31/08/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 12



๐ŸŽ€ *Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 12* ๐ŸŽ€
{ *Komunitas Ibu Belajar* }

๐Ÿ“… Kamis, 23 Februari 2017
⏰ 10.00

Tema: *Belajar Parenting dari Keluarga Nabi Ibrahim*

Nara Sumber: *Ambarwati (Ambi Ummu Salman)*

Profil Nara Sumber:
Nama : Ambarwati (Ambi Ummu Salman)
Domisili : Depok
Aktivitas : Istri dan Ibu Rumah Tangga, mendampingi anak-anak HS usia dini di rumah.
Fb : Ambi Ummu Salman
Blog : ambiummusalman.blogspot.com

Moderator: *Cut Rafiqa Majid*
Co-Moderator: *Primaretta Elsya*
Peresume: *Hasfiani*

๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š *Materi* ๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š

Bismillahirrahmanirahiim..
Assalamualaykum warohmatullah wabarokatuh..

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ْ ูˆَู†َุณْุชَู‡ْุฏِูŠْู‡ِ ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ. ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ูˆَู…َู†ِ ุงู‡ْุชَุฏَู‰ ุจِู‡ُุฏَุงู‡ُ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ.
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Alhdulillah atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi digrup KOBAR,mohon maaf jika banyak yang masih tidak saya ketahui karena sesungguhnya saya masih sangat fakir ilmu.
Jadi disini kita akan berdiskusi, dan saya sangat terbuka dengan masukan dari ibu-ibu semua disini agar kita sama-sama dapat belajar di majelis ilmu ini..

Perkenalkan saya ummu salman๐Ÿ˜Š, sedikit bercerita dulunya sebelum resign saya seorang konsultan pendidikan dan konselor keluarga akan tetapi semua teori yang saya pakai adalah teori pendidikan barat dan psikologi barat. Hingga akhirnya saya resign dan berhijrah ilmu dengan pedoman AlQur'an dan AsSunnah, jadi sebetulnya saya baru berhijrah kepada parenting nabawiyah atau islamic parenthing di 3 tahun terakhir ini..

Karena jika kita meyakini bahwa AlQur'an dan AsSunnah itu sempurna, maka apapun aktivitas kehidupan kita maka haruslah berlandaskan pada Kedua pedoman tersebut..termasuk dalam mendidik generasi kita..

Semoga Allah karuniakan keistiqomahan kepada kita untuk berjalan diatas jalanNya yang lurus..

Baiklah agar tidak berpanjang lebar lagi mari kita masuk pada materi..

Bismillahirrahmanirahiim...

*BELAJAR DARI KELUARGA IBRAHIM _Alaihissalam_*

Du contoh keluarga terbaik dalam AlQur'an adalah keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran. Keluarga yang menjadi teladan bagi setiap keluarga muslim yang mendambakan kesuksesan Akhirat (Ridho Allah dan SurgaNya).

Mengapa dua keluarga ini disebut sebagai keluarga terbaik?
1. Mereka Memiliki pasangan yang shalih/ah
2. Memiliki Anak yang shalih
3. Cucu/Keturunan yang shalih
Dan keshalihan keluarga ini bukan hanya untuk keluarganya,  tapi juga memiliki generasi yang menshalihkan(muslih).

Pada pembahasan kali ini kita akan membas keluarga Nabi Ibrahim _Alaihissalam_. Ibrahim _Alaihissalam_ ia adalah kekasih Allah(An.Nisa' :125) dan Ia adalah Bapak para Nabi.

Jika kita ingin mengambil pelajaran dan hikmah terbaik untuk keluarga kita maka kita harus kembali menengok kisah-kisah keluarga terbaik ini dalam Alqur'an dan Assunnah.
Adapun inspirasi pendidikan dari sosok mulia Ibrahim _Alaihissalam_ bisa kita tengok dalm surah Ibrahim ayat 35-41. Dalam setiap kisah ibrahim kita akan menemukan pelajaran mahal, yaitu sosok orangtua(Ayah dan Ibu) yang senantiasa bertahan dalam doa.

Dalam Qs. Ibrahim :35-41 kita akan menemukan tahapan-tahapan dalam mendidik anak yang dilandaskan kecintaan yang tinggi kepada Allah.

*Tahapan dalam mendidik Anak(Qs.Ibrahim:35-41)*

*1. Tempat dimana Anak dibesarkan (Mencari Tempat Tinggal yang Baik)*

{ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْ ู‡َٰุฐَุง ุงู„ْุจَู„َุฏَ ุขู…ِู†ًุง ูˆَุงุฌْู†ُุจْู†ِูŠ ูˆَุจَู†ِูŠَّ ุฃَู† ู†َّุนْุจُุฏَ ุงู„ْุฃَุตْู†َุงู…َ} [ุงุจุฑุงู‡ูŠู… : 35]

_"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhan jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman,  dan jauhkan aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala"._

Maka jadikanlah rumah kita menjadi rumah yang layak bagi tumbuhnya orang-orang besar.
๐Ÿ”นPilihlah tempat yang nyaman (14:35)
(kenyaman yang tidak hanya terkait dengan fasilitas dan fisik bangunan rumah)
๐Ÿ”นDekat dengan Masjid (14:37).
"Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.  (HR. AtThabrani&Alhakim)

*2. Membuat Visi Pengasuhan*
Dalam membuat visi pengasuhan ini yang harus diperhatian adalah peran antara ayah dan bunda.  Dimana ayah sebagai Kepala sekolah dan ibu sebagai sekolahnya. Jangan sampai ada pertukaran peran agar visi pengasuhan dalam berjalan dengan baik.

