31/08/17

Kulwap Parenting KOBAR ke 11



πŸŽ€ *Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 11* πŸŽ€
{ *Komunitas Ibu Belajar* }

πŸ“… Kamis, 16 Februari 2017
⏰ 09.00

Tema: *Istri Berpenghasilan Sukses Jadi Partner Suami*

Nara Sumber: *Indari Mastuti*

Profil Nara Sumber:

*Indari Mastuti*
*CEO Indscript Corp*

1. Penulis 61 judul buku
2. Penulis 7 Biografi
3. CEO Indscript Copywriting yang menerbitkan > 2.000 judul buku bersama > penerbit
4. CEO Indscript Training Center
5. Founder Sekolah Perempuan
6. Founder Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis beranggotakan 16.645 orang calon penulis dari seluruh dunia
7. Founder Komunitas Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB) beranggotakan 20.200 orang perempuan pebisnis
8. Founder emakpintar.asia

Moderator: *Cut Rafiqa Majid*
Co-Moderator: *Welly Suardi*
Peresume: *Hasfiani*

πŸ“šπŸ“š *Materi* πŸ“šπŸ“š

Istri BERPENGHASILAN, Sukses Jadi Partner Suami


Istri bisa kok punya PENGHASILAN SENDIRI
Seorang istri bisa berpenghasilan dan menafkahi keluarga tanpa perlu merasa jadi tulang punggung :)
Bagaimana caranya agar bisa berpenghasilan dan ikhlas? Niatkan dulu dari awal untuk menjadi partner suami, agar sama-sama punya penghasilan. Nah, jangan nantinya malah jadi bersaing sapa yang punya penghasilan lebih besar.
Istri berpenghasilan bukan berarti bisa menjadi takabur apalagi jika penghasilan lebih besar dari suami. Istri tetap harus berkomitmen tetap utamain keluarga, sama tetep kasih dukungan pekerjaan suami, lho, ya. Kalau ternyata istri sukses, ya suami ikutan hepi, kok.
Jangan lupa, ingat selalu NIAT sebagai ISTRI yang menjadi PARTNER HIDUP SUAMI. Baik partner dalam mengurus anak-anak, mengelola rumah tangga, termasuk mencari penghasilan.
Saat ini dunia sudah semakin berat...
Semua serba mahal..
Semua serba butuh duit...
Bayangkan jika suami tak sanggup mencukupi semua, maka saatnya ISTRI menjadi PARTNER SUAMI dalam banyak hal
Kita tak pernah tahu darimana REZEKI berasal, bisa dari istrinya, bisa dari suaminya
Sudah siap menjadi partner suami, Bu?

Mari diskusi...

*Pembukaan*

Bismillaahirrahmaanirrahiim... 

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, wassalaatu wassalaamu’alaa asrafil anbiyaa ii wal mursaliin Muhammadin, wa’ala alihi wa'ashahbihi ajma’in,

Rabbis shrahli shodri wa ya shirli amri wahlul uqdatammil lisaani yafkahu kauli, amma ba’du.

Perkenalkan saya Cut Rafiqa Majid selaku Moderator
Sebelumnya Co.moderator Ibu Welly suardi telah bertugas membagikan materi dan menampung pertanyaan, dan nanti setelah kulwap selesai akan kita bagikan resume yang akan di kerjakan oleh peresume handal kita bu hasfiani. Jazaakunnallah khairan.

Pertama tama
Yang saya hormati , Narasumber yang telah hadir pada pagi ini untuk berbagi ilmu bersama kami disini.. Teh indari Mastuti

Yang saya hormati Dan muliakan kepada para ibu yang sudi kira nya meluangkan waktu untuk ikut belajar bersama di dalam Kuliah Whatsaap (KulWap) KoBar ini, semoga Rahmat NYA tercurah kepada kita semua,

Puji syukur Al-hamdulillah marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ 
Atas limpahan Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayyah-Nya pada kita semua, 
Yang mana sampai saat ini kita masih diberikan Iman, Islam dan kesehatan,
sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam Majelis yang mudah mudahan di Ridhai Allah Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω†Ω‡ و ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰

Sholawat dan Salam, semoga Allah senantiasa mencurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…    , beserta Keluarga dan Para Sahabatnya, dan orang orang istiqamah berjuang dan mengikuti sunnah Rasulullah hingga akhir zaman.

Baik, Insya allah kita akan memulai KulWap kita dengan menampilkan pertanyaan yang telah masuk, untuk nanti nya akan di jawab oleh NaraSumber.

*Sesi Tanya Jawab*

Pertanyaan 1⃣
Assalamualaikum, bagaimana kalau kondisinya si istri sudah resign dari karyawati dan usaha /bekerja dari rumah namun ternyata waktunya pun banyak tersita untuk usaha tersebut yang juga membutuhkan waktu untuk keluar rumah. Bagaimana mensiasatinya?
-Syifa, Jakarta-

Jawaban:
Kalau menurut saya ini balik lagi ke manajemen waktu karena seorang ibu, istri itu manajemen waktu nya sudah sangat berat ya, ngurusin domestik apalagi di tambah dengan bisnis ataupun dengan bekerja. Jadi saya menyarankan adalah bagaimana kita bisa efektif bekerja dari rumah melalui online bisa ngurusin bisnis sambil bisa ngurusin keluarga. Jadi tugas yang paling pokok dari teman-teman itu adalah ketika teman-teman akan mulai untuk berbisnis atau membuat usaha dari rumah coba kemas dulu dan coba cari tau manajemen waktu yang paling cocok itu seperti apa.

