22/12/16

Kulwap Parenting KOBAR ke 3: Innerchild

Bismillahirrahmanirrahim

Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 3

{ Komunitas Ibu Belajar }

Kamis, 08 Desember 2016

15.00

Tema: Innerchild

Nara Sumber: Ibu Mutiara Hafianti

Profile singkat :

MUTIARA HAFIANTI Seorang Ibu Rumah Tangga, 3 anak

1. Anasyara, perempuan, 9.5 tahun

2. Arasya, laki2, 7,5 tahun

3. Atisya, perempuan, 22 bulan

* Mulai Belajar Parenting sejak 2010 s/d sekarang .

* Telah mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan bimbingan via grup media sosial bersama pakar-pakar parenting diantaranya : Ibu Elly Risman, Psi, Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Ibu Sarra Risman, Ibu Wina Risman, Bpk. Faisal Sundani, Bpk Adep Haerul Ghani, Ust. Harry Santoso, Ust. Adriano dan lainnya.

* Aktif dalam komunitas parenting "YAYASAN KITA DAN BUAH HATI" dan "YUK JADI ORANGTUA SHALIH-JAKARTA"

* Sejak tahun 2014 telah mendirikan EO bersama keluarga , RADEESYA EDUPRODUCTION yang bergerak dalam Event khusus Parenting dan Edukasi Keluarga .

* Sejak Tahun 2016 telah bergabung menjadi relawan ’pembisik’ SEMAI 2045 , dibawah asuhan YAYASAN KITA DAN BUAH HATI.

Moderator: Cut Rafiqa Majid

Co-Moderator: Mu'minatun

Notulen: Hasfiani

*** Materi ***

Bismillah..

Me, My Self and I : Innerchild dan Parenting

Sebuah persepsi dan pengalaman pribadi…

“Apabila tekanan udara di kabin ini berkurang secara tiba-tiba, maka masker oksigen akan keluar dari tempatnya sehingga terjangkau, tarik dengan kuat masker oksigen ke arah anda, pasang penutup di mulut dan hidung, kaitkan karetnya di kepala, dan bernafaslah seperti biasa. Bagi penumpang yang membawa anak-anak, dianjurkan untuk mengenakan masker terlebih dahulu, setelah itu barulah kenakan masker pada anak anda.“

Kalimat di atas adalah penggalan dari skrip standar keselamatan maskapai yang selalu diucapkan oleh pramugara/pramugari saat kita akan bepergian menggunakan pesawat terbang. Saat terjadi keadaan darurat, orang tua harus menolong dirinya sendiri dulu sebelum menolong anak atau orang lain. Kita tidak akan berguna bagi orang lain tanpa kita menolong diri sendiri dulu.

Analogi di atas kerap digunakan ibu Elly Risman dalam seminar-seminar parenting beliau. Untuk menggambarkan bahwa dalam kaitannya dengan tugas kita sebagai orang tua, yang adalah ‘menolong’ anak sampai ia mampu menjadi manusia dewasa yang lengkap baik secara agama, pribadi dan sosial, sebelumnya sangat penting untuk kita orang tua menolong diri sendiri terlebih dahulu. Selesai dengan masalah diri sendiri dulu.

Apa yang saya sendiri rasakan setelah bertahun belajar ilmu pengasuhan, ada situasi tertentu dimana saya merasa sulit untuk mengakses ilmu-ilmu itu, apalagi menerapkannya. Situasi-situasi dimana saya rasakan ada tekanan emosi dari anak-anak, sehingga saya merasa seakan terpojok secara emosi. Sudah tahu bagaimana seharusnya seorang ibu mengekspresikan rasa marah, atau kecewa, atau sedih; tapi tak kuasa rasanya untuk melakukan hal yang seharusnya itu. Cara marah kembali pada cara marah saya sebelum belajar ilmu pengasuhan.

Sumbu saya pendek. Ujung-ujungnya ngomel lagi.. ngomel lagi. Merasa tidak kreatif dalam menyampaikan nilai-nilai yang saya harapkan ke anak-anak. Ada saat dimana saya sulit enjoy kala sedang main dengan anak. Saya melakukannya hanya karena itu ‘kewajiban’, bahwa ibu harus main-main juga sama anak untuk menciptakan bonding, tapi tidak sampai ke hati, tidak saya nikmati prosesnya.

Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Milik Allah, sungguh luas ilmuNya. Saya diberi nikmat, anugrah, rezeki tak terhingga berupa ilmu Nya sebagai bekal saya menjadi ibu bagi anak-anak. Tapi namanya juga bekal, ya harus terus diisi ulang. Belajar lagi dan lagi. Untuk memaknai setiap peristiwa yang saya jalani bersama anak-anak.

Allah izinkan saya untuk mengikuti pelatihan ‘Healing Innerchild Within’ sehingga sedikit bisa dipahami oleh diri yang sangat terbatas ini KENAPA nya. KENAPA sumbu saya pendek dan lain-lain itu yang sudah saya uraikan di paragraph sebelumnya. Saya akan coba untuk mengaitkan hubungan antara diri ini, ilmu pengasuhan yang saya dapat dari guru-guru pengasuhan saya dan ‘innerchild’.

Jadi dalam 1 situasi, misalnya anak tantrum, saya tau teorinya bagaimana. Tapi saat saya berusaha mengakses ilmu itu, ‘tubuh’ saya seperti masih terikat di tempat saya berdiri. Dan jika teori mengatasi anak tantrum sudah berhasil saya hadirkan, maka rasanya seperti saya di sisi ini, sementara ilmu itu ada di sisi lain dari diri saya dan antara kami dibatasi oleh kaca yang tebal. Saya tidak mampu mempraktekkannya, hanya mampu sampai mengingatnya. Dan yang saya lakukan ya ngomel lagi misalnya, atau ikutan marah seperti anak saya yang sedang tantrum.

Manusia cenderung bertindak otomatis dalam suatu keadaan, terutama dalam tekanan. Otomatis sesuai dengan gambaran/skema-istilah pak Asep/wiring-istilah Ibu Elly, yang sudah ada di pikirannya. Perilakunya akan menyesuaikan dengan apapun gambaran/skema/wiring tersebut. Dalam kondisi normal tanpa tekanan, dengan kondisi mental yang sadar saja perlu waktu dan usaha untuk berprilaku sesuai dengan ilmu yang baru kita pelajari, karena sudah sangat terbiasa dan otomatis dengan gambaran/skema/wiring yang sudah kita miliki puluhan tahun sebelumnya. Apatah dalam kondisi tertekan.

Di awal pelatihan innerchild, peserta diminta untuk mengenali apakah dalam dirinya ada trauma. Diajak bernostalgia peristiwa apa yang membuat diri trauma. Diajak flash back, apa pengalaman indrawi yang dirasakan saat peristiwa itu berlangsung. Dicari unfinished business nya. Bagaimana PERASAAN saat peristiwa berlangsung? Kata-kata apa yang ada di PIKIRAN namun tidak terucapkan saat itu? Kalau saja bisa, INGIN MELAKUKAN apa saat itu? Apa HARAPAN/KEBUTUHAN yang kita ingin orang lain berikan saat itu?

Sebagai contoh saat group therapy, orang yang ‘ceritanya’ menjadi klien saya memiliki salah satu trauma yaitu lelah jiwa karena selalu mendengar ibunya menceritakan kejelekan ayahnya. Unfinished business ibu fulanah adalah : perasaan beliau MARAH, MUAK, LELAH; pikiran beliau ingin BERKATA STOPP IBU; ia ingin melakukan BERTERIAK DAN BICARA PADA IBUNYA untuk menghentikan kebiasaan ibunya bercerita tentang kejelekan ayahnya; harapan dan kebutuhan beliau adalah IBUNYA meminta maaf padanya, MEMELUK tubuhnya.

Jadi peserta diajak untuk menyadari apa yang awalnya tidak disadari, ikhlas menerima ketentuan Nya telah mengalami pengalaman traumatis tersebut. Membiarkan diri belajar, mendapat ragam manfaat dari pengalaman itu dan menjadi orang yang punya pilihan bebas. Sehingga kita lebih sayang pada diri sendiri, ternyata tidak apa menjadi egois karena akhirnya dapat membebaskan diri dan tidak terpenjara.

‘Klien’ saya ibu fulanah berusia 42 tahunan saat ini. Peristiwa yang ia alami kira-kira saat ia berusia 8 tahun. Berarti sudah 34 tahun ibu fulanah memendam perasaan, pikiran dan kebutuhan yang ia rasakan. Di saat tertentu, bagian emosi ibu fulanah usia 8 tahun yang telah lama ditekan dan dipendam dalam dirinya keluar. Inilah kurang lebih gambaran innerchild. Karena si ibu fulanah kecil sebenarnya butuh kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya, butuh pengakuan.

Emosi sebenarnya netral. Tidak ada positif atau negative. Yang ada hanya tepat dan tidak tepat. Jika emosi tidak tepat dengan stimulus, maka patut diperiksa apakah ada Unfinished business dalam diri yang harus diselesaikan.

Untuk menangani trauma atau menyelesaikan Unfinished business, kami dikenalkan dengan beberapa metode terapi yaitu NET (Narative Exposure Therapy), empty chair, psikodrama dan ego state. Silahkan google untuk keterangan lebih lanjut.. hehe karena saya pun bukan ahlii..

Pelajaran menarik selanjutnya menurut saya adalah dengan mempelajari Struktur Kepribadian yang merupakan teori awal innerchild. Di bagian ini kami belajar EGO STATE yang merupakan personality/kepribadian mini/sifat.

Detail dan arti ego state terlampir dalam gambar.