*Visi Pengasuhan Ibrabim(Qs.Ibrahim :35-37)*

*A. Selamatkan Akidah (14:35)*
๐Ÿ”น *Pendidikan Tauhid* Tanamkan Tauhid yang benar pada anak dan jauhkan anak-anak dari kemusyrikan baik (permainan,media-media atau tontonan anak, dll)

*B. Membiasakan Ibadah (Mendirikan Shalat)* (14:37)

{ุฑَّุจَّู†َุง ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุณْูƒَู†ุชُ ู…ِู† ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ุจِูˆَุงุฏٍ ุบَูŠْุฑِ ุฐِูŠ ุฒَุฑْุนٍ ุนِู†ุฏَ ุจَูŠْุชِูƒَ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ِ ุฑَุจَّู†َุง ู„ِูŠُู‚ِูŠู…ُูˆุง ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ูَุงุฌْุนَู„ْ ุฃَูْุฆِุฏَุฉً ู…ِّู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ุชَู‡ْูˆِูŠ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَุงุฑْุฒُู‚ْู‡ُู… ู…ِّู†َ ุงู„ุซَّู…َุฑَุงุชِ ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุดْูƒُุฑُูˆู†َ} [ุงุจุฑุงู‡ูŠู… : 37]

" Ya Tuhan,  sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah)  yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu)  agar mereka melaksanakan shalat,  maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan,  mudah-mudahan mereka bersyukur."

Nabi Ibrahim berdoa agar dirinya dan keturunannya menjadi Ahli Shalat.
Begitu pentingnya sholat karena sholat adalah pondasi keislaman kita, yang memisahkan diri kita dari kekafiran dan kemusyrikan.
*Sabarlah* dalam mengajarkan anak sholat sampai ia baligh(0-15tahun).

*C.  Mengajarkan Akhlak Mulia (14:37)*
Masih di ayat yang sama pada kalimat :
_".....maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung pada mereka.... "_

Ini merupakan bentuk pengakuan sosial atas akhlak mulia atau perilaku sosial untuk seseorang,  karena secara fitrah masyarakat menyukai manusia yang berakhlak baik.

*D.  Lifeskill (sisi duniawi)*
_"....dan berilah mereka rezeki dark buah-buahan,  mudah-mudahan mereka bersyukur. "_

Lifeskill sebagai bekal kemandirian mereka mencari rezeki dan keberkahan serta kesyukuran.

Selain tahapan-tahapan pendidikan tersebut,  ada beberapa pelajaran lain bagi kita para orangtua jika kita mencermati kembali kisah dari keluarga Ibrahim,  diantaranya :
*1. Menjadi Orangtua Pencinta Sejati*
Orang tua pencinta sejati adalah mereka memiliki kecintaan luar biasa terhadap Tuhannya, tidak terlalaikan oleh godaan dunia yang sementara.
Lihatlah bagaimana ujian berat yang menimpa Ibrahim, bahkan harus mengorbankan buah hatinya(Ismail) untuk disembelih padahal ia menanti kelahiran buah hatinya berpuluh-puluh tahun.
Namun ia selalu senantiasa dalam ketaatan.
Cinta tertinggi adalah cinta pada Allah dan RasulNya.

*2. Menciptakan Sejarah yang Baik dalam Diri Anak*
Anak terikat pada sejarah pengasuhannya, Ibunda Hajar mampu memberikan sejarah mengorbanan yang luar biasa sebagai seorang Ibu (Peristiwa Sai).

Ibunda Hajar mampu memberikan sejarah baik tentang Ayahnya(Ibrahim) kepada Ismail. Sejarah mercatat hanya 3x Ibrahim dan Ismail bertemu namun mereka memiliki ikatan hati dan cinta yang sangat kuat dan mendalam. Ini dikafenakan sanga ibu yang selalu menceritakan cerita-cerita baik tentang Ayahnya.
Maka untuk para istri, jagalah  qowwamah, kebaikan, dan kewibawaan suami di depan anak-anakmu.

*2. Menjadi Teladan Bagi Anak*
๐Ÿ”น Selalu memulai dari diri sendiri,  mulailah segala kebaikan dari diri sendiri(orangtua) sebelum ke anak.
Lihatlah doa Ibrahim _Alaihissalam_ yang selalu dimulai dari dirinya terlebih dahulu.
(Qs. Ibrahim :40-41)

๐Ÿ”น Keteladanan adalah Nasehat yang utama dan sangat menyentil.  Mendidik dengan tingkah laku jauh lebih berharga daripada sejuta kata yang tidak bermakna.

*3. Doa yang tidak pernah putus*
๐Ÿ”น Doa adalah pengikat anak disaat jauh
๐Ÿ”นHati anak terpaut karena Allah yang mengikatnya
_"dan Dia (Allah)  yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman).  Walaupum kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi,  niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka,  tetapi Allah telah mempersatukan hati merdka.  Sungguh,  Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana."_

Dan masih banyak lagi pelajaran yang mahal dan sangat berharga yang bisa kita dapatkan dari kisah salah satu keluarga terbaik dalam AlQur'an ini.  Maka mari sama-sama kita kembali pada AlQur'an dan AsSunnah sebagai pedoman utama dalam pendidikan keluarga kita.

Jika ada kesalahan dalam materi ini maka itu murni datangnya dari saya, dan kebenaran hanya milik Allah _Ta'ala_ semata.

Allahu a'lam..

Ambi Ummu Salman
Depok, 20/02/17

*Pembukaan*

Bismillahirrahmanirrahim

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Selawat dan salam kepada Nabiyullah kita Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… , kepada keluarga nya, para sahabat san orang orang yang istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah hingga Akhir zaman..

