31/08/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 16

Bismillahirrahmanirrahim

🎀 Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 16 🎀
{ Komunitas Ibu Belajar }

📅


Tema: - Mengasuh Anak dengan Single Parents
            - Sharing Perjalanan Hijrah

Nara Sumber: Soraya Abdullah Balvas (Ummu Shaheed Jannah)

Profil Lengkap Soraya Abdullah Abdullah

Soraya Abdullah adalah seorang akrtis yang saat ini sudah tidak aktif lagi mengisi dunia hiburan tanah air, ia lahir di Jakarta, 3 Agustus 1978.
Nama lengkapnya adalah Soraya Abdullah Balvas, ia sudah banyak membintangi sejumlah iklan diantaranya Daihatsu Taruna, Bayfresh, Nescafe, Vaseline, Softener So Klin, Cussons Imperial Leather.

Soraya Abdullah mulai dikenal publik sejak membintangi sinetron yang berjudul Gerhana II, Ia pun pernah menikah dengan seorang Pria asal pulau Bali, dari pernikahannya yang hanya berumur 2,5 tahun Soraya Abdullah di karuniai 2 orang anak bernama Muhammad Senarai Ikhtiar dan Siti Aisyiah Az-Zahra.

Pasca dicerai suaminya Soraya Abdullah kemudian masuk sebuah Pesantren untuk menimba ilmu agama dan menenangkan diri, selama 40 hari di Pesantren Al-Ihya, di Ciomas, Bogor. Sepulang dari Pesantren, ia memutuskan untuk berhijab, bahkan menggunakan Cadar (penutup wajah bagi wanita arab).

* Nama : Soraya Abdullah Balvas
* Nama kun-yah : Ummi Shaheed
* Tempat Lahir : Jakarta, Indonesia
* Tanggal Lahir : 3 Agustus 1978
* Pekerjaan : Owner Saba Tour&Travel
* Agama : Islam
* Anak : Muhammad Senarai Ikhtiar dan Siti Aisyiah Az-Zahra
* Orang tua : Abdullah Saleh Balvas (ayah), Sallymah (ibu)
* Akun Instagram : @umm_shaheed_jannah
Berikut adalah iklan yang pernah dibintangi oleh Soraya Abdullah :
* Daihatsu Taruna
* Vaseline
* Softener So Klin
* Cussons Imperial Leather
* Bayfresh
* Nescafe
Berikut adalah sinetron yang pernah dibintangi oleh Soraya Abdullah :
* Gerhana II
* Kerinduan
* Air Mata Terakhir
* Jangan Ucapkan Cinta
* Wajah Perempuan
* Tersanjung 3
* Tersanjung 4
* Tersanjung 5
* Terpikat
* Kehormatan
* Romantika
* Lilin Kecil
* Hidayah
* Misteri Ilahi

Moderator: Cut Rafiqa Majid
Co-Moderator: Balqis Bararah
Notulen: Hasfiani, Ina Karlina
__________

                  Materi

SERUPA TAPI TAK SAMA

Kalau udah ngeliat bapak kandungnya Aa Bebe, pasti baru pada ngeh kalau wajahnya Aa Bebe plek bgt persis Bapake, ga ada arab2nya kaya Teteh Zahra, keliatan darah chinese nya kuat banget... Betul2 Copy Paste!

Alhamdulillah Teteh mendapatkan hidayah ALLAH lewat Bapaknya ini sewaktu masih jadi suami, diajarin sholat, disuruh pakai baju2 yang sopan aja kalau mau syuting, diajakin ke Pengajian Aa Gym, kayanya dulu kalau udah ngaji sama Aa Gym gmn gitu... Teteh juga diajak umrah pertama kali oleh beliau... Alhamdulillah

Hidayah Itu Hanya Milik ALLAH
Ketika takdir harus berjalan selama 9 tahun menjadi mualaf, 4 tahun sebelum berjumpa Teteh dan 5 tahun pernikahan kami (waktu itu teteh baru hamil Aa Bebe), setelah melewati ujian2 berat dan panjang, akhirnya bapaknya menyerah kalah untuk kembali ke agama keluarganya..
Qodarallah semua sudah menjadi TakdirNYA, Teteh yang selama itu keislamannya dibantu suami, akhirnya betul2 mencari kekuatan dan kebenaran dalam Islam...
Alhamdulillah dsni ALLAH kasih Teteh Kekuatan untuk berubah drastis, ternyata perceraian ini membawa hikmah yang luar biasa di dalam keislaman Teteh,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – (QS Al-Baqarah ayat 216)
Alhamdulillah..

Anakku Adalah Cucu Laki2 Satu2nya dari Anak Laki2 Satu2nya
Jadi bisa dipahami jika perceraian kami bukan hanya perceraian biasa, tapi penuh dengan atraksi rebutan anak di pengadilan, naik banding, laporan ke kepolisian, sampai pada laporan ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).
Alhamdulillah si Aa masih rezeki Teteh..
Gugatan demi gugatan kami jalani dengan Ikhlas, sabar, penuh ikhtiar dan ketawakalan selama bertahun2
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.” - (QS Al-Ankabut ayat 2-3)

Akhirnya Teteh Kalah di Pengadilan !!
Tahun 2009 setelah gugatan demi gugatan yang panjang dan melelahkan, seakan drama yang ga habis2 , takdir ALLAH berkata lain, Teteh harus kalah pada saat bapaknya Aa ini naik banding di Pengadilan!
Di saat yang sama, Teteh yang sudah bbrp tahun menikah lagi dengan suami kedua, harus dihadapi dengan ujian suami menikah lagi, dan saat ujian poligami ini Teteh baru berusia 26th

hehehe.. Alhamdulillah !!