Tanggapan:
*Ibu Dahnita* ▶ Manajemen waktu boleh di kasih contoh?
*Ibu Indari* ↪ Saya sedang di luar jadi saya tidak bisa ngasih contoh bahwa saya punya yang nama nya daily activity setiap hari. Jadi begini, saya kasih gambaran saja. Misalnya saya sendiri juga sama seperti sekarang nih, saya melakukan aktifitas dalam perjalanan untuk sharing dengan ibu-ibu, saya juga melakukan aktifitas untuk rapat dengan klien karena kan kebetulan bisnis saya di jasa penulisan pembuatan buku biografi intensitas untuk rapat cukup tinggi, nah jadi saya punya yang namanya standar daily activity. Ketika saya tidak keluar rumah, saya harus melakukan apa, pagi, siang, sore, malam dan semuanya itu sudah runut perjam. Jadi jam sekian saya ngapain, jam sekian saya ngapain dan dengan adanya daily activity yang tertulis dan kemudian itu kita taruh di depan meja kerja kita alhasil semuanya baik-baik saja. Karena apa, ya itu ada waktu untuk dapur, ada waktu untuk anak, ada waktu untuk ngurusin bisnis, ada waktu untuk meeting dengan karyawan semua nya sudah serba tertulis. Nah bagaimana jika kita tiba-tiba harus kerja di luar, rapat di luar, maka yang harus saya lakukan adalah diskusi dengan suami. Saya harus keluar nih, ada rapat atau apalah yang mengharuskan saya keluar ada aktifitas yang harus saya kerjakan, bisa di bantu ga nih. Kalau pun ga bisa di bantu berarti saya keluar dari daily activity yang sudah di buat but its ok karena kita ga bisa kaku juga sama daily activity yang penting adalah kita punya standar daily activity

*Ibu Syifa* ▶ Teh Indari bisa kasih contoh manajemen waktunya seperti bagaimana? Bagaimana kalau bisnis dari rumah itu juga membutuhkan waktu untuk keluar rumah?
*Ibu Indari* ↪ Dengarkan voicenote saya sebelumnya ya.. Intinya setiap manajemen waktu pada setiap orang itu berbeda. Yang penting ibu-ibu punya list aktifitas hariannya apa, di list kemudian di jodoh-jodohkan mau jam berapa di kerjakan.
▶ Oke noted teh, harus ada standar daily activity ya..

Pertanyaan 2⃣
Assalamualaikum, langkah langkah apa saja yang harus dilakukan dalam memilih atau menentukan bisnis yang sesuai untuk kita?
-Mimin, Rancaekek Bandung-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Perempuan ini sebetulnya banyak maunya apalagi kalau lihat rumput tetangga, lihat siapa temannya sukses jualan gamis pengen jualan gamis, lihat yang sukses jualan seblak pengen jualan seblak tapi ketika kita mau memulai bisnis yang harus di lakukan adalah itu bisnis sesuai tidak dengan passion kita. Misalnya saya nih, saya ini sukanya nulis maka bisnis yang saya jalankan sangat terkait dan erat kaitannya dengan yang namanya tulis menulis. Nah sama ibu-ibu yang suka make up suka dandan mungkin cocok untuk jadi make up artis, mungkin juga cocok jualan kosmetik, mungkin cocok untuk apapun. Tapi intinya adalah bagaimana caranya bahwa ibu-ibu ini menyesuaikan bisnis yang di jalankan sesuai dengan passionnya masing-masing. Karena bisnis itu tidak mudah, bisnis itu butuh perawatan yang intens dan salah satu yang bisa memudahkannya adalah karena bisnis itu kita cintai atau kita suka dengan bisnis tersebut. Silahkan pilih dulu sepuluh hal atau sepuluh bisnis yang di bidik kemudian mulai dari yang sepuluh itu pilih berdasarkan passion yang paling kuat, kemudian modal nya juga, pasaranya juga dan pertimbangan-pertimbangan lainnya sampai mengkerucut ke satu bisnis lalu action dan langsung lakukan bisnis tersebut.

Pertanyaan 3⃣
Assalamu'alaikum bu Indari,
Ketika saya ingin punya penghasilan sendiri dari rumah tapi sepertinya suami setengah hati bu ngasih ijin nya, sedangkan menurut saya itu sedikit membantu keuangan keluarga kami. Yang ingin saya tanyakan adalah:
Bagaimana ya bu cara bicara dengan suami agar beliau bisa sadar kalau saya juga ingin membantunya walau tidak banyak?
-NN, Tangerang-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Yang harus dilakukan oleh ibu rumah tangga ketika akan membantu suaminya dalam hal ekonomi izin atau restu suaminya. Tapi untuk mendapatkan restu suami sebetulnya tidak mudah meskipun tujuan kita adalah membantu perekonomian keluarga. Ada yang memang suami merasa ya udah cukup-cukupin aj saya merasa mampu koq untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tapi itu bisa pelan-pelan dilakukan bahwa sebetulnya kebutuhan anak itu makin banyak kemudian semuanya serba mahal dan anda benar-benar ikhlas membantu suami atau bisa juga dengan dukungan yang lainnya. Bagaimana suami ini bisa bersinergi dengan anda menemukan cara-cara yang praktis supaya misalnya bisnis suami bisa terus berkembang, kemudian pekerjaannya jadi lebih mudah, kemudian memiliki penghasilan tambahan seperti apa. Jadi dorongan, jadi tidak selalu istri yang akan terjun langsung kedalam bisnis tapi mendorong suami untuk memiliki langkah-langkah lain sehingga perekonomian keluarga ini bisa lebih baik dibanding sebelumnya. Dan ini juga bisa di sebut sebagai peran istri yang luar biasa, tidak harus istrinya masuk kedalam bisnis tapi mendorong suami nya untuk mendapatkan penghasilan lebih ini sama saja pahalanya besar.

