30/12/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 20

Bismillahirrahmanirrahim

🎀 *Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 20* 🎀
{ _Komunitas Ibu Belajar_ }

📅 Kamis, 26 Oktober 2017
⏰ 21.00 WIB - Selesai

Tema: *Saat Bahtera Mulai Terguncang _"Riak-riak Pernikahan"_*

Nara Sumber: *Ustadz Bendri Jaisyurrahman*

Profil Nara Sumber:

Nama : Bendri Jaisyurrahman
twitter : @ajobendri
Status : Menikah (1 istri 4 anak)
Motto : Senyum, Semangat dan Tulus serta Yakinlah ALLAH mencintaimu meski kamu tak harapkan cintaNYA

Pendidikan :
1. Mahad Al Hikmah Jakarta
2. FISIP UI
3. Mahad Utsman bin Affan

Moderator: *Cut Rafiqa Majid*
Co-Moderator: *Balqis Bararah*
Notulen: *Hasfiani*

🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊

🎙 *Moderator*

Assalamu'alaikum ustad Bendri..
Ahlan wa sahlan di grup Kulwap Kobar (Komunitas Ibu Belajar)

*Sedikit pengenalan tentang Grup KOBAR.*

*KOBAR adalah wadah untuk para Ibu belajar tentang _Wawasan Islam, Pengetahuan Orangtua, Pengasuhan Anak, Kesehatan, Tips-tips Rumahtangga, dan Ilmu lainnya yang berkaitan dengan keluarga_ , yang berbasis Alquran dan Sunnah, serta Ilmu-ilmu Ilmiah sejalan.*

🎤 *Ustad Bendri*

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..
Ahlan wa marhaban bikum..

🎙 *Moderator*

Bismillahirrahmanirrahim

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Selawat dan salam kepada Nabiyullah kita Muhammad صلى الله عليه وسلم , kepada keluarga nya, para sahabat san orang orang yang istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah hingga Akhir zaman..

Sebelumnya, Izinkan kami memperkenalkan diri:
Saya Cut Rafiqa Majid selaku pengelola Group KOBAR.
Berikut perkenalkan Para Admint KOBAR yang Capable di Bidangnya :

1. Welly Suardi
2. Hasfiani
3. Balqis Bararah
4. Ruvina Hakim
5. Cut Syarifah Aini
6. Yulia Andrea Nasution
7. Dilla Novianda

Dan Moderator yang bertugas pada malam ini adalah saya sendiri Cut Rafiqa Majid. Sebelumnya Co.Mod telah menerima pertanyaan dari member yang nantinya setelah Kulwap selesai semua peetanyaan dan Jawaban akan di Resume oleh Notulen kobar yaitu Bu Hasfiani.

Terimakasih kepada narasumber dan ibu ibu yang sudah berkenan hadir disini untuk mengikuti Kuliah Whatsaap Parenting KoBar.

Sebelum saya share pertanyaan pertama, adakah yang ingin ustad sampaikan?

🎤 *Ustad Bendri*

Izin sama suami dulu ya bu ibu. Sebab hak suami di malam hari ini lebih utama. Semoga suami ridho 😊

📖📖 *Materi* 📖📖

*Saat Bahtera Mulai Berguncang; Mengatasi riak-riak pernikahan*

by : Bendri Jaisyurrahman
(IG/Twitter: @ajobendri)

Masalah dalam rumah tangga adalah keniscayaan yang tak bisa kita tolak, sebab selama kita masih diberi hidup oleh Allah, pasti identik dengan masalah.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS: al-'Ankabuut Ayat: 2)

Allah mengingatkan bahwa sejatinya tiap masalah memiliki poin nilai dari setiap masalah adalah ‘Naik Kelas’, maka ketika masalah datang baik secara personal maupun masalah rumah tangga intinya adalah ‘Saya Harus Naik Kelas’ cirinya; secara personal ia makin menjadi baik. Sebab untuk naik kelas butuh pengorbanan, bahkan perasaan pun harus dikorbankan.