“ALLAH tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”- (QS Al-Baqarah ayat 286)
Indah yaa ayatnya? Tinggal kita praktekkan aja..

Gimana praktekinnya...?
“Dan mintalah pertolongan (kepada ALLAH) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” – (QS Al-Baqarah ayat 45)

Menerima Surat Eksekusi Anak dari Pengadilan !
Ini Babak baru dari hidup Teteh, setelah membaca surat resmi pengadilan untuk mengeksekusi anakku Aa, Teteh pun memilih jalan untuk melarikan anakku ke satu pondok, mengganti seluruh identitas agar tidak diketahui orang2, supaya Teteh dan anak2 bisa lebih fokus belajar Al Qur'an dan Sunnah..
Dsni teteh berupaya untuk hijrah total, hidup tanpa TV, Music dan Internet.
Empat bulan setelah itu bbrp sahabat yang mencari2 Teteh mengatakan bahwa Teteh menjadi headline stasiun nasional sbb terkait terorisme, hehehe... Ada2 ajaa...

Namanya berita yaa kalau dikomenin ratingnya makin tinggi, bisnisnya makin laku, biasanya Teteh memilih untuk diam saja, biar cepat hilang beritanya...

Anak Bebas Bercita2, Namun Kita yang Mengarahkan..!!
Perjalanan waktu yang kala itu Aa Bebe masih bolak balik pengasuhannya ke Teteh dan ke Bapaknya, selalu berkeinginan untuk menjadi Dokter sehebat Kakek dan Bapaknya, Kakek Aa Bebe adalah seorang Dokter Ahli Implantologist terkenal di Indonesia dan ayahnya adalah seorang Dokter Ahli Bedah Mulut, tentu saja membuat Aa Bebe ingin menjadi seperti mereka, tidak masalah, kita juga harus punya strategi bagaimana tanpa anak sadar dia akan lebih ingin menjadi Ahli Qur'an dan ahli Sunnah...
Nah itu PR kita sebagai Ibu!
Apalagi tugas Aa Bebe sedikit berat sebab harus mendakwahkan Bapaknya kembali..

Trs gimana caranya dong...?
AL-Qur'an Menjawab :

  “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” – (QS. Al-Imran ayat 200)

“Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.” – (QS Al-Imran ayat 139)

Gimana kalau ga kuat?
“… ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat ALLAH. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat ALLAH melainkan kaum yg kafir.” – (QS Yusuf ayat 12)

Yaa kita sama2 bersabar yaa... Ingat dosa2 kita di masa lalu lebih banyak dari amalan2 shaleh kita, mari kita kejar amalan dengan mendidik anak2 kita sesuai Al Qur'an dan Sunnah , Mencintai ALLAH dan RasulNYA melebihi apapun yang kita miliki, menjadikan mereka ahli ilmu dan ahli Jihad di JalanNYA... Aamiin!!

Semoga ALLAH mudahkan kita semua mendidik anak2 kita.

Tulisan ini Teteh buat untuk ummahat ambil ibrohnya (pelajarannya)
Yang benar datangnya dari ALLAH dan yang salah datangnya dari Teteh semata...

Foto bapaknya Aa Bebe Teteh ambil dari Internet untuk cover salah satu majalah kesehatan*

Wassalam
Sheikha Shaheeda Jannah
__________

Mukadimah

🎤 Moderator

Bismillaahirrahmaanirrahiim... 

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, wassalaatu wassalaamu’alaa asrafil anbiyaa ii wal mursaliin Muhammadin, wa’ala alihi wa'ashahbihi ajma’in,

Rabbis shrahli shodri wa ya shirli amri wahlul uqdatammil lisaani yafkahu kauli, amma ba’du.

Sebelum nya , perkenalkan saya Cut Rafiqa Majid, Moderator pada hari ini.
Sebelumnya Co.moderator bu Balqis Bararah telah bertugas membagikan materi dan menampung pertanyaan, dan nanti setelah kulwap selesai akan kita bagikan resume yang akan di kerjakan oleh peresume handal kita bu hasfiani. Jazaakunnallah khairan.

Pertama tama,
Yang saya hormati , Narasumber yang telah hadir pada siang ini untuk berbagi ilmu bersama kami disini.. SORAYA ABDULLAH BALVAS

Yang saya hormati Dan muliakan kepada para ibu dan untuk calon ibu yang yang sudi kira nya meluangkan waktu untuk ikut belajar bersama di dalam Kuliah Whatsaap (KulWap) KoBar ini, semoga Rahmat tercurah kepada kita semua,

Puji syukur Al-hamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah سبحانه و تعالى 
Atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayyah-Nya pada kita semua, 
Yang mana sampai saat ini kita masih diberikan Iman, Islam dan kesehatan,
sehingga pada malam hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang mudah mudahan di Ridhai Allah سبحانه و تعالى

Sholawat dan Salam, semoga Allah senantiasa mencurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad صلى الله عليه وسلم    , beserta Keluarga dan Para Sahabatnya, dan orang orang istiqamah berjuang dan mengikuti sunnah Rasulullah hingga akhir zaman.

