22/12/16

Kulwap IIP ke 3 ~ Menulis Kisah Parenting oleh Anna Farida

RESUME KULWAP RUMBEL MENULIS

📅Rabu, 21 okt 2015
18.30-19.30
📝Materi Menulis Kisah Parenting
🙋🏻Anna Farida

🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝

📌Mengapa Kisah Parenting?

· Rekam jejak pengasuhan
· Cermin diri, cermin bagi keluarga lain
· Persembahan buat anak-anak
· Semua berhak menulis kisah parenting

📌Bagaimana langkahnya?

1. Pilih segmen pembaca

· Ortu anak usia dini?
· Ortu ABK?
· Ortu remaja?
· Ortu tunggal?

2. Cara mengumpulkan data

· Lihat foto keluarga
· Lihat catatan harian
· Amati anak orang lain
· Baca pemberitaan terkini
· Baca referensi

3. Yang perlu diingat

· Apakah ada privasi yang perlu dilindungi?
· Apakah perlu izin menulis kisah orang lain?
· Apakah wajib menyertakan pendapat ahli?

4. Mulai menulis

· Awali dengan kisah
· Sampaikan pandangan Anda
· Libatkan pembaca
· Beri solusi alternatif

🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝

Salam takzim,

Anna Farida
www.annafarida.com
Tanya Jawab :
1⃣ Sy mau nanya..tp pointnya sudah ada di langkah ketiga tp mmg di situ masih dlm bentuk pertanyaan. Maka sy mau penegasan, perlukah menyertakan pendapat ahli dlm menulis kisah parenting? Kenapa?
Yg kedua, kira2 sesuaikah menggunakan tulisan narasi-argumentasi-persuasi dlm menyusun kisah tsb?

Anna Farida: Tidak wajib pendapat ahli selama tidak berkaitan dengan informasi yang berkaitan dengan kesehatan, ketentuan hukum atau hal-hal yang di luar bidang kita. Kalau yang dibahas adalah kisah pengasuhan, misalnya cara mengatur uang saku anak, kan itu pengalaman kita, jadi tak perlu lah pendapat Pak Safir Senduk 😃

2⃣ Bgmn mengasah kepekaan agar pengalaman parenting yg dialami sehari2 bisa jd cerita yg pantas dituliskan?

Anna Farida: Semua kisah kita bareng anak kan bermakna. Biasakan latihan begini:
Sebelum tidur, sambil doa, ingat kembali kejadian dari pagi sampai malam--ini kabarnya bisa jadi latihan agar tidak mudah pikun---
Perhatikan apa yang kita lakukan bersama anak, temuan apa yang mereka dapatkan, masalah apa yang terjadi, dan bagaimana Bunda menyelesaikannya sehingga malam ini bisa berbaring di kasur dengan nyaman --- atau kelelahan 😃 saya biasa mencatat kejadian bersama anak-anak di hape, kan ada tuh aplikasi catatan yang bisa dipakai narsis eksis saya pajang di FB, yang belum saatnya dipublikasikan saya catat singkat saja beberapa kalimat di hape

3⃣ Sejauh mana sebaiknya kita menjaga privasi anak yg akan kita libatkan dlm kisah parenting yg kita buat?

Anna Farida: Salah satu tujuan menulis kisah parenting adalah minta maaf atas kesalahan kita pada anak, saya menyebutnya sarana pertobatan.
Jadi, kisah yang saya tulis tentang anak saya adalah yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Kejadian buruk yang terjadi pada anak ditulis dengan nada minta maaf atas ketidakmampuan kita sebagai ortu saat itu ---- dan kita minta maaf karenanya.

Misalnya, anak rewel di tengah pasar.
Mengapa anak rewel? Apakah Bunda bikin komitmen dulu sebelum pergi? Apakah yang Bunda lakukan ketika orang-orang menonton? Apa tujuan Bunda mengabil sikap tertentu pada anak? -- misalnya Bunda memutuskan untuk membiarkan si anak menangis hingga selesai.
Jadi, ketika anak sudah paham dan membaca kisah itu, dia akan tahu bahwa bundanya merencanakan setiap aspek pendidikan baginya.
Bukan karena Bunda tak peduli di menangis minta mainan, misalnya
Tentu jika yang dimaksud adalah hal yang terkait hukum, misalnya pelecehan seksual atau tindak kejahatan pada anak, nama dan lokadi wajib disamarkan.
Kalau masih keusilan kecil, atau prtengkaran antara bunda dan anak, itu justru bagus sih menurut saya untuk diceritakan 
Tar kalau anak tersebut dewasa kan seru dibacakan di antara khutbah nikah #halaah

4⃣ Bgmn cara melibatkan pembaca dlm penulisan kita? (Point no 4)

Anna Farida: Dari sisi sapaan, gunakan kita, Bunda, atau Anda sesekali.
gunakan kalimat tanya seperti "Bagimana dengan rumah Bunda? Berantakan juga?" --- misalnya
Jadi kita bayangkan pembaca akan menggut-manggut

Cara lain adalah dengan berempati ke pembaca, misalnya
Saya ini sama dengan ibu di seluruh dunia. Setiap pagi heboh menyiapkan segala keperluan keluarga. Maunya segera beres, apa daya tangan hanya dua --- itu contoh
Jadi, kita angkat fenomena umum kasus parenting itu seperti apa, kita jadikan pembuka tulisan, lau kita bahas kasus kita, dan solusi alternatifnya seperti apa. Sip?

5⃣ Suka terlintas pengen nulis dgn ide yg berseliweran di kepala. Tp suka tertunda-tunda entah krn lg (sok) sibuk..gimana ya biar kita no excuse utk hal tsb?