Dalam praktek pengasuhan sehari-hari setelah mengetahui ilmu ego state, jika terjadi hal ‘darurat’, seolah dalam diri akan berusaha untuk ‘menetralkan’ skema terdahulu yang muncul pertama kali, menghindari perilaku otomatis sesuai skema yang telah ada bertahun lamanya.

Sebagai contoh, situasi anak sulung saya yang dalam usia pra baligh dan sedang mengalami moodswing. Dulu, walau sudah tahu anak pra baligh akan mengalami moodswing, tapi tetep aja saya kesal dan dalam pikiran saya langsung ‘berkata’ :

Rebellious Child : iih udah gede juga masa kelakuannya gitu, ama orang tua kok ga sopan gitu sih, hhhuuuh bunda juga cape kalii…

Critical Parent : waduh gagal deh gue udah belajar parenting tapi anak udah segede gini kok malah rewel reseh gini,

Kemudian selanjutnya jadi sama-sama moodswing deh. Hiks.

Nah kalo sekarang, saat anak moodswing, maka emosi yang muncul bisa diterima dulu. Baru kemudian terdengar :

Nurture parent : hhm dia juga ga nyaman lho ngerasainnya, pengaruh hormon iniih, astaghfirullah selama ini gw udah salah sih cara responnya.. sabar ajaa.. nanti baru lurusin cara moodswingnya tetap sopan yaa nak sama orang tua, iyaa sebel juga sih.. tapi kasih dia ruang yaa.. diskusi nanti.. anak ini fitrahnya baiik..

Dengan mengenali ego state, berasa jadi moderator untuk me, my self and I; bagian-bagian diri yang suka ribut sendiri-sendiri. Alhamdulillah terasa lebih utuh dalam menerima dan memaafkan kekurangan diri sendiri yang insyaallah lebih bermanfaat untuk perjalanan mengasuh anak-anak, main dan menghabiskan waktu dengan anak juga terasa lebih ringan.

Tentu saja manusia tetap adalah makhluk yang lemah. Ada kalanya suara Nurture Parent sebesar apapun tak mampu meredakan suara Critical Parent. Maka itulah waktunya memohon pertolongan pada Sang Maha Penolong. Sang Maha Melembutkan hati hambaNya.

Selain yang telah disebutkan diatas, masih ada beberapa tehnik lainnya yang diperkenalkan dalam mengenal dan menyayangi diri sendiri dalam pelatihan ini, salah satunya mengenali innerchild dengan tehnik gambar. Tehnik terapi Alhamdulillah dapat sedikit-sedikit digunakan di rumah untuk diri sendiri dan anak-anak.

Setelah ini, tantangan pengasuhan tidak kemudian menjadi lebih mudah, tapi di setiap proses saya mencoba terus menyelesaikan dulu urusan dengan diri sendiri. Agar dapat berfikir lebih jernih dan berprilaku sesuai dengan harapan. Insyaallah.

Agar Allah kuatkan masing-masing diri untuk menang melawan nafsu diri sendiri. Agar Allah terus beri pertolongan dalam mengasuh amanahNya. Aamiin

Wallahu a’lam bish shawwab

#marimengasuhdenganilmu

#RadeesyaBekasi2017

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bismillah..

Sedikit tentang Ego State

Dari pengalaman mengikuti pelatihan Healing Innerchild Within bersama Bapak Asep Haerul Ghani.

Struktur ego state terdiri dari :

1. Ego state PARENT

• Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang diambil dari orang tua atau figur orang tua

2. Ego state ADULT

• Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang merupakan tanggapan langsung terhadap kenyataan saat ini

3. Ego state CHILD

• Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang merupakan perujudan dari masa anak-anak atau keputusan anak-anak

Fungsi ego states :

Dari ego state PARENT:

1. CRITICAL PARENT

• Mengkritik, menuduh, otoriter

2. NURTURING PARENT

• Meyakinkan, perduli, menyemangati, mendukung, memahami

Dari ego state ADULT :

1. REBELLIOUS CHILD

• Bagian anak-anak yang rewel, rebut, temperamen; melawan, mengeluh, menyimpang

2. ADULT

• Tidak menuduh, terbuka, antusias, percaya diri, mengacu pada kenyataan

Dari ego state CHILD:

1. ADAPTED CHILD

• Penurut, pasif, nrimo

2. FREE CHILD

• Rasa ingin tahu tinggi, spontan, energetic, ceria

Ego state dapat dianalogikan seperti topeng. Topeng yang kita ’gunakan’ sehari-hari saat bersama suami dan anak-anak tentu beda dengan topeng yang digunakan saat kita lagi arisan di lingkungan RT. Beda lagi saat kita menghadiri reunian SMA, misalnya. Beda juga saat kita harus konsultasi raport dengan wali kelas anak-anak.

Dengan menyadari adanya topeng-topeng itu, insyaallah akan membantu kita untuk mengenali diri sendiri. Ayo kita coba latihan. Untuk memudahkan, diantara peran-peran yang harus kita jalani dalam kehidupan, pilih beberapa yang paling banyak menyita waktu kita. Kemudian tuliskan dan kategorikan ego statenya.

Contoh, latihan milik ibu Bunga, foto terlampir.

Setelah latihan menuliskan ego state kita, mari kita tuliskan ego state salah satu anak kita.

Contoh, latihan milik anak ibu Bunga, Gathan 8 tahun, foto terlampir.

Nah, yang bisa kita lihat dari kedua contoh, ego state sebenarnya bisa kita jadikan sebagai ‘alat’ untuk menghadapi tantangan dari anak-anak kita.

Yaitu:

Dalam menghadapi ego state Gathan yang selalu ingin bereksplorasi karena rasa ingin tahunya yang tinggi, Ibu Bunga harus hadapi dengan ego state terbuka atau berminat dulu. Ego state Adult nya dibesarkan dulu. Karena kalau dihadapi dengan galak atau ego state Rebellious child yang muncul, maka Gathan rasa ingin tahunya lama kelamaan akan mati.

Hal ini bisa dilakukan juga untuk suami.

Saat pelatihan, untuk pasangan suami istri, kami diminta untuk menuliskan masing-masing ego state dan mengkategorikannya. Untuk ‘look back’ selama ini yang bisa bikin berantem itu kalo ego state apa ketemu ego state apa yaa. Pun juga untuk kondisi mesra itu biasanya ego state mana harus ketemu ego state suami yang mana.

Contohnya, ibu Bunga kan orangnya ambekan – rebellious child, jadi akan memperburuk suasana kalo suami ibu Bunga menanggapinya dengan kritis – critical parent. Kata-kata seperti ‘udah tua juga masih aja ambekan’ atau ‘ga jelas banget sih maunya apa, dieem terus’; tentu tidak akan membantu keadaan. Beda halnya jika suami ibu Bunga menanggapi dengan nurturing parent : ‘kamu marah yaa sayaang? Aku minta maaf yaa.. bisa kita bicara sekarang atau kamu masih butuh waktu?’

Demikian juga saat suami yang lagi marah.

Semoga penjelasan saya disertai contoh diatas dapat sedikit memberi gambaran.

Dalam peristiwa2 hidup yang kita alami, tentu banyak macam ego state diri ini yang muncul.

Selain ego state, yang juga muncul sebagai sikap kita adalah Introject. INTROJECT adalah ketika diri kita mengambil sikap, pikiran dll dari seseorang yang mempengaruhi kita.

Jadi sebenarnya pikiran, sikap tersebut 'bukan guee banget', tapi kemudian dapat mempengaruhi diri kita.

Contohnya seorang perempuan anak kyai yang saklek, tidak pernah boleh keluar rumah kemudian menikah dengan laki-laki yang hobi travelling. Suami sukaa sekali jalan-jalan. Ego state suami riang, bebas, energik. Setelah menikah, istri memiliki introject hidup mesti dinikmati atau hidup tidak selalu tentang ibadah, yang ia dapatkan dari suaminya.

Setiap ego state dan introject yang muncul pasti punya tujuan baik. Allah sudah tentukan yang terbaik tentu saja untuk kita.

Wallahu a’lam bish shawwab

Disclaimer : Kulwap ini hanya merupakan pengantar/pengenalan dari materi Pelatihan Healing Innerchild Within yang dibimbing oleh Bapak Asep Haerul Ghani, selama 16 jam. Apabila ada pertanyaan dan atau masalah yang disampaikan, insyaallah tim kami akan membantu sebisanya. Namun jika trauma banyak dan berat tetap disarankan untuk langsung bertemu muka dengan ahlinya.

Karena NET itu bila pakai WA kelemahannya banyak, yaitu tiada ekspressi emosi yg terlihat, dan kadang perlu ada sentuhan dan pemberian semangat langsung kepada klien.

Agar Allah selalu menolong kita untuk memiliki jiwa yang tenang. Aamin
Terimakasih.


Sambutan

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

bu mutiara.. Ahlan wa sahlan di group Kulwap parenting Kobar ❤

Sebelum nya saya ucapkan terimakasih atas kesediaan waktu nya berbagi ilmu bersama kami disini, dan syafahalllah buat anak nya yg baru keluar dari rumah sakit. Aamiin

"Waalaykumussalam buCut. Terimakasih sdh di add, semoga manfaat"

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Terimaksih utk semua ibu ibu di group kulwap yang sudah meluangkan waktu nya utk belajar online via kuliah whatsaap. Ssmga rahmat Allah tercurah utk kita semua.

__________________________________________________________________________________________

Tanya Jawab

Pertanyaan 1

Assalamualaikum. Wr wb..