🎤 Teh Aya

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Alhamdulillah segala puja dan puji hanya milik Allah سنحانه و تعا الى، Allah mengizinkan kita untuk bertemu dalam kajian online dalam kedaan sehat wal afiat.
Allab berfirman dalam surat At - Thalaq 65 ayat 3
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
__________

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1⃣
Assalamualaikum wr wb. Bagaimana memberikan kekuatan dan menumbuhkan kepercayaan diri pada anak" ketika teman" nya mengetahui bahwa ayah bundanya bercerai?
-NN, Jakarta Barat-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.. Sebenarnya yang harus ditekankan kepada anak2 bahwa perceraian itu di bolehkan dan bukan aib. Kadang kala dalam rumah tangga ada yang sebut broken home, yang di maksud broken home bukan suami istri yang telah bercerai, tetapi bagaimana tidak ada ketimpangan2 di dalam rumah tangga. Contohnya ketika suami atau istri tidak menjalankan hak dan kewajibannya dalam rumah tangga, ketika itu tidak diterapkan di rumah itulah yang di sebut broken home. Dimana anak akan merasakan ketimpangan syariat, jika seorang ayah atau ibu tidak melaksanakan konsekuensinya walau pun mereka dalam satu atap. Ini yang harus di garis bawahi bahwa untuk apa rumah tangga itu, untuk menegakkan syariat Allah, untuk menerapkan syariat Allah. Anak juga harus ada andil, tanggung jawab menegakkan syariat Allah, ini konsep. Cinta yang paling tinggi adalah karena Allah. Konsep yang seperti ini dari awal sebelum kita menikah justru kita harus terapkan dalam rumah tangga kita sehingga anak tahu ketika si ayah memilih jalan lain selain jalan Allah dan Allah takdirkan bercerai, iman kepada takdir Allah harus kita terapkan. Maka si anak tidak lagi melihat itu sebagai aib dan sesuatu yang memalukan.
▶ Berarti alasan perceraian itu hrs diceritakan kepada anak2 ya tanpa hrs ditutup2i. Kl tdk ditutup2i ketika kesalahan memang jelas kpd sang ayah apakah tdk akan mengakibatkan anak2 mnjd membenci sang ayah? Apalagi ditambah dgn tdk ada kedekatan emosi.
↪ Saya ga mau bilang perceraian itu terjadi karena salah satu pihak tetapi karena kedua2nya, yang satu buat masalah, yang satu tidak mau sabar. Sabar itu tidak ada batasnya kecuali kalau untuk urusan syariat. Seperti saya dulu dgn suami pertama, kami bercerai karena suami pindah agama. Ini tidak diperbolehkan sama syariat, dalam syariat haram hukumnya jika dalam satu rumah tangga tidak dalam satu agama lagi ini otomatis bercerai.
Mungkin ukhti NN bisa menyatakan ini mama ini papa sekarang adik ikut mama, karena papa sama sama sudah terpisah. Alasannya mungkin karena contohnya papa tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah dan sebagai seorang suami untuk memberikan nafkah, misalnya. Jadi ada ketimpangan seperti ini yang mengakibatkan kami bercerai, itu saja. Boleh mengatakan alasannya kepada anak tapi tidak perlu detail, anak tidak perlu tau kita ribut, kedzoliman2 apa yg sudah di lakukan hanya garis besarnya saja. Kenapa? Supaya anak tau dia tidak akan melakukan hal itu lagi di dalam rumah tangganya nanti. Dan dia akan melihat, oh ya mama sudah mencari kita nafkah karena sudah jadi single parent. Bismillah rejeki itu dari Allah dengan kita berikhtiar kepada Allah. Dan harus kita tekankan kepada anak2 kalau kita tolong agama Allah, Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukan kita dan rejeki dari arah yang tidak disangka2. Insya Allah seperti itu.
▶ Jazakillah khoir teteh. Insya Allah sangat bermanfaat untuk menguatkan.
Pertanyaan 2⃣
Assalamualaikum
1. Bagaimana menggantikan peran ayah untuk anak laki2 berusia 3 tahun? Sedangkan kakek dan saudara yg lain tinggal di luar kota.
2. Bolehkah peran ayah digantikan ke guru mengaji atau ustadz yg dipercaya?
Terima kasih
-Tita, Gresik-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Peran ayah yang di maksud seperti apa harus di jelaskan dahulu. Ini peran yg seperti apa teteh kurang mengerti. Setelah kita bercerai, maka seorang ibu yang akan menerima hak perwalian. Kenapa seorang ibu? Karena seorang ibu juga bisa berperan sebagai ayah. Itu juga kenapa Allah memberikan hak asuh kepada anak yang blm baliqh. Insya Allah selama ibunya bertawakal di jalan Allah.
⏺ Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu membuat satu ungkapan yang indah:

“Aromanya, kasurnya dan pangkuannya lebih baik daripada engkau, sampai ia menginjak remaja dan telah memilih keputusannya sendiri (untuk mengikuti ayah atau ibunya)”.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mempunyai alasan, mengapa ibu lebih berhak dalam mengasuh anaknya, dikarenakan ibu lebih baik daripada ayah si anak. Sebab, jalinan ikatan dengan si anak sangat kuat dan lebih mengetahui kebutuhan makanan bagi anak, cara menggendong, menidurkan dan mengasuh. Dia lebih pengalaman dan lebih sayang. Dalam konteks ini, ia lebih mampu, lebih tahu dan lebih tahan mental. Sehingga dialah orang yang mesti mengasuh seorang anak yang belum memasuki usia tamyiz berdasarkan syari’at. [1]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwasanya ada seorang wanita pernah mendatangi Rasulullah mengadukan masalahnya. Wanita itu berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ ابْنِي هَذَا كَانَ بَطْنِي لَهُ وِعَاءً وَثَدْيِي لَهُ سِقَاءً وَحِجْرِي لَهُ حِوَاءً وَإِنَّ أَبَاهُ طَلَّقَنِي وَأَرَادَ أَنْ يَنْتَزِعَهُ مِنِّي

“Wahai Rasulullah. Anakku ini dahulu, akulah yang mengandungnya. Akulah yang menyusui dan memangkunya. Dan sesungguhnya ayahnya telah menceraikan aku dan ingin mengambilnya dariku”.