Oleh karena itu dalam konteks permasalahan rumah tangga, kita harus meyakini bahwa, rumah tangga nabi pun ada masalah. Misal, Allah uji dengan konflik kecemburuan antar istrinya, bahkan tuntutan nafkah yang melebihi kesanggupan Rosulullah, fitnah tentang perselingkuhan yang berkaitan dengan Shafwan bin Almuaththol dan Aisyah R.A itu juga salah satu masalah yang dihadapi Rosulullah. Namun Allah jadikan rumah tangganya menjadi contoh bagaimana menyelesaikan masalah. Maka saya ingatkan, siapa yang sudah memiliki rencana untuk menikah, harus menyiapkan diri untuk bertemu dengan masalah-masalah tersebut.

Ketika kita memiliki masalah dalam rumah tangga, jangan bermudah-mudah mengeluarkan kalimat “saya ceraikan kamu”. Ibnu Taimiyah mengingatkan “kalimat yang sangat disukai oleh setan bahkan menjadi prestasi terbesar iblis dalam segala tindakannya yaitu ketika seseorang mudah mengucapkan “saya ceraikan kamu” atau seorang istri yang mengatakan “aku akan gugat cerai”.

Sebab menurut Ibnu Taimiyah “sesungguhnya hukum dasar talak itu terlarang, hanya diperbolehkan sesuai hajat.” Imam Almunawwi menafsirkan bahwa ‘hajat’ di sini yaitu yang terkait dengan kebutuhan akhirat. Maka adanya solusi untuk bercerai ketika tahu bahwa “saya harus menyelamatkan diri saya agar tidak ikut keburukan yang ia lakukan”. Dari mana dalilnya bahwa bercerai itu haram? Ibnu Taimiyah mengutip dari hadist
“Sesungguhnya singgasana Iblis berada di atas laut, dia mengirim bala tentaranya kemudian mereka menggoda manusia. Maka tentaranya yang paling hebat di sisinya adalah (setan) yang paling besar fitnahnya (godaannya).”
“aku telah membuat seorang suami menceraikan istrinya” maka iblis mendudukkan pasukan iblis yang telah menggoda manusia dengan perceraian itu duduk di sampingnya seraya berujar “inilah yang terhebat dari semua pasukannya.” (HR. Muslim)

Ketahuilah, setiap ada rumah tangga yang konflik selalu ada kepentingan iblis atau setan di dalamnya. Maka dimulailah dari konflik-konflik kecil. Ada setan yang ditugaskan untuk menanamkan mimpi buruk, itulah mengapa membaca doa dan 3 surat terakhir dalam alqur-an  dan juga berwudhu sebelum tidur itu penting. Sebab dengan hal itulah yang bisa memperkecil ruang gerak setan dalam mimpi kita. Benih-benih kecemburuan ditanamkan setan pada manusia saat kita tidak sadar, yaitu pada saat seseorang sedang tidur.

Ada masalah yang datang tapi mampu diselesaikan karena Allah menjaganya dengan konsep yang disebut albarokah. Ada masalah yang datang namun Allah membiarkan masalah tersebut sehingga menjadi perusak dalam rumah tangga. Permulaan terjadinya badai dalam rumah tangga adalah tercabutnya berkah dari rumah kita. Maka doa yang diucapkan kepada para pengantin yaitu “baarokallahulaka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin” bermakna bahwa inti dari rumah tangga adalah keberkahan.
Keberkahan itu menjadi salah satu benteng dalam rumah tangga yang akan mencegah masuknya makhluk menjijikkan yang akan merusak rumah tangga.

Perjuangan pertama saat seseorang menikah adalah menjaga keberkahan. Sebab ketika keberkahan dicabut, maka masalah akan muncul. Makna barokah adalah jika ‘bertambahnya kebaikan’, kalau kebaikan bertambah, terusirlah keburukan. Allah katakan dalam surat Hud:114  “sesungguhnya  kebaikan yang banyak akan mengusir keburukan yang  banyak.” Kebaikan yang banyak dasarnya dari albarokah, maka rumah tangga tanpa barokah, yang fokus perbaikannya hanya romantisme dunia dengan segudang puisi tapi tidak barokah, adalah awal mula musibah.
Rumah tangga tanpa berkah ibarat tanah lapang yang jika tidak ditumbuhi dengan tanaman-tanaman kebaikan maka yang akan tumbuh adalah rumput liar. Saat rumput liar muncul, hadirlah tikus, kalajengking dan keburukan lainnya.