*Terikasih kepada narasumber dan ibu ibu yang sudah berkenan hadir disni untuk mengikuti Kuliah Whatsaap Parenting KoBar*

*Baik Ummu salman, kita masuk ke tanya jawab ya um..*

*Sesi Tanya Jawab*

Pertanyaan 1⃣
Assalamu'alaikum..
Pertanyaan sy
1. Bagaimana tahapan seorg ibu mempelajari secara mendalam tentang islamic parenting yang nantinya akan diterapkan kepada anak-anak?
2. Bagaimana tahapan seorang anak untuk mempelajari qur'an. Apakah menghafal dulu, membaca dulu, belajar akhlaq dulu atau bagaimana?
-Dian, Tasik-

Jawaban:
1. Langkah pertama adalah mengikhlaskan diri kita untuk kembali kepada AlQur'an dan AsSunah, jika kita meyakini bahwa AlQur'an itu pedoman hidup kita yang super lengkap, maka kembalilah pada AlQur'an.
Tadabburi isinya... liyaddabaru, karena dengan bertaddabbur in syaaAllah kita akan pendapatkan petunjuk.
Bedah siroh Rasullah dan kisah2 dalam AlQur'an, karena disana ada banyak sekali pelajaran berharga untuk kita..
Selalu mintalah petunjuk pada Allah, Fokus ilmui,  amalkan dengan kesabaran, kemudian istiqomahkan..

2. Antara membaca dan menghafal dulu tidak ada patokan yang pasti.. bisa membaca dulu bisa menghafal dulu dengan talaqqi.. Amati saja bagaimana pola belajar anak kita.. Yang penting istiqomah,  jika kita memilih talaqqi dulu maka istiqomahkan begitupun jika kita memilih mengajarkan membaca dulu karena kemampuan anak berbeda-beda..
Usahakan menyelesaikan hafalan anak sebelum masa baligh.

Mengenai akhlak bisa dimulai sedini mungkin,  mulai dalam kandungan, saya meyakini bagaimana akhlak seorang ibu ketika hamil akan membawa dampak pada sang anak..
Begitu pun ketika menyusui,  berilah sentuhan akhlak dengan kesabaran kita saat proses menyusui, kelembutan bicara,dialog iman dengan si bayi, dst.. Jadi upaya membentukan akhlak harusnya sudah dimulai sedini mungkin✅

Pertanyaan 2⃣
Assalammu'alaikum.
Salam kenal. Perkenalkan Nama Saya ummu Nisa domisili di Boyolali. Yg ingin saya tanyakan adalah.
Bagaimana menjadi ibu yg bisa adil terhadap ke lima anaknya.
Dimana karakter mereka sangat berbeda beda.
Salahkan saya, apabila saya sebagai ibu membanggakan salah satunya?
Sekian pertanyaan dari saya. Maaf klo keluar dari materi.
Jazakumullah khoiron katsiron. Barokallahu fik

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh..
MasyaaAllah sudah 5 anak,  barokallah bunda๐Ÿ˜Š
Allahu a'lam.. Saya tidak berhak menilai salah dan benarnya.. Silahkan bunda bermuhasabah kembali,  bagaimana selama ini interaksi dengan ke-5 buah hatinya..

Mengenai berbuat adil pada anak-anak kita ini merupakan keharusan seperti dlm sabda Rasulullah yang diriwayatkan Nu'man bin Basyir..
"Bertakwalah kalian kepada Allab dan berlaku adillah kalian terhadap anak-anak kalian"

Kewajiban kita sebagai orangtua adalah berlaku adil di antara sesama buah hati kita dalam perkara2 lahiriyah yang dapat dilihat dan diketahui oleh anak2 kita,  bahkan dalam hal yang bersifat lahiriah seperti pelukan,usapan kepala, atau mencium mereka.

Dan yang terkait dengan perasaan hati jika ada kecenderungan yg lebih besar pada salah satu diantara anak2 kita maka kita tidak berdosa.. tapi selayaknya kecenderungan ity tidak seharusnya tidak sampai terlihat atau diperlihatkan dalam muamalah lahiriyah dengan anak2.

Sebagaimana Rasulullah bersabda
"Ya Allah,  inilah pembagianku dengan semaksimal kemampuanku. Oleh karena itu,  janganlah engkau mencelaku terhadap apa yang Engkau mampu,  sedangkan aku tidak mampu. "

Kemampuan yg dimaksud dlm hadist itu merujuk pada kemapuan hati.

Jadi berusahalah berbuat seadil2nya semampu kita. Namun usahakan jangan menampakkan kecenderungan hati kita dalam muamalah lahiriyah kita bersama mereka

La haula walaquwwata illabilla.. ✅

Pertanyaan 3⃣
Assalamu'alaikum..
Mohon infonya doa-doa spesifik yang bisa kita lafalkan untuk anak-anak kita.
-Ririn, Cikarang-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh

Banyak sekali bunda, doa2 nabi ibrahim dalam materi kita kali ini bisa kita amalkan sebagai doa harian untuk buah hati kita. Itu doa nabi ibrahim lengkap..

Bisa juga ditengok Qs. As Shaffat :100, Qs. AlFuqon :74

Dan doa2 dalam hadist Rasulullah pun banyak, tinggal kita memastikan mana doa yang shahih✅

Tanggapan:
*Ibu Ririn* ▶ Jazaakillah khairan umm untuk jawabannya. Apakah ummu salman ada web2 tertentu utk melihat keshahihan dari doa2? Karena kalau di browsing yang keluar banyak. Khawatir saya yang fakir ilmu salah ambil web nya.
*Ummu Salman* ↪ Wa wa jazakillahu khairam..

Saya biasa cek di kitabnya lansung atau bertanya di majelis ilmu๐Ÿ˜Š
Jujur saya jarang sekali buka web2, saya termasuk jarang browsing2, afwan jadi tidak bisa jawab๐Ÿ™๐Ÿป
Mungkin bunda2 disini bisa bantu๐Ÿ˜Š

Saya sarankan untuk keluarga muslim setidaknya ada tafsir alqur'an dan kitab hadist minimal shahih bukhari..❤
▶ Naam ummu salman. Jazaakillah khairan utk keluangan waktunya menjawab pertanyaan saya ❤ Silahkan di lanjutkan kembali bucut.
↪ Waiyyaki..