Mendengar pengaduan wanita itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab:

أَنْتِ أَحَقُّ بِهِ مَا لَمْ تَنْكِحِي

“Engkau lebih berhak mengasuhnya selama engkau belum menikah”. [2]

Hadits ini menunjukkan, bahwa seorang ibu paling berhak mengasuh anaknya ketika ia diceraikan oleh suaminya (ayah si anak) dan menginginkan merebut hak asuhnya.
▶ Maksud saya peran semisal menerangkan mimpi basah kalau anaknya sudah baliqh, menemani ke masjid, dll
↪ Apa masalahnya seorang ibu harus melalukan peran ayah. Teteh lama ga nikah selama 8 tahun, teteh anter si aa ke masjid. Tiap kali sholat teteh antar terutama subuh. Ini demi anak supaya anak mencintai masjid. Teteh ga punya paman, adik laki2 pada saat teteh hijrah, jauh dari siapapun. Paling tidak kita titip tetangga, itu sangat jarang sekali teteh lakukan, antar anak ke masjid. Alhamdulillah selama ini teteh lakukan itu Allah kasih rejeki bisa ngurus anak sebagai ibu juga.
Lalu bagaimana menerangkan mimpi basah ke anak, ya harus diterangkan. Ada bahasa yg seorang ibu harus mengerti dia ini fasenya apa, dia usia berapa, harus menerangkannya caranya seperti apa, tidak sama kita menerangkan anak usia 16 thn dengan yang 3 atau 4 thn.
Tentu kita punya bahasa sendiri, dan itu hanya kita yang tau. Teteh ke aa bahasanya beda, kalau menerangkan secara frontal dan terbuka. Contohnya nanti kl sudah baliqh ga boleh salaman dgn perempuan, ga boleh pandangan dgn perempuan dll dan itu semua harus disertai contoh nyata. Kita yang harus mencontohkannya. Dan kita juga jelaskan batasan2 kpd saudara perempuan, misal ga boleh satu kamar, ga boleh satu selimut, itu harus di jelaskan dikasih tau hadistnya. Kita juga jelaskan tanda kedewasaan dr anak menuju dewasa, perempuan akan mengalami haid atau keluar darah dr kemaluannya, itu tandanya dia sdh besar, sdh bs hamil, serta di jelaskan batasan2 lainnya.
Jadi Insya Allah usia 9 thn sdh bisa di jelaskan itu semua, dengan bahasa yang baik, suasana yang baik. Dan harus ditegaskan jika mereka sudah mengalami haid atau mimpi basah ibu lah yang harus di beritahu terlebih dahulu.

Pertanyaan 3⃣
Assalamualaikum teh aya.. Apakah saya salah mewajibkan anak untuk tidur siang setelah pulang sekolah? Terkadang anak saya yang perempuan usia 6 tahun suka ga mau. Terima kasih atas jawabannya
-Henny, Tasik-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Henny apa kabar? Insya Allah henny ga salah, krn itu sunnah dr Rasullullah صلى الله عليه و سلم yang kita tau hadistnya bahwa tidur siang itu walau sebentar adalah sunnah. Untuk anak usia 6 thn ya harus di latih, kita harus jadi ibu yang ekstra sabar. Kalau dia ga mau kita harus trik, strategi lain agar dia bisa tidur siang. Contohnya dr anak teteh, dia kalau dikasih susu ngedot langsung tidur, atau baca cerita setelah itu dia tertidur.  Jadi kita harus lbh pintar gmn caranya agar anak tidur. Untuk sementara gpp, yang penting kita teruskan aturannya kebiasaan ini nanti lama2 dia juga bisa.

Pertanyaan 4⃣
Assalamu'alaikum bu.. Ada kisah nyata gini bu.. Ada istri yg tdk lg tinggal satu rmh dgn suaminya, tapi blm bercerai. Sebenarnya mereka sdh berulangkali rujuk cerai, alasan utamanya krn istri pertama gak mau dipoligami. Walaupun suaminya tetap aja poligami. Kenyataannya skrg suami lbh condong ke istri ke 2, yg di mana klo kami lihat suaminya emang di kuasai oleh istri kedua. Dari pihak kluarga istri pertama sdh minta utk cerai saja, tdk usah rujuk2 lg krn mmg sdh kurang diperhatikan, bahkan wkt anaknya lahir ayahnya gak prnh lihat sampai skrg dah umur 1 thn. Sementara suaminya memang tdk mau menceraikan istri yg pertama. Pertanyaannya: klo nanti istri pertama ajukan cerai di pengadilan, sementara suaminya tdk mau, apakah di pengadilan nanti bs diputuskan cerai bu? Krn permasalahan mereka ini sdh sgt lama, bertahun2.. Terimakasih atas jwbnnya.
-Susan, Banda Aceh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Istri harus bicara sama suami, duduk baik2 kalau suami tdk bs poligami. Istri punya hak untuk menyatakan mau atau tidak poligami. Kalau seorang istri mau bersabar Insya Allah besar pahalanya tetapi kalau tidak mau dan tidak bisa sabar dia boleh mengajukan gugatan cerai. Ketika seorang istri mengajukan cerai harus dipahami bahwa dia harus meminta melibatkan Allah dalam setiap keputusannya. Wajib juga bertemu ke bbrp ustadz sunah minta pendapatnya bersama suaminya duduk sama2 di bicarakan. Jangan hanya satu pihak. Setelah semua sudah ikhtiar, minta Allah melembutkan hati suami. Kita tawakal kepada Allah, kita serahkan urusan kepada Allah, seorang istri boleh mengajukan cerai, konsekuensinya dari bercerai adalah seorang istri harus menyerahkan maharnya dulu. Krn itu sebagai syariat dr wanita yang mengajukan perceraian. Dan dia tidak boleh mendapatkan nafkah selama masa iddah oleh mantan suaminya, dan suami tetap harus memberikan kewajibannya menafkahi anak. Lalu bagaimana jika dia tidak mau menafkahi, ya tidak ada masalah. Insya Allah, di dalam surat at thalaq 65 ayat 3 pun telah dijelaskan. Kenapa Allah turunkan surat ini, di ayat ke 1&2 setelah bercerai biar kita tidak takut masalah rejeki, maka Allah memberikan ini di ayat ke 3. Kita harus bertawakal kepada Allah karena Allah yang memberi rejeki bukan suami kita.
Apakah nanti pengadilan bs memutuskan cerai, bisa. Didalam pengadilan agama yg mana seorang istri mengajukan cerai lalu suami tidak datang dalam 3 berturut2 dalam persidangan maka akan menjatuhkan secara sepihak  perceraian tersebut dan hadonnah. Hadonnah itu hak wali asuh yg akan di berikan kepada ibu. Tapi sebaiknya mba henny ikhtiar dulu, bertemu bbrp ustadz. Sabarkan diri, krn Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuan hambanya.                       

