŸ‘Έ Kita membutuhkan contoh terbaik pelaku Alquran. Yaitu kisah Sosok Alquran Berjalan. Kisah kehidupan Rasulullaah saw. Buku siroh nabi Muhammad saw *wajib* kita miliki dan bacakan karena itu menjadi *alat praktis* kita untuk menjelaskan isi Alquran ke anak-anak.

*?Kapan kita bisa menerapkan ke-3 model ucapan itu?*
πŸ‘ΈKita harus tahu tahapan mendidik anak menurut Islam, baru bisa dapat caranya...hehe.

Ketiga jenis perkataan itu, adalah satu jalan untuk menjalani amanah dari Allah, *Iqra*. Bacalah. Dari membaca itu Allah akan beri jalan ilmu, memberi tahu kepada kita apa yang tak kita tahu (coba simak makna surah Al 'Alaq ayat 1-4).

Perintahnya baca kan? bukan tonton lho hehe. Walau sekarang kita besar di dunia tontonan, jangan terjebak ya..seolah-olah proses membaca dan membacakan buku sudah kuno. Jelas-jelas tidak! Ini perintah Allah yang berlaku hingga kiamat kelak. Yakini itu. Dan jalanilah.

(Bersambung)


πŸ’  *Sesi Tanya Jawab* πŸ’ 

*Pertanyaan ke* 1⃣

Assalamu'alaikum
Bu, bagaimana cara menjaga sabar untuk tidak mengumpat orang yg membuat kita sakit hati apalagi kadang suami sendiri. Apalagi saya sering konflik dgn suami, butuh teman curhat akhirnya yg ada jd mengupat. Kalau di pendam sendiri beneran gak sanggup dan jd beban. Bagaimana cara mengatasinya?

•Hijri, kelas Khadijah, Lhokseumawe•

✍ Teko hanya akan mengeluarkan isinya.
Jika diri kita dipenuhi dgn perasaan dan pikiran negatif, tentu saja yg keluar akan negatif juga. Dorongan mengumpat itu karena amarah yang dipendam. Itu tanda jiwa yang lemah. Jiwa yang dikuasai oleh setan bernama 'amarah'. Ini harus dilepaskan. Jiwanya harus dikuatkan. Ditenangkan.

Kuncinya?
Tazkiyatunnafs.
Bertobat.

Minta Allah ganti hati kita dg hati yang baru, yang dipenuhi dg cahaya Alquran.

Caranya?
1. Perbanyak tilawah Alquran dg tartil.
2. Rutinkan membaca terjemahnya agar lebih paham artinya.
3. Perbaiki cara shalat.
4. Perlama sujud dlm shalat.
5. Perbanyak doa ketika sujud.

Mba latih untuk mengeluarkan semua uneg2 mba hanya ke Allah. Melalui shalat.

Sering konflik dg suami adalah masalah umat πŸ˜….
Jadi beban di hati karena kita menuntut terlalu tinggi. Sedangkan kita tak bisa mendidik apalagi menguasai hati suami kita.
Ingin tenang? Serahkan semuanya ke Allah. Kan Allah yang memiliki jiwa kita semua. Minta Allah tenangkan hati mba agar mba bisa menjadi istri dan ibu yang menyejukkan hati keluarga. Minta Allah didik langsung suami agar bisa belajar jadi qowwam yang menyejukkan hati anggota keluarga.
Baca doa *cinta keluarga* di surah Al Furqon QS 25 :74. Coba resapi maknanya

Jika mba berusaha konsisten terus tilawah Alquran, insyaAllah rasa kesal sedih dll itu bisa dilantunkan dg dzikrullaah.

Allaahu a'lam bishshawab.

⏺ *Tanggapan*

❓ Termasuk kah kita mencari solusi dari orang yg shalih berarti mengupat?
✅ Mengupat itu kan maksudnya mengumpat ya? Benar ga? Ngomel2 karena sebal?
▶ Mengeluarkan uneg2 yg selama ini terpendam sendiri di dalam hati.
Krn ada tipikal ibu2 yg kalau di pendam malah makin stres
✅ Kita memang *wajib* menyalurkan energi kita mba... Ga boleh dipendam.. nanti malah jadi berbagai penyakit. Makanya, kuncinya dgn *membaca Alquran dan terjemah*, perbanyak sujud. Ketika sujud kan darah mengalir lsg ke sel2 otak tertentu. Ketika sujud, banyak2 doa.. cari doa yg sesuai dg masalah mba. Coba nikmati deh
▶ Siap bu.. Terima kasih atas jawabannya
Sdh paham bu..