Pertanyaan 4⃣
Assalamualaikum. Siti Hajar memang sudah terkenal dan teruji kesolehannya sedangkan kita masih terus berusaha begitupun ibu, nenek dan moyang kita terdahulu, selain hal (pola asuh) yang baik ada pula yang belum baik yang tentunya disadari atau tidak terpola kepada kita. Bagaimana cara memutuskan mata rantai pola yang salah dalam keluarga kita.
-Mimin, Rancaekek Bandung-

Jawaban:
Kisah2 yang Allah berikan dalam AlQur'an adalah untuk kita tadabburi dan kita ambil hikmahnya, bukan untuk pembanding tapi untuk pembelajaran๐Ÿ˜Š.

Yakinlah setiap takdir yang Allah berikan kepada kita baik,  termasuk pengasuhan dari orangtua. Jika kita sekarang mengetahui bahwa itu salah maka itu menjadi pembelajaran untuk kita agar tidak mengulanginya pada anak2 kita. Jika pengasuhan dari orangtua kita baik, maka kita ambil kebaikannya.
Ikhlaskan.. Ikhlaskan..
Mata rantai itu tidak akan putus jika kita tidak ikhlas dengan apa yang sudah Allah takdirkan..

Mulailah dengan tazkiyatun nafs,  mengenai ini islam sudah lengkap(silahkan dicari referensinya penulis said hawa atau ibnu qoyyim), tidak perlu memakai healing terapy ala barat..✅

Tambahan:
Bunda2.. Islam itu agama yang mudah dan memudahkan, terkadang kita yang mempersulit diri kita sendiri..

Manfaatkan kemudahan dan kenikmatan yang Allah berikan untuk memperolah _hasanah_ sebanyak2nya.. ๐Ÿ˜Š

Pertanyaan 5⃣
Asalamu'alaikum Ummu Salman..
Bagaimanakah aplikasi dan penerapan pengasuhan seperti keluarga nabi ibrahim dan Keluarga Imran?
Adakah kurikulum khususnya, seperti kegiatan apa yang dilakukan rutin orang tua dan anak2?
Jazakillah khoir Ummu Salman...
-Lidya Ummu Azka, Sidoarjo-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh

Dikeluarga kami poin-poin dalam pembelajaran kisah Nabi Ibrahim _Alaihissalam_ adalah sebagai kerangka dasar atau acuan dasar,  pondasi...
Adapun turunannya bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga bunda dan anak2 bunda, dengan tetap pada kaidah dasar AlQur'an dan Sunnah...
Saya ambil contoh satu poin selamatkan aqidah :
Usia 0- 6bln
1. Membiasakan anak dengan lafal "laa ilaha illallah"
2. Membiasakan anak denvan lafal syahadat "asyhaduanna muhammadan Rasulullah"
3. Murottal all day log, no musik dan televisi

(ini contoh dari poin kurikulum anak saya)

Bunda bisa mulai membaca kisah2 sahabat, tabiin dan salafussalih..generasi terbaik hasil pendidikan dengan pondasi AlQur'an dan AsSunnah..✅

Tanggapan:
*Ibu Lidya* ▶ masya Allah Ummu Salman jawabannya... Jadi kurikulum utama keluarga itu mengacu pada Kisah keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam ya, jadi untuk buku2 panduan dalam proses mendidik anak dan tambahan referensi dalam penerapan kurikulum tersebut menggunakan kisah2 para sahabat tabiin begitu ya umm?
*Ummu Salman* ↪ Betul..

Contohnya dari kisah ibunda imam syafi'i saya jadi tw bahwa ketika menyusui ibunda imam syafi'i senantiasa melantunkan ayat2 AlQur'an..
Maka itu saya munculkan poin murattal all day long dirumah✅
▶ renungan sekali buat saya pribadi ini umm, hijrah dari ilmu psikologi barat ke ilmu "psikologi" sesuai Al Quran dan As Sunnah, yang skrg masih saya gunakan beriringan. Untuk pemilihan buku bacaan buat anak2 sebagai pembelajaran sehari2 bagaimana umm? jadi hanya menggunakan buku kisah shahih nabi dan rasul dan para sahabat saja kah yg diceritakan ke anak2? ada buku cerita seperti buku fiksi yang mengandung hikmah dan nilai kah yang juga dipakai?
↪ Saya fokuskan pada kisah saja.. siroh rasulullah,  sahabat, tabiin, atau pahlawan2 islam seperti toriq bin ziyad, muhammad al fatih atau kisah2  orang shalih lainnya..

Dan saya menghindari cerita fiksi atau dongeng, cerita fiksi ini bisa kita berikan untuk anak yang sudah membedakan salah dan benar ketika ia memasuki usia tamyiz atau mumayyiz..
Sedangkan kisah untuk semua usia✅
▶ masya Allah,  jelas sekali, jadi semakin yakin dan teguh pada Al QUran dan As Sunnah, untuk tidak tergerus arus dengan banyaknya metode parenting yang terkadang dengan embel2 islami, jazakillah khoiron ummu salman, semoga Allah membalas berlipat pahala untuk ummu salman sekeluarga, aamiin...

*Ibu Deean* ▶ Ummu Salman, karena judul kulwapnya belajar parenting dr nabi Ibrahim, saya jd pengen tau detail ttg kehidupan nabi Ibrahim mendidik putranya. Adakah buku tentang ini, karena sampai sekarang saya belum pernah "ketemu" buku yang saya maksud?
*Ummu Salman* ↪ Secara spesifik atau khusus yang membahas tentang pendidikan atau kurikulum keluarga ibrahim saya belum menemukan bun..