Pertanyaan 5⃣
Assalamu'alaikum. Bu soraya boleh berbagi cerita perjalanan hijrahnya kah?
Bagaimana usaha kita untuk tetap pada jalan hijrah yg berbeda dg lingkungan skitar kita?Jazakillah khairan. Wassalamu'alaikum

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Perjalanan hijrah teteh panjang banget. Tahun 2005 alhamdulillah Allah kasih hidayah padahal sblmnya teteh ga pernah sholat, ga nutup aurat, masih aktif acara di mana2, syuting. Menjelang ramadhan tahun 2005, alhamdulillah teteh ada di pesantren yang di situ banyak santri yang banyak menghapalkan ayat2 quran, jadi yg di dengar ayat2 quran. Dan kl di pesantren jg kan wajib nutup aurat jadi pas keluar dr pesantren pun teteh tetap pakai, berusaha meninggalkan dunia keartisan, dan mulai sholat tepat waktu. Hidayah yg kedua tahun 2007 ramadhan di saat teteh memutuskan untuk memakai niqob, berpakaian yg lebih sesuai sunnah.

Surat Al-Baqarah [2:218]

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Disini Allah berikan tiga katagori bagi orang2 yang bisa mengharap rahmat Allah, yaitu mereka yang beriman, berjihad dan berhijrah di jalan Allah. Yang harus di pahami kita berhijrah karena niat, hijrahnya untuk apa, demi siapa. Niat itu harus karena Allah. Jika dulu kita meninggalkan syariat, tidak sholat, tidak menutup aurat, sekarang kita menjalankan sesuai syariat Islam, lebih di sempurnakan lagi.

Pertanyaan 6⃣
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Teh Aya, mau tanya:
Apa tantangan terbesar teteh ketika mendidik anak sndirian sbg single parent? Apakah teteh jg dibantu pengasuh?
Jazakillahu khoiron Teh.
-Krisna, Solo-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam wr. wb. Tantangan terbesar adalah mencari nafkah, untuk membagi waktunya terkadang agak berat. Alhamdulillah teteh buka toko madu, jualan herbal dalam waktu 3-4 bulan tambah besar. Ujiannya banyak tamu yg datang bukan hanya untuk beli tapi juga untuk curhat.
Tantangan lainnya adalah menghindari fitnah, karena kan teteh janda.

Pertanyaan 7⃣
Assalamualaikum warahmatullah..
Mbak soraya, saya ingin bertanya apa aja kegiatan nya di mesir, sudah jadi warga  mesirkah? Trus kalo boleh dibagi pengalamannya yg paling bernilai sampai bisa hijrah dan tips untuk bisa istoqamah. Trims.
-Ummu Zaidan, Aceh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam wr wb.. Kegiatannya bawa jama'ah dari mesir, palestin, jordan balik lagi ke mesir. Jadwalnya padat full isi kajian. Pengalaman yang paling bernilai adalah bagaimana kita bisa belajar sabar ketika berhijrah, karena hijrah itu tidak mudah, belajar bersabar supaya kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Pertanyaan 8⃣
Assalamu'alaikum wr.wb bu..
Bagaimana menguatkan diri saat suami sudah tdk berjalan dijalan Alloh,
maaf maksud saya, suami selingkuh..
Karena pertahanan diri sbg seorang wanita kan harus kuat apalagi sudah mempunyai anak...
-Ika, Surabaya-