❓ Jika kita sudah menyampaikan dgn *Qaulan Layyinan*, 2 hr atau katakanlah seminggu berjalan dgn baik, selanjutnya kembali kesemula.. Bagaimana bunda?
Apakah harus kembali kita ingatkan lagi?
✅ Balik lagi mba. Gapapa.. emang itu prosedurnya kan.. pengulangan. Makanya shalat diulang2 hehe..
Ingat, yang Allah nilai nanti di akhirat itu adalah *timbangan kebaikan* kita lho.
Jadi fokus ama perbanyak amal solih.. secara rutin. Dgn harapan meraih ridho Allah. Jadi insyaAllah dosa2 kita yg sadar atau tak sadar nambah terus dihapuskan. Fokus ke rahmat Allah.
▶ Baik bunda.. Saya coba dan saya nikmati..

Jazakunallah khayran bunda dan buWel

*Pertanyaan ke* 2⃣

Assalamualaikum bunda
Akhir2 ini saya merasa begitu jenuh yg akibatnya berdampak k anak2. Sering marah kesel dan cuek ke anak2. Malah susah buat ngontrol emosi apalagi klu anak2 udh berbuat salah kadangkala sampai keluar kata2 yg tidak pantas, setelah itu baru timbul penyesalan.
Gimana caranya ya bu agar ketika kita jenuh, emosi kita bs tetap terkontrol dan tetap bs membimbing anak2 sesuai sunnah.

•Nita, Kobar Aisyah,  Sukabumi•

✍ Jenuh adalah pertanda bosan. Mba harus rihlah.

Mba pilih sendiri cara *me time* yang cocok dan sesuai syariat.
Ada yg memilih olahraga, ada yang berkunjung ke teman, ada yang sedekah atau bergabung dg komunitas relawan, ada yang memilih baca buku, main ke pantai, ke gunung dll. Pilih sndiri caranya. Pilih yang *paling realistis* bisa dilakukan dg kondisi mba skrg. Ini hak jiwa mba. Minta tolong suami untuk mendukung hal ini.
Usahakan membangun *komunikasi pasangan* bersama suami. Jadi suami diajak lebih peka untuk lebih peduli dg kondisi kelelahan jiwa istri.
Jika blm bisa, jangan baper. Kita cewek cerdas. Cari cara cerdas untuk bisa meringankan kelelahan jiwa kita. Mulai dg tilawah Alquran aja.. nti Allah kasih jalan deh.

Penyesalan memang tempatnya selalu di belakang ya. Agar kita sering bertobat dan Allah pasti suka hehe...

Emosional muncul jika jiwa kita lemah. Kuatkan jiwa kita. Agar tenang. Alquran bilang, hanya dgn dzikrullaah hati akan tenang. Lagi2 kuncinya ya kembali ke Alquran.

Permasalahannya: kita yang *gamau* dan *ga percaya* kalau Alquran itu benar2 menyembuhkan berbagai penyakit jiwa.

Cobalah baca dengan santai.
Jika setelah itu ingin menangis, menangislah. Namun dlm kondisi sudah berwudhu, tenang, sudah shalat sunnah dan tilawah Alquran.
Coba minta nikmat ini ke Allah.

Nikmat mengadu dan minta pertolongan ke Allah langsung, secara personal. Real time.

Alllaahu a'lam bishshawab.

*Pertanyaan ke* 3⃣

Assalamu'alaikum bunda Bidadari, saya mau tanya tentang pernyataan bunda Bidadari, katanya rentang konsentrasi anak adalah 1 menit x usia anak..
Saya tanya sama psikolog dan dsa, mereka bilang gak pernah denger. Lalu bagaimana tanggapan bunda tentang psikolog yg dengan mudahnya menyatakan seorang anak ADD karena anak tersebut tidak bisa konsentrasi dalam waktu yg lama..
Padahal jika dilihat dari pernyataan bunda, maka seharusnya itu normal, sesuai dengan fitrahnya..
JazakiLlahu khoir sebelumnya bun πŸ™πŸ»πŸ˜Š

•Pipiet, Kelas Khadijah, Pekanbaru•

✍ Informasi itu sudah sangat lama saya terima dari para trainer dan psikolog yang konsern di bidang perkembangan anak, mba. Diantaranya adalah dari bu Erry Sukresno S.Psi. Dari psikolog Kak Wien. Dari trainer2 Glenn Doman Institute bahkan dibahas detil tentang cara2 mengoptimalkan otak anak itu untuk menanamkan kemampuan bisa baca dg metode Glenn Doman yang terkenal itu. Banyak ko. Saya sering mengikuti training dan diskusi dg para ahli perkembangan anak, juga ahli otak anak.