Yang menjadi rujukan saya tafsir ibnu katsir..
Buku kisah para nabi dari ibnu katsir atau kitab bidayah wannihaya..
Formula kurikulum diperoleh dari taddabur kisah Ibrahim _Alaihissalam_
▶ Baik, Ummu Salman, jazakillah khoiron, ๐Ÿ˜Š

*Ibu Nia* ▶ Jazakillah khayr utk kesempatan menanggapi bucut. Bagaimana jika buku tentang kisah pahlawan islam misalnya, bukunya dalam bentuk komik. Karena biasanya anak2 suka jika buku ada gambarnya... dan gambarnya bukan gambar syar'i, tapi menampilkan makhluk bernyawa, bolehkah menggunakannya umm?
*Ummu Salman* ↪ Jumhur ulama memperbolehkan gambar makhluk bernyawa asal dengan tujuan untuk media pendidikan..

Adapun untuk wara'(kehatian2nya) biasa dikurangi dengan tidak berwajah..
Saya pribadi masih memakai buku2 komik pahlawan islam seperti muhammad alfatih sebagai media belajar..
Asal kita pastikan isinya shahih..
Allahu a'lam.. ✅
*Moderator* ⏩ Syukran umm, seperti nya jelas ya bu nia.. hukum asal nya utk gambar yg bernyawa tidak boleh sebagaimana dalam hadist Rasulullah. Namun dalam beberapa kondisi seperti yg di sampaikan ummu salman jumhur ulama membolehkan. Wallahua'lam ..
▶ na'am ummu salman, na'am bucut...in syaa Allah dipahami, jazakillahu khayran...

Pertanyaan 6⃣
Assalamualaikum...
Pertanyaan :
Umm.. Maksud dari "menjauhkan anak dari kemusrikan (permainan,  media2 atau tontonan anak,  dll )" itu seperti apa? Agar lebih jelas contoh konkritnya seperti apa? Permainan yang seperti apa? Media seperti apa?  Dan tontonan seperti apa? Syukron....
-Ami, Bandung-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh..
Di akhir zaman ini banyak sekali media yang membawa kita pada kemusyrikan dan melenakan anak-anak kita agar sedikit demi sedikit bergeser pada ketauhidannya..
Lihat saja tontonan anak2 ditelevisi film khrisna, spongbob,dll.. Banyak unsur kesyirikan disana yang dimunculkan dengan sangat halus, dan membahayakan akidah anak kita.

Ketika memberikan tontonan dan permain sebaiknya kita menilai dahulu manfaat dan mudhorot kepada anak kita sebelum kita menyuguhkan kepadanya✅

Pertanyaan 7⃣
Assalaamualaikum ustadzah. Pertanyaan saya bagaimna cara untuk mengendalikan emosi saat anak melakukan hal2 yg tidak saya inginkan... Butuh solusi agar bisa tidak mukul/marah dan membentaknya.
-Ummu akhdan, Bekasi-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh..

Banyak2lah berdzikir mengingat Allah bunda.. Jagalah ibadah harian kita karena ibadah harian dan kefuturan kita sangat berbanding lurus dengan kondisi emosional kita..

Semakin kacau ibadah yaumiah kita akan semakin kacau pengendalian emosi kita...
Ketika kita menjaga ibadah kita insyaaAllah "Furqon" dihati kita akan hidup..

"jika anak2 kita bermasalah bermuhasabahlah, karena bisa jadi kemaksiatan kita kepada Allah yang menjadi penyebabnya"

Saya sangat percaya hal ini,  karena saya membuktikan dan merasakan sendiri ketika saya terlupa atau lalai pada satu ibadah yaumiah saya,  anak saya akan membuat masalah entah dlm bentuk yang berbeda2..
Maka jika anak bermasalah sesungguhnya itu sentilan bagi kita untuk bermuhasabah dahulu..

Kita boleh marah jika anak melanggar perintah Allah dan RasulNya, yang membahayakan dirinya,  selain itu usahakan untuk kita tetap tenang..

Adapun selain itu,  cobalah bunda jaga diri selalu dalam keadaan suci(berwudhu),karena menjaga kesucian adalah bagian dari pengendalian diri..

*Rumusnya : Murka anonim dari rahmat,  dan salah satu ciri orang yang mendapatkan rahmat Allah adalah yg berlemah lembut..*
Salah satu cara mendapat rahmat Allah agar senantiasa berlemah lembut adalah dengan cara bersuci dan bertaubat..
Jadi menjaga kesucian diri bagian dari ikhtiar mengontrol diri juga (Menjaga wudhu)..
Dan jika sudah ada tanda2 marah melakukan seperti yg dijelaskan dlm hadist nabi๐Ÿ˜Š

Silahkan dibuktikan, alhamdulillah saya sudah membuktikan ini dan dengan pertolongan Allah berhasil✅

Pertanyaan 8⃣
Bismillah.. Bisa berikan tipsnya, bagaimana cara mempraktekkan ilmu parenting yg kita miliki?
Sudah banyak ilmu parenting yang saya baca tapi semua teori tersebut tiba2 menguap bila berhadapan dengan perilaku anak yang kurang berkenan.
Syukron
-Ita, Jakarta Selatan-

Jawaban:
Agar ilmu bermanfaat maka harus diamalkan.. dalam pengamalan ilmu diperlukan kesabaran yang panjang dan berlapis..