Basis 1; siapapun yang mengalami hal ini dalam pernikahannya, maka ingatkan pasangan untuk menjaga keberkahan. Jika masalah datang namun kondisi rumah tangga sedang tidak berkah maka masalah akan menjadi racun dalam rumah tangga. Sebaliknya, jika masalah hadir dengan kondisi rumah tangga dalam keberkahan, masalah  itu iabarat jamu yang pahit namun menguatkan.

Mengantisipasi masalah dalam rumah tangga (ketika konflik belum terjadi);

1. Jaga keberkahan  dengan masuk pada pintu-pintu keberkahan, yaitu:

- Membiasakan shalat sunnah. Sebab saat shalat mulai berantakan, itulah pertanda awal mula dicabutnya keberkahan.

- Biasakan bangun pagi (tidak tidur bakda shalat subuh). Bangun kesiangan adalah petaka dalam rumah tangga. Allah mencabut keberkahan ketika seseorang mengabaikan bangun dipagi hari. Sebab Rosul hanya mendoakan umatnya yang bangun pagi. Waktu subuh menurut Ibnul Qayyim adalah ghonimah. Maka jangan biasakan bangun kesiangan apalagi tidur bakda subuh.

- Lokasi rumah yang dekat dengan masjid bukan dekat dengan pusat perbelanjaan. Sebab Rosul pernah berkata bahwa “sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.” Memilih lokasi rumah berpengaruh terhadap keberkahan. Lihat Ibrohim dalam Q.s Ibrahim:37 “ya Allah ku tempatkan anak dan  istriku di negeri yang tandus yang tidak memiliki tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati.”

- Makan bersama. Keberkahan juga hadir dari makan bareng antara suami istri. Rasulullah mengabarkan dalam HR Ibnu Majah “makan bersama lah kalian, dan sebutlah nama Allah, niscaya kalian mendapat berkah.” Bagaimana makan bersama itu? Ada 2 Cirinya berdasarkan Imam Nawawi; membagi lauk dari satu piring ke piring lainnya dan  lauk boleh berbeda tapi sunnahnya saling mencicipi.

2. Kenali karakter, mengenal karakter lewat 3 hal; mabit/tidur bersama, safar bersama, urusan muamalah.

3. Kenali pola asuh, kenali bagaimana orang tuanya mengasuh dia selama ini. Karena berpengaruh terhadap karakter dirinya.

4. Kenali hal-hal yang menjadi pemicu konflik

5. Resolusi konflik. Contoh:
- tidak membahas di depan anak
- tidak mendiamkan lebih dari 3 hari
- tidak texting (mengungkapkan kemarahan via whatsapp, dll) sebab marah dengan texting adalah sumber masalah, dengan texting manusia terbiasa memuaskan emosi kemarahan.

6. Jalin kemesraan

Bagaimana jika konflik telah terjadi?

Contohlah dari salah satu sahabat Nabi yaitu Ali Bin Abi Thalib yang ketika konflik dengan Fatimah (putri baginda Nabi)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Hazim dari Abu Hazim dariSahl bin Sa’d, dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumah Fatimah namun ‘Ali tidak ada di rumah. Beliau lalu bertanya: “Kemana putera pamanmu?”
Fatimah menjawab: “Antara aku dan dia terjadi sesuatu hingga dia marah kepadaku, lalu dia pergi dan tidak berkata satu katapun kepadaku.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada seseorang: “Carilah, dimana dia!”

Kemudian orang itu kembali dan berkata: “Wahai Rasulullah, dia ada di masjid sedang tidur.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya, ketika itu Ali sedang berbaring sementara kain selendangnya jatuh di sisinya hingga ia tertutupi debu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membersihkannya seraya berkata: “Wahai Abu Thurab [=bapak debu], bangunlah. Wahai Abu Thurab, bangunlah.”

Pelajaran dari kisah ini adalah:

1. Saat terjadi konflik yang harus keluar rumah adalah suami bukan istri. Jika istri keluar rumah akan beresiko ia menceritakan permasalahan dengan orang lain.
2. Untuk suami, jika ada masalah maka lari ke masjid, bukan ke tempat-tempat hiburan.
3. Sosok mertua(Rosulullah)  yang memuliakan menantunya

Saat konflik terjadi status tetap sebagai suami dan istri, maka masing-masing pasangan tetap berkewajiban menunaikan hak dan kewajiban pasangannya.