Pertanyaan 4⃣
Assalamu'alaikum, bagaimana cara pengelolaan bisnis yang dikerjakan oleh istri, supaya semua tanggung jawab bisa terhandle & dikerjakan dengan maksimal..
-Nur Rohmah, Temanggung-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam mba Nur, ini hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya terkait manajemen waktu. Nanti di bisnis itu kira-kira apa saja yang harus dilakukan dan sebagai istri atau ibu apa saja yang harus dilakukan dan itu dikombinasikan dalam daily activity yang kita buat dengan rinci detail perjamnya kalau perlu lalu kita lakukan. Kita uji coba dengan daily activity ini bisa tidak melakukan hal tersebut dan kita juga boleh melakukan lagi yang namanya penyempurnaan dari daily activity. Jadi kuncinya adalah daily activity tertulis.

*Moderator* ▶ Terima kasih jawabannya teh, nanti kalau sudah di rumah boleh di fotokan contoh daily activity nya supaya ada gambaran
*Ibu Indari* ↪ Boleh nanti saya akan fotokan daily activity. Insya Allah dan mudah-mudahan menjadi inspirasi buat ibu-ibu semua. Tapi sebelum saya kasih contoh sebaiknya ibu-ibu sekarang mulai menlist aktifitas harian ibu apa saja. Dan mulai menyusunnya dari pagi sampai malam, dari bangun tidur hingga mau tidur dan lengkapi jam berapanya, mengerjakan hal tersebut dan berapa lama.

Pertanyaan 5⃣
Assalamu'alaikum, terkait dengan materi yang ibu sampaikan khususnya kalimat rezeki itu bisa dari istri bisa juga dari suami, saya agak bingung jadinya. Karena saya pernah dengar ceramah beberapa ustaz katanya kalau perempuan sudah menikah maka rezeki istri melalui tangan suami. Jadi kalau pun istri bekerja maka sebenarnya ia telah mengambil sendiri sebagian rezeki dari suaminya. Intinya kalau ditotalin ujung2nya sama juga jumlahnya. Bagaimana pendapat ibu tentang hal ini?
-Rahmi, Aceh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Memang kalau perempuan sudah menjadi istri maka nafkah itu wajib nya dari suami, betul. Tetapi dalam kondisi tertentu bahwa perempuan ini melihat bahwa kondisi keluarga inti nya tidak cukup untuk kebutuhan keluarga maka sah sah saja ketika seorang istri membantu suaminya. Dan pada setiap rejeki yang di munculkan atau yang masuk dari seorang istri kedalam keluarga itu mendapatkan limpahan pahala. Jadi ini makanya saya minta keoada ibu-ibu sebelum memutuskan untuk bekerja ataupun untuk berbisnis restu suami ini amat penting. Kalau tidak di restui ya jangan, kalau memang sudah direstui maka buatlah fathner ship antara suami dan istri ini berjalan dengan sangat baik sehingga kebutuhan keluarga nya ini bisa terpenuhi dengan sangat baik. Karena kita tidak akan pernah tau betul, bahwa ketika si istrinya berbisnis ini sangat membantu ekonomi keluarga. Sesuai dengan anjuran dalam agama juga segala sesuatunya memang harus dalam restu suami ketika si istri akhirnya berbisnis dan direstui dan bisa mendapatkan lebih besar daripada rejeki yang diberikan oleh Allah di tangan suaminya itu adalah tetap rejeki bersama. Dan itu nilai pahalanya untuk sang istri sangat besar.

Tambahan:
Saya berbisnis sudah sepuluh tahun dan yang menjadi CEO di bisnis saya itu adalah saya sendiri dan CEO nya adalah suami. Jadi artinya yang mengendarai bisnis itu saya puncak keputusan ada di saya tapi dukungan suami ini sangat besar yang bisa membuat bisnis saya tumbuh dan berkembang. Suami saya mengurus operasional perusahaan atau internal perusahaan dan ini adalah restu dari beliau juga sehingga akhirnya beliau resign dan memutuskan untuk mengurus bisnis bersama-sama. Ini artinya bahwa restu suami ini sangat penting dan kalau sudah ada restunya sebetulnya rejeki ini akan mengalir entah itu sumbernya dari mana.

