30/11/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 7: Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari


🎀 Oleh : Bunda Ressi
🎀 Peresume : Syaroh YulyAsri

🌷REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI🌷

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.


Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.


Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.


 Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”


Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar


Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah 

bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga


Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.


“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "


Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.


Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.


Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

 Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.


Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya


Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1menambah syukur,
2menegakkan taat 3berbagi manfaat.


Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya


Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.


Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.


Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,



/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan:

Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014

Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

💬💬💬💬💬💬

#sesi tanya jawab#

🙋🏼
mba ressy... 
" mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada "
maksudnya gimana ya?  Apalagi saya sekarang ini fokus di wilayah domestik saja

~ rahma ~
seperti telah disebutkan pd materi di atas mba, segala aktifitas kita adalah dalam rangka ikhtiar menjemput rizqi...
gambarannya ibu Hajar yg berlari2 ke bukit sofa & marwah utk mencari air tapi  ternyata air muncul di dekat kaki ismail ☺✅

🙋🏽
Mba ressy skrg saya belum punya bisnis apa2.apakah itu artinya saya tidak produktif?
belum tentu
karena saya belum ada keinginan untuk jualan dsb nya dan saat ini ingin fokus untuk anak dulu,apakah salah?
tidak
Bagaimana langkah awal agar kita bisa produktif

-mery-
langkah awalnya :  jalankan peran kita sekarang dengan sungguh2 & profesional,
 produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan angka dan rupiah, saat kita bisa menjalankan peran kita sebagai istri , ibu sehingga bisa memberi manfaat untuk orang2 di sekitar kita , inipun produktif

🙋
mba ressy tanya lagi... Bagaimana merubah imej "ibu rumah tangga itu tidak produktif"

~ rahma ~
yg saya lakukan adalah menjadikannya prioritas , kemudian belajar segala hal tentang menjadi ibu & berusaha mempraktekannya satu persatu...semakin belajar tentang menjadi ibu, semakin memahami ...sambil terus praktek...saya semakin faham bahwa ini sangat produktif & semakin cinta dengan gelar " Ibu Rumah Tangga "

🙋🏼
Mba boleh berikan contoh mengatur waktu bagi irt yg punya sampingan freelancer? Krn kl freelancer adpa target kerja, sementara saya ada baby 2. Keseringannya kelabakan.

Fitri

pengaturan waktu tiap orang tidak bisa disamakan mba, jenis pekerjaan, jmlh anggota keluarga, kebiasaan2 dlm keluarga berbeda2, jadi silahkan buat yg paling nyaman & sesuai dgn kondisi mba Fitri, tentukan prioritas, bikin kandang waktu & patuhi


0 comments:

Posting Komentar