Hak suami, dijelaskan oleh Imam Thabrani:

1. Hak suami terhadap istrinya yaitu tidak meninggalkan tempat tidur suami, artinya istri tetap tidak boleh pergi jika tanpa ridho suami
2. Berbuat baik melayani suaminya
3. Taat kepada perintahnya
4. Tidak keluar rumah kecuali dengan izin suami
5. Tidak membawa masuk orang yang dibenci suami

Kesimpulan dari hak suami adalah, walaupun sedang terjadi konflik tetap harus dijaga kewibawaannya.

Hak istri, berdasarkan sabda Rosulullah:
“Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, janganlah memukul wajah dan janganlah menjelek-jelekkannya serta janganlah meninggalkannya kecuali tetap dalam rumah.” (H.R Abu Dawud)

Kesimpulan dari hak istri atas suami adalah, saat dalam konflikpun istri butuh zona nyaman.

SAAT BADAI TERJADI

1. Segera evaluasi diri, tidaklah masalah itu muncul kecuali karena spiritualitas yang turun. Rosulullah bersabda “Tidaklah dua insan yang saling mencintai kemudian berpisah, kecuali karena dosa salah satu diantara mereka.” (H.R. Ahmad)

Dosa yang paling fatal yang membuat kita terpisah adalah masuknya makanan yang haram. Allah memberi pelajaran lewat kisah nabi Adam yang memakan buah yang telah Allah larang, kemudian Allah turunkan nabi Adam dan Hawa namun secara terpisah selama 40 tahun. Mereka terpisah karena nabi Adam salah makan. Maka segeralah evaluasi, adakah selama ini dosa diantara kita? Allah pengikat hati, dan Allah juga yang bisa merusak ikatan itu jika kita tidak mendekati Allah.

Bagaimana jika sudah tahu jika berdosa?

Bacalah selalu doa yang dibaca oleh nabi Adam saat mengalami perpisahan dengan istrinya "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”(Q.S Al A’raf:23) Doa inilah yang mengantarkan Adam bertemu kembali dengan Hawa.

2. Pentingnya untuk berdiam diri dan merenung sejenak serta membuka catatan kebaikan pasangan. Salah satu adab dalam Islam dengan pasangan ada dalam Q.S Albaqoroh:237 “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.“ Ayat ini mengajarkan bahwa setelah cerai saja tak boleh mengungkap aib mantan. Jadi jika ada yang bercerai kemudian mengungkap aib mantan artinya ia telah melakukan hal yang haram karena Allah mengingatkan setelah bercerai pun jangan lupakan kebaikan mantan, apalagi ketika masih menikah. Salah satu tugasnya setan, ketika seseorang sedang ribut dengan pasangannya diputusnya memori akan kebaikan  pasangan, dan ini sering terjadi kepada para WANITA.

Oleh sebab itu Rosulullah mengingatkan dalam sebuah hadits “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Maka ketika pasangan kita melakukan kebaikan yang membuat kita terkesima, CATAT kebaikan tersebut sebagai pengingat untuk kita. Apa pentingnya? Agar saat marah catatan itu mampu menghapus perasaan negatif yang setan sedang hembuskan ke dalam diri kita.

3. Resolusi koflik, agar tidak menyebar. Jika sudah terjadi cukup ‘aku dan kamu saja yang tahu’, jangan diungkap di sosial media, dan lain-lain.

4. Jika sudah tenang wajib dibicarakan, tidak ditunda

5. Masing-masing harus banyak bertaubat, dibuktikan dengan memiliki guru ngaji sebagai pembimbing dalam bertaubat. Sebab taubat tanpa bimbingan akan mengulangi kesalahan.

6. Libatkan pihak ketiga

🍃 *Sesi Tanya Jawab* 🍃

*Pertanyaan ke* 1⃣

Assalamulaikum ustad..
Saya sudah berumah tangga 14 tahun, bagaimana menghadapi secara ikhlas apabila suami pernah 2x selingkuh, apakah ada doa atau dzikir sehingga bisa melupakan tindakaan suami. Karena terkadang masih sering inget, kalau inget rasanya saya ingin pergi aja, mohon pencerahannya.