Pertanyaan 6⃣
Assalamu'alaikum. Saat ini usaha jualan saya masih 'palugada', yang kira2 bisa buat selingan dan bisa nambah2 uang belanja 😊karena saya juga baru pengalaman pertama punya baby yang sekarang usia 5m. Passion saya itu melakukan pelayanan kesehatan karena emang basic pendidikan saya disitu.. Sedangkan sekarang belum memungkinkan untuk praktek mandiri. Bagaimana ya biar bisa punya semangat bisnis walau pun itu bukan passion kita? Kadang juga saya bingung mau menekuni bisnis apa.
-Ghita, Tasik-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam mba Ghita.. Agak sulit juga ya kalau misalnya menjalankan bisnis bukan passion karena bisnis itu kan ada konsistensi yang harus di jaga. Kalau bukan passion nanti kecendrungannya moddy, cepat bosan kemudian jadi males, ares-aresan, kaya gitu mba Ghita. Jadi kalau menurut saya sih coba cari tau ya, bagaimana caranya bisa menjalankan bisnis ini yang memang itu passionnya kita. Kalau belum memungkinkan, cari tau kenapanya, hal apa yang bisa dilakukan dalam kondisi kita memiliki hambatan yang sudah tadi kita list. Jadi cari tau, karena kalau tidak passion malah saya tidak dukung ya bisnis nya dijalankan. Karena ya itu nanti ujung-ujungnya ya tutup juga karena bukan passion kita, kan sayang kalau seperti itu. Konsentrasinya sayang, waktunya sayang trus biaya yang sudah kita keluarkan juga sayang.

Pertanyaan 7⃣
Assalamualaikum wr wb. Suatu ketika seorang suami memiliki gaji tetap 3jt/bln, lalu penghasilan lain didapat dari persentase penjualan yang berubah-ubah jumlahnya. Katakanlah kisaran 750- 1,5jt yang diterima setiap minggu. Namun barang pribadi (barang konsumsi) yang dibelinya 1-2pcs seharga total 2jt/bln. Padahal, kebutuhan keluarga bila ditotal bisa mencapai angka belasan juta rupiah.
Bila skema penghasilan seperti diatas, bolehkah bila istri menabung dari sebagian penghasilan suami tanpa diketahui oleh sang suami, dengan tujuan sebagai dana cadangan? Lalu bagaimana hukum/syariatnya? Wassalamualaikum wr wb.
- Desi dsorban, Bandar Lampung-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Sebetulnya apa yang dilakukan istri itu harus sepertujuan suami, saya ga paham ya kalau misalnya nabung tanpa sepengetahuan suami. Tapi kalau menurut saya sih gimana caranya kita bisa mulai diskusi dengan suami, kita akan menyisihkan nih sebagian uang penghasilannya untuk menabung, ini persis seperti yang saya lakukan. Jadi saya menabung setiap hari tidak tentu kadang2 juga saya patok harus sekian dan itu atas izin daripada suami. Dan itu rasanya lebih enak banget. Ketika suatu saat kita membutuhkan uang tersebut yang sifatnya urgent kita buka tabungan kita. Tapi kalau tanpa izin suami kalau saya sih kurang bijak juga ya. Nah ini bagaimana si istri bisa jadi pathner suami untuk suami ini paham mengenai kondisi keuangan keluarga dan paham juga bahwa yang beliau lakukan dengan pembelian yang konsumtif nya tidak bagus untuk keluarga. Jadi mendingan didiskusikan dulu sampai ketemu jalan keluarnya bagaimana.

*Moderator* ▶ Istri menabung tanpa sepengetahuan suami yang saya pernah dengar dalam sebuah kajian "boleh" detailnya mungkin nanti bisa di bahas di grup kobar.

Pertanyaan 8⃣
Assalaaamu'alaikum. Bu mau nanya, kan suami yang sebenarnya wajib menafkahi anak dan istri, dan kita sebagai istri dibolehkan membantu dalam hal ini tapi kalau sebaliknya kita yang harus mencari nafkah, anak2 juga kebutuhannya semakin besar, kadang badan dah ga karuan tapi tetap diusahakan nyelesaiin orderan. Sementara suami tidak mau bekerja dan bantuin dengan alasan belum ada kerjaan yang sesuai dengan dia. Bagaimana ya bu mohon pencerahan. πŸ˜€
Dan bagimana trik mengelola penghasilan yang tidak seberapa agar cukup dan berkah? Syukran jazakillah khair ibu
-Sukma, Banda Aceh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Saya pernah share di status saya di wall saya, ketika istri merasa lelah ketika ia menjadi tulang punggung itu dia harus bersyukur. Bagaimana kalau keluarganya tidak memiliki tulang punggung? Jadi begini, suami tidak mau bekerja dengan alasan belum ada pekerjaan yang sesuai dengan dia, kemudian kita memaksa dia untuk bekerja dan juga tidak mau mau, jadinya kita sebagai istri ya menyerah. Ya sudahlah kita secukupnya saja dan kita bisa di bilang marah, pokoknya jadi ruwet di keluarga ini.  Nah pada akhirnya si istri lah yang kemudian harus bekerja, pertimbangan-pertimbangan seperti itu harus di ambil di bandingkan keluarga kita tambah morat marit. Dengan kondisi suami seperti itu kemudian istrinya juga malah marah marah dan tidak mencari solusi. Jadi lebih baik kita sama2 cari solusi. Ketika kita menemukan suami kita bukan problem solver yang cukup tangguh maka kemudian peran dalam tulang punggung itu akhirnya pada istri. Nah pinter2 lah seorang istri ini untuk bisa memerankan tugasnya yang pasti sangat berat, demi siapa? Demi anak-anak dan keluarga. Terkait dengan suaminya kita pelan-pelan tetap sharing dan dorong bahwa bagaimana pun juga bukan masalah pekerjaan yang tidak sesuai tapi bagimana kita mengoptimalkan pekerjaan yang ada di depan mata.
Penghasilan mau besar atau kecil kadang ga cukup, yang harus dilakukan adalah standar hidup kita berapa. Nah kalau kita sudah punya standar hidup yang jelas, yang detailnya berapa yang tidak boleh berubah standar hidup hidup tersebut maka kita akan cukup saja dengan penghasilan berapa pun. Misalnya begini, kalau orang mau makan kenyang dia bisa saja ayam atau mau makan sayur, nah kalau dia bisa makan sayur dengan kenyang dan sehat kenapa harus makan daging ayam. Nah itu lah yang di maksud standar hidup kita ini mau berapa banyak. Ya pada ujungnya istri di tuntun untuk multi tasking ya tapi multi tasking itu bukan untuk siapa siapa koq ya buat kita sendiri..

