25/10/16

Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1



Review dan Tanya Jawab seputar NHW#1
Oleh : Bunda Ressy

ADAB SEBELUM ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #2?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting  sampai dengan hebohnya dikejar deadline:). Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

Di NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di universitas  kehidupan, tapi mengaharapkan hasil yang berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”

INSANITY : DOING THE SAME THINGS OVER AND OVER AGAIN,AND EXPECTING DIFFERENT RESULT - Albert Einstein

Setelah kami cermati , ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.

Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”. Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini  biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu”NOMOFOBIA”, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.

Matrikulasi IIP batch#2 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan pembahasan review,  setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai, cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam terbang kita.
Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini :

MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK

Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?

JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.

Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan  kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di kehidupan ini.

Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah cara/kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.

Sejatinya,

SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU

Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik. 

Tetapi di  Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke Adab menuntut ilmu yang baik dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.

MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015
Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #2, 2016
Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #2, 2016


Tanya Jawab

1. Tanya: Seperti yang tertulis dalam riview tersebut; "Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan prioritas.."

Pertanyaan saya, adakah cara or bagaimana langkah menetukan prioritas ini mba? Karena memang ini yang sering terjadi, semua hal ingin dipelajari, alhasil kadang ada yg setengah jalan belajar nya, ada yang malah tambah liyer karena kebanyakan yang ingin dipelajari... (Suci Rachmawati)

Jawab: buat list aktifitas2 kita selama ini yang paling kita SUKA & BISA, kemudian tentukan ilmu yang mendukung aktifitas tersebut

2. Tanya: Bagaimana cara penyampaian kepada orgtua dg baik dan mengena apabila orgtua tidak menyetujui dg ilmu yg akan saya pelajari dan selalu memaksakan dg ilmu yg sblumnya saya tempuh?

Terimakasih (Fitri Normaella)

Jawab: pertanyaan ini membuat saya teringat cerita bu Septi saat beliau sempat tidak disetujui orang tua ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, yang bu Septi lakukan adalah meminta waktu kepada orang tua untuk membuktikan bahwa yang beliau putuskan akan membuat bu Septi berhasil & menjadi lebih baik ...
mungkin bisa ditiru  minta waktu pada orang