•NN•

✍🏻 Waalaikumussalam wr wb...

Cara mengusir trauma ada di surat huud : 114 (innal hasanat yudzhibnas sayyiat = sesungguhnya kebaikan yg banyak akan mengusir keburukan). Keburukan disini salah satunya trauma. Karena itu tugas istri adalah mencatat setiap kebaikan suami (benar2 dicatat baik di HP maupun tulisan) sesuai dgn petunjuk Allah dalam surat al baqoroh ayat 237, "dan jangan lupakan kebaikan di antara kalian".

Seiring dengan waktu, dengan banyaknya kebaikan suami yg tercatat maka perlahan trauma akan hilang. Nasehat ini juga buat suami agar berupaya mengusir traumanya istri dgn banyak berbuat baik dan bersabar atas sikap istri.

Untuk doa boleh baca doa nabi yunus dalam surat yunus ayat 87.
Saat yunus dalam kegelapan perut ikan paus ia lafalkan ini.
Kegelapan jiwa akibat dikhianati salah satunya terhapus dgn doa ini.
Wallahu a'lam

⏺ *Tanggapan*

❓ Bagaimana ust kalau suami bermain hati lewat hp dg wanita lain? Sedang istrinya tak pernah di beri perhatian lebih, di tanya kabar pun tdk.
Kalau sdh ribut selalu berdalih, asal tdk pernah bobok bareng dg wanita lain itu bukan selingkuh.
Skrg saya kalau liat hp suami dan dengar hp suami berdering suka trauma sendri. Apalagi suami keras dan egois, mengunci hp sambil bilang, hp hak saya. Gak ada hak kamu sedkitpun, beri sy kepercayaan.
✅ Sebagai suami ini kezholiman. Nikah itu disebut mitsaqon gholiza (an nisa : 21) dimana ikatan ini disamakan antara perjanjian nabi dgn Allah (al ahzab : 7) dan perjanjian antara bani israel dgn Allah (an nisa : 154).

Disejajarkannya nikah dgn dua perjanjian ini punya pesan tersendiri, yaitu :

Jika suami menepati janji suci nikahnya dgn menjaga perasaan istrinya maka ia mendapatkan kemuliaan layaknya nabi. Karena nabi selalu menepati janjinya dgn Allah. Dan jika ia mengkhianati janjinya dgn bermain hati maka ia laksana yahudi yg terlaknat karena surat annisa 154 adalah contoh perjanjian yg dikhianati. Karena itu bertobatlah..
Khusus buat istri ini jadi bahan evaluasi, mengapa suami berpaling? Sebab ketika suami berpaling itu tanda dua kebutuhan dasarnya yg tak terpenuhi : kebutuhan seksual dan kebutuhan ego (pengakuan akan kelaki2annya). Tugas istri untuk menaklukkan hati suami perlahan lahan.
Wallahu a'lam

❓ Ustad setelah baca apakah trouma tsb bisa hilang? Dan surat ini bisa dibaca disaat kita dalam kesulitan jg kah?
✅ InsyaaAllah bu. Rutinkan saja... diselingi ibadah2 sunnah

*Pertanyaan ke* 2⃣

Assalamu'alaykum

- Istri akan dimintai pertanggung jawaban terhadap rumah tangga suaminya. Bagaimana suami dan istri bs bekerja sama meminimalisir konflik yg terjadi bila ibu mertua suami ingin tinggal bersama anak laki2nya? Meskipun bpk mertua msh hidup dan memiliki rmh sendiri. Ibu mertua ada kecenderungan ingin ikut mengatur bgmn rumah tangga anak lelakinya.

•Mela, Aisyah, Jakarta•

✍🏻 Waalaikumussalam wr wb.

Pertama kali yg harus diluruskan adalah prasangka kepada ibu mertua. Mental block yg sejak awal menganggap mertua sebagai saingan adalah awal dari tak nyamannya hubungan dgn mertua sehingga muncullah kalimat "ibu mertua ingin mengatur" dll.