Pertanyaan 9⃣
Assalamualaikum warahmatullahi. Bu, bagaimana kiat kiat istri bisa meng-upgrade ilmu agar memiliki penghasilan sendiri, membagi waktu antara urusan domestik keluarga dan bisnis, mengingat keterbatasan waktu mengurus anak masih batita, usia sd dan tidak ada ART? Syukron
-Deasty, Bandung-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Sama saja persoalan dari perempuan ataupun ibu rumah tangga itu adalah keterbatasan waktu. Sebetulnya kan menuntut ilmu itu tidak memakan banyak waktu, kita bisa upgrade di youtube, di google, kita bisa training online. Misalnya nih saya punya training online yang hanya satu jam saja, itu pun training nya melalui voicenote seperti ini, jadi bisa mendengarkan sambil masak atau apapun. Tinggal kita menemukan pola yang paling tepat dan ingat bahwa daily activity sangat penting untuk ibu rumah tangga yang punya penghasilan sendiri dan upgrade ilmu

Pertanyaan πŸ”Ÿ
Assalammu'alaykum. Saya mau bertanya..
Saya seorang istri dengan 1 putri usia 8,5 bulan, saat ini suami bekerja freelance, sedangkan saya ibu rumah tangga, alhamdulillah saya lulusan kuliah yang jika bekerja bisa mendapatkan gaji yang cukup lumayan, selama ini suami menyuruh saya dirumah saja momong anak, tapi ibu saya selalu menyuruh untuk bekerja sesuai lulusan dan menitipkan putri saya di penitipan karena merasa sudah membiayai kuliah saya..
Selama ini keluarga kami merasa cukup dengan kebutuhan ekonomi. Bagaimanakah saya harus bersikap bu? Jazakunallahu ahsanul jaza'
-Hamba Allah, Solo-

Jawaban:
Kalau menurut saya, ketika kita sudah menjadi seorang istri kan izinnya itu ada di suami, tinggal sekarang di jelaskan aj pada ibunya bahwa secara ekonomi sudah merasa cukup dan anak itu menjadi tanggung jawab kita apalagi belum ada restu suami. Jadi yang paling mudah menjelaskan kepada ibu bahwa suami memang lebih suka bahwa istrinya untuk stay di rumah.

Pertanyaan 1⃣1⃣
Assalamualaikum warrahmatulloh wabarakatuh. Saya bisa di bilang istri berpenghasilan sendiri. Awalnya saya hanya berniat berpenghasilan sendiri untuk tambahan memenuhi cita2 kami seperti ingin punya rumah , dan lain2. Suami saya seorang wirausaha juga dan dia sangat mampu memeberi nafkah untuk keperluan kami sehari hari. Saat ini usaha suami saya lagi turunnn dan sebalik nya usaha saya lumayan. Alhamdulillah. Yang jadi pertanyaan bagaimana sikap saya sebagai partner suami yang baik menghadapi situasi ini? Demikian terimakasih wassalam
-NN, Bandung-

Jawaban:
Sebetulnya kita bersyukur ya kalau rejeki itu kita tidak pernah tau pada saat suami lagi bagus kita merintis, pada saat kita sedang naik tiba-tiba rejeki di bisnis suami lagi turun. Bagaimana menyikapi hal tersebut, sebenarnya tidak ada yang harus di sikapi. Ya kita mah seperti biasa saja peran nya sebagai istri jalan, sebagai pebisnis jalan dan kita saling dorong dengan suami. Rajin2 tukar pikiran supaya bisnisnya suami juga kembali naik. Nah itu lah pentingnya yang namanya pathnership. Jangan sampai ketika bisnis kita lagi bagus kita merasa bahwa ini loh istrimu ini sudah keren banget. Intinya jangan takabur lah. Jadi pathnership nya harus benar2 di jaga dengan sangat baik bagaimana pun kondisi saat ini

