30/11/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 7: Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari


🎀 Oleh : Bunda Ressi
🎀 Peresume : Syaroh YulyAsri

🌷REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI🌷

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.


Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.


Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.


 Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”


Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar


Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah 

bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga


Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.


“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "


Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.


Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.


Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

 Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.


Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya


Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1menambah syukur,
2menegakkan taat 3berbagi manfaat.


Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya


Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.


Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.


Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,



/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber bacaan:

Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014

Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

💬💬💬💬💬💬

#sesi tanya jawab#

🙋🏼
mba ressy... 
" mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada "
maksudnya gimana ya?  Apalagi saya sekarang ini fokus di wilayah domestik saja

~ rahma ~
seperti telah disebutkan pd materi di atas mba, segala aktifitas kita adalah dalam rangka ikhtiar menjemput rizqi...
gambarannya ibu Hajar yg berlari2 ke bukit sofa & marwah utk mencari air tapi  ternyata air muncul di dekat kaki ismail ☺✅

🙋🏽
Mba ressy skrg saya belum punya bisnis apa2.apakah itu artinya saya tidak produktif?
belum tentu
karena saya belum ada keinginan untuk jualan dsb nya dan saat ini ingin fokus untuk anak dulu,apakah salah?
tidak
Bagaimana langkah awal agar kita bisa produktif

-mery-
langkah awalnya :  jalankan peran kita sekarang dengan sungguh2 & profesional,
 produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan angka dan rupiah, saat kita bisa menjalankan peran kita sebagai istri , ibu sehingga bisa memberi manfaat untuk orang2 di sekitar kita , inipun produktif

🙋
mba ressy tanya lagi... Bagaimana merubah imej "ibu rumah tangga itu tidak produktif"

~ rahma ~
yg saya lakukan adalah menjadikannya prioritas , kemudian belajar segala hal tentang menjadi ibu & berusaha mempraktekannya satu persatu...semakin belajar tentang menjadi ibu, semakin memahami ...sambil terus praktek...saya semakin faham bahwa ini sangat produktif & semakin cinta dengan gelar " Ibu Rumah Tangga "

🙋🏼
Mba boleh berikan contoh mengatur waktu bagi irt yg punya sampingan freelancer? Krn kl freelancer adpa target kerja, sementara saya ada baby 2. Keseringannya kelabakan.

Fitri

pengaturan waktu tiap orang tidak bisa disamakan mba, jenis pekerjaan, jmlh anggota keluarga, kebiasaan2 dlm keluarga berbeda2, jadi silahkan buat yg paling nyaman & sesuai dgn kondisi mba Fitri, tentukan prioritas, bikin kandang waktu & patuhi


29/11/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW #6


BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA


Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori  tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.

 Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, manajemen waktu menjadi hal yang paling krusial.

Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.

Masih ingat istilah DEEP WORK dan SHALLOW WORK?

 Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work.

 Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita.

1. Refleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini

Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.

Agar lebih jelas , silakan teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan dalam kategori kuadaran di bawah ini.

2 Setelah aktivitas terpetakan, fokuslah pada hal-hal yang penting (baik mendesak atau tak mendesak) karena pada kegiatan yang penting inilah seharusnya kita mengalokasi paling banyak waktu yang kita miliki

3 Rencanakan dengan baik semua aktivitas yang anda anggap penting

Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan sering gelisah  jika kita sering melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.

Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.

 Sudah ada deadline yang diberikan oleh fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita,  membuat hati lebih tenang.  Tetapi kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.

Kalau ini berlangsung terus menerus, maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi, secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan manfaat bagi kita.


Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.


4 Membuat kandang waktu ( time blocking) untuk setiap aktivitas yang harus anda kerjakan

Membuat agenda mingguan dan harian dengan mengaplikasikan teori *time blocking*dan *cut off time*KIta bisa membagi secara rinci aktivitas harian  dalam hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia


5 Unduh Aplikasi atau buku catatan untuk membantu kita mengorganized semua jadwal kita

Saat ini ada banyak aplikasi organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.


Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe "unorganized" ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )

Sehingga muncul pertanyaan,

"Mengapa sih harus repot-repot dan sangat detail dengan manajemen waktu?"

Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.

 Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula efeknya.

Sekarang tinggal dipilih anda mau tipe yang organized shg menggunakan TIME BASED ORGANIZATION atau tipe yang unorganized dan menggunakan RESULT BASED ORGANIZATION

Kalau time based artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.

Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.

Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN tetap nomor satu.

Di Ibu Profesional,  manajemen waktu ini wajib dikuasai dan diamalkan  oleh para ibu sebelum masuk ke tahap bunda produktif.


 Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.

Dengan demikian diharapkan kita dapat menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.


Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu


Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Sumber Bacaan :

Materi Matrikulasi IIP batch #2 sesi #6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2016

Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP, 2016

Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008

Steven Covey, the seven habits, Jakarta, 1994






Tanya Jawab: 

1. Misal kita Nyambi jualan online, nah kan respon kita sebagai penjual sgt diharapkan oleh customer adalah fast respon. Gmn klo berbenturan dg jam kita menemani anak-anak. Pdhl kita berusaha utk komit terhadap jdwl kita. Nah kdg masih curi2 waktu untuk ini🙈. *Maaf msh belajar mba utk konsisten 😁.

Bagaimana menyiasati hal ini.

Windhy Pratiwi
Iya .. ga pa2 konsisten memang butuh waktu

tetap semangattt yaa.. 💪🏼💪🏼💪🏼 bisa karna terbiasa

Saran saya, mba windhy tetap berusaha utk menepati jadual yg sudah dibuat.
jika membersamai buah hati dianggap lbh penting, rasanya mba sudah bisa menentukan mana yg harus diutamakan.

Rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT dan tak kan tertukar mba..

semoga mba dimudahkan mendahulukn kewajibn sbg ibu 😘😘


cara mensiasatinya, atur jadwal gadget hours dan patuhi..

27/11/16

Nice Homework #6 ~ Matrikulasi IIP Bekasi Batch 2



BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

 RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/



Manajer Keluarga Handal versi saya

                Rasanya selama dua minggu belakangan ini, saya merasa jadwal yang telah saya susun dalam NHW#2 sangatlah tidak konsisten dan berantakan karena adanya perubahan jadwal harian dimana saya mengikuti pelatihan parenting dan mengajak anak-anak tour de talent. Bahkan saya sampai tidak membuat review atas checklist yang telah saya buat sendiri di NHW#2. Ada hal-hal yang tidak saya manage dengan baik dan berakibat ke rusaknya stock makanan di kulkas. Sayang rasanya melihat stock bahan makanan busuk karena terlalu lama saya tidak memasak di rumah, selain tidak sempat memasak, selama pelatihan saya menginap di tempat berlangsungnya acara dan saat tour de talent bersama anak-anak pun berangkat sangat pagi dan pulang sore hari. Ternyata konsitensi saya dalam hal ini sangat lemah, namun saya mencoba untuk memperbaikinya dalam beberapa hari ke depan.

1. Menurut saya, tiga aktivitas yang paling penting dalam keseharian yaitu:
- Shalat wajib 5 waktu dan sunnah dan membaca Quran dan terjemahannya
- Mendampingi bermain, membacakan buku, outdoor activity bersama anak
- Membaca buku atau e-book dan me time setelah anak tidur yaitu menulis di blog sebagai sarana self-healing, belajar dan mencari informasi dengan browsing internet dan medsos, serta relaksasi dengan menonton Asian Drama.

Tiga aktivitas yang paling tidak penting:
- Chat dengan grup via whatsapp
- Jogging/fitness
- Chores

2. Waktu saya selama ini saya habiskan untuk mendampingi anak bermain, membaca buku dan me time.

3.   Tiga aktivitas penting tersebut sudah mendukung 10.000 jam terbang supaya ahli dalam bidang dalam menjalankan misi hidup, dimana saya mendedikasikan 5 jam setiap hari untuk mencari ilmu, mempraktekan dan menuliskannya sehingga dalam jangka waktu 5,5 tahun sudah akan terlihat hasilnya. Tiga aktivitas penting dibuat menjadi aktivitas dinamis sehari-hari dimana 5 jam setiap hari untuk mencapai 10.000 jam terbang tersebut saya alokasikan:
- 2,5 jam dari waktu me time yang digunakan untuk latihan menulis, belajar dan mencari informasi dan relaksasi
- 1 jam dari waktu membaca buku atau e-book
- 1,5 jam dari waktu dalam mendampingi anak bermain

4. Aktivitas rutin yang saya kumpulkan dalam satu waktu yaitu chores seperti mencuci, menyapu, mengepel, cuci piring, menyiram tanaman, membersihkan teras dan menjemur.

5. Agenda yang tidak terencana sepertinya jarang sekali terjadi karena saya termasuk jarang keluar rumah kecuali untuk keperluan panitia seminar atau kopdar/playdate dan itu biasanya sudah ditentukan jauh hari sebelumnya dan jarang sekali saya ikut acara secara mendadak.