Bu mutiara , Apakah bisa dikatakan seseorang wanita innerchild karna bukan dr masa kecil tapi justru setelah menikah?? Seperti suami yg pernah bbrp kali selingkuh dan saat ini pd sikap pasrah siistri walau sebenarnya kesal sensor....karna dia merasa sebelum menikah hampir dikatakan amat sangat jarang marah2 atau teriak2...sekarang sering bgt marah2..berusaha terus memperbaiki sholat malam n baca quran n kajian2 tp sptnya blm bisa.

Ohya satu lg bagaimana solusi baiknya??...walau saat ini sebenarnya byk sekali suaminya berubah walaupun blm total...

-NN-

Jawaban:

Bismillah..

Ibu NN, pada dasarnya innerchild adalah suatu keadaan dimana terdapat unfinished business pada diri seseorang. Unfinished business tersebut dapat berupa PERASAAN/EMOSI yang selama ini sengaja ditahan atau tertahan, PIKIRAN yaitu kata2 yang tidak terucap, TINDAKAN yang cenderung ingin dilakukan dan KEBUTUHAN yang belum atau tidak terpenuhi.

Dalam kasus ibu, bisa jadi apa yang telah dilakukan suami, membuat adanya unfinished business tersebut. Selesaikan dulu urusan yang belum selesai itu. Perasaan yang tertahan harus diekspresikan, pikiran harus dituangkan dan seterusnya.

Solusi ideal tentu saja pasangan suami istri dapat datang ber2 ke ahlinya untuk dilakukan terapi. Atau minimal dilakukan terapi kepada istri, oleh ahlinya, sehingga ia punya pilihan-pilihan yg menyenangkan meski suaminya selingkuh.

Namun bila tidak memungkinkan, dapat dicoba ibu terapi dulu diri ibu sendiri. Langkah awal adalah mengerjakan latihan menggali ego state ibu seperti yang telah saya paparkan sebelumnya.

Setelah menuliskan ego state ibu, dapat dilakukan seperti contoh tulisan tambahan saya berikut :

Bagaimana kemudian kita dapat men’set’ ego state sesuai kebutuhan kita. Misalnya anak lagi tantrum, jangan sampai kita tantrum juga. Tapi seharusnya memunculkan ego state Nurturing parent.

Mungkin cara ini dapat dicoba, yaitu dengan menuliskan ‘percakapan’ yang terjadi dalam diri kita. Dibandingkan hanya bercakap dalam hati dan pikiran saja, menulis dapat membuang energi yang timbul. Selain juga dengan menuliskan, diri kita akan dapat meninjau kembali mana dari ego state kita yang selama ini lebih banyak diamnya.

Contoh kasus Ibu Bunga vs kakak ipar perempuan… hehehe.. klasik.

Ibu Bunga merasa kakak ipar kadang terlalu mencampuri urusan keluarganya. Berikut percakapan yang terjadi dalam diri ibu Bunga:

Rebel child: ngapain sih ikut campur, kaya anak sendiri udah bener aja

Adapted child: udah iyaa ajaa.. biar cepet

Rebel: yaa gaa bisaa dong, enak aja. Selama ini gue harus diem. Sekarang kalau udah ke masalah anak, GA BOLEH DIEM. Bilaang ajaa samaa si ayah. Udah ga tahan gitu ama kakaknya.

Nurture parent : sabaar.. suami itu surgamu lho. Jangan sampe cara nyampeinnya bikin ga enak suami

Rebel: enak aja sabar… emang enak digituin??

Hehehe.. contohnya agak dramatis yaa..

Nah dari contoh percakapan itu bisa terlihat, bahwa yang banyaak ngomong itu rebel. Nurturing kurang gede kayaknya suaranya. Berarti rebel ini perlu ditenangkan. Gimana cara tenanginnya? Salah satu caranya dengan cara terapi innerchild drawing. Intinya adalah kita menerima dan aware bahwa si rebel ini ada. Kita akui. Dan bilang sama dia. Rebel tenaang yaa… sebagai pelampiasan, boleh coret-coret kertas untuk mengekspresikan rebel.

Begitu juga caranya untuk ‘memperbesar’ suara Nurturing parent sehingga bisa lebih banyak bersuara dibanding rebel. Yakin, sudah fitrah manusia untuk condong dan menyukai pada kebaikan.

Tentu saja senantiasa memohon kepada Sang Penggenggam Jiwa.. untuk melembutkan hati kita.

Agar Allah memberi pertolongan dan kemudahan yaa ibu.. aamin

Tanggapan:

? Bagaimana mengatur egostate tsb ya bu... spy bisa muncul pada saat yg tepat?

- nanti saya akan bagikan catatan kecil saya untuk switch ego state ya bu. tapi yang utama mmg harus dilatih. tidak mudah, tapi mungkin dan bisa. alhamdulillahsaya sdh coba menerapkan dan terasa manfaatnya. perasaan kesal, marah dan kecewa pada anak pasti tetap ada. tapi mengekspresikannya insyaallah lebih terfikir. jadi yang utama memang dikenali dulu ego statenya kemudian dilatih.

+ Baik bu... saya ikuti dulu....krn masih awam untuk saya ttg efostate ini...terimakasih banyak bu

? Jadi ketika kita pada kondisi emosi yang mau marah misalnya.. artinya kita luapkan kemarahan itu dengan menuliskan isi hati kita?

- untuk langkah awal,seperti yg kami lakukan juga dipelatihan, dikenali ego state nya dulu bu. setelah kenalan dengan ego state diri sendiri, baru 'diajak bicara' seperti jawaban no 1. intinya kita mengenali situasi apa yg biasanya membuat kita marah. saat kondisi gimana kita mudah marah. egostate apa sj yg muncul karenanya. jadi pada saat muncul lagi kondisi tsb, kita sdh tahu apa yg musti diantisipasi. jadi meluapkannya dengan tulisan tidak pada saat marah bu maksud sya. tapi direnungkan dulu.

+ In sya allah sudah agak paham..cuman cara menemukan.ego state blm gitu ngerti

? Bagaimana spy kesadaran utk hidup rukun itu dominan ya? Krn kalau yg rebel bisa2 terjadi konflik terus, terjadi permusuhan?

- sebenarnya setiap ego state insyaallah pasti ada manfaatnya bu. rebel blm tentu buruk. asal digunakan pada saat yang tepat. misalnya ketika kita dalam kondisi diintimidasi, pada anak kasus bullying contohnya. rebel ini sangat bermanfaaat agar anak dapat membela diri sendiri. jadi kuncinya adalah ego state jadi masalah jika muncul pada waktu yang keliru atau tidak sesuai dengan keadaan. demikian.

+ Kondisi yg pas utk perasaan rebel selain saat terintimidasi, kondisi apalagi ya?

- menurut saya nurturing parent. untuk menangkan diri sendiri, tidak panik, yakin. adult utk percaya diri. dan free child agar tidak terpengaruh pada isi intimidasi

+  Mengenalinya bgmn bu?

-  ini maksudnya mengenali ego state ya? direnungkan bu. di tafakuri. stepnya bisa di cat kecil saya yg ttg ego state. awalnya memang mungkin terasa menjemukan dan agak aneh. mungkin karena kita tidak terbiasa mengenali dan menyelami diri. tapi setelah di list dengan detail, jadi ada pencerahan bu. tapi itu mungkin saya aja yg merasa demikian saat pelatihan. hehehe

Pertanyaan 2

Assalamualaikum

Saya mau tanya ttg innerchild.

Sebelum nya saya tdk.pernah tau ttg innerchild. Saya baru tau setelah gabung dinkulwap ini. Saya sangat menyesal...

Sepertinya saya pun mrngalami innerchild ini

Saya tau teori pengasuhan ttp sering lepas kontrol dan jadi membentak..marah...

Mgkin besar kemgkinan anak saya pun akan mengalami innerchild ketika dia dewasa kelak..dan.akan berlaku sama thd anak2nya kelak..ini semacam rantai yg tdk bisa putus..

Bagaimana kah caranya agar anak saya sekrg tidak mengalami innerchild..apakah ada terapi khusus supaya innerchild ini diputuskan sejak sekarang...sehingga tdk.muncul kelak saat dia dewasa. Terimakasih

-NN-

Jawaban:

• Ibu NN lebih baik konsentrasi dulu dalam usaha untuk memperbaiki diri.

• Agar tidak lepas kontrol kemudian jadi marah dan membentak diperlukan kesabaran.

• Untuk sabar memang diperlukan ilmu.

• Tambah skill untuk menjadi orang tua, tambah ilmu pengasuhan terus.

• Jangan berhenti belajar. Terus bergerak.

• Jangan terlalu khawatir pada keadaan masa depan yang belum tentu terjadi, yaitu anak ibu akan mengalami hal yang sama dengan ibu.

• Bertaubat pada Allah, minta maaf pada anak atas kesalahan pengasuhan yang ibu pernah lakukan selama ini.

• Perbaiki komunikasi, tidak menggunakan Metode Komunikasi Menyimpang/12 gaya popular pada anak.

• Agar tidak ada emosi yang menumpuk pada diri anak dan bisa menjadi masalah dikemudian hari, bikin got emosi anak.

• Baca bahasa tubuh, terima perasaanya, gali emosinya.

• Lebih jauh tentang komunikasi dan membuat got emosi anak ada pada tema KBBM – Komunikasi Baik Benar Menyenangkan.

• Bangun kedekatan dengan anak. Buat anak agar nyaman curhat dengan ibu.

• Untuk sedikit demi sedikit mengurangi emosi negative ibu, coba buat latihan ego state yang telah saya paparkan sebelumnya.