Lepas dari teori2 itu, coba mba amati sendiri ya anak2 di rumah... termasuk diri kita. Sampai menit keberapa kita bisa fokus/konsentrasi. Jadi kita juga berusaha mengecek kebenaran teori itu ya.
Jika bicara konsentrasi, ada banyak hal yang harus dibahas. Butuh waktu dan ilmu yang cukup.

Dalam Islam, konsentrasi ini mulai dilatih di usia 7 thn melalui aktivitas shalat.

Mengenai psikolog yg dianggap mudah menyatakan anak ADD dll, saya krg paham. Karena mereka memiliki tolok ukur keilmuan sendiri untuk bisa mengetahui hal itu. Namun saran saya coba cari second bahkan triple opinion dari psikolog yang lain. Betapa banyak saya mendengar kasus orangtua yang menolak penilaian para ahli itu dan para ortu itu konsisten mendampingi anaknya  *dengan POSITIVE THINKING* , dengan *SIKAP MENTAL YANG BENAR DAN PENUH SYUKUR* sehingga bisa membuktikan bahwa penilaian psikolog itu tak benar.

Saya pribadi lebih meyakini kalau Allah pasti membekali kita dg ilmu parenting khusus setiap kita diamanahi anak. Jadi, kita harus sering2 *tazkiyatunnafs* dg sering tilawah dan mengkaji Alquran, sehingga Allah jernihkan hati kita untuk bisa mengikuti petunjukNYA.

Orangtua yang berusaha  sering menyucikan jiwa dengah tilawah Alquran akan memiliki dorongan hati yang lbh jernih. Ikuti kata hati itu. Karena itu petunjuk dari Allah.

Coba mba baca buku *Melihat Dunia* terbitan Bentang karya ibunda Yanti Herawati. Itu kisah perjuangan seorang ibu luar biasa yang berhasil mengikuti fitrah keibuannya untuk total *percaya dgn kebaikan anak*

Saya juga memiliki pengalaman di 'Ulya. Putri kami terindikasi mengalami dyslexia minor. Saya memilih menterapinya dg Alquran sejak kecil. Alhamdulillaah, dia jadi bisa berkembang dg bahagia bersama Alquran.
Saya juga memiliki teman yang berhasil mendidik anaknya yang dianggap ADHD menjadi anak yang mandiri,  santun soleh dan penyayang. Kuncinya di kasih sayang ibu.

Coba mba baca dan ikuti banyak artikel pengasuhan dari ustadz Adriano Rusfi ya. Beliau itu psikolog dan ustadz. Ilmunya lebih disandarkan kepada Alquran, siroh nabi sahabat dan kitab para ulama. Lebih terjamin sumber dan kesahihan ilmunya.

Beliau juga menyarankan agar ortu ga kesusu maksa anak buat fokus sebelum waktunya. Biarkan anak pecicilan di usia dini. Karena dengan sering berlari melompat dll itu akan menguatkan tulang punggung dan pinggang. Sehingga pada waktunya nanti dia akan kuat duduk tenang untuk belajar. Semua ada waktunya, mba.

Coba pelajari ilmu *tahapan perkembangan anak* ya mba. Juga baca buku *Pendidikan Anak Dalam Islam* karya DR Abdullah Nashih 'Ulwan terbitan Insan Kamil.

Semoga Allah beri kita petunjuk. Aamiin.
Allaahu a'lam bishshawab.

⏺ *Tanggapan*

❓ Jazakillah bu well,,
Kedua anak2 saya tergolong aktif, semua diberantakin rumah kami tak pernah bersih tapi untuk kemandirian diusianya yg besar 5 tahun yg kecil 3 tahun bagi saya alhamdulillah bu. Bagaimana menangani anak2 saat orang disekitar mencap bandel, rese, hiperaktif dll bu?
✅ Yang mba mau tanggapi siapa? Pendapat orla atau kondisi anak? Jika mba sudah menerima semua kebaikan anak (kebiasaan2 dan perilaku anak ketika kecil bisa memgindikasikan bakat anak lho... ini bahasannya beda lagi ), abaikan pendapat orla ya mba. Don't sweat the small stuff..πŸ˜‰ Namun mba harus kuatkan kesan positif ke diri anak lsg ya... Coba cari info ttg ilmu fitrah perkembangan anak. Kulik fbnya ustadz *Harry Santosa* , atau grup FB *Millenial Learning Center* ya mba

*Pertanyaan ke* 4⃣

Assalamualaikum..
Di Usia anak 2 th 2 bln bagaimana contoh2 berucap dan tips2 dalam menerapakan 3 tipe qaulan tersebut?