Anna Farida: Sambil lalu rekam aja suaranya, mau cerita tentang apa--pas lowong baru ditulis--jadi ide tidak hilang, karena ide itu sangat berharga.
Kadang kita mengeluh tak punya waktu, padahal waktu kita banyak, tapi kita tidak memanfaatkannya, malah sibuk main WA #eh 🙈
save atau screen shot percakapan penting dengan teman, karena itu juga akan jadi ide kita
jangan sampai ngobrol panjang lebar, chat sampai beribu-ribu pesan, tapi tidak ada yang bisa disimpan jadi tulisan -- hayyoooo
jadi, saya sering simpan chat saya sendiri jadi saya masukkan ke tulisan lain, misalnya blog ---- gak mau rugi 😄

6⃣ Klo mau ngangkat kisah anak kandung yg unik, misal sudah menemukan sepenggal kisah yg mau di share, sebaiknya prolog'nya dimulai dari mana..
Apa seklumit dari bayi, atau langsung keadaannya saat ini, atau bagaimana??

Anna Farida: Tren buku saat ini adalah kumpulan kisah. Jadi penggalan-penggalan kisah seperti Parenting With Heart lebih dikehendaki #promo!
Tuliskan kisah anak dalam bentuk kisah-kisah singkat, bisa sejak bayi bisa juga diklasifikasikan per tema -- misalnya tentang toilet training, anak usia bayi seperti apa, 3 tahun seperti apa---jadi fase-fase penting yang bisa dibagikan ke pembaca. Kisah singkat lebih mudah dibaca dari mana pun, berbeda dengan kisah sejak bayi yang membuat buku parenting yang kita tulis jadi sangat pribadi

7⃣Klo nulis ide tulisan utk jualan produk gitu poin2 pentingnya apa aja ya?

Anna Farida: Tulisan untuk produk kita kenal dengan copywriting -- saat melatih anak-anak SMA untuk bikin tulisan untuk "jualan" (jual ide, jual gagasan, jual produk) saya bikin istilah #3S ---> seru, santun, sesuai

Seru: menarik perhatian pembaca, bikin senyum, bikin mikir, bikin yakin bahwa produk yang ditulis memang penting
Santun: tetap menghargai orang lain, misalnya tidak menjelekkan produk lain -- langsung atau tidak langsung
Sesuai: taat aturan, misalnya pemakaian gambar harus mencantumkan sumber, kalau pakai bahasa asing pastikan menuliskannya dengan benar, sesuai dengan target pasar ---> masa jual jamu pegal linu pakai bahasa ala remaja 😄

8⃣Apakah ada aturan dlm menulis kata yg dimention stlh #tagar? Bagaimana sebaiknya, singkat saja atau harus selengkap2nya?

Anna Farida: Semoga semua tahu bahwa tagar adalah singkatan dari tanda pagar 😄 Tidak ada ketentuan khusus, sebaiknya pakai kata yang mudah diingat, singkat, bermakna jelas. Selain untuk mengklasifikasikan tulisan atau pesan, tagar juga bisa jadi brand penulisnya. Saya punya tagar#IngatEYD agar saya mudah mencari semua post saya yang berkaitan dengan EYD. Orang lain juga mudah cari. Bikin tagar bisa pakai kaidah #3S dalam copywriting.

9⃣Adakah kode etik baku dalam menuliskan kisah parenting? Selain hal-hal yg perlu diperhatikan di atas?
Anna Farida: Nomor 9 sudah kita bahas, ya.

🔟Tulisan parenting kan bisa aja merupakan catatan diary seseorang ya mba, apa standar tulisan itu layak tampil dan bisa menginspirasi? Karena kebanyakan IRT ceritanya begitu2 aja...#mungkin perlu tahu ilmu bagimana ngemas kata2 nya jd mau dibaca orang, mbak😁

Anna Farida: Benar. Catatan ibuk-ibuk bisa jadi tulisan parenting yang menarik jika
1. Bermanfaat bagi orang lain ----> jadi tidak hanya cerita narsis piknik bareng anak tapi ada trik mengatasi toilet training saat di gunung, misalnya---bagaimana cara pipis yang aman di sungai? 😝
2. Ditulis dengan bahasa yang menarik ----> ini bisa dipajari dengan latihan. Ayo mulai nge-blog, mulai bikin status yang rada panjang, bikin chat yang bisa disimpan, mulai nulis curhat yang bermanfaat bagi tetangga jauh maupun dekat 🍃

1⃣1⃣ Bagaimana memulai menulis cerita itu Bun? Terkadang sulit mmunculkan inspirasi untuk jd bahan tulisan

Anna Farida: Salah satu cara yang paling mudah adalah mulailah dengan kata yang paling pertama terpikir.
Misalnya "tidak ada ide".
Tidak ada ide mau nulis apa. Hari ini aku sibuk sekali sampai tak sempat mandi 🙊 ... Ceritakan apa saja yag dilakukan, gambarkan rempongnya, satu paragraf saja--- itu bisa jadi pembuka.

Kemudian Bunda bisa membahas bagaimana caranya mengatur waktu agar tetap sempat mandi 😀
Topik yang ringan namun menarik akan membuat teman lain berkomentar, dan ini bisa memacu semangat kita untuk menulis lagi dan lagi dan lagi ----> ini gunanya peer grup semacam rumbel ini, kan?

Nah, demikian kelas perkenalan menulis kisah parenting, semoga jadi bersemangat merekam jejak pengasuhan masing-masing dan menjadikannya bermakna. Salam sayang buat anak-anak di rumah, yaaa
Mohon maaf jika ada salah kata, sampai jumpa dalam materi berikutnya 🌟

Rumah Belajar Menulis

0 comments:

Posting Komentar