Paradigma ini harus segera diluruskan. Mulai bangun kesadaran bahwa ibu mertua bukan pesaing. Tapi adalah pintu surga yg diberikan kepada keluarga ibu melalui amal baktinya suami kepadanya. Tak senangkah ibu jika suami masuk surga tersebab amalan ini?

Daripada terus mencurigai dan prasangka maka lebih baik berdamai. Jadikan berbuat baik kepada ibu mertua seperti kepada ibu kandung. Lagipula ia memang punya hak atas suami kita. Gak usah diprotes. Ibu akan pahami ini jika ibu punya anak lelaki dan ia menikah. Dan ternyata istri anak ibu menganggap ibu saingannya. Hari2 dipenuhi intrik untuk menjauhkannya dari anak. Alhasil malah makin tak tenang sepanjang pernikahan. Padahal memuliakan mertua ini amal sholeh yg luar biasa besarnya.

Dan terakhir nasehat dari rasul kepada kita : al jaza' min jinsil amal (balasan itu tergantung amalan kita). Hal ini menurut ibnul qoyyim adalah hukum kauniyah. Dimana kalau kita berbuat baik kepada orang lain maka Allah akan kirimkan makhlukNya yg lain untuk berbuat baik kepada kita.

Sebaliknya jika kita memusuhi orang lain, akan dapat yg setimpal itu juga. Karena itu jangan sampai sifat kita yg memusuhi mertua dibalas Allah dgn hadirnya menantu di masa depan yg memusuhi kita. Ini peringatan dari Rasulullah.

Semoga bisa dipahami. Maafkan kalau agak keras ngomongnya... soalnya ini malam jumat (gak nyambung) hehe..
Wallahu a'lam

⏺ *Tanggapan*

❓ Paham ustadz.
Bila gaya pengasuhan berbeda, apakah tetap menerapkan Al jaza' min jinsil amal?
✅ Gaya pengasuhan beda masih bisa disiasati.

Bahkan lebih utama ini dibandingkan teori pengasuhan manapun. Kenapa? Misal ibu mengajarkan anak alquran dan mertua mengajarkan musik. Ibu marah2 sama mertua. Ibu tanpa sadar mengajarkan anak menjadi penghafal alquran tapi akhlaknya buruk kepada orang tua. Alhasil malah quran gak nampak dalam jiwa anak,

Karena itu, memuliakan mertua itu justru bagian dari program parenting dimana anak belajar mengenai akhlak secara riil di depan matanya. Bukan teori semata.

Mengenai triknya ada beberapa :
1. Diskusi dan sepakati dgn suami point2 pengasuhan yg utama di dalam keluarga
2. Suami membuat panduan tertulis yg ditempel di dinding rumah (alhasil ibunya baca ini aturan anaknya)
3. Kuatkan ikatan batin dgn anak (cirinya anak nyaman bercerita apa saja)
4. Lakukan jurnal malam. Yaitu berbagi cerita harian. Jika ada hal yg tak sesuai ditanamkan mertua maka luruskan di malam hari sebelum tidur, tanpa harus jelekkan mertua. Jika baik, kuatkan
5. Sering2 bicara lembut dan beradu muka dengan muka agar sering dilihat anak sesuai dgn tahapan pertama bayi baru lahir (an nahl : 78 atau as sajadah ayat 9) dimana pesan Allah dalam ayat ini : siapa yg sering didengar suaranya dan dilihat wajahnya saat anak masih kecil, maka dialah yg akan menguasai hati anak. Hasilnya anak tetap lebih percaya ibunya dibandingkan neneknya.