•Nilam, kelas Aisyah, Banda Aceh •

✍ Usia 0-7 thn *qaulan layyinan* harus dominan. Lemah lembut. Fokuskan berkisah ttg surga. Nikmatnya beribadah. Kebaikan Allah.
Kenalkan huruf2 hijaiyah
Perdengarkan tilawah, lalu kisahkan isi surah itu.

Bacakan siroh nabi saw yang akan mempermudah anak mencintai Alquran.
Banyak cerita deh mba. Dengan bahasa Alquran dan siroh. Agar kelak ucapan anak jadi terpilih.

Ini yang termasuk *qaulan tsaqiilan* kisah ttg iman. *Qaulan sadiidan* kisah tentang kebenaran risalah Islam. Tersebar di Alquran... Diperjelas di kitab siroh.

Niatkan untuk menemani anak bisa *tilawah mandiri* dan * bisa mengkhatamkan Alquran sblm usianya 7 thn*.

Kita lebih wajib membiasakan anak tilawah Alquran di usia ini, sebagai modal anak siap berlatih shalat di usia 7 thn.

Allaahu a'lam bishshawab.

⏺ *Tanggapan*

❓ Bunda mau nanya buku siroh nabi yang recomended untuk usia 0-7 thn? Terimakasih
▶ Buku paket siroh nabi *Muhammad Teladanku* terbitan Sygma menurut saya adalah yg paling baik untuk bacaan keluarga. Saya sekeluarga menggunakannya hingga sekarang. Masih terus kami gunakan dlm tadarus keluarga kami. Karena itu yg plg runut dan bertahap. Bahasanya juga enak. Ortu dipaksa untuk bacain dan mendiskusikannya. Jadi deh dapat fase *kelekatan* dan *kedekatan* anak. Dan saya  juga menjualnya hehe..

*Pertanyaan ke* 5⃣

Assalamualaikum
Bu saya mau tanya, bagaimana menumbuhkan kesadaran ke anak sulung saya ikhwan 9 tahun terhadap jadwal murajaah nya yang telah di sepakati.. Tiap jadwal murajaah ananda, seringnya nunggu di suruh.. Jikapun sudah di suruh kadang lelet subhanallah.. Jazakillahu khayran atas jawabannya

•Ika, kelas Intensif•

✍ *Temani* dia murojaah, mba. Jangan hanya mengingatkan/menyuruh.

Murojaah adalah fase paling krusial tuh. Banyak setan yang akan menggoda agar hafalan hilang.
Kuncinya di *pendampingan*..
Apalagi usianya baru 9 thn. Usia butuh *kelekatan fisik &hati* juga *kedekatan fisik dan hati* dari ortu.

Artinya?
Ibu dekat fisiknya, bisa dilihat dan dipegang anak, mendampingi dia beraktivitas.
Ibu jadi teman, murojaah bareng.

Jadi ibu hrs luangkan waktu khusus ama dia ya. Make *we time with Alquran* ama ama anak.

Allaahu a'lam bishshawab

*Pertanyaan ke* 6⃣

Assalamualaikum
Bu pertanyaan saya, bagaimana berdialog dengan anak mengenai akibat dari perbuatan yg salah. Contoh : anak mengambil barang orang lain tanpa ijin, dia tau bahwa perbuatannya salah. Tapi waktu diingatkan dijawab "kan aku udah istigfar ma". Mohon dibantu untuk menjelaskan.

•Nunki, kelas Aisyah, Magelang•

✍ Paling bagus itu negur anak lewat kisah bu. Ibu harus cari kisah teladan yang berhubungan lsg dg kesalahan anak.

Juga kisahkan ttg tahapan tobat.
1. Sadar salah
2. Minta maaf
3. Membayar efek dari kesalahannya
4. Banyak beramal solih
5. Tidak mengulangi lagi.

Nah, arahkan anak untuk dia menentukan sendiri dia ada di level mana

Sabar ya bu. Namanya anak. Wajar banyak salah. Juga sering mengulang kesalahan. Kita jgn besar2kan.
Tugas kita malah membesarkan kebaikan2 dia..dan dorong dia agar lbh banyak berbuat baik.

Bukan malah meΓ±gingat2kan kesalahan dia terus. Ini bikin dia stres.

Jika kesalahan itu tak mengganggu keselamatan diri atau orla, juga tak melanggar syariat agama, lbh toleransi saja.