Jawaban:
Harus tahu bahwa sekarang ini ukhti Ika lagi diuji sama Alloh. Kalau lagi diuji tandanya Allah makin sayag sama kita,ingin kita mendekat, ingin kita focus kepada Alloh dan harus tahu bahwa kita tak boleh bersandar selalu kepada suami. Karena suami hanya manusia yang  bisa melakukan kesalahan. Jadi sebaik-baiknya sandaran kita Alloh dan tak mengandalkan suami. 100% karena dia juga hanya manusia, berbuat salah, berbuat khilaf. Jadi sekarang kita yang pertama adalah wajib untuk memperbaiki hubungan ibadah ukhti Ika kepada Allah. Mungkin dulu sholatnya nunggu 30 menit setelah adzan, sekarang usahakan untuk on time. Kita mulai dari diri kita dulu. Kalau sudah on time, ditambah dengan dzikirnya setelah sholay fardhu. Kalau sudah kita tambah dengan sholat sunnah rawatibnya. Kalau sholat dhuha sudah jalan, tahajudnya Insyaallah sudah tegak, sudah bagus, kita tambah dengan bacaan Al-Qur’an sekalian niatkan untk menghafal, kita dakwahkan ke anak. Kalau sudah tambahkan dengan infak dan sedekah. memperbanyak istigfar. Dan infak sedekah kita wasilahkan semoga Allah mudahkan segala urusan kita. Allah kembalikan suami kita ke jalan yang benar. Allah lembtkan hatinya ntuk menerima hidayah. Infak sedekah kita mulai dari keluarga terdekat dulu. Ada adik kita, sepupu, kita bantu walaupun sedikit. Percantik lisan kita. Kadang kita diuji oleh Allah sehingga kita marah. Ingat Allah yang menguji kita. Akhlak kita perbaiki. Kadang kita gak sadar sudah menyakiti orang lain. Introspeksi diri. Banyak Allah uji kita gak sabar. Kalau ada permasahan currhat sama Allah. Kita boleh curhat pertama sama orang yang bisa memberikan solusi secara syariat Islam atau ustadz atau kepada teman yang paham agama. Kedua orang yang amanah. Kita harus menutup aib kita. Kehormatan suami kehormatan kita.

Pertanyaan 9⃣
Assalamualaikum
Saya mempunyai 3 anak, bagaimana caa menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap al qur'an dan bagaimana cara menjauhkan ketertarikan mereka thdp music anak2 dan kartun2 non islam. Jazakillahu khairan
-Maria Ulfa, Bekasi-

Jawaban:
Ukhti maria anaknya usia berapa? Kalau memang masih usia balita, masih kecil itu, Alhamdulillah memang lebih mudah untuk didoktrin. Ukhti maria kalau bisa kesehariannya memang lebih banyak pegang Al-Quran di rumah. Kalau ikhti kerja di luar rumah akan lebih sulit, karena anak itu 100% benar-benar mencontoh ibunya. Di rumah no TV, ada laptop untuk nonton youtube atau download video anak-anak. Video si dodo masih agak lumayan bagus walaupun masih ada music-musiknya tapi masih tentang sholat, zakat. Kalau misal masih ada TV cari chanel yang islami.Sebenarnya anak suka karena kebiasaan. Kalau misal kita sering putar murotal terus ibunya juga sering ngaqji, sering bacain cerita. Kadang anak bosen dengan bacaan Al-Qur’an. Anak-anak lebih senang kisah. Mengapa dalam Al-Qur’an 1/3 isinya berisi kisah karena kita itu secara psikologis lebih menagkap hikmah yang diambil dari kisah-kisah. Banyak buku yang bergambar yang bercerita tentang para sahabat, ada warna-warna. Jadinya salah satu daya Tarik untuk anak-anak. Jadi tidah hanya bacaan Al-Qur’an tapi kita kasih kisah hikmah. Misal kisah 10 sahabat yang dijamin masuk syurga dan kisah ashabiyah juga, Kayak cerita-cerita nabi sehingga muncul kecintaan kepada Al-Qur’an. Ditumbuhkan, digelitik rasa. Mereka gak cinta karena gak tahu para sahabat, kisah para nabi.

Pertanyaan 🔟
Salam kenal teteh....
MasyaAllah ya baca tulisan teteh barusan.. Ngga kebayang kalau saya mengalami hal itu. Belum tentu kuat gini teh. Saat kita menikah yang pasti semua orang menikah tidak ada kepikiran akan berpisah ya.
Tapi misal seperti saya yang ibu rumah tangga penghasilan hanya dari suami... Nah bagaimana menyikapi itu teh ? Menyikapi tiba tiba kita harus berpisah (apakah itu divorce atau meninggal) otomatis penghasilan tidak ada. Apakah kita sebaiknya saat masih menikah kita memang istri harus punya pemasukan sendiri atau bagaimana sebaiknya?
Sebelumnya trimakasih teteh atas jawabannya.
-NN-

Jawaban:
Coba buka Q.S Ath-Tholaq (65) ayat 3. Sesungguhnya biasanya jika istri ditalaq oleh suaminya akan bingung bagaimana nafkah. Sesungguhnya Alloh yang Maha Pemberi Rizki. Tauhid ini harus kita tanamkan pada diri kita. Bagaimana supaya rizki itu datang? Rizki itu datang ketika kita menolong agama Allah. Rizki itu datang dalam ketaatan kita kepada Alloh. Ini nasihat untuk diri sendiri, kalau kita ingin rizkinya lancer, dalam bentuk apapun rizki, pertama taubat, kedua mendekat kepada Allah, taat kepada Allah, tawakal kepada Allah. Kalau misalnya mau bekerja misalnya berdagang, boleh asal memperhatikan syariat

Pertanyaan 1⃣1⃣
Assalamu'alaikum bu
Saya single parents (bercerai) anak saya 2 (1 laki2 umur 10,5 n 1 lg perempuan 8,5)
Saya bercerai sudah hampir 5thn, dan kebetulan anak saya yg laki2 sepengetahuan saya dia kurang menerima perpisahan ortu nya, padahal ayahnya sudah sempat menikah lg wlp dlm waktu yg tidak lama dan akhirnya berpisah lg...
Anak saya itu klo tinggal sama saya dia bilang selalu inget sama ayahnya, dan disaat dia bersama ayahnya dia selalu ingat saya... Blm lama ini dia bilang "aku cuma pgn 1, aku pgn ayah dan ibu menyatu lg"
Sebaiknya apa yg harus saya katakan agar dia bs menerima kenyataan ini dgn baik..
Owh iya tambahan, klo anak saya yg perempuan agak cuek dan lebih mandiri dan deket dgn saya sepertinya dia lebih bs nerima
-NN, Jakarta-