Pertanyaan 1⃣2⃣
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Bu Indari Mastuti, saya ingin sekali jadi seorang penulis, saya senang membaca banyak buku, artikel, tulisan, itu hobi saya, saya rela duduk berjam jam ga pernah bosan kalau sudah membaca;  adakah panduannya agar tulisan yang menari di fikiran saya menjadi uang.
-Sabrina, Prancis-Prancis-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Pikirkan dulu dan mulai fokus mau nulis apa. Karena jenis tulisan ini banyak, artikel, buku, blog semuanya bisa menghasilkan uang, biografi bisa menghasilkan uang. Tapi kita tidak bisa ahli di bidang atau semua bidang dalam suatu waktu. Yang kita harus lakukan adalah kita ahli di satu dulu dan kemudian kita cari pasar yang tepat untuk keahlian menulis kita tersebut. Jadi pastikan anda aktif menulis di satu tema, kemudian buat portofolionya yang banyak sampai jasa itu bisa di tawarkan kepada calon-calon klien anda

Pertanyaan 1⃣3⃣
Assalamualaikum umi.. Umi saya pernah dengar tausiah dari salah satu Ustadz katanya kalau istri ikut bekerja, rizki yang di dapatinnya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak adanya keberkahan dalam keluarga. Sedangkan rizki yang untuk satu keluarga adanya du tangan suami yang kewajibanya sebagai pencari nafkah. Gimana dengan pernyataan itu menurut umi. Jujur umi ini yang jadi problema saya sekarang. Terimakasih atas jawabannya.
-Nita, Banda Aceh-

Jawaban:
Wa'alaikumsalam.. Betul banget kalau misalnya istri yang bekerja istri yang mendapatkannya untuk dirinya sendiri dan tidak ada keberkahan dalam keluarga, sebetulnya tidak. Kalau keberkahannya ini saya tidak setuju. Tapi yang jelas ketika istri bekerja itu memang punya dia, tapi ketika dia memberikan itu untuk keluarganya pahalanya berlimpah untuknya

Pertanyaan 1⃣4⃣
Assalamu'alaikum..
Perkenalkan nama sy Tia, domisili Bandung, usia 36 tahun, memiliki 1 orang putri, dan sy bukan fulltime IRT.
1) apakah program kulwap ini hanya utk ibu yg punya suami? Bagaimana dengan ibu yg single mom? Dirangkul juga atau disingkirkan? Sebab ada kalimat "sudah siap jadi partner suami, bu?"
2) partner sy saat ini hanya anak. Apakah bisa nantinya, jika sy masih diijinkan utk ikut training ini, peroleh ilmu berpartner dengan anak?
Maaf sebelumnya. Terkadang ada pandangan menganggap salah si wanita karena menjadi single mom. Sehingga menjadi lupa bahwa dirinya peroleh rezeki dari Allah SWT bersuamikan seseorang yg lalai terhadap keluarga.
Sy sudah 7 tahun ini single mom. Tidak merasa tulang punggung keluarga juga supaya gak menjadikan sy stres terbebani. Alhamdulillah... Mampu bangkit dari keadaan terutama keuangan.
Inshaa allah klo masih diijinkan ikut training, sy akan berusaha mengambil poin-poin nya dan coba menerapkan sesuai kondisi sy yg single mom. 😊😊😊
Terima kasih atas keluangan waktunya Bu.

Jawaban:
waalaikumsalam, pertanyaan yang sangat bagus

1) Saya memang konsen dengan Ibu RUmah Tangga dan ibu rumah tangga tidak selalu bersuami *single parent di dalamnya
Namun kalau memang kulwap ini judulnya demikian karena memang topik yang saya sekarang sedang push adalah bagaimana istri menjadi partner suami. Untuk yang single tentu tak perlu izin siapapun untuk bertumbuh karena semua karena tergantung diri sendiri.
Apa yang sudah dilakukan sangat luar biasa, saya akan mendukung langkah dan senang bahkan sangat senang kelak bisa menjadi partner belajar
2) Tentu saja sangat boleh! saya sarankan sekali

Pertanyaan 1⃣5⃣
Assalamualaikum Bu Indari,
Saya Ibu Rumah Tangga baru, dr sekitar bulan Juli. Sebelumnya bekerja tanpa berbisnis, dan semua pekerjaan rumah saya taunya beres, pulang kerja tinggal bermain sama anak2.
Ketika memutuskan resign saya bilang sama suami kalo saya berhenti bekerja bukan untuk berbisnis, karna msh banyak kekurangan di urusan rumah tangga, sehingga saya harus fokus. Semua urusan rejeki berupa "uang" saya serahkan suami, saya tinggal mengelola.
Tapi melihat betapa semangatnya ibu2 jaman sekarang mencari dana tambahan untuk keluarga, saya berpikir, apakah saya harus mengubah pola pikir saya?
Yang ingin saya tanyakan
1. Dengan kondisi di atas, niat yg terbaik apa yg hrs saya miliki, jika ingin mencari dana tambahan?
2. Apa contoh sumber rejeki tambahan dr saya, tanpa menyisihkan banyak waktu saya untuk keluarga?
3. Saya menilai diri saya bukan tipe yg bs berbisnis, dr mana saya mulai?
Kalau katanya mulai dr hobby, saya bingung hobby apa yg bs menghasilkan πŸ˜…
4. Sekarang banyak bisnis online, nah gmn mengatur waktu? antara mencipta produk, memasarkan, dan bertransaksi. Belum lagi proses belajarnya.
Kalau saya ajak anak saya kesana kemari kok rasanya kurang bijak ya.
Mohon sarannya Bu Indari, agar yg utama tetap keluarga. Jazakillahu khayr
-Wina, Jakarta Selatan-