Lagipula Allah itu Maha Pengampun.

Mengarahkan anak ambil gas pol untuk beramal solih ( *amar ma'ruf* )  adlh cara paling efektif untuk *nahi munkar*.

Dan itu sesuai dg petunjuk Allah

Lihat surah Al Qariah QS 101:6-9.
Yang Allah pertimbangkan adl *timbangan amal solih* bukan amal buruk kan?

*Pertanyaan ke* 7⃣

Bismillaah..
Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh..

Bu..
Bagaimana tahapan mendidik anak untuk menerapkan 3 perkataan tersebut Bu?
Apakah perkataan tersebut berlaku untuk setiap gender (laki2 & perempuan)?

Lalu..
Untuk qaulan tsaqiilan dan sadiidan, boleh minta contoh kasusnya/role-play nya Bu?

Saya minta tipsnya Bu, bagaimana cara kita menyampaikan suatu kebenaran dengan hati jernih?
Mengingat, biasanya kalau anak salah, kita keburu emosi/marah, lalu mengatakan yg benar dengan hati bergemuruh dengan emosi.

Jazaakumullaahu khayran..

•Nurdini, kelas  Khadijah/Intensif, Sumbawa•

✍ Kajian tahapan mendidik anak ala Islam beda sesi ya. Krn ckp detil pembahasannya nanti.

Intinya ketiga ucapan itu berlaku buat smua gender.
Karena 2/3 isi Alquran itu berisi *adab* yang disampaikan dlm bentuk *kisah*

1/3 nya baru berisi *ilmu* .
Nah kesemuanya itu berlaku bagi semua manusia, lelaki dan wanita.

Fokus buat anak usia dini, kisahkan ttg kebaikan Allah, kenikmatan beribadah, penciptaan alam yang indah, ttg surga, asmaul husna ttg kasih sayang Allah Dll.  Intinya sih imaji positif deh.

Hindari ada bahasan yang nyeremin kayak neraka, perang dll.

Belum waktunya.

Fokuskan ajak anak mencintai  Allah, Alquran dan nabi Muhammad saw melalui berbagai kisah dna kegiatan yang menyenangkan.

Caranya?
1. Baca Alquran dan terjemah.
2. Baca buku siroh nabi saw dan 24 nabi buat anak, buku kisah alquran.
3. Baca buku siroh sahabat utama

Allaahu a'lam bishshawab.

*Pertanyaan ke* 8⃣

Assalamualaykum

Ibu... Jujur saya masih sangat kesulitan untuk bicara kepada anak dengan nada² rendah (Do re mi), maunya pake nada tinggi (fa so la si doooo) biar urusan cepat selesai.
✔Mohon tips nya ibu agar saya lebih bs mengendalikan diri terutama mulut, agar tujuan bs tercapai tanpa melukai perasaan anak² dengan kata².
Syukron jazakilah khoir
πŸ’–

•Ria, kelas Aisyah•

✍ Mba terapi dg
1. Sering tilawah Alquran dan baca terjemahnya
2. Sering sujud dan perlama berdoa dalam sujud
3. Sering lantunkan asmaul husna yaa Lathiif Yaa Haliim... minta dilembutkan hati dan ucapan.

*Pertanyaan ke* 9⃣

Assalamualaikum bu... Bisa bagi tips nya bu agar anak tetap d koridor sesuai dgn sunnah... dan lisannya juga bisa terjaga..

•Nita, kelas Aisyah, Sukabumi•

✍ Jawabannya sama seperti jwbn sblmnya ya mba.
Tazkiyatunnafs..
*Kembali ke Alquran dan assunnah*
Coba baca surah *Al Baqarah QS 2:151*.

Di situ dijelaskan tahapan Allah menenangkan hati kita...

*Pertanyaan ke* πŸ”Ÿ

Assalamu`alaykum
Ada anak yg ketika di suruh dgn emaknya dgn suara lembut belum jg bergerak, 2_3x msh dgn suara lembut blm jg bgerak,, dan ketika suara emaknya melejit ke nada tinggi tingkat dewa baru si anak bergerak melakukan perintah emaknya. Menyikapi anak spt itu gimana ya bu... Apakah emang anaknya sengaja nunggu emaknya menjerit dulu baru dia mau melakukan apa yg disuruh emaknya atau emang emaknya yg tingkat ksabarannya masih rendah??
Terima kasih

• Sandra, kelas Khadijah, Tanah Rencong•

✍ Hihi.. itu mba udah tahu sendiri ya, kalau tingkat kesabaran masih kurang πŸ˜€.
Coba mba *ubah cara* ya mba. Coba *mengajak* anak untuk melakukan hal yg mba perintahkan. Jadi, mba samperin anak, pake ucapan lemah lembut, "Kamu kerjain ini ya...biar begini.. Yuk kita mulai. bunda temani kamu/bunda bantu kamu buat ngerjain ini."
Menyuruh, memerintah... adalah dua jenis  penghambat komunikasi.