Jawaban:
Anak laki-laki belum bisa menerima perceraian. Anak laki-laki itu kedewasaanya, kematangan dirinya berbeda dengan anak perempuan. Anak perempuan bukan lebih cuek karena perempuan lebih bisa mensikapi. Bukan tak sedih tetapi untuk anak-anak memang secara mental lebih matang. Dan dimana-mana setiap anak yang mengalami perceraan secara umum menghendaki orang tuanya bersatu lagi. Hal-hal itu wajar. Kalau ditanya sayang ummi atau saying papa selalu bilang saying dua-duanya. Wajar karena kita orang tuanya. Jadi hal-hal seperti itu jangan dibawa perasaan. Biar mereka melalui dengan normal. Kasih tau memang kita sudah berpisah. Takdir seperti ini tapi kita tidak tahu masa depan karena jodoh itu rahasia Allah. Takdir. Dan ini perlu kesabaran dalam mejelaskan kepada nak-anak, tidak hanya sekali atau dua kali.

Pertanyaan 1⃣2⃣
Assalamu'alaikum
Umi, apa yg Umi lakukan untuk membuat hati Umi menjadi seorang Umi yg tangguh dan bijaksana?
Dengan lampiran ayat2 Al-Qur'an membuat kita jadi sedikit berlapang dada, padahal actualnya ketika kita ditimpa musibah (seperti yg Umi alami) hanya bisa menangis, marah, benci, dendam atau yg lainnya.
-NN, Tanggerang Selatan-

Jawaban:
Sebenarnya siapa yang kasih kita ujian? Hakikatnya itu semua takdir dari Allah. Kalau kita marah, benci, dendam, kita dendamnya sebenarnya sama siapa? Sama yang memberikan masalah pada kita. Walaupun kadang masalah itu buah tangan dari kita, karena kelakan kita juga. Masalah itu terjadi tapi takdir berlaku atas kehendak Allah. Jadi kalau kita marah, marah itu kepada Allah yang sudah memberikan begitu banyak kenikmatan. Pantas gak kita marah sama Allah? Kenapa kita gak jadikan ujian itu saranauntuk kita mendekatkan diri kita kepada Allah. Sesungguhnya ujian itu merupakan teguran saying dari Allah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah sehingga menjadikan ujian itu rahmat. Banyak sekali orang yang diberikan ujian dari Allah SWT dia jadi ingat sama Alah. lalai karena manusia itu tempatnya lalai dan lupa sehingga ujian ini diberkan kepada kita untuk sarana kita lebih dekat kepada Allah. Dan harusnya seseorang itu bersyukur ketika dia diberikan ujian. Tanda sayangnya Allah kepada kita dengan mengirimkan ujian yang tak akan pernah selesai. Apa ujian? Ujian yang pertama untuk menggugurkan dosa-dosa kita, asalkita ikhlas dan sabar. Yang kedua ujian itu untuk menaikkan derajat kita di sisi Allah. Syurga itu ada 100 tingkatan. 1 tingkatan jaraknya dari bumi dan langit. Yang ketiga ada dosa yang tak bisa dihapus hanya dengan kita istigfar dan taubat, kecuali dengan ujian-ujian yang menggoncang tauhid kita sehingga kita datang kepada AllohSWT dalam keadaan bersih. Ini maunya Allah. Apa kta mau dibalas oleh Allah dosa-dosa kita nanti kita di akhirat? Tanggungan di akhirat sanagt berat. Jadi lebih baik kita sabar di dunia. Jadikan ujian itu adalah rahmat. Rajin datang ke majelis ilmu. Disitu kita mendapat ketenangan. Rasulullah bersabda majelis-majelis ilmu itu seperti taman-taman di syurga dimana para malaikat mengepakkan sayapnya. 70ribu malaikat mendoakan kita, ampunilah si fulan dan si fulanah. Tidak ada ujian yang malampaui kesanggupan hamba-Nya.

Pertanyaan 1⃣3⃣
Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi wabarokaatuh..
Teteh saya ingin bertanya ttg permasalahan yg dihadapi teman saya yg tengah dlm proses perceraian..
1. Bagaimana cara menyampaikan perceraian ini kpd anak2.. (usia 11th prempuan, 8 th prempuan, 3,5th laki2) dan memberi pengertian saat mreka protes (perceraian ini disebabkan salah satunya krn KDRT)?
2. Bagaimana cara mengisi/menggantikan figur ayah untuk anak2 krn ayahnya sendiri tdk peduli dg anak2 jadi sulit diajak kerjasama dlm pengasuhan bahkan ketika msh bersama..
3. Bagaimana mengusir rasa down dan kekhawatiran krn mendadak hrs menafkahi diri sendiri dan anak2 juga hrs berdiri sendiri dlm pengasuhan ini..?
-Fathimah, Bekasi-