Mudah2an membantu.

untuk latihan membuat ego state agar lebih mudah dapat mengikuti tabel yang sudah saya kirim ya buibuu

Tanggapan:

? Apa bumut bisa menjelaskan sedikit ttg got emosi?

- hehehe.. itu 1 bab sendiri. intinya got emosi itu kita menciptakan saluran atas perasaan anak. terutama perasaan2 bete, marah, kesel, muak, dll. harapannya supaya emosi anak tidak menjadi sampah dan bertumpuk sehingga anak kmdn menjadi pribadi yang susah diajak bekerjasama. caranya dengan baca bahasa tubuh, namakan perasaan, gunakan komunikasi baik benar menyenangkan

+ Duuh semoga ada materi ini segera bumut... syukran ya bumut

- afwan buu... iya KBBM materi dasar memang. smua masalah awalnya komunikasi. di seminar ibu Elly juga sekarang selalu diulang2 materi ini.

? Ibu, apakah 12 gaya populer mutlak sama sekali tdk boleh dipakai?kalau terselip nih lidah bagaimana cara merevisinya ke anak?

- Bukan sama sekali tidak boleh digunakan bu. tpi saat yang tepat. misalnya menasihati. itu harus dilakukan. tapi jangan ketika anak sedang emosi. kalau sdh pernah terlanjur minta maaf saja bu. sambil kita terus berusaha perbaiki diri. sayapun tidak steril dari 12 gaya populer. semoga Allah menolong kita semua agar tidak ringan kata negatif pada anak2

+ Insya Allah Aamiin Bumut syukron

Pertanyaan 3

Ibu sy dl galak dalam mendidik sy, sy tdk mau mengikuti cara ibu saya yg sering marah2 tapi saat anak tidak sesuai aturan & sumbu sy sedang pendek secara reflek yg keluar adalah marah2. bagaimana caranya agar sy bs menghilangkan reflek marah2 pada anak?

Jawaban:

Insyaallah dikurangi pelan2 ya bu. Mindset nya jangan mau hilang marahnya. Karena marah kan sebenarnya perasaan normal yang ada pada diri manusia. Kita fokus pada bagaimana mengekspresikan kekecewaan atau kemarahan kita itu. karena anak2 kan akan meniru kita dalam mengekspresikan marah. Sampaikan dengan kata2 “bunda sedih kalau kakak mengganggu adik, bunda juga kecewa dan marah kalau kakak mengganggu adik sampai adik menangis dan akhirnya rewel.” Tehnik ini disebut ‘pesan saya’, ada dalam materi KBBM – Komunikasi Baik Benar Menyenangkan.

Salah satu cara mengurangi perasaan reflek marah adalah dengan sering2 menjadi ‘moderator’ antar egostate dalam diri ibu.

Kemudian coba lakukan juga apa yg saya paparkan pada jawabn no 1 tentang menenangkan ego state tertentu dan menguatkan ego state lain.

Tanggapan:

? Jika kita coba cara halus ngga ada tanggapan dari anak gimana bu ? Apa step nya tingkat menegur kita dari pelan ke keras atau bagaimana bu ?

- anak ibu laki atau perempuan? usia brp?

+ Laki2 usia 14 th bu. Sulung dari 3 bu

- hhm.. utk anak yg sudah melewati 'panen' pertama. menrut bu Elly panen pertama usia 7-8 thn, kedua mulai 14 thn, ketiga 21 thn, tentu kesabaran kita ya harus ekstra ya bu. jadi misalnya ibu baru menerapkan komunikasi baik benar anak usia 14, tentu sudah ada 13 tahun yang harus kita berkaca seperti apa pola komunikasi kita? jadi fokus kita jangan di 'kok gue udah berubah tapi anak masih tetep ga nurut'. gitu bu.

+ Ngga nurutnya baru sekarang bu

- tentu akan lebih besar tantangannya memang bu lintang. krn anak pribadinya pasti sdh 'terbentuk'. tapi tidak ada yg tidak mungkin. Allah penggenggam jiwa anak ibu. kalau begitu harus digali bu. apa yang menyebabkan sekian tahun nurut tp sekarang bisa ga nurut. ajak pergi berdua ibu dan ayahnya. apalgi laki2. kuatkan bonding.

+ Siap bu. Trimakasih pencerahannya ya bu. Akan saya coba

Pertanyaan 4

Assalamu'alaikum, saya dibesarkan oleh orgtua angkat, saya dulu sbg anak adopsi, yang saya ketahui orgtua saya adalah adik dari ibu adopsi saya. Saya mrasa krg Kasih sayang belaian lembut dr sorang ibu, saya mrasa dulu dibesarkan dgn penuh kemarahan, rasa kurang sabar, dan ringan tangan. Smnjak rumah tangga hubungan kmi (ortuadopsi) baik baik saja, tp kenapa ya didalam hati ini saya selalu ingat semua keburukan yg dahulu prnah saya dapati? Malah kadang ada tersimpan rasa benci kl ingat hal itu? Dan saya hawatir ini dlm diri saya ada rasa tidak sabar, mudah emosi, dan membentak ke anak saya usia skr 6bulan. Apa ini saya ada inerchild? Mohon pencerahannya?

Jawaban:

Waalaykummusalam

Ibu ‘kecil’ masih ada unfinished business. Silahkan dicoba membuat life line seperti panduan berikut, setelah itu jika berkenan wapri :

Life Line

Setelah kita sedikit mengetahui tentang ego state dan telah mengerjakan latihan menggali ego state diri sendiri, selajutnya adalah memeriksa hubungan antara peristiwa dalam hidup, ego state dan ‘unfinished business’ yang terjadi dalam hidup kita.

Buatlah life line seperti foto terlampir.

Life line adalah garis kehidupan,yang terdiri dari peristiwa kesedihan (dibawah garis) dan peristiwa kegembiraan (diatas garis). Tuliskan total peristiwa kurang lebih 16 peristiwa saja. 8 untuk peristiwa gembira, 8 lagi untk peristiwa sedih.

Kemudian kita buat life line mapping. Contoh table seperti di foto terlampir. Dibuat urut setiap peristiwa. Rasakan naik turunnya emosi selama kita mengerjakan life line mapping tersebut.

Contoh kasus untuk life line mapping.

Pada saat usia 5 tahun, si fulan diculik dan disekap di kandang kambing. Di usia 20an tahun, si fulan merasa gemetar saat lewat dan melihat kandang kambing.

Pengalaman indrawi si fulan :

• V visual : jika ia memejamkan mata ia dapat MELIHAT kandang kambing dengan jelas

• A auditory : suara kambing mengembik

• K kinestetik : yang terasa pada kulit, ia masih merasakan kaki dan tangannya terikat

• O olvatory : penciuman, ia merasa mencium bau kencing kambing

• G gustatory : lidahnya pahit

Pengalaman unfinished business si fulan :

• T thinking : kata2 yang tidak terucap dari si fulan adalah ‘saya tidak berdaya’

• F feeling : nama2 emosi si fulan sedih, takut, kecewa

• AT action tendency : kecenderungan bertindak/belum dilakukan tapi ingin dilakukan oleh si fulan adalah kabur

• N need : fulan ingin ditolong, ditenangkan oleh orang tuanya

Setelah selesai, pilih salah satu peristiwa kesedihan yang hendak anda atasi.

Wallahu a’lam bish shawwab

Pertanyaan 5

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh menemukan ‘Inner child” pasangan dan berusaha memaklumi dan perlahan merubahnya.

Kesulitan utama yang banyak dihadapi orang adalah karena dia tidak mengenal dirinya sendiri. Dia sendiri memiliki ‘inner child” yang parah dan terperangkap disitu. Dia sendiri melimpah, sehingga bagaimana mungkin menolong pasangannya . Dalam situasi seperti ini pasangan ini memerlukan pertolongan ahli, bahkan mungkin butuh terapi. Bila hal ini tidak segera dilakukan, penderitaan keduanya bisa berkepanjangan karena yang jadi korban adalah harapan satu satunya dimasa depan yaitu : anak anak  ! bagaimana cara menemukan inner child ini dari pasangan kita?

Jawaban:

We cannot give what we don’t have. Kita tidak dapat memberi apa yang tidak kita  miliki. Ibu benar sekali. Kita tidak bisa menolong orang lain jika diri kita sendiri belum ditolong. Jika diri sendiri melimpah, tentu sulit juga menolong pasangan.

Betul idealnya dilakukan family therapy atas keduanya bu. Namun bila belum memungkinkan, ajak suami untuk sama2 menggali diri dengan membuat ego state seperti contoh latihan yang telah saya gambarkan.

Diawal kalimat diatas ibu menyebutkan : ‘menemukan Innerchild pasangan dan berusaha MEMAKLUMI DAN PERLAHAN MERUBAHNYA’. Saya sarankan rubah mind set nya. Geser sudut pandangnya. Khawatir ibu akan kecewa jika berharap pasangan akan berubah, namun kenyataannya tidak sesuai dengan yang ibu harapkan. Dengan mengerjakan latihan ego state bersama suami, diharapkan ibu dapat memiliki ‘alat’ untuk menghadapi ego state suami.

Misalnya innerchild suami yang kurang pas dihati adalah kekanakan - masuk dalam kategori rebellious child, maka ibu menyikapi dengan ego state nurturing parent. Saya sudah mencobanya dengan suami. Saat saya emosi dan suami sedang lelah, tidak mudah memang untuk langsung switch ke ego state yang diperlukan. Namun paling tidak ada rem yang cukup pakem dalam diri yang membunyikan alarm ‘ini rebel niiih… ayoo tenaaang’. Paling tidak itu membantu saya untuk tidak melakukan hal yang lebih konyol lagi kalau sedang kesal dan butuh kewarasan.