Jawaban:
waalaikumsalam

untuk berbisnis butuh ILMU tidak selalu butuh DANA:
Maka pelajari bisnis yang paling sesuai dengan kita, passion kita, hobi kita
Untuk menggalinya lagi-lagi butuh ilmu dan juga MANAJEMEN WAKTU
*saya jawab secara keseluruhan tidak perpoin

Tanggapan:
*Ibu Wina* ▶ Untuk yg point pertama bagaimana teh?
Apakah tergantung dr kebutuhan? Atau alasan jika ditinggal suami meninggal, kita masih punya pendapatan dan ga bingung?
Egoisnya saya, saya sempat berpikir bahwa kehidupan saya dan anak2 jika ditinggal suami terlebih dahulu, tetap menjadi tanggung jawab suami dan bagaimana saya mengelola finansial saat ini.
Maaf teh panjang, ini melihat rumput tetangga yg semangat berbisnis jd merasa "beda"
*Ibu Indari* ↪ Apapun alasannya perempuan akhirnya menghasilkan tetap harus dalam restu suami. Niat bekerja atau tidak bekerja atas restu suami.
Namun, begini, berpenghasilan dan mandiri sebetulnya *jika memang kondisi keuangan sudah baik saat ini* bisa menjadi salah satu sarana membuat perempuan lebih percaya diri melihat masa yang akan datang, karena sungguh, kita takkan pernah tahu masa depan seperti apa. Suami meninggal, perceraian, atau apapun tak pernah tahu *jangan sampai terjadi
Berbisnis dan berpenghasilan akan mampu mengEKSPLORASI perempuan dari berbagai sisi menjadi lebih berpengetahuan karena emang memerlukan SKILL khusus untuk bisa menjalankan peran sebagai IRT dan pebisnis
▶ baik bucut dan teh indari, saya coba pahami. dan saya ambil mana yg bs saya praktekan terlebih dahulu dgn lbh memanage waktu lagi. Haturnuhun teh indari 😊 #eksplorasi diri, suka deh 😘

Pertanyaan 1⃣6⃣
Assalamu'alaikum
Sebagai partner suami yg berpenghasilan jika kita berniat kerja selain membantu rumah tangga kecil kita sendiri tapi saya niat untuk bisa selalu memberi untuk orang tua
Apakah perlu untuk mendapatkan persetujuan suami terkait hal tsb?
Karena selama ini sih suami gak pernah nanya terkait kemana saja alokasi keuangan dari hasil saya bekerja. Jazakallah khairon katsiro
-Yanti, Auckland, Nz-

Jawaban:
Penting, semua harus atas restu suami

Pertanyaan 1⃣7⃣
Assalamu'alaykum
Terkait ownership problem, bagaimana kiat supaya niat membantu suami tetap lurus sedangkan pada prinsipnya kita paham kalau nafkah isteri lahir bathin menjadi tanggung jawab suami?
-NN-

Jawaban:
Ikhlas dan yakinkan apa yang kita lakukan adalah untuk PERTUMBUHAN DIRI KITA SENDIRI JUGA
Suami memang wajib, tapi istri BERHAK tahu lebih dari sekedar mendapatkan gaji suami bukan?
Kita bertumbuh dan berbisnis juga untuk pertumbuhan ILMU kita
Oh ya, suami saya bilang, "Belajar adalah HAK semua PEREMPUAN" dalam hal ini berbisnis adalah BELAJAR

Pertanyaan 1⃣8⃣
Bismillah
1. Bagaimana sikap yg harus dilakukan seorang istri bila suami tdk mendukung dlm mencari maisyah, karena dianggap bisnis istriny adl bisnis "uang receh"??
2. Apakah sesuai dg ajaran islam ?? Bila memiliki paham " uang istri adl uang istri " sehingga terserah istri bagaimana mengelolanya asalkan sepengetahuan suami.
-Ita, Jakarta Selatan-

Jawaban:
1. Komunikasikan dengan benar bisnis yang kita jalankan dan minta restu suami lagi :). Kalau nggak direstui ya jangan, kita bisa belajar hal lain untuk mendukung pertumbuhan ilmu kita
2. Memang benar sekali: Uang istri adalah uang istri, tinggal istri BIJAK tetaplah partner suami :)

Pertanyaan 1⃣9⃣
Assalamu'alaikum..
Bagaimana bu. Supaya kita ikhlas membantu suami. Karena kebanyakan Istri yg bekerja seperti tulang punggung di keluarga. Sedangkan suami tdk mau tau kekurangan didalam keluarga. T. ksh bu.
-Khadijah, Banda Aceh-

Jawaban:
Susah mengubah karakter, meski itu suami kita musti pelan-pelan ya komunikasinya dan tetaplah IKHLAS dan banyak SYUKUR Allah memberikan rezeki ke dalam keluarga meski melalui tangan seorang istri.