Kuncinya adalah sabar dalam pengamalan,  konsisten, dan ikhlas..
Jika kita belum mampu mengamalkan semua, mulailah dari yang kita mampu kemudian istiqomakan,  bukankah Allah mencintai amalan yang sedikit tapi terus menerus๐Ÿ˜Š
Sabar, Konsisten(istiqomah), Iklas✅

Pertanyaan 9⃣
Assalamu'alaikum
Bu ambar... Salam kenal
Bu, bagaimana cara konkrit mengajarkan akhlak ke anak batita? Mengingat mereka belum bisa mengerti bahasa kita sepenuhnya. Dan mereka pun ada yang berbicara belum lancar. Jadi buat saya suka frustasi ya. Anak saya yg balita 2,5y

Oh ya sedikit oot boleh bu? Satu pertanyaan lagi ya. Kalau bikin kelompok belajar HS untuk anak balita bahkan batita, untuk mengajarkan adab dan akhlak efektif tidak ya bu?

Misal kelompok isi 4 atau 5 anak. Pengajarnya mama2 mereka bergantian. Pertemuan beberapa hari dalam seminggu. Nuhun bu...
-Fetania, Bogor-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh..

Silahak dibaca disini ya bu, ini salah satu contoh pengajaran akhlak saat kita menyusui..

ambiummusalman.blogspot.co.id/2017/02/memberi-sentuhan-akhlak-saat-menyusui.html?m=1

Anak balita masih belum mengerti teori, ia akan pusing kalau kita ajarkan dengan kalimat...kamu harus begini nak,nggak boleh begini nak.. Dst..

Cara paliiiing efektif adalah dengan qudwah(teladan)..

Diusia berapapun,keteladanan adalah kunci dalam pendidikan akhlak dan sosial. Karena pendidik(terutama ibu yg senantiasa bersamanya) adalah panutan atau idola dalam pandangan anak...
Anak kita akan mengikuti tingkah laku kita,  meniru akhlak kita, baik kita sadari atau tidak.. Apalagi anak balita, dia peniru ulung.

Semua perkataan dan perbuatan orantya akan terpatri dalam diri anak kita dan menjadi bagian dari persepsinya,  baik kita ketahui atau tidak.

Bagaimana kita akan mengajadi kejujuran jika kita masih sering memberi janji2 kosong pada anak hanya agar ia diam dan rentetan kebohongan kecil yang kita anggap ringan namun melekat dalam hatinya..
Bagaimana kita akan mengajari kesabaran jika kita masih seringkali berteriak dan mengeluh di depan mereka..

Mudah bagi kita unyuk memberikan satu pelajaran lada anak, namun sangat sulit bagi anak untuk mengikutinya ketika ia melihay kita yang memngajarkan tidak mempraktikkan/meneladankan apa yang diajarkan.

Adapun diajarkan pribadi oleh ibu maupun berkelompok,  tetap keefektifannya berbanding lurus dengan keteladanan yang didapat.
Sekedar saran usia 0-5tahun adalah usia anak bersama ibunya✅

Pertanyaan ๐Ÿ”Ÿ
Saya cerita dikit ya bu.. Saya punya 3 anak yang pertama usia 10 tahun yang k-2 usia 7 tahun dan yang ke-3 usia 4 tahun. Yang mau saya tanya untuk anak pertama dan ke dua ini. Sekarang anak pertama saya kelas 5, dari kelas 1-4 dia sekolah d SDIT di sukabumi alhamdulillah selama itu untuk ibadahnya udah bagus banget sholat gak harus di suruh hafalan qur'annya terjaga bahkan ngajinya juga pinter, akhlaknya insyaallah agamis banget. Tapi ketika kelas 5 karena sesuatu dan lain hal kita harus pindah k aceh dan bersekolah di sekolah biasa dan perubahan itu kerasa bgt. Sholatnya mulai susah hafalannya mulai bolong2 kalau kita suruh kerjain itu sampai membuat kita marah krn anaknya gak mau lakuin. Mungkin ada pengaruh lingkungan juga di sini (tantenya gak bolong2 sholatnya).
Menurut ibu bagaimana cara agar apa yang pernah tertanam dulu kembali seperti semula... haturnuhun bu atas jawabannya
-NN, Somewhere-

Jawaban:
Yang perlu diingat oleh semua orang tua bahwa sekolah (baik SDIT maupun umum), boarding, atau pondok pesantren.. Apapun itu..
Semua itu adalah *wasilah(perantara)* saja...
Sekolah sejatinya mereka adalah di rumah mereka bersama ayah dan bunda..

Jangan mengharapkan keshalihahan dari sekolah, karena seharusnya keshalihahan dimulai dari rumah dari tangan ayah dan bundanya..

Mari kita belajar dari kisah imam syafi'i,  iman bukhari,  imam Ath Thabari.. Orangtua mereka lah yg sangat memberi pengaruh besar..

Karen yang akan dihisab oleh Allah atas anak kita nanti adalah kita bukan pata gurunya di sekolah..
Jadi persiapkan kondisi kita untuk selalu siap menjadi guru dan kepsek bagi anak-anak kita.. Sehingga dimanapun ia berpindah sekolah ia tidak terpengaruh lagi

Rumusnya :
Ayah = arsitek
Ibu = teknik sipil
Sekolah = mandor
Lingkungan = kuli bangunan


Pertanyaan 1⃣1⃣
Bismillaah... Assalamu'alaikum, izin nanya ya umm...
Bagaimana hukumnya mengambil suatu media pembelajaran dan sekaligus sebagai hiburan untuk anak yaitu berupa boneka seperti boneka edukasi, dimana boneka ini bentuknya sangat menyerupai manusia, dan bisa mengeluarkan suara/berbicara? Jazakillahu khayran katsira untuk ilmunya umm...
-Nianiza, Banda Aceh -

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh..

Saya pun masih memakai boneka sebagai media pembelajaran ๐Ÿ˜Š
Saya berpegang pada hadist yang diriwayatkan oleh ummul mukminin Aisyah _radiyallahu ahnu_

Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi _shallallahu ‘alaihi wa salam_. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku”.