Ganti dg *kalimat mengajak*.

Resikonya, mba harus meluangkan waktu *mendampingi anak* melaksanakan 'perintah' mba.

Perlu pembahasan tahapan perkembamgan anak dan jenis2 penghambat komunikasi ya mba..

Hehe..

Gapapa...rajin ngilmu dan dzikrullaah ya mba😊

Allaahu a'lam

⏺ *Tanggapan*

❓ Ini pengalaman saya jg bun.. kakak ayya sama abang hasan kalo "diajak/didampingi", malah ngelunjak, jadinya malah saya yg ngerjain sendiri apa yg harusnya jd tugas mereka. Akhirnya saya melengking deh... atw cari kresek, terutama soal beres2 mainan. Gmn ya, bu?
✅ Sepertinya cara mengajak ibu yang perlu dimodifikasi. Dan kalau kita mengajak, ada dua opsi:
1. Kita bareng2 ngerjain. Berarti mba nya sabar tentukan anak ngerjain apa mba ngerjain apa. Konsisten ama pembagian tugas. Anak blm bisa fokus kerjain, mba boleh bantu tp ga smpe 50% tugas dia. Sabarkan diri mba buat menjaga agar dia nyelesein tugas. toh dia msh anak2.
2. Anak yg ngerjain, mba yang *supervisi*. Bantu anak dg mba buatkan tahapan ngerjain tugas. Mba jagain tuh tiap tahap dia kerjain. Biasanya sih masalahmya seragam: anaknya 'dianggap lelet' dan males2an, ibunya ga sabaran. Terjadilah pengambilalihan tugas. Anak terlihat hepi tp ga dpt pelajaran kemandirian, emak sebel walau kerjaan akhirnya selesai hehe...
Jadi, kuncinya di *kesabaran* mba membiarkan anak berusaha menyelesaikan tugas. Lelet? Jelas. Anak ga sesigap kita. Sabar aja..sembari nungguin. Sering2 doain kebaikan buat anak..dgn suara kencang. Jadi anak denger doa kita.

Bisa juga bikin konsekuensi. Jika saat itu ga bersiin mainan, singkirkan mainannya. Mba bisa berikan ke orla, mgkin lbh manfaat buat orla itu. Selain jadi pelajaran buat anak. Pertama tanggung jawab, kedua berbagi.
▶ Mak jleb, spt nya mmg sya yg msh kurang sabar dgn keleletan bocah🀦🏼♀ Syukron bu...
✅ Waiyyaki mba

❓ Untuk pemberian  konsekuensi ini dari usia brp?
✅ Konsekuensi dr usia 7 thn. Dg catatan jika usia 3 thn udah dibiasakan ngajarin anak step2 mengurus diri/barang milik sendiri.
▶ Apakah usia 3 thn kita belum bisa kasih konsekuensi apapun?
✅ Ga boleh. Krn itu fase penumbuhkembangkan fitrah anak. Bahkan anak ga boleh dipaksa untuk memberikan mainan ke tmnnya jika dia tak rela. Kuatkan rasa  kepemilikan dia dulu.. baru kelak akan muncul sikap empati dan suka  berbagi.

❓ Konsekuensi dari umur brp Bu??

Sy sering biarkan 2 balita sy (4,6 yo & 3 yo) berantakin mainan.

Tapi seringnya, saat diajak beresin, biasanya mereka bilang *capek* πŸ˜†

Apalagi si adik, seriiing sekali dia menolak u/ beresin mainan. Dia bilang "Kakak sj yg beresin".

Keluarlah jurus saya.

Klo gak sy lemarikan. Atau sy bilang *"yg kumpul mainan, anak pintarnya Mama"*

Yg kecil biasanya nangis, atau langsung kumpul mainan.