Setelah list ego state ibu dan pasangan, ibu dapat juga melakukan latihan menuliskan ‘suara2 yang sering ribut’ di diri kita seperti jawaban saya atas pertanyaan no 3.

Selamat berpetualang menggali ego state diri dan suami ya buu..

Agar Allah memberi kemudahan.

Pertanyaan 6

Bismillah.

Bu, sy dibesarkan dr keluarga yg srg melabel anaknya dg kata2 kasar saat  mengalami kesalahan. Dan sy berusaha tuk tidak melakukan hal yang sama tdp anak sy.

Tp sptny trauma tsb blm sembuh,shgg bbrp akhir ini muncul dan sy ingin mgatakan kpd ortu sy bhw sy sedih dg yg ortu sy lakukan dhulu, namun ortu sy tdk suka dkritik dan sy pernah mgatakan ktdksukaan sy tdp perilaku ortu sy alhasil ortu sy sedih lalu mganggap sy anak durhaka. Apa yg mesti sy lakukan tuk melepas inner child shgg wiring tsb putus?

Jawaban:

Untuk orang tua, sebagaimana tertera dalam surat Ali imron 159 : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya..

Maafkan dan mohon ampunkan orang tua atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka melakukan itu juga karena tidak tahu. Tidak ada ilmunya. Dan periksa lagi, mungkin mereka otomatis seperti itu karena mereka juga dulu diperlakukan sama oleh orang tua mereka (kakek nenek anda).

Untuk usaha memutus wiring sedikit demi sedikit,

•           Kerjakan latihan menggali ego state diri

•           Sering berbincang dengan ego state diri yang butuh pengakuan dan ditenangkan, seperti jawaban sy no 3

•           Buat life line seperti jawaban sy no 4

•           Bila berkenan wapri

Tanggapan:

? Ibu, apakah kepada orang tua harus disampaikan secara verbal? Bolehkah mempertimbangkan kesopanan dgn tdk disampaikan saja...istilah anak skrg ASAL KITA TAU AJA.. jd kita menganalisa sendiri saja. Artinya bolehkah memutus dgn dalam hati saja dalam doa? Artinya bolehkah memutus dgn dalam hati saja dalam doa?

- saya menanyakan persis spt hal yang ibu tanyakan ke pa asep dalam pelatihan. sebenarnya yang harus diselesaikan adalah yang dalam kepala kita bu. jadi misalnya saya pernah kecewa dgn ayah saya. ya peristiwa yang mana saya harus gali. nah yang diselesaikan yang di dalam kepala saya itu. manusia kadang cenderung mebesaaaaarkan hal yang sudah jelas tidak disukai. besaaaaarrrr sampai kita terasa sangat keciiill. sebenarnya tidak tepat istilah asal kita tahu saja. krn kalau sudah tau terus gimana? nah kalau sudah tahu berarti harus kita selesaikan.  dalam doa tentu saja diminta ampunkan. namun perasaan kita juga diurai agar tidak menjadi sampah.

+  Masya Allah, mungkin ssbagai suri tauladan kita muslim, bisa mencontoh bagaimana nabi ibrahim memohon keselamatan dan memohon ampunan pada Allah untuk orangtua nya ,qs.maryam 47 dan qs.ibrahim 41, agar hati kita menjadi ikhlas dan memaafkan kemudian berusaha memutuskan wiring pengasuhan yg kurang tepat dulu nya ya bumut ..

Semoga Allah mudahkan..

- betul buu... insyallah segala ilmu Allah yang sedikit kita dapatkan ini dapat menambah keyakinan, totalitas kita sbg seorang muslim

+ Semoga bisa

- Insya Allah , di bantu dengan terapy ego state yang di jelaskan oleh bumut di atas ya bu.. semangaat
- iyaa bu semangaaat... gedein nurturing parentya Bu Atik pastiii bisaaaa

+ Aamiinn...mw coba

+ Syukron bumut....noted

? Kalau kekecewaan itu menumpuk, cara mengikhlaskannya bhw ini adl takdir bgmn. Kadang prakteknta agak sulit dari teori

- menurut saya sebagai ikhtiar dari proses mengikhlaskan itu ya dengan menyelesaikan unfinished business nya bu. dalam 1 peristiwa. apa aja sih yg bisa bikin kita 'ga ikhlas' dan sulit move on? digali perasaan, pikiran, tindakan yg ingin kita lakukan dan kebutuhan kita saat mengalami peristiwa itu.

? Kalau kita mengeluarkan ego state td ganti2 sama ga dengan kita tidak menjadi diri sendiri bu?

- coba dicermati kembali catatan kecil sya tentang ego state. dengan mengerjakan latihan akan lebih nyata tergambar. disitu kita list ego state aja sesuai peran kita dalam hidup ini. misalnya mutiara sbg istri itu setia, ceria tapi ambekan. saat ada masalah saya ngambek dan switch ego state ke ceria kan ga berarti saya jadi orang lain. tetap aja mutiara. bedanya kita lebih mengenal diri kita bu. lebih kaya wawasan kita tentang diri sendiri. tidak sempit. sangat terbuka. insyaallah ga ada pikiran : ah gue mah orangnya udah ambekan dari dulu juga, siapa suruh dulu mau. Naudzubillah

Pertanyaan 7

Assalamu alaikum bu mutiara.

Saya mau bertanya.

Pada saat saya melahirkan anak saya dahulu ASI saya tdk keluar banyak.

Saya tidak tahu mengapa tapi pada saat melahirkan dahulu saya merasakan ketidakstabilan emosional (*baby blues* )

Dan juga saya merasakan tekanan sedikit banyak dari ibu mertua yg mengakibatkan emosional saya saat itu benar2 tidak stabil.

Ibu mertua saya pada saat mengetahui asi saya yg keluar tidak banyak sampai mengatakan:

binatang saja bisa menyusui anaknya... masa kamu yg manusia tdk bisa menyusui anakmu sendiri

Akhirnya saya ceritakan ke suami saya. Dan meminta untuk mertua tdk dtg ke rmh kami bbrp saat dulu. Tp tdk bisa. Karna suami tdk enak ke ibunya. Dan anak saya adlh cucu pertamanya.

Shg saya makin merasakan tertekan saat itu.

Akhirnya saya hanya bisa menyusui sampai 3 bulan itu pun sudah di campur dgn sufor.

Dan yg saya alami saat ini ada sering munculnya rasa bersalah saya. Karna tdk bisa memberikan asi maksimal kepada anak saya.

Shg apabila anak saya sdg sakit sering kali terbersit feel guilty itu.

Apalagi bila anak minta di ceritakan masa kecilnya... aku nyusu sama mama kan sampai usia 2th

Nah pertanyaan itu juga yg sering membuat saya sedih.

Apa yg harus saya lakukan untuk menghapus penyesalan dan rasa bersalah saya ini ya bu mut?

Terimakasih.

Jawaban:

Waalaykummussalam bu

Dalam kasus ini, mertua adalah introject ibu. Terbaca masih ada unfinished business tentu dengan mertua.

Untuk mengurangi rasa bersalah pada anak sedikit demi sedikit,

•           Kerjakan latihan menggali ego state diri

•           Sering berbincang dengan ego state diri yang butuh pengakuan dan ditenangkan, seperti jawaban sy no 3

•           Bila berkenan wapri

+ bucut, jika yg ada note pada jawaban bila berkenan wapri, mohon diinfo ke saya ya bu. agar diatur waktunya. dan nanti akan ada teman2 lain yang insyaallah siap bantu ada bu intan, bu jati, bu de un dan bu ririn.

Pertanyaan 8

Assalamualaikumwrwb.

Sy memiliki seorang anak tiri putri 8th. Dia dibesarkan dalam lingkungan yg reaktif. Ketika batita, ia rewel, ayahnya kerap kali membentak. Atau bila tingkahnya ada yang mengganggu, bbrp kali anak putri sy ini dihempaskan oleh ayahnya ketempat tidur. Gambarannya seperti ini Bu. Sampai kini (8th) akhirnya anak putri sy jd aeorang yg reaktif pula. Mudah kesal, bahkan terhadap yang bukan urusannya. Misal temannya mencoret kuku dengan tip ex. Dy lalu bilang ke sy temannya jorok, si anu sombong si itu berisik bener, semua dikomentari olehnya, bahkan seringkali pulang sekolah dgn wajah kesal dan ternyata komentar seperti itulah yg ia sampaikan.

Pertanyaan sy:

1. Apakah ini ada kaitannya dgn innerchild? Jika iya, yg harus sy lakukan sbg ibu tiri?

2. Sy sempat baca materi dan sependek pengetahuan sy, innerchild dpt terjadi ketika pengasuhan kurg tepat. Sy telisik lbh jauh, trnyta suami sy diperlakukan jauh lbh keras drpd perlakuan suami sy ke anak putri sy. Bisakah luka suami sy sembuh? Adakah saran, Bu? Terima kasih.

Jawaban:

1.         Apakah ini ada kaitannya dgn innerchild? Jika iya, yg harus sy lakukan sbg ibu tiri?

•           Insyaallah belum terlambat ya bu. 8 th masih bisa dibentuk, namun perlu waktu dan kesabaran.

•           Menurut saya yang bisa ibu lakukan adalah membuat bonding dengan putri. Sediakan waktu ber2 saja. Kencan berdua.

•           Bilang karena dia adalah special.

•           Sering bilang betapa beruntungnya ibu dpt mengasuh putri.

•           Bangun konsep diri baik pada dirinya.

•           Perbaiki pola komunikasi.

•           Pastikan buat got emosi bu.