6. Jadwal harian yang telah saya rubah sesuai dengan yang paling mudah dikerjakan:
04.00- 04.30:       Bangun, Shalat Tahajjud dan shalat Subuh
04.30-05.00:        Fitness/jogging
05.00-05.30:        Mandi, menyiapkan suami berangkat kantor
05.30-06.30:        Morning chores (cuci pakaian, menyapu, mengepel, siram tanaman, jemur pakaian)
06.30-07.30:        Masak, membuat bekal dan sarapan pagi
07.30-08.00:        Mengantar anak sekolah
08.00-10.30:        Mendampingi anak bermain, membacakan buku, outdoor activity bersama anak
10.30-11.15:        Masak menu makan siang dan malam
11.15-12.00:        Menjemput anak sekolah
12.00-12.30:        Makan siang, sholat zuhur
12.30-13.30:        Mendampingi anak bermain dan membacakan buku cerita
13.30-14.30:        Tidur siang
14.30-15.30:        Membaca buku parenting atau e-book
15.30-16.00:        Mandi, sholat ashar
16.00-16.30:        Chores (angkat jemuran, cuci piring) sambil mengawasi anak mandi dari pintu luar
16.30-17.00:        Menulis journal, merapihkan portofolio, print bahan kegiatan, laporan pengeluaran dan jurnal syukur (anak main di teras)
17.00-18.00:        Chat grup via whatsapp (anak nonton dvd edukasi 30 menit dan freeplay)
18.00-19.30:        Sholat magrib, membaca Quran, Iqra dan Murajaah ke anak, sholat Isya
19.30-20.00:        Makan malam dan menyiapkan suami pulang kantor
20.00-22.30:        Me/couple/family time
22.30-23.00:        Pillow talk
23.00-04.00:        Tidur     

                Jadwal tersebut akan diamati selama satu minggu, jika terlaksana dengan baik akan berlanjut sampai 3 bulan ke depan, jika tidak akan saya revisi sesuai dengan kebutuhan dalam proses menemukan diri.

Matrikulasi Batch#2 Sesi 6: Ibu Manajer Keluarga Handal





Hari : Selasa,22 Nov 2016
pukul : 20.00-21.00
Oleh : Utami
Peresume: Sri wahyuni

IBU MANAJER KELUARGA HANDAL

Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu
kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?
- Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?
- Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
- Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
- Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
- Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
- Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

Saya Manager Keluarga

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

- Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
- Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi
- Buatlah skala prioritas
- Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Menangani Kompleksitas Tantangan

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. - Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini - aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b.ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda_

Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih

SEKEDAR MENJADI IBU

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

- Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.
 Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.

- Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.
Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

- Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.
 Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.
 Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

- Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

 Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

 Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata
BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

SUMBER BACAAN:

Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015

Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016

Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009





Tanya-Jawab

1. Tanya: Bagaimana sih mbak membagi perhatian dengan anak yang lebih dari satu, misal ja dwal tidur kakak adek berbeda, saat adeknya baru bangun, si kakak malah mau tidur, itupun minta ditemenin saya, dan karena nggak mau diganggu si adek, adek jadi saya titipin sama asisten, contoh lain saat kakak belajar atau mengaji, klo ada adek kakak jadi nggak fokus, jadinya adek dititipin lagi sama orang lain, mungkin ada saran atau pengalaman yang lain? Trimakasih (Tata)

Jawab: Pengalaman saya, selalu melibatkan sulung utk kegiatan apapun di rumah. Jika perhatiannya cukup, biasanya lbh mudah diajak kompromi utk berbagi waktu dg si adik.
Hasilnya anak yg lbh besar justru akan sangat membantu saat saya sedang sibuk dg urusan diluar kepentingan mereka
Untuk perihal asisten, mohon maaf saya tidak punya pengalaman sama sekali.mungkin bisa dipraktekkan poin delegating

2. Tanya:
a.bagimana cara mengatasi ketika kita sedang turun semangatnya atau ketika kita jenuh, terlebih jika kondisi fisik yang lelah membuat kita jadi bt mengerjakan pekerjaan rumah tangga
b.bagaimana mengelola emosi ketika ada masalah,karena ketika ada masalah misal sama suami atau sama mertua kadang jadi membuat malas melakukan pekerjaan rumah,bahkan anak suka jadi korbannya (Mery)

Jawab:
a. Atur ulang jadual hariannya. Buat variasi aktivitas, selipkan hobby di sela2 kesibukan
b. Yang perlu disadari, kewarasan selalu dibutuhkan oleh seorang IRT. Jika dirasa masalah dg suami dan mertua akan berimbas ke anak, maka sebaiknya kita sbg ibu mulai atur strategi cara penyaluran emosi yg elegan.
contohnya apa? silakan dibuat gaya masing2