❓ Assalamu'alaikum Ustadz izin menanggapi ya, ada kalanya di awal hubungan dengan keluarga suami manis, namun seiring perjalanan waktu ada duri duri kecil yg melukai karena kata kata yg tak terjaga mungkin karena merasa saya sudah jadi bagian dari keluarga..
Harus kah saya menjaga jarak sehingga hubungan jadi lebih saling menghormati?
Kebetulan saya yg paling kecil di keluarga suami, yg biasanya disuruh suruh.. Jazakallah khoir..
✅ Hubungan yg akrab itu seperti makanan nikmat, dimana perpaduan rasa manis dan asin menjadi satu dgn kadar tertentu. Makanya puncak dari kuatnya hubungan adalah orang keceplosan ngomong sama kita. Sakit memang. Tapi di sisi lain ini tanda ia sudah nyaman dan natural sama kita. Sebagaimana aisyah yg saking nyamannya dgn rasul sampai melempar piring di depan rasul saat cemburu. Atau umar yg dimarahi istrinya saat lelah. Kejujuran sikap atau dengan kata lain apa adanya kadang menyebalkan namun itu sejatinya adalah sebuah apresiasi kepada kita dimana ia seolah2 ingin sampaikan : aku tuh nyaman banget sama kamu sehingga tak bisa sembunyikan perasaanku baik yg positif maupun negatif ke kamu.

Pikirkan itu, dan niatkan sebagai amal sholeh karena sudah membuat orang lain nyaman sama kita.
Wallahu a'lam

*Pertanyaan ke* 3⃣

Asslaamu'alaikum
Soal komunikasi...
Kan katanya menjadi salah satu yang menjadi penyebab masalah dalam hubungan berumah tangga.

Suami kita kadang kaku dalam berkomunikasi. Sementara saya ingin suami tidak salah faham dengan apa maksud kita (istri).

Cara komunikasi yang paling mudah dan dapat diterima tanpa menjatuhkan ego suami, gimana ya caranya?

Kan ustad juga laki laki. Mungkin ada tips yang bisa kami atau saya terapkan kepada suami saya sendiri...

Syukron kastiron ustad...

•Tyas Ari, Aisyah, Cibubur•

✍🏻 Materi komunikasi suami ini modulnya aja bisa tebal 256 halaman. Kalau kajiannya butuh 8 kali pertemuan. Jadi gak bisa diurai singkat. Tapi karena butuh tips maka ada beberapa :


1. Bicara sama suami ketika yakin kebutuhan perut dan di bawah perutnya terpenuhi. Inilah teknik ummu sulaim ketika ingin sampaikan kabar meninggalnya anaknya kepada suami

2. Saat suami sudah terpenuhi dua kebutuhan dasarnya silahkan bicara. Dimana pembukaan kalimat harus maksimal 10 kata. Dan kata2 yg membuat suami tertarik mendengarnya. Contoh (aku takut anak kita masuk neraka) gak sampai 10 kan? Trus suami nanya balik (maksudnya). Maka jawab lagi dgn rumus 10 kata maksimal (iya. Soalnya aku doang yg didoain kamu nggak). Ini untuk menyadarkan suami agar mau terlibat mengasuh anak

3. Pakai pesan saya bukan pesan kamu. Pesan saya : aku sedih mas kamu ngomong kasar sehingga aku merasa tak berharga. Pesan kamu : kamu tuh kasar, egois, gak ngerti perasaan aku (kemudian muter2 di pohon sambil nangis). Pesan kamu akan cenderung membuat suami menolaknya

4. Pahami perbedaan laki dan perempuan secara fisiologis (ali imran : 36 --> laki2 tidak sama dgn perempuan)

5. Fokus kepada penaklukkan hati dibandingkan akalnya sesuai dgn kaidah : at ta'lif qobla ta'rif. At ta'rif qobla taklif (mengikat hati lebih dulu dibandingkan mengenalkan. Kenalkan dulu sebelum membebankan)

Wallahu a'lam

🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊

🎙 *Moderator*

Maa syaa Allah ustad, Maa syaa Allah. Barakallahufiik ustad.. jawaban jawaban nya sangat tepat dan bikin tersadarkan. Maa syaa Allah..

Semoga Allah memberkahi ilmu yang sudah ustad sampaikan.. Allah sebaik baik pembalas kebaikan ustad.. In syaa Allah menjadi pemberat amal jariyah di akhirat kelak.

🎤  *Ustad Bendri*

*jari2 saya ukurannya udah mulai sama nih.. Pegel hehehe

Lain waktu ya dilanjut

Mudah2an jari ini dihisab sebagai penyampai ilmu bukan buat yg lain..

Waiyyakunna... subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika

Wassalaamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

💖 *Komunitas Ibu Belajar* 💖
_Bersama Berilmu Meraih Jannah_

0 comments:

Posting Komentar