Jumhul ulama membolehkan dengan syarat untuk media pendidikan bukan untuk dipajang..
Bunda bisa baca diartikel ini ya๐Ÿ˜Š

https://rumaysho.com/3568-hukum-boneka.html


Tanggapan:
*Ibu Nianiza* ▶ afwan umm, izin menanggapi... tapi saya pernah membaca perkataan syaikh ibn utsamin (afwan sumbernya saya lupa) boneka yang dimainkan oleh Aisyah radhiyallahuanha bentuk dan wujudnya tidak sempurna dan memiliki beberapa anggota tubuh dan kepala tetapi tidak jelas bentuknya... tapi kalau hafiz hafizah doll sangat sempurna bentuknya... wallahu'alam...
*Ummu Salman* ↪ In syaaAllah sudah ada penjelasannya dilink artikel yg saya tautkan✅๐Ÿ˜Š
Mengapa jumhur ulama membolehkan dan bagaimana kaidahnya..

Sebagi bentuk kehati2an(wara')  disarankan tidak berbentuk sempurna..
Allahu a'lam..
*Moderator* ⏩ Bu nia, silakan nanti di baca artikel nya ya bu.. setuju.. ssbagai bentuk wara' ahsan nya tidak berbentuk sempurna.. Wallahua'lam

Pertanyaan 1⃣2⃣
Assalamu'alaikum.. Ummu Salman,
1. Dari materi yang sudah disampaiakn tadi, kira2 bagaimana membentuk pola pengasuhan  yang baik dan benar seperti yg Bunda jelaskan terkait ayah sebagai kepala sekolah dan ibu sebagai sekolahnya? Sekiranya kapan kita bisa menerapkan posisi tersebut terhadap anak?
2. Jika posisi tersebut terkadang tertukar, kira2 baiknya kita melakukan hal  apa agar tidak terulang kembali? Syukron Ummu Salman..
-Nita, Tanggerang Selatan-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh

๐Ÿ”ถPembagian tugas
Tugas ayah(kepsek) :
1. Membuat sekolah yang nyaman(menyamankan istri)
2. Menentukan visi dan misi
3. Evaluasi program
4. Menegakkan aturan

Tugas ibu sebagai _madrasatul ula_ sekolah bagi anak2nya, membuat kurikulum dan memastikan keberlansungan visi dan misi, untuk kemudia dievalusi bersama kepsek(suami)

๐Ÿ”ท Dilakukan sejak kapan?
Sejak awal menikah sudah harus dibicarakan visi pernikahannya, bahkan seharusnya sebelum menikah suami sudah punya visi dan misi yang akan ia jalankan bersama istri nantinya..
Inilah PR mendidik semua orangtua, menyiapkan generasi kita agar siap menjadi ayah dan menjadi ibu

๐Ÿ”ท jika peran tertukar?
Bicarakan dengan suami,  evaluasi ulang.  Karena Qowwam dlm rumah tangga harus tetap ditangan suami,kecuali bagi single parent✅

Pertanyaan 1⃣3⃣
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Barakallahu fiky, ummu.
1. Dengan pengalaman yang ada, bagaimana tanggapan ummu tentang hujjah bahwa parenting barat lebih aplikatif karena melalu proses penelitian panjang, sedang parenting nabawiyah cenderung filosofis?
2. Bersediakah ummu membagi referensi materi tauhid yg ummu ajarkan kepada anak-anak usia pra baligh?
3. Apa kendala terbesar yang pernah dihadapi selama mengajarkan anak-anak tentang sholat. Bagaimana solusinya?
-Maharani, Depok-

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabatokatuh..
Wa anti barokallahufik๐Ÿ˜Š

1. AlQur'an adalah kerangka acuan yang sangat lengkap,ia memuat semua konsep pembelajaran dan konsep keilmuan.
Hasil didikan AlQur'an tengoklah pada diri Rasulullah karena akhlak dan pribadi beliau adalah AlQur'an..kana huluquhul quran (Qs. AlQolam :4)
Dan bagaimana hasil didikan rasulullah.. Lihatlah generasi sahabat dan generasi tabiin..
Dimana puncak kejayaan islam tercapai, kita harus melihat secara menyeluruh..

Sedangkan teori2 barat itu rapuh,  dan terkadang satu teori tergantikan dengan teori yang lain.. Ada masa expired sedangkan AlQur'an tidak ia akan berlaku hingga akhir zaman. .

Konsep pendidikan dahulu dan sekarang tidak berbeda,  karena sejarah akan terus berulang..

Dulu saya mempelajari banyak teori pendidikan dari barat,  terkadang saya menemukan bahwa teori2 itu tidak bisa berlaku secara universal dan terkadang masih rapuh.

Kuasai dulu ilmu yang ada AlQur'an dan AsSunnah.. In syaaAllah ketika kita menengok ilmu yang lain kita akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah..
Jangan dicampur adukkan, seperti yang marak dilakukan skrng ilmu parenting barat diislamisasi...
Jangan menggabungkan antara hak dan yang batik..semoga kita senantiasa berhati2✅

2. Silahkan pakai referensi kitab2 yg ditulis oleh ulama2 atau pakar pendidikan islam yang shahih dan dari penerbit yang shahih..

Syaikh jamal abdurrahman, ibnu qoyyim, khalid asy syianyut, abdullah nashih ulwan, dan lainnya✅

3. Kebanyakan kendala terbesar bagi kita orangtua dalam mengajarkan sholat adalah *kurang sabar*.
Kita buru anak balita disuruh anteng sholatnya, buru2 diminta cepat hafal doanya..
Itulah kenapa hadist untuk memukul anak kita yang tidak sholat diperintahkan diusia 10tahun..
Jadi waktu kita mengajari mereka sholat itu panjang 10tahun,  tapi karena kita tidak sabar kita jadi tidak menyadari itu..