•           Sudah bagus ia banyak bicara tentang hal yang tidak disukai. Ibu tinggal focus pada menamakan perasaannya. Misalnya ketika dia cerita temannya sombong. Gali perasaannya, “oowh ya ampun si anu sombong ya nak. Terus perasaan kamu gimana? Kesel nak? Bête? Males?” biasakan ia menyebut nama perasaan.

•           Buka diskusi. Gunakan banyak kata Tanya, agar ia banyak berpikir.

•           Kunci dengan agama.

•           Tapi yang utama bangun bonding dan perbaiki komunikasi ya bu.

2. Sy sempat baca materi dan sependek pengetahuan sy, innerchild dpt terjadi ketika pengasuhan kurg tepat. Sy telisik lbh jauh, trnyta suami sy diperlakukan jauh lbh keras drpd perlakuan suami sy ke anak putri sy. Bisakah luka suami sy sembuh? Adakah saran, Bu? Terima kasih.

•           Insyaallah bisa sembuh bu, rahmat Allah jaauuh lebih luas.

•           Libatkan ayah dalam pengasuhan. Bila ada trauma mendalam, saya sarankan untuk bertemu dengan ahlinyaa.

•           Ajak suami untuk menggali ego statenya bersama2 dengan ibu, seperti jawaban saya pada pertanyaan no 5.

•           Saat bicara dengan suami, gunakan ilmu dari ibu Elly Risman : sebutkan issue kritis jika ayah tidak terlibat pengasuhan, kata2 pendek tidak lebih dari 15 kata dan pilih bicara saat suami rileks yaitu setelah berhubungan suami istri.

- sbg contoh issue kritis : yah, aku baca hasil penelitian, anak perempuan yang kurang sentuhan ayah akan lebih rentan seks bebas. paass 15 kata

Pertanyaan 9

1. Ketika pasangan ini belum menikah, mereka tidak mengetahui atau diberi tahu bahwa masing masing harus mempelajari latar belakang pengasuhan pasangannya dan mengapa perlu tahu. Lantas ketika sudah menikah byk terjadi perbedaan ego state gmn solusinya bu? Dan bagi yg blm menikah apakah ada poin2 penting yg mesti diperhatikn ketika ta'aruf agar hal demikian tdk terjadi?

2. Si A menyadari ckp byk potensi dlm dirinya. Nmn potensi diri itu tdk keluar dgn sempurna. Ia menyadari kedua org tuanya kurang cakap dlm mendidik mrk. Nmn ia tdk menyalahkan mereka sebab kedua org tua nya begitu krn nyatanya mrk tdk selesai dgn permasalahan diri mrk sendiri jg, dan krnnya tdk bs membantu si A dan jg anak mrk lainnya. Bahkan sekian tahun bersama kedua org tua tersebut msh tak saling mengerti. Sprt org baru berumah tangga. Si A ingin memutuskn pola rantai itu. Ia tdk ingin sprt ortunya. Ego state org tua yg kadang suka marah2, bersikap masa bodoh, dan mau menang sendiri justru membuahkan kesedihan bagi si A. Dan seringkali itu terjadi pd hal2 genting dlm hidupnya dan mbuat si A kurang bs konsentrasi melakukn byk hal. Ia sudah memaafkan ortunya. Ia jg sudah memaafkn diri sendiri. Selain itu dlm Persahabatan si A juga pernah kecewa, dikhianati serta dimanfaatkan org. Jd rasa sedih krn sudah berbuat baik nmn justru mendpt perlakuan tdk baik sering kali menghantuinya. Ia jg sudah memaafkn org2 tersebut. Nmn terkadang perasaan sakit hati, kecewa, sedih, dan merasa terbelenggu oleh amarah dan tak berdaya itu kadang kembali dan kembali. Ini ckp menganggu konsentrasi/fokus si A utk mencapai target2 hidupnya dan mbuat ia kurang bersemangat melakukan sesuatu. Kira2 si A mesti bagaimana untuk keluar dari kondisi ini bu? Apa yg mesti ia lakukan agar ia bisa bebas dan mampu melejitkan potensi dirinya secara optimal.

3. Bagaimana caranya agar si A bisa membantu kedua orang tuanya? Agar kedua org tuanya tersebut jg bisa lepas dari belenggu perasaan dan tekanan akibat trauma or rasa sakit hati or kecewa di masa lalu mrk.

Terima Kasih.

Jawaban:

   1. Ketika pasangan ini belum menikah, mereka tidak mengetahui atau diberi tahu bahwa masing masing harus mempelajari latar belakang pengasuhan pasangannya dan mengapa perlu tahu. Lantas ketika sudah menikah byk terjadi perbedaan ego state gmn solusinya bu? Dan bagi yg blm menikah apakah ada poin2 penting yg mesti diperhatikn ketika ta'aruf agar hal demikian tdk terjadi?

•           Kebanyakan dari kita memang tidak dibesarkan dengan ilmu pengasuhan bu, sehingga tidak pula mengerti tentang pentingya memilih menantu.

•           Mengetahui ego state pasangan, bukan untuk disamakan bu. Kita pasangan suami istri pasti beda. Semangatnya adalah bagaimana mengatasi perbedaan itu. justru karena beda, kita dapat menjadi lebih kuat karena berusaha saling mengisi perbedaan itu.

•           Untuk poin penting yang harus diperhatikan saat taaruf memang seluruh keluarga harus terlibat ya bu, dalam ‘menyelidiki’ keakuratan data yang disampaikan saat taaruf. Insyaallah untk anak saya nanti saya akan ta’aruf namun juga ada seleksi besan bu. Karena dengan mengenal calon besan, insyaallah dapat diketahui pola asuh anak itu. Agar Allah berikan jodoh terbaik yang sekufu untuk anak2 kita kelak ya bu. Aamiin.

    2.     Si A menyadari ckp byk potensi dlm dirinya. Nmn potensi diri itu tdk keluar dgn sempurna. Ia menyadari kedua org tuanya kurang cakap dlm mendidik mrk. Nmn ia tdk menyalahkan mereka sebab kedua org tua nya begitu krn nyatanya   mrk tdk selesai dgn permasalahan diri mrk sendiri jg, dan krnnya tdk bs membantu si A dan jg anak mrk lainnya. Bahkan sekian tahun bersama kedua org tua tersebut msh tak saling mengerti. Sprt org baru berumah tangga. Si A ingin memutuskn pola rantai itu. Ia tdk ingin sprt ortunya. Ego state org tua yg kadang suka marah2, bersikap masa bodoh, dan mau menang sendiri justru membuahkan kesedihan bagi si A. Dan seringkali itu terjadi pd hal2 genting dlm hidupnya dan mbuat si A kurang bs konsentrasi melakukn byk hal. Ia sudah memaafkan ortunya. Ia jg sudah memaafkn diri sendiri. Selain itu dlm Persahabatan si A juga pernah kecewa, dikhianati serta dimanfaatkan org. Jd rasa sedih krn sudah berbuat baik nmn justru mendpt perlakuan tdk baik sering kali menghantuinya. Ia jg sudah memaafkn org2 tersebut. Nmn terkadang perasaan sakit hati, kecewa, sedih, dan merasa terbelenggu oleh amarah dan tak berdaya itu kadang kembali dan kembali. Ini ckp menganggu konsentrasi/fokus si A utk mencapai target2 hidupnya dan mbuat ia kurang bersemangat melakukan sesuatu. Kira2 si A mesti bagaimana untuk keluar dari kondisi ini bu? Apa yg mesti ia lakukan agar ia bisa bebas dan mampu melejitkan potensi dirinya secara optimal.

•           Memaafkan itu tanpa tapi dan tanpa namun bu.

•           Kuote pak asep  tentang analogi memaafkan:  memaafkan itu ibarat peternak yang diseruduk domba garut hingga dirawat di rumah sakit, dan usai sembuh ia mendatangi memelihara dan menyayangi sang domba garut dengan penuh perhatian.

•           Jadi memaafkan itu bukan untuk domba tapi untuk diri kita. Ada juga orang yang sudah diseruduk terus jadi trauma takut dengan domba.

•           Berarti masih ada unfinished business di diri si A.

•           Kerjakan latihan menggali ego state diri

•           Sering berbincang dengan ego state diri yang butuh pengakuan dan ditenangkan, seperti jawaban sy no 3

•           Buat life line seperti jawaban sy no 4

•           Bila berkenan wapri

     3. Idem no 6

•           Untuk orang tua, sebagaimana tertera dalam surat Ali imron 159 : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya..

•           Maafkan dan mohon ampunkan orang tua atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka melakukan itu juga karena tidak tahu. Tidak ada ilmunya. Dan periksa lagi, mungkin mereka otomatis seperti itu karena mereka juga dulu diperlakukan sama oleh orang tua mereka (kakek nenek anda).

Pertanyaan 10

Bismillah.

Saya ingin sembuh dari trauma masa kecil saya.

Setiap teringat maka badan saya merasa menggigil, suhu tubuh saya berubah, jadi dingin ato Panas, tangan gemetar dan rasanya ingin menelungkupkan badan berlindung di pojokan karena rasa takut, dan perasaan sakit.

Masa kecil saya tinggal bersama nenek, dengan perekonomian yg rendah, dan nenek saya sendiri tidak harmonis dengan Kakek. Trauma saya terjadi di ambang saat perceraian mereka. Mungkin sy pelampiasan perasaan nenek saya.