*Tidak untuk ditiru kayaknyaπŸ™ˆ
✅ Emang capek mbaπŸ˜‚. Buat anak mah pasti capek dan betein beresin mainan.. kecuali dia tipe servicing.. malah suka beberes.. semua tingkah anak sebenarnya menunjukkan watak dasarnya anak lho. Ga ada yg jelek. Bagus semua. Itu ada ilmunya lagi. Ttg fitrah bakat. Juga ilmu neurosains ttg watak dasar manusia. Lalu tentang pujian mba, kalimatnya kurang tepat. Memberi kesan pilih kasih. Jadi yg ga pinter beresin mainan bukan anak mama dong? Hehe..hati2 lho. Ini bisa mempengaruhi *konsep diri anak* . Anak yg sukanya bongkar mainan dan ga mau beresin itu adl satu petunjuk ttg bakat dia di masa depan. Tipe leader dia.  Begitu juga anak yg rajin beberes. Hehe.. saya sarankan mba manfaatkan kesempatan memuji dg memasukkan kisah nabi.  Misal *Wah alhamdulillah ya kamu rapiin mainan.. Allah kan Mahabersih.. suka ama yang bersih2. Rasul aja suka nyapu lantai lho kalau di rumah. Rasul suka bersih. Kalau rasul saw ngeliat kamu, dia pasti suka. Bersyukur ya nak ama Allah. Kamu dikasih nikmat bisa ngikutin sifat rapinya nabi sejak kecil.  Mama sayang kamu karena Allah sayang kamu*

Terus peluk dan cium anak deh. Pokoknya usahakan, setiap pujian disambungkan ke karunia Allah dan akhlak baik nabi saw ya

*Pertanyaan ke* 1⃣1⃣

Komunikasi adalah hal yg sangat penting dalam sebuah hubungan di sebuah keluarga, saya baru 3 bulan mengubah cara komunikasi dengan anak dan suami trus yg mau saya tanyakan kenapa ya semangat naik turun apakah ada trik khusus biar istiqamah bu?

✍ Semangat itu adalah BUAH dari ilmu yang benar, mba.

Ilmu yang benar dan kuat itu menghasilkan energi untuk menyusun VISI dan MISI pengasuhan keluarga.
Nah, jika kita memiliki visi dan misi yang kuat ini, akan muncul AZZAM... tekad untuk mencapai visi misi itu.

Di sini akan muncul GHIRAH... yang kita sebut semangat.

Ghirah ini lah yg menjadi api penyemangat agar kita ISTIQOMAH (konsisten) menjalani semua tahapan pengasuhan itu.

Karena batas waktu pengasuhan anak rata2 hanya 14 tahun pertama usia anak. Jika kita selamat melalui fase itu, insyaAllah kita akan tenang.

Mba bisa melihat alurnya ya? Kenapa semangat naik turun?
Hehe

Minta ilmunya ama Allah ya mba

Sering2 tilawah dan baca maknanya.. InsyaAllah nanti diberi petunjuk yang benar oleh Allah.

Allaahu a'lam

⏺ *Tanggapan*

❓ Masyaallah harus ada visi misi.
Si kakak yg tertua (10 tahun) meniru semua cara komunikasi yg terdahulu dari saya (nada tinggi, perintah) apa yg bisa saya lakukan dalam memperbaiki si kakak?
✅ *perbaiki cara berkomunikasi mba*. Nanti juga anak akan ikuti.

Perbanyak tilawah alquran dg tartil di sisi kakak. Minta Allah melembutkan hatinya dan lisannya.. minta Allah menyucikan jiwanya. Bacain kisah ttg akhlak nabi dan sahabat yg santun ucapannya (surah Al Baqarah 2:151)
▶ Insyaallah, selama ini saya minta maaf terus sama si kakak atas kesalahan saya semoga jiwanya masih bisa tergantikan

*Pertanyaan ke* 1⃣2⃣

Assalamu'alaikum...
Bu, saya ingin bertanya...
Bagaimana caranya menyampaikan kepada anak saya yg sekarang berusia 9 thn untuk tetap menjalankan apa yang sudah di ajarkan dalam keluarga kecil kami tentang apa yang harus di lakukan dalam keseharian baik itu ibadah atau bagaimana bersikap tanpa melihat ada atau tidak ada tamu di rumah ( dalam artian berpendirian ), karena saya perhatikan jika datang tamu ke rumah suka meninggalkan kebiasaan baik yang sudah di ajarkan /sedikit menkek...( maaf bu, di rumah sering ada tamu yg menginap, jika ada sanak famili dari kampung yg mau berobat/ oprasi, Keluarganya menginap dirumah.)
Saya kepingin bu..., agar tidak menyinggung tamu saya tidak usah tegur anak saya di depan mereka...
Kadang saya kurang sabar bu...😯 Terimakasih atas jawabannya bu...

