19/11/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 5: Belajar Bagaimana Caranya Belajar




Hari : Selasa, 15 November 2016
Pukul : 08.00 - 09.00 WIB
Oleh : Ressy Laila Untari

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.

Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
1. Belajar hal berbeda        
2. Cara belajar yang berbeda
3. Semangat Belajar yang berbeda

1. Belajar Hal Berbeda
Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:
- Menguatkan Iman, ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
- Menumbuhkan karakter yang baik.
- Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

2. Cara Belajar Berbeda
Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :
👍Ibu jari : How

👆Jari telunjuk : Where

Jari tengah : What

Jari manis : When

Jari kelingking : Who

👐Kedua telapak tangan di buka : Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

Apa itu berpikir skeptik ?
Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

3. Semangat Belajar Yang berbeda
Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :
- Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
- Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,
Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita

Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?

• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan
Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Sebaliknya jangan meratakan lembah
yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :
1. Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
2. Mengetahui tujuannya, cita-citanya
3. Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

 Good is not enough anymore, we have to be different

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :
- Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.
- Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun, kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
- Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :
1. Observation ( pengamatan)
2. Engage(terlibat)
3. Watch and listen ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :
1. Melatih anak untuk belajar bertanya,
Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
2. Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
3. Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
4. Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014

Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009




TANYA - JAWAB

1. Tanya: Di materi disebutkan strategi meninggikan gunung dan bukan meratakan lembah, apakah ke-"tidak pandai"-an anak kita pada satu hal bisa dideteksi lebih awal? saya takut sebenarnya anak itu hanya "belom pandai" saja, maka kita berusaha untuk memandaikan dengan menambah porsi dan sebagainya (Tata)
Jawab: meninggikan gunung meratakan lembah adalah pada hal yg anak2 sukai, hobby, passion atau kelebihannya ...indikatornya adalah anak2 senang sekali pada bidang tersebut, antusias jika membahasnya, mudah memahami hal2 yg berkaitan dengan bidang tersebut...
cara mendeteksi sudah disebutkan pada materi yaitu mengamati, ..dst
bidang inilah , bidang yg anak2 sukai, yang harus kita tambah porsinya hingga dia jadi lebih pandai , lebih ahli di bidangnya

2. Tanya: Assalamualaykum.. Bisa tolong di beri contoh penerapan how, where, what, when, who, why, which one kepada anak (Aya)

Jawab: yang pernah saya praktekan dengan anak2...kita mulai dengan 1 obyek, misal : Pisang Goreng ,
bagaimana cara membuatnya ?
dimana gorengnya ?
pisang apa yg digoreng?
kapan gorengnya ?
siapa yg menggoreng ?
kenapa goreng pisang ?  
pisang mana yg lebih enak digoreng ? pisang raja atau kepok ?
dst...kita cari jawabannya bersama
bisa untuk obyek apapun juga tentang kejadian2 yg terjadi di sekitar kita

3. Tanya:
a. Mulai usia berapa kita bisa melihat passion anak terhadap sesuatu?
Sehingga sebagai orang tua dapat memetakan potensi anak sejak dini
b. Disebutkan usia 0-8thn orang tua sebagai pemandu dan 9-16thn sebagai teman bermain.
Maksudnya seperti apa? Sebab pada umumnya masa bermain ada di usia 0-8thn (rahma)

Jawab:
a. yang saya terima usia 0-8 kita perkaya wawasan anak dengan mengenalkannya sebanyak2nya hal, mencoba melakukan segala bidang yg positif sambil kita mengamati, mendengar & dialog dgn anak2..mana hal2 yg lebih dia sukai / minati ..
kemudian 9-16 sudah mengerucut bidang yang ia dalami sehingga diharapkan usia 16 sudah menemukan passionnya
b. 0-8 orangtua sebagai pemandu, betul sekali ini adalah masa bermain anak...orang tua harus terlibat ikut bermain + sebagai pemandu karena anak usia ini masih sangat butuh panduan..
orang tualah yg mengemas bagaimana bermain bersama anak menjadi aman & penuh value2 yg ingin ditanamkan, orang tua menunjukkan caranya , orang tua melatihnya berulang2, dsb
usia 9-16 orang tua sebagai teman, di usia ini kita harus bisa jadi temannya , lebih banyak mendengarkan , lebih sering diskusi, ngobrol bareng , dll

4. Tanya: Apakah anak 3 tahun harus sudah mulai di ajarkan dan diterapkan adab menuntut ilmu? Misal sedang membaca
iqro anak diminta untuk duduk dan memperhatikan buku iqro nya? Atau seperti apa ya baiknya? (Lina)

Jawab: adab menuntut ilmu diajarkan & diterapkan sejak kecil bahkan mungkin dr dalam kandungan yaitu dengan orang tuanya menerapkan adab menuntut ilmu , insyaAllah seperti yang telah disampaikan pada materi awal tentang adab menuntut ilmu , bahwa adab tidak bisa diajarkan tapi ditularkan...
untuk usia 3 tahun cukup atmosfir rumahnya menunjukkan adab menuntut ilmu yg baik, dia akan meniru dengan sendirinya...
dan rentang konsentrasi anak adalah 1 menit × umurnya, jadi jika anak umur 3 tahun bisa duduk tenang selama 3 menit itu berarti normal....
ini belum kalau ternyata tipe belajarnya kinestetik...
jadi bersenang2lah bersama anak2, amati & kenali lebih dalam & gunakan cara yang anak2 sukai

5. Tanya: Boleh ga mba kita mengarahkan anak pada keinginan kita/,misalnya:anak sya cepat menghafal apapun seperti hafal lagu,surat2 pendek dan doa2,dan saya pingin bgt anak sya jd penghafal quran(hafidz quran)jd saya didik dr skrg,apakah kita terlalu memaksakan kehendak. Terima kasih (Nana)

Jawab: Tugas kita adalah menemani anak menemukan misi hidupnya, jika kita mengamati anak2 &,keadaannya seperti di atas, maka yg bisa  kita lakukan adalah menceritakan kefadholan hafidz Qur'an, mengenalkan hafidz hafidzah di seluruh dunia, selalu perdengarkan murottal , dll supaya keinginan menjadi hafidz muncul dari dalam dirinya bukan karena dipaksa ....
karena Rosul pun tidak memaksakan para sohabatnya untuk hafidz , beliau menunjukkan kefadolan beragam amalan & memuji sahabat2nya dengan keutamaan mereka masing2 tanpa membandingkan satu dengan yg lain, tanpa menyebut sahabat yang satu lebih hebat dari sahabat yang lain..
kemudian yg perlu diingat adalah kita sangat dilarang untuk memerintahkan sesuatu hal yg kita sendiri tidak melakukannya...
jadi yg bisa kita lakukan adalah ciptakan atmosfir di rumah adalah atmosfir qur 'ani sehingga anak mencintai Allah & rosulnya, bisa jadi kemudian dia menunjukkan dengan ingin menjadi hafidz

6. Tanya: Saya masih bingung Cara membuat kurikulum untuk anak seperti apa ya bisa dijelaskan? (rahma)

Jawab: dikeluarga kami adalah Start from the finish line : dimulai dari garis finish
* tentukan garis finish / tujuan besar tentang pendidikan anak , kemudian tarik mundur apa yg harus dilakukan untuk bisa mencapainya
* tentukan visi misi keluarga tmsk rulesnya sehingga yg kita buat adalah sesuai keluarga kita masing2
* buat tahapan sesuai usia ( bisa meramu dari bermacam sumber & sesuaikan dengan kondisi keluarga kita )
jadi tidak bisa sama antara keluarga satu dengan yg lain , bisa ATM ... selamat meramu

7. Tanya: mb ressy, menyambung jawaban atas pertanyaan mb rahma ,bisa dicontohkan bagaimana bermain bersama anak sambil memasukkan value yg ingin ditanamkan (Shanty)

Jawab: misal bermain masak2an , anak penjual ibu pembeli , kita berperan jadi pembeli yang baik, dengan bicara yg santun , dsb ..
kemudian kita berperan sebagai pembeli yg uangnya kurang, berperan sebagai pembeli sedang tersesat, dsb  .. (akting full &,gunakan kalimat2 positif )
value yg ditanamkan : akhalqul karimah, belajar berkomunikasi yg baik , tolong menolong, empati, ikhlas, bersyukur , kemandirian, problem solving, dll

8. Tanya: Mba, anak saya senang dengan hal2 eksperimen di YouTube, dia bs melakukannya tanpa bantuan orang dewasa ex : bikin slime, tuto make up, upload videonya yg sedang bikin sesuatu. Saya lebih baik mengarahkan nya kmn ya? Dia lebih senang melakukan itu drpd bahas pelajaran sekolah..(Sally)

Jawab: kereen mba....biarkan dulu terus dia bereksplorasi segala hal yg dia buat,sambil kita amati mana yg paling membuatnya berbinar2,  nanti lama2 insyaAllah akan mengerucut tinggal 2 atau 3 hal saja yg dia sukai , jika sudah mengerucut , ajak belajar langsung pada ahlinya juga ceritakan tentang orang2 hebat dlm bidang tsb

9. Tanya: Saya mempuyai anak usia 17  thn , laki2 ank sy   suka mengurung diri dikamar,jika plg sekolah langsung masuk kamar ,buka leptop terkadang saya liat ada yg di kerjakan (semacam membuat program)tapi kadang dia bermain game,
Bagaimana sy hrs bicara kepd ank sy  tadi,dan dengan cara bagaimn jg saya harus masuk ke dalam dirinya agar anak saya ini bisa saya arahkan tanpa dia merasa di kepoin  sama saya. (Ari)

Jawab: betul mba ,  saya belum punya anak usia 17 th mba...
saya punya adik laki2, sekarang usia 19 , tingkah lakunya pernah mirip2 seperti itu... mulai SMP s/d SMA dah mulai mogok sekolah, pindah sekokah , keluar, dll ...
dia bisa cerita ke saya karena merasa gk bisa ngobrol dengan ibu saya, ibu saya pun merasa tidak bisa ngobrol dengan dia, kata ibu saya susah untuk diarahkan...tp sampai sekarang kalau saya yg minta dia langsung melaksanakan bahkan tidak diminta dia mau melaksanakan dengan sukarela....
yg saya lakukan awalnya adalah mencari tahu apa yg disenanginya, awalnya saya pura2 suka juga, saya mulai ngobrol dengan dia tentang apa yg disenanginya...hanya ngobrol ttg hal tsb tidak ada yg lain, saya belikan sesuatu yg berhubungan dengan hal tsb, kita jalan , makan bareng dan ngobrol dengan semangat tentang hal2 yg dia sukai, begitu beberapa kali, lama kelamaan dia cerita sendiri tentang perasaannya, dll (curhat tanpa diminta ) saat itu saya hanya mendengar saja, benar2 hanya mendengar...& menerima semua yg ia ungkapkan, kemudian saya bertanya , apa yg bisa saya bantu untuk dia ? diapun mengatakannya , dst ...saya konsisten untuk mau mendengar, menerima, membantu & jadi temannya...
alhamdulillah sampai sekarang bertambah baik juga hubungannya dengan ibu..
semoga bisa menjawab



0 comments:

Posting Komentar