Jadi memerintahkan anak sholat usia 10 tahun..
Diusia sebelumnya adalah mengajak, membiasakan dan melibatkan anak ketika sholat..

Sekali lagi kuncinya adalah..
*sabar dalam beramal, dan kuat serta sabar dalam do'a*✅

Pertanyaan 1⃣4⃣
Assalamu'alaikum. Bagainana cara membiasakan ibadah kepada anak umm? Anak saya putri usia 5 tahun tapi masih sulit diajak sholat... Jazakillah khoiron

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabatokatuh..

Sepertinya pertanyaan ini sudah terjawab dipertanyaan sebelumnya ya✅๐Ÿ˜Š

Pertanyaan 1⃣5⃣
Assalamualaikum, saya bunda rini di banda aceh.
Saya mau bertanya,  jika dalam berumah tangga saya dan suami berbeda pendapat dalam mendidik anak. Bagaiman cara yang baik komunikasinya ya?
Karena anak sma skarang pun jadi agak susah diarahkan, terkadang saya dan bapaknya gak sejalan

Jawaban:
Waalaykumsalam warohmatullah wabarokatuh

ambiummusalman.blogspot.co.id/2017/02/komunikasi-dalam-prespektif-islam.html?m=1

Ini saya berikan tautan tentang komunikasi dalam islam,  dengan siapapun kita berkomunikasi prinsipnya sama tinggal kita menyesuaikan dengan karakter pribadi suami atau pasangan kita, apalagi dengan lamanya usia pernikahan insyaaAllah bunda sudah faham bagaimana karakter suami kita.

Yang menjadi poin penting ketika berkomunikasi dengan suami kita adalah jaga Wibawa dan qowwamah dari suami kita.
Tetapkan dia dalam posisinya.
Dan jangan jatuhnya wibawa suami kita di depan anak2 kita, jagalah kepatuhan kita padanya.. Jangan menyelisihinya, kecuali memang hal tersebut sangat berkaitan atau mengancam aqidah kita.

Batas antara hati kita dan suami hanyalah Allah, Allah lah pemilik hatinya,  jadi mintalah kepada Allah yang menggenggam hatinya agar terbuka dan berlembut hati kepada kita.
Allahu a'lam..

Pertanyaan 1⃣6⃣
Minta tolong penjabaran dari anak sholeh seperti bagaimana ya?
-Inne, Bandung-

Jawaban:
Bila ditinjau dari sisi bahasa shalih berasal dari shaluha-yashluhu – shalahan yang artinya baik , tidak rusak dan patut. Shalih,  isim fa’il dari kata tersebut di atas yang berarti  orang yang baik, orang yang tidak rusak dan orang yang patut.

Bila kita tengok dalam AlQur'an,  kita bisa melihat dalam surah Ali Imran :113-115.

{۞ ู„َูŠْุณُูˆุง ุณَูˆَุงุกً ۗ ู…ِّู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุฃُู…َّุฉٌ ู‚َุงุฆِู…َุฉٌ ูŠَุชْู„ُูˆู†َ ุขูŠَุงุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขู†َุงุกَ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุณْุฌُุฏُูˆู†َ} [ุขู„ ุนู…ุฑุงู† : 113]

(113) Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

{ูŠُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูˆَูŠَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ูƒَุฑِ ูˆَูŠُุณَุงุฑِุนُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ูˆَุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ} [ุขู„ ุนู…ุฑุงู† : 114]

( 114 )   Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

{ูŠُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูˆَูŠَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ูƒَุฑِ ูˆَูŠُุณَุงุฑِุนُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ูˆَุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ} [ุขู„ ุนู…ุฑุงู† : 114]

( 115 )   Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.


Pertanyaan 1⃣7⃣
Bismillah, saya Dewi dari Kendari
pertanyaan:
Sy ibu yg kerja d kantoran swasta dan anak2 selalu d ikutkan k kantor.
Kapankan saat2 yg tepat dalam menasehati anak,  mengajarkan tilawah ataupun hafalan agar anak dg mudah menerima dan menjalaninya?.

Jawaban:
MasyaaAllah.. Pasti ananda senang beraktifitas bersama bundanya๐Ÿ˜Š, ada beberapa waktu yang bisa kita manfaatkan :
1) Saat anak sedang gembira atau senang. Setelah ia mendapatkan sesuatu atau berhasil melakukan sesuatu).
2) Saat fisik anak nyaman dan orangtua pun nyaman (kenyamanan ini banyak pengaruhnya salah satunya pelukan)
3) Saat anak sedang asyik dengan dunianya atau sedang berimajinasi, ini saat yang baik untuk orangtua menasehati atau memasukkan nilai atau memberi kisah
4) Saat ia hendak tidur

Itu diantara moment yang bisa kita manfaatkan untuk kita manfaatkan, adapun waktu atau ritmenya bisa kita kondisikan menurut kesibukan pekerjaan kantor kita karena in syaaAllah kita bisa mengkondisikan selama kita komunikasikan dengan baik kepada anak kita.

Buatlah suasana yang mengesankan untuknya, kemudian istiqomahkan..
Semoga Allah memberi kemudahan.. Aamiin✅

*Penutupan*

*Terimakasih banyak kami ucapkan kepada Narasumber; untuk para ibu pembelajar, semoga tercerahkan , semoga setiap ilmu yang kita dapat bisa kita amalkan dengan sebaik baik nya..*

*Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu menjaga dan mendidik amanah dari Allah ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆ ุชุนุงู„ู‰*

*Saya selaku moderator undur diri, mohon maaf jika ada kekurangan .. sesungguh nya Hanya Allah yang maha Benar*

*Saya tutup dengan sama sama kita bacakan doa kaffaratul majelis*

*Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik*

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Jazaakunnallahu khairan katsiran.


Wassalam

0 comments:

Posting Komentar