Pertanyaan 2⃣0⃣
Assalamualaikum
Saya ingin bertanya menjadi istri yang berpenghasilan itu bagaimana apakah cukup homeindustri,onlineshop,atau sejenisnya yang memang istri itu duduk dirumah..,,
Bagaimana dengan seorang istri yang kerja secara profesional diluar..,ex:seorang guru,dokter,Dll..,,
Bagaimana membagi waktu terhadap suami,anak,bahkan keluarga..,
Profesi apakah yang cocok untuk seorang istri,sekaligus bisa jadi seorang ibu dari beberapa anak..,?
-Nolirahmi, Banda Aceh-

Jawaban:
Apapun, sekali lagi RESTU SUAMI penting
Oh ya saya mau kasih video yang saya upload di youtube mengenai manajemen waktu

https://www.youtube.com/watch?v=_fN3eklGqAA

Pertanyaan 2⃣1⃣
Assalamualaikum Bu
Bagaimana kalau dlm RT istri yg bekerja mencari nafkah, sedangkan suami mengurus rmh? Jazakilah Khoir
-Verly, Pekanbaru-

Jawaban:
Ini banyak terjadi saat ini, kuncinya komunikasi dan caritahu mengapa itu terjadi
Apakah suaminya memang tidak mendapatkan pekerjaan atau malas? ini harus dicaritahu dulu
Suami wajib memberi nafkah, istri hanya membantu

Pertanyaan 2⃣2⃣
Apa peran istri dan bagaimana peran istri dalam mengelola keuangan dalam keluarga
-NN-

Jawaban:
Mengelola keuangan jelas ada ilmunya dan kita diberikan amanah oleh suami untuk mengelolanya pastikan bisa memegang amanah tersebut
Saya kasih tips ya:
1. Tentukan standar hidup keluarga Anda sehingga penghasilan besarpun tidak menjadi boros, penghasilan kecil CUKUP
2. Buat prioritas belanja dan kebutuhan
3. Lakukan pencatatan dan evaluasi setiap akhir bulan

Pertanyaan 2⃣3⃣
Assalamualaikum
Mba indari, saat ini saya berprofesi sebagai karyawan. Suami pun masih sbg karyawan. Di tambah dengan kerja2 partime ( tp hasilnya hampir tdk jelas ). Utk masalah gaji, volumenya 90% di saya. Sisanya suami. Tp dgn kondisi spt itu, saya melihat suami kurang mau berusaha lebih. Dan akhirnya, spt lebih mengandalkan sy. Jika kondisi spt ini, saya harus bgm ya?makasih.
-Rei, Jakarta-

Jawaban:
Sentuh emosional suami bahwa kondisi fisik perempuan itu tidak sekuat lelaki ditambah dengan kewajiban domestik yang harus dikerjakan. Komunikasi terus menerus dengan lembut hingga dia luluh
Bisa jadi suami bukan kurang mau berusaha TAPI mungkin tidak tahu caranya, ajak brainstorming (tukar pikiran)

Pertanyaan 2⃣4⃣
Sya skrg mau mncoba bbisnis tp smpe skrg sya blm tau pa passion sya sbnrnya bu, jujur sya seorang ibu cuman tmatan sma, prnh kuliah dlu dfkip tp g slsai cm smpe smstr 5,
Bgmn ya bu cra mngthui passion pribadi? Syukron
-Jultisa, Aceh Besar-

Jawaban:
Secara sederhana adalah apa yang sekarang dilakukan berulang dan tidak pernah bosan dilakukan? itulah passion kita

Pertanyaan 2⃣5⃣
Assalamu'alaikum teh indari... izin nanya teh..
- kabarnya teh indari punya to do list harian sampe 100an ya?  Boleh share cara ngatur jadwalnya itu teh??
- ketika teh indari sedang schedule bagaiman dgn anak2, didelegasikan ke ART kah atau keluarga?
Jazakillah teh sharingnya πŸ™πŸ»
-Izzati, Aceh Barat-

Jawaban:
Iyaa di awal malah 185to do list lalu menyusut seiring kebiasaan dan makin lama makin longgar
Oh ya, di bisnis saya makin longgar karena saya punya Personal assistan dan team jadi nggak sendirian, meski awalnya sendiri saya berusaha bangun bisnis lebih profesional
Di rumah saya ada asisten rumah tangga tapi tugasnya hanya merapikan rumah sisanya saya yang melakukan terutama sarapan, anak sekolah, dan aktivitas yang berkualitas dengan keluarga.

*Penutupan*

Terimakasih untuk ibu ibu pembelajar yang telah meluangkan waktu nya utk belajar bersama di kulwap kali ini. Semoga apa apa yg si sampaikan menjadi penyemangat kita utk belajar, utk ikhlas dalm berbuat, utk menjadi partner yg baik bagi pasangan kita , bagi anak anak kita, dan bermamfaat bagi oranglain ..
Aamiin..

Saya selaku moderator mohon maaf jika banyak kekurangan, ambil sisi baik nya dan abaikan yg tidak baiknya, karena yg benar datang nya dari Allah, untuk sama sama kita akhiri kulwap ini dengan sama sama membaca doa kafaratul majelis :

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Wassalamu'alaikum

Insya Allah sampai bertemu di kulwap berikut nya.
Salam kobar πŸ’•

0 comments:

Posting Komentar