Jawaban:
Pertama menyampaikan perceraian untuk anak usia 3.5 tahun mungkin secara verbal belum bisa disampaikan tapi untuk anak umur 11 dan 8 kita hanya bisa menjelaskan secara umum saja. tidak boleh secara detail karena anak umur segini belum baligh, kedewasaannya belum sampai sehingga dikhawatirkan merusak memori mereka nanti ketika akan berumah tangga. Jadi yang perlu ditekannkan bahwa ummi dan abi tak bisa sama2. karena ada hal yang gak bisa kamimlaksanakan berdua sehingga harus berpisah, serta menyatakan  secara syariat kewajiban suami dan istri seperti apa, sembari mengajari anak. Bagia anak laki-laki apa kewajibannya nanti kepada istri. dan bagi anak perempuan apa saja tanggung jawab kepada suami, menjaga lisannya, menjaga kemaluannya, menjaga amanat, tanggung jawab rumah, apa segala macam itu menjadi hak dari suami dan tanggung  jawab istri. Jadi anak tidak perlu tahu semuanya. Ini kesalahan ketik perempuan itu bercerai dari suaminya apa saja diceritain, sampai menjelek-jelekkan suaminya. Jadi jangan bikin penyakit hati dalam diri kita untuk membuat anak-anak kita benci kepada bapaknya.
Yang kedua bagaimana mencari figure pengganti ayah? tidak akan bisa. kita ini diberikan Alloh hadona yaitu hak perwalian atau hak asuh anak sebelum baligh jatuh ke tangan ibu, karena ibu bisa mengisi secara psikologis. walaupun secara fisikk tidak mengena tapi bisa menjelaskan, menerangkan. Dia bisa belajar nanti di sekolahnya ada ustadznya, ada kakak kelas, bisa melihat disana.

Pertanyaan 1⃣4⃣
Assalamualaikum wr wb.
Saat ini saya dan suami sdg dlm keadaan terpuruk, ekonomi kami macet total, bahkan nyaris hutang dimna2. Sebelumnya sya IRT biasa.. Apa2 dr suami, bahkan pkerjaan rumah saya ga pegang, saya real menjaga anak saja.. Tp setelah mlahirkan ank ketiga, baru lah saya tau bahwa suami terlilit hutang yg cukup banyak.. Smnjk saat itu, lbih tpatnya 6 bln lalu saya memutuskan untuk bkrja.. Hingga akhirnya anak2 jarang dpt bermain dg sya, komuniksi jg jrang, krn anak2 lebih sering dg nenek nya.. Sya mrskan anak2 mulai mnjauh, tpi d stu sisi sya jg hrus membantu suami untuk melunasi hutang2 nya😥.. Pertanyaan sya, apakah kputusan sya salah, dg mngenyampingkan anak2 brsama nenek nya smpai sya bisa mnyelesaikan smua mslah suami dlm keuangan.. Namun jika itu slah, bgaimna solusinya..
-Ummi Azka, Banda Aceh-

Jawaban:
MasyaAlloh, Alhamdulillah ini suatu amalan yang berat dan luar biasa karena membantu meringankan beban hutang seseorang ini sangat penting karena hutang itu suatu tanggungan yang luar biasa. Tetapi yang harus diingat dalam syariatnya, kita boleh bekerja, tidak salah, boleh apalagi itu untuk membantu suami tapi yang pertama adalah ketika kita bekerja kita ijin dulu sama suami, kerjanya seperti apa, suami ridha ga dengan pekerjaan itu dan dalam mengerjakan pekerjaan itu harus dilihat syariat-syariatnya. Jadi jangan sampai kita membayar hutang dengan harta yang mungkin tidak ahsan, bagus.
Ketika bekerja mungkin ada waktu yang terbuang dengan anak. Jadi, harus dipahami waktu dengan anak ini harus kita lihat dari kualitas waktu yang kita berikan pada anak. Berapa banyak ibu yang memiliki kuantitas tapi tidak bisa memaksimalkan kualitas. Jadi waktu yang ada benar-benar untuk anak,  dari baca cerita, bikin origami, baca qu’ran sama-sama, makan sama-sama, cerita apapun yang akan mendekatkan anak pada ibu. Jadi tidak ada masalah  ketika ibu bekerja, apalagi jaman sekarang, bisa video call. Memang tidak sesempurna ketika kita disamping anak tetapi ada hal-hal yang plus minusnya, tpi bukan berarti itu gak bsa. yang penting komunikasi terjaga dengan anak.

Pertanyaan 1⃣5⃣
Assalamu'alaikum teh aya.
Ana ada niat mau pake niqob tp masih blo di izinkan oleh bunda tercinta ana dan kebetulan keadaan ana skrg seorang janda dan status ana skrg rasanya dgn pake niqob ana lbh aman dan bisa menjaga diri dari pandangan yg bkn mahram ana dan spy teman2 ana tdk khawatir suaminya akan berpaling jadikan ana masnanya.. Apa yg harus ana lakukan spy ortu dan kelg bisa izinkan ana untuk berniqob...
-Sabrina, Payakumbuh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam wr wb. Ukhti sabrina luruskan niat untuk kita berniqob niatkan karena Allah. Harus tau ilmunya, dalilnya, nash2nya dr Al Quran dan sunnah. Memang tidak semua orangtua bisa menerima anaknya berniqob, teteh pun baru diterima 9 tahun itupun tidak secara kaffah. Banyak berdoa semoga orang tua kita di lembutkan hatinya untuk menerima hidayah Allah, untuk mengizinkan ridho kita memakai niqob. Semoga suami pun demikian. Hati itu milik Allah kalau Allah ridho dengan perbuatan kita Insya Allah, Allah turunkan kemudahan hati, melembutkan mereka. Tetap silaturahmi terus dijalin, saling memberi hadiah tetap berlemah lembut ke mereka.

__________

Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Narasumber teh AYA ,  untuk para ibu ibu , semoga tercerahkan , semoga setiap ilmu yang kita dapat bisa kita amalkan dengan sebaik baik nya ..

Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu menjaga dan mendidik amanah dari Allah سبحانه و تعالى .

Saya mewakili bucut  dan semua team admin kulwap  undur diri, mohon maaf jika ada kekurangan .. sesungguh nya Hanya Allah yang maha Benar.

Saya tutup dengan sama sama kita bacakan doa kaffaratul majelis.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Jazaakumullahu khairan katsiran.

Wassalam

0 comments:

Posting Komentar