•Yanti, kelas Khadijah, Aceh•

✍ Hihi.... sabar ya mba. Kita ga bisa mengendalikan orla. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri sendiri. Dan juga anak. Itu batas kekuasaan kita.
Jadi, kuncinya cuma sabar aja mba. Agar ga negur anak di depan orang banyak.  Coba baca doa nabi Ibrahim as di surah Asy Syuara 26:83-84.

Minta Allah beri hikmah ke mba agar bisa menyampaikan pesan imani dg cara yang lemah lembut dan menghujam ke jiwa anak.

Allaahu a'alam.

⏺ *Tanggapan*

❓ Barusan lihat arti ayat yg di anjurkan bu Savitry... trmksh bu...
Terkadang sebelum tamu nyampe saya sudah wanti2 ke anak salah kah bu? Krn kita kan punya aturan di rumah, kepinginnya ttp terjaga walau dirumah ramai...
✅ Betul mba. Prosedurnya begitu. Tugas kita memang *membiasakan adab mulia* ke anak. Termasuk adab thdp tamu. Mba harus lemah  lembut melatihnya. Mulai usia7 thn mulai *tega dan tegas* walau masih dominan lembutnya. Di atas 10 thn beri konsekuensi.
▶ Terimaksih bahasannya bu...semoga saya khususnya & para ibu juga bisa lebih SABAR dalam mendidik amanah Allah SWT...

*Pertanyaan ke* 1⃣3⃣

Assalammualaikum..
Lansung aja ke pertanyaan ya bu..
1. Apakah bagus solusi atau ghibah bila wanita yang curhat untuk solusi dari suatu masalah?
2. Apakah ruginya bila wanita curhat dengan orang lain? WassalamπŸ™ terimakasih ^_^

• Eliza, kelas Khadijah, Aceh•

✍ 1. Kita butuh curhat lho mba. Curhat plg baik ya ama pasangan sendiri hehe. Seperti Bunda Aisyah RA  suka curhat bahkan marahan ama Rasul saw.  Romantis banget deh. Tapi jika ternyata suami blm bisa seperti itu pun, kita tetap butuh teman untuk menenangkan hati.

Asal kita luruskan niatnya untuk mendapatkan tausiyah dan solusi, juga berhati2 memilih teman curhat (harus yang solihat dan  amanah - mereka biasanya dekat dg Allah, jadi setiap ucapannya akan menyejukkan jiwa- lebih baik lagi paham agama dan fiqih.. Jadi bisa memberi solusi sederhana berdasarkan Alquran dan assunnah) .

Alquran juga menyarankan kita untuk mendatangi orang yang berilmu agama baik untuk membantu menyelesaikan masalah kita.

2. Ruginya jika kita salah niat dan salah pilih orang. Kita butuh komunitas yang bisa saling mengingatkan dalam keberan dan kesabaran ( QS Al 'Ashr :3) dalam suasana kasih sayang ( QS Al Balad 90:17-18).  Forum halaqoh ilmu itu menjadi forum curhat islami lho. Dengan bimbingan seorang murobbi yang insyaAllah terjaga ibadahnya.

Di surga pun kira akan berkumpul bersama sahabat2 halaqoh ilmu lagi lho πŸ˜‰.
Jadi perbanyak ya bergabung dlm komunitas kebaikan..insyaAllah bertahan hingga ke akhirat kelak..

Allahu a'lam.

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž

*Moderator*

Jazaakillah khairan kepada Bunda bidadadi yang telah berkenan meluangkan waktu nya hampir setengah hari di grup kulwap ini. Semoga Allah membalas kebaikan bunda dan menjadikan ilmu nya ilmu yang bermamfaat dan menjadi pemberat amal kebajikan di akhirat kelak.

Terimakasih buat semua member kobar yang selalu bersemangaat belajar.

Bunda, adakah pesan di akhir kulwap utk kami ibu ibu pembelajar ini?

*Bunda Bidadari*

Buibu, utamakan rasa *Syukur* atas karunia anak yang Allah titipkan kepada kita. Insya Allah jika rasa syukur kita terus membesar, maka nikmat *sabar* mendampingi mereka menjadi begitu ringan dan indah.

Sungguh, waktu kita bersama anak sangat singkat. Manfaatkan sebaik2nya dalam naungan cahaya Alquran ya..

Saya undur diri.. Mohon maaf lahir batin.

*Moderator*

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

In syaa Allah sampai bertemu di kulwap berikutnya πŸ’πŸ’πŸ’πŸŒŸπŸŒŸ

*Wasalam*

πŸ’– *Komunitas Ibu Belajar* πŸ’–
*_Bersama Berilmu Meraih Jannah_*

0 comments:

Posting Komentar