Saya tinggal dengan nenek karena ibu saya pergi jadi TKW. Jadi TKW di perkampungan adalah hal yang sangat menjanjikan. Ayah saya berpisah dengan ibu sy. Tdk pernh bertemu bahkan wajahnya pun sy tak ingat. Entahlah keluarga tdk ada yang bsa saya ajak bicara terbuka soal ini. Entah seberapa kecil umur saya saat ibu saya pergi jadi TKW, hingga seingat saya sampai usia SD beliau pulang, saya bahkan tidak kenal bahwa dy adalah ibu kandung saya. Dan yg saya tau adalah nenek sy adalah ibu saya.

Saya tidak dendam, atopun benci kepada nenek saya. Atas semua ini. Tapi trauma ini selalu terbayang.

Awal mula trauma kecil saya adalah suatu sore saya pulang main telat, hampir magrib, dan saya tidak ingat umur brp saat itu, tapi saya belum sekolah. Sambil dimarahi krn pulang telat, menangis terisak saya di mandikan di guyur air dari atas kepala hingga susah nafas, sampai saat ini pun saya tidak bisa mengguyur air langsung ke kepala,krn langsung gelagepan.

Setelah mandi saya di cubit, di bagian organ vital, saya menjerit mengaduh aduh, tapi malah semakin kencang,

Semakin berjalannya waktu sy merasa sedikit cacat mungkin krn cubitan itu ato bukan.

(Di paragraf ini saya berhenti cukup lama, karena tangan saya lemas, badan,sekan mengambang , semua itu selalu terlihat jelas,

Apa yang ingin saya lakukan saat itu?

Saya ingin menggigit tangan nenek saya agar berhenti mencubit saya. Mendorong atopun menendang agar berhenti, karena teriakant sakit saya malah menambah keras cubitannya saat itu )

Setelah menikah sedikit banyak saya belajar parenting, karena sy sadar saya butuh ini dan saya tidak mau anak saya seperti saya,

Demi Allah semoga Allah memaafkan dan selalu melimpahkan ilmu dan hidayah-Nya buat saya.

Saya tahu tidak boleh mencubit, tapi saat sudah tidak waras saya menghadapi polah si kaka , maka saya pernah mencubit nya,walau tidak seperti nenek saya lakukan, tapi saat itu juga saya sadar langsung menangis dan meminta maaf krn telah menyakiti anak saya. Dan saya selalu berusaha sekuat tenaga untuk selalu waras. Fyi anak saya 2 sekarg, 1 tahun dan 3 tahun. Saya pernh mencubit si kaka. Walau saat itu berniat memberi efek jera ato hukuman. Saya sadar saya salah.

Lalu, terkadang entah saat suasana hati saya tidak jelas, ato bisa jadi saat sy bercanda dengan suami, maka saya merasa gemes dan izin ingin menggigit suami saya, walopun sambil tertawa dan bercanda dy mengizinkan saya mengigit di bagian yg tidak terlalu berasa sakit untuk nya.

Apa ini efek trauma saya juga?

Lalu dari mana saya harus memulai untuk sembuh?

Bagaimana saya melindungi orang orang yg saya sayangi dari efek trauma saya?

Alhamdulillah saya memiliki suami yang terbuka, mau berbagi, saling mendukung.

Hamba Allah.-Bekasi

Jawaban:

Untuk sedikit mengurai trauma yang ibu alami, Kerjakan latihan menggali ego state diri

•           Sering berbincang dengan ego state diri yang butuh pengakuan dan ditenangkan, seperti jawaban sy no 3

•           Buat life line seperti jawaban sy no 4

•           Bila berkenan wapri
•           Karena sampai ada gejala fisik, yaitu menggigil, suhu tubuh berubah saat ibu mengingat peristiwa ini, memang sebaiknya bertemu dengan ahlinya untuk dilakukan terapi, karena lokasi ibu masih di jabodetabek, bila berkenan boleh saya infokan psikolog yang sdh mengerti ilmu parenting

Pertanyaan 11

Assalamualaikum ibu, semoga tidak terlambat saya ajukan pertanyaan, innerchild tipe apakah ibu jika mempunyai karakter sering menyalahkan diri sendiri, selalu menolak pujian orang bila dipuji, selalu mengungkit cerita lalu cenderung cari pembenaran, tidak suka konflik (tdk berani berdebat), dan tidak malu terlihat jelek depan orang2, dan bagaimana memotongnya?

Oiya ibu satu lagi yg mengganggu, saya sering minta maaf duluan walau saya tidak salah....sering tidak bisa menempatkan maaf...apakah sering mengucapkan maaf adalah innerchild yg buruk dan harus dipotong juga?

Jawaban:

Waalaykumussalam bu.

Untuk lebih detailnya kita ke ego state ya bu. Seperti yg sebelumnya sdh saya paparkan. Coba ibu sekalian mengerjakan latihan menggali ego state diri, dikategorikan sifat yang ibu sebutkan termasuk kategori apa. Berikut ini saya copy kan lagi.

Struktur ego state terdiri dari :

1.         Ego state PARENT

•           Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang diambil dari orang tua atau figur orang tua

2.         Ego state ADULT

•           Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang merupakan tanggapan langsung terhadap kenyataan saat ini

3.         Ego state CHILD

•           Sikap, tindakan, pikiran dan perasaan yang merupakan perujudan dari masa anak-anak atau keputusan  anak-anak

Fungsi ego states         :

Dari  ego state parent :

1.         CRITICAL PARENT

•           Mengkritik, menuduh, otoriter

2.         NURTURING PARENT

•           Meyakinkan, perduli, menyemangati, mendukung, memahami

Dari ego state adult     :

1.         REBELLIOUS CHILD

•           Bagian anak-anak yang rewel, rebut, temperamen; melawan, mengeluh, menyimpang

2.         ADULT

•           Tidak menuduh, terbuka, antusias, percaya diri, mengacu pada kenyataan

Dari ego state child     :

1.         ADAPTED CHILD

•           Penurut, pasif, nrimo

2.         FREE CHILD

•           Rasa ingin tahu tinggi, spontan, energetic, ceria

Dibuat saja bagannya bu, sdh saya contohkan juga dalam foto yang disertakan dalam catatan saya. Ayoo semangat praktek agar terasa manfaatnya. Jika ada kesulitan dalam menggali ego state, dipersilahkan wapri ya bu. Tapi mohonn maaf bila slow res. Pegang hp harus tunggu anak2 tidur. Mudah2an saya ga ketiduraan jugaa.. hehe.. becanda ya buu.

Cara memotong ego state yang kurang tepat, yaitu yang muncul pada waktu yang keliru  bisa dengan menenangkan dan menguatkan seperti yang sudah saya paparkan di jawaban sebelum2nya ya bu.

Mengenai yang minta maaf duluan bu, menurut saya sih itu sangat legawa, dewasa dan kereen lah. Di masa akhir zaman dimana manusia tambah individual gitu lho. Tp saya yakin yaa pasti ibu tetap sesuai tempatnya. Ga mungkin misalnya, maaf, ibu dicopet misalnya trus ibu minta maaf. Kalau dar segi agama tentang maaf mungkin bucut yang lebih pantas menjawab.

Pertanyaan 12

Assalamualaikum ibu mutiara yg dirahmati Allah.berarti inner child dapat dilatih ya bu?apakah inner child yg dilatih tsb bisa menjadi kebiasaan baru kita,sehingga menetap menjadi karakter? Berapa lama bu waktu yg diperlukan?

Jawaban:

Waalaykumussalam ibu yang juga Allah rahmati,

Dari pelatihan yang saya ikuti dan dari pengalaman saya setelahnya, sangat bisa dilatih bu. Intinya sih untuk tahapannya :

•           mau menggali dulu ego state kita apa saja sesuai peran yang kita jalani

•           tuliskan percakapan antar ego state dalam diri yang kerap terjadi, ajak bicara ego state yang muncul di waktu yang tidak tepat namun dominan, seperti contoh case yang telah saya tulis dengan kk ipar

•           jika masih ada emosi negative atau trauma bisa diidentifikasi dengan life line

•           sependek pengetahuan saya memang apa yang kita fikirkan akan menjadi perilaku dari perilaku akan menjadi kebiasaan ya

•           utk waktu yang diperlukan saya rasa sangat relative ya bu. Seberapa ingin orang ybs itu berubah, seberapa keras usaha orang tersebut untuk berubah. Namun yakin bu, pa sti aka nada perbedaan walaupun hanya 0,001% antara orang yang belajar dan tidak belajar

Pertanyaan 13

Assalamu'alaikum buMu.. sy mau nanya utk pertanyaan kulwap.

1. Apa yg sebaiknya harus dilakukan ibu utk menahan/menyalurkan amarah ke arah yg positif ketika melihat sstu yg tdk dharapkan dr anak2nya?

2. Jika anak sdh memiliki luka emosional yg mendalam yg disebabkan oleh  ibu, misalnya ibu pernah memukul  atau membentak anak, bagaimana cara mengobati luka emosi anak dan bagaimana cara mengobati rasa bersalah ibu..?

Jazaakillah..

Jawaban:

1 •        Kalimat yang saya perhatikan plg awal ‘sesuatu yang diharapkan dari anak2’. Memang ibu mengharapkan anak2 bagaimana? Coba cek lagi apakah harapan itu sudah sesuai dengan tahapan perkembangan anak? Sudah sesuai dengan perkembangan otak anak? ‘tidak diharapkan’ menurut perbandingan usia dengan ibu kah?  Sudah sesuaikah dengan kemampuan anak?

•           Untuk mengatasi kemarahan berlebihan, Kerjakan latihan menggali ego state diri

•           Sering berbincang dengan ego state diri yang butuh pengakuan dan ditenangkan, seperti jawaban sy no 3

2 •        Bertaubat, minta maaf pada anak bahwa ibu belum tahu ilmunya sebelumnya. Perbaiki komunikasi, berikan banyak pelukan pada anak.

•           Mengurangi Rasa bersalah dapat dengan cara berbincang dengan ego state seperti sy sdh sebutkan tadi

Pertanyaan 14

Bismillah

Orang tua saya terutama ayah berwatak keras, tidak marah pun omongannya seperti marah, cepat emosi, bertindak berdasarkan emosi tidak pernah berfikir panjang.

Ibu cenderung penurut pada ayah, tapi tidak sabaran menghadapi anak2nya terutama saya anak pertamanya, sering mendapat pukulan ( dengan tangan, sapu, panci) dan cubitan karena kenakalan saya di waktu kecil.

Saya saat ini sebagai ibu 3 orang anak laki2, ketika mendidik anak pertama saya masih bekerja...saya cepat marah dan sering memukul. Sekarang anak saya sudah 12 tahun, dan menjadi anak yang berwatak keras dan cepat marah, bicaranya kadang seperti orang yang marah tanpa ia sadari, dan sekarang dia sudah melanjutkan sekolah di pesantren.

Saya menyesal melihat perkembangan anak pertama saya, saya bertekad di dalam hati untuk lebih baik lagi mendidik adik2 nya yang sekarang berumur 8 th dan 2 th.

Saya berhenti bekerja ketika melahirkan anak ketiga

Saya sudah hampir jarang memukul, hanya menyentil jika benar2 kesal...tapi emosi masih cepat naik bila tersulut, dan saya pun cepat sekali menyesali tindakan saya, saya biasanya langsung meminta maaf, memeluk, dan mencium.

Jadi cenderung terlihat tidak konsisten mendidik mereka.

Dan anak2 pun cepat kembali mengulang ulang kesalahannya (tidak kapok).

Apa kesalahan utama yang saya lakukan ?

Dan apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki keadaan ini, saya tidak ingin mengulang kesalahan saya dalam mendidik anak pertama?

Jawaban:

•           Agar tidak lepas kontrol kemudian jadi marah dan membentak diperlukan kesabaran.

•           Untuk sabar memang diperlukan ilmu.

•           Tambah skill untuk menjadi orang tua, tambah ilmu pengasuhan terus.

•           Jangan berhenti belajar. Terus bergerak.

•           Bertaubat pada Allah, minta maaf pada anak, terutama anak pertama atas kesalahan pengasuhan yang ibu pernah lakukan selama ini.

•           Perbaiki komunikasi, tidak menggunakan Metode Komunikasi Menyimpang/12 gaya popular pada anak.

•           Agar tidak ada emosi yang menumpuk pada diri anak dan bisa menjadi masalah dikemudian hari, bikin got emosi anak.

•           Baca bahasa tubuh, terima perasaanya, gali emosinya.

•           Lebih jauh tentang komunikasi dan membuat got emosi anak ada pada tema KBBM – Komunikasi Baik Benar Menyenangkan.

•           Bangun kedekatan dengan anak. Buat anak agar nyaman curhat dengan ibu.

•           Untuk sedikit demi sedikit mengurangi emosi negative ibu, coba buat latihan ego state yang telah saya paparkan sebelumnya.

•           Ajak bicara ego state yg perlu ditenangkan seperti pd no 3

•           Untuk membangun kebiasaan tertentu pada anak perlu waktu bu, jangan berharap hanya 3-4 kali ibu beri tahu anak lgs kapok.

•           Contohnya perintah sholat dimulai dr umur 7, tapi baru boleh ditindak ketika umur 10 tahun. Artinya mmg ada sekian ratus waktu sholat dulu untuk membangun pembiasaan anak. Jangan lupa bangun awareness dari dlm diri anak. Beri penjelasan logis sederhana KENAPA harus melakukan sesuatu yang ibu minta

Pertanyaan 15

Assalamualaikum..

Klo misalnya ada ortu yg serba nurutin kemauan anak..anak minta dibelikan apa aja pasti dikasih..dg alasan "jangan smpe anakku ngerasain susah kaya aq dulu.."

Apakah itu termasuk innerchild jg?

Jawaban:

Kl menurut saya iya bu. Intinya ada emosi yang muncul pada saat tidak tepat.  Sebagai orangtua, kita perlu sekali untuk dapat berfikir dengan akal sehat, terutama dalam memberi  batasan dan konsekuensi bagi anak.

Dalam memberikan sesuatu untuk anak, prinsipnya itu anak BUTUH, bukan hanya ingin. Karena kita tidak selamanya berada disamping anak.

Perbanyak saja ilmu pengasuhannya bu. Dengan menuntut ilmu, insyaallah ibu akan kembali membangun cinta sesuai logika, bukan lagi karena ‘dendam positif’ masa kecil ibu.

Pertanyaan 16

Assalamu'alaikum Bu, apakah sifat galak, pendiam, pasif termasuk pengaruh Dr innerchild?bgm solusi memperbaikinya?

Tambah lg, pendiam, pasif apa adanya, gak ada greget atw gak py cita2 yg ingin digapai, mengalir aja deh

Jawaban:

Waalaukumussalam buu..

Untuk cita2 atau lebih tepatnya minat, coba diawali gali ego states ibu dulu sesuai peran yg ibu jalani seprti yang telah saya paparkan sebelumnya.

Untuk ego states spt galak, pendiam, pasif; coba dikurangi dengan cara ‘bicara dengan innerchild yang telah saya tuliskn di jawaban no. 3.

Agar hidup tidak terlalu ‘mengalir’, coba renungkan tujuan hidup ibu apa. Kenapa kira2 Allah masih kasih kita waktu sampai detik ini? Apa yang bisa ibu lakukan saat ini untuk keluarga ibu, sampai ke masyarakat sekitar.

Pertanyaan 17

Assalamualaikum Ibu Mutiara H.

Saya termasuk anak yang di manja ketika kecil. Ketika remaja, saya merasa saya rendah diri, cepat minder, dan tidak percaya diri.

Saya tidak tahu penyebab rasa tersebut ada dalam diri saya.

Bagaimana cara mengetahui sifat tersebut apakah berasal dari kesalahan parenting orang tua saya atau memang sifat bawaan saya?

Jawaban:

Yang pertama yakini dulu bu bahwa Allah telah menciptakan ibu dengan kondisi terbaik. Jika ibu merasa tidak nyaman dan merasa terganggu dengan sifat2 diatas, maka saran saya :

•           Untuk sedikit demi sedikit mengurangi emosi negative ibu, coba buat latihan ego state yang telah saya paparkan sebelumnya.

•           Ajak bicara ego state yg perlu ditenangkan seperti pd no 3

•           Buat life line seperti jawaban saya no 4

•           Bila ada kesulitan dan ibu berkenan, silahkan wapri.

Pertanyaan 18

Apakah innerchild ada tahapannya?  Jika ada bagaimana cara mengetahui gejala innerchild sdah akut atau tdak.

Jawaban:

Innerchild pada dasarnya adalah ‘unfinished business’ yang belum selesai dan masih dibawa sampai ke waktu tertentu. Jadi menurut saya tahapan awal innerchild adalah emosi yang terpendam, sengaja dipendam, dipaksa dipendam, tidak diekspresikan.

Untuk menggali dan mengenali diri sendiri, ibu dapat melakukan langkah2, seperti yang telah saya paparkan :

•           Mengerjakan latihan ego state sesuai peran dalam kehidupan yang ibu jalani, foto bagan juga sudah saya kirimkan waktu itu.

•           Ajak bicara ego state yg perlu ditenangkan seperti pd no 3

•           Buat life line seperti jawaban saya no 4, untuk mengetahui apakah ibu ada trauma atau tdk

•           Bila ada kesulitan dan ibu berkenan, silahkan wapri.

Penutup

Baik bu, jazaakillah khairan atas ilmu nya yang berkenan berbagi dengan kami, mengetik panjang lebar, semoga setiap ketikan huruf nya menjadi saksi kelak di yaumil akhir sebagai timbangan amal kebajikan.. Aamiin

“aamiin ya rabb.. saya terima kasih banyak sudahdiberi kesempatan. mohon maaf atas segala salah diri dan kata yang tidak berkenan. agar Allah terus mempersatukan kita dalam kebaikan.”

“selamat menggali ego state yaa buibuu.. agar bermanfaat. semangat krn Allah”

“jazakillah khairan yaa buibuu. kebaikan yg banyaaakkk untuk ibu2 smuaa”

Dan untuk ibu ibu semua yang sudah mengajukan pertanyaan, tang memberi tanggapan dan yang menyimak dalam diam nya, saya ucapak jazaakunnallah khairan.. semoga bermamfaat dan bisa mengambil ibrah dalam setiap permasalahan, tentu nya dengan mengedepankan bahwa kita ssbagai muslim, ada Allah temlat bersandar yang kokoh, dan manusia satu dengan manusia lainnya saling tolong menolong dalam kebajikan untuk menjadi pribadi yang baik di mata Allah. Ssmangat memperbaiki diri sehingga kita bisa menyelamatkan diri kita dan keluarga dari api neraka.

Tentu nya dengan menuntut ilmu sesuai sunnah dan bertawakal pada Allah atas apa apa yang terjadi dengan ikhtiar dan DOA.

Kami selaku Moderator, Co.moderator dan peresume dan NaraSumber memohon maaf jika ada salah kata, ambil yang bermamfaat dan abaikan yang tidak bermamfaat, sungguh Allah maha benar dengan QalamNYA.

Baraakallahufiikunna.

Sama sama kita bacakan  doa penutup majelis

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik

(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Wassalamua'laykum warahmatullahi wabarakatuh.
������

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tlg email sy, nanti sy sampaikan ke adminnya.

      Hapus