3. Tanya: Apakah memang setiap pekerjaan Rumah tangga hrs didelegasikan kepada orang lain/anak? sebab kadang kita terkendala adanya ART yg tidak amanah/ada bbrp Rumah tangga yg memang tidak ada kelebihan dana utk membayar ART sehingga urusan RT  mau tidak mau hrs kita kerjakan sendiri (sedikit bantuan dr suami),sedangkan anak2 baru bisa sebatas tugas2 ringan yang bisa diberikan,blm bisa yg berat2 krn usianya masih 4 th & 8 th. Bagaimanakah utk kondisi tsb,seorang ibu tetap bisa bertindak sebagai manager? (syuchrisyanti)

Jawab: Saya termasuk yg tidak berART dari awal. Anak2 saya ajarkan kemandirian,supaya beban pekerjaan rumah saya sedikit berkurang. Lalu mempraktekkan ilmu 7 to 7, belajar mengatur menu 10harian dan beberapa ilmu di buku bunda cekatan. Berjalannya waktu mulai bisa mengatur ritme keseharian walau tanpa ART dg 3 anak
Semoga membantu jawaban saya

4. Tanya:
a. Bagaimana cara mensikapi, misalnya kita sudah melakukan prosedur put first thing first, lalu one bite at a time.. seringkali apa yg dilakukan tidak sesuai target baik dr sisi waktu, atau apa yg diharapkan utk tercapai ?
b. Acapkali hal tsb berpengaruh pd semangat utk melakukan hal berikutnya.. krn kembali tidak sesuai dg yg diharapkan. Bgmn tipsnya utk membooster kembali semangat kita ?
c. Salah satu cara yg saya lakukan utk menambah wawasan adalah dg  membaca tulisan pengalaman orang lain. Tapi masalahnya pd pernah pd satu titik keingintahuan itu alih2 menambah semangat tp malah membuat down krn merasa diri tidak bisa melakukan spt apa yg sdh dibaca. Bagaimana ya mba cara yg bisa dilakukan jika hal tsb terjadi.
Terima kasih (Diah)

Jawab:
a. Mulailah dari hal yg kecil, sederhana dan sedikit demi sedikit. Buat sesuai kemampuan, tidak membandingkan kita dg orang lain tapi bandingkan keadaan kita bulan ini dg bulan depan supaya terlihat perubahannya
b. Buat reward yg kita inginkan, jika ini tidak berhasil maka lakukan hobby di sela kesibukan supaya mood harian kita naik dg sendirinya dan akan terbawa di hari tsb
c. Jawabannya sama dg jawaban diatas, Tidak membandingkan diri kita dg orang lain TAPI bandingkan kondisi kita bulan ini dg bulan depan "adakah perbaikan?"
Di poin ini mba diah baru bisa merenung, sudah seberapa jauh perubahan yg dicapai.
Silakan ATM dari orang2 hebat tapi tetap mengukur kemampuan diri sendiri

5. Tanya: Mba ressy dan mba uut, pekerjaan rumah rasanya gak ada selesainya. Bagaimana caranya agar bisa meluangkan waktu untuk belajar mengembangkan diri dan mendampingi
anak dengan optimal? (Mutia)

Jawab: Dalam buku bunda cekatan diajarkan utk dapat mengelompokkan aktivitas keseharian menjadi 7 to 7. Lakukan aktivitas mendampingi anak dan pengembangan diri stelah jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Gimana detailnya? silakan dibaca buku bunda cekatan ya mba mutia

6. Tanya: Bismillaah...Mba bagaimana caranya mengendalikan emosi,
Ketika banyak kerjaan rumah tangga yg akan d kerjakan, tiba-tiba suami nyeletuk suatu kalimat yg buat kesal? Padahal maksudnya mw bercanda dgn istri spy tidak terlalu serius. Sy tipe perfeksionis, ingin segala sesuatunya sempurna hanya saja kl tidak sesuai dengan keinginan sy merasa kecewa, gagal, tidak bisa.
Alhamdulillah stelah bljar parenting dalam mendidik anak-anak lbih sabar udah jarang kesel, tp kl sama suami kadang masih kurang sabar, knapa ya sekesel-keselnya sama anak lebih kesel sama suami.
Padahal tahu, surganya istri ada pada suaminya. (Siti sadiah)

Jawab: Jika ada masalah dg suami, segera selesaikan secepatnya mba siti supaya tidak menumpuk. Pelajari bagaimana membangun komunikasi produktif dg pasangan di buku bunda sayang. Lalu temukan sebabnya, baru cari solusinya bersama2

7. Tanya: Kl sulung justru merasa 'Kok aku terus siy'
Gmn tuh?

Jawab: Kita bahas diatas konteksnya "ketika kerepotan beda ritme aktivitas harian" bukan konteks "menyuruh sulung berbuat suatu perintah dari kita"

8. Tanya: One bite at a time takes time
Disaat kita sedang berproses tiba" ada komen (trutama kluarga dekat) yg bikin emosi jiwa membuncah
Pdhl niat diri tdk membanding"an dg org lain tp mereka yg membandingkan
Gmn menyampaikan pd mereka utk tdk membandingkan kita & jelaskan kl kita ini sedang berproses? (Yana)

Jawab: Sampaikan bahwa kita ingin berubah kei arah yg lbh baik, mohon pengertiannya kalo itu memerlukan waktu dan butuh dukungan dari orang2 terdekat


(Tambahan) Septi Peni Wulandani:

1. Mbak Prima, tetapkan prioritas terlebih dahulu, dan lakukan secara bertahap sedikit demi sedikit. Saya berikan contoh yg saya lakukan saat enes ara kecil ( jarak mereka 15 bln) dan saya tanpa ART
Saya komunikasikan dulu ke pak dodik, mana kondisi dari ketiga hal ini yg paling membuat pak dodik bahagia, silakan diurutkan.

1. Anak terurus dengan sangat baik
2. Makanan terhidangkan fresh dari tangan saya
3. Rumah rapi

Ternyata pak dodik memilih urutan 1 3 2 akhirnya saya minta waktu per 3 bulanan unt bisa belajar setahap demi setahap dan satu persatu, sampai 3 kompetensi dasar tsb bisa saya penuhi kemampuan minimalnya.

Saya tambahkan sedikit. Tahapannya ya yg sdh pernah saya lakukan.
Pak Dodik itu tipe suami yg ingin rumahnya rapi terus.
Waktu itu saya berikan pilihan, karena saya bukan wonder woman
Beliau pilih anak diurutan pertama
Tapi setiap jam 7 malam rumah rapi ya ( krn pak dodik waktu itu pulang kantor jam 7)
Saya penuhi hal tsb selama 3 bulan pertama

Setelah 3 bulan kedua, saya perpanjang jam rapi rumah demikian seterusnya, sampai 3 kompetensi dasar bisa terpenuhi semua. Kalau tidak bisa semua, kembali ke yg utama dan pertama.
Maka pahami kemampuan diri kita, komunikasikan dg orang sekeliling kita, terurama yg masuk di lingkaran 1 kita.
selanjutnya ke pertanyaan apakah pernah gagal?, Sering
karena dulu nggak pernah bikin jadwal harian

2. Mbak Ratna, yg perlu diingat dalam menambah jam terbang adalah "kesungguhan praktek" tidak hanya "sekedar praktek".

Shg apabila kita 1-3 jam saja bersungguh-sungguh mengamati perkembangan anak kita. Bermain dg mereka shg bisa menambah  kompetensi kita sebagai ibu, karena kita menjalankan peran kita sbg ibu, maka sdh masuk hitungan jam terbang.

Karena ada ibu yg bersama anaknya full berjam-jam tapi tidak menjalankan peran keibuannya.
Jadwal yang kita buat harian itu dalam rangka kita melihat " track" kita hari ini.
Maka ketika anak kita menjadi prioritas utama, usahakan jadwal kita yg menyesuaikan mereka.
Kemudian di sela waktu longgar kita, kembqli ke jadwal yg sdh kita susun.
Itu baru namanya flexible. Seperti lingkaran karet, ketika tracknya melingkar dg diameter tertentu, bisa kita regangkan dg diameter di luar track, tetapi habis itu bisa kembali lagi ke track semula.

Berbeda dengan lingkaran kawat, apabila kita bentangkan di luar track, tdk serta merta kembali ke bentuk semula. Bentuknya akan berubah dari track awal.
Semoga analog ini dipahami
Ini yg kadang kita banyak misspersepsi,
"Mengapa harus buat jadwal, jadi orang itu yg flexible saja"
Apa yg dimaksud dg flexible?
Biasanya banyak yg menjawab :
" santai, mengalir tanpa rencana" dan yg sejenis.

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja dengan efektif dalam situasi yang berbeda, dan dengan berbagai individu atau kelompok.
Kalau kemampuan itu kita lakukan tanpa kita punya ROAD MAP hidup, tanpa jadwal kegiatan penting hari ini, terlihat bahwa kita TIDAK PUNYA TRACK YANG BENAR,
maka pasti hidup kita berantakan, mudah terbawa arus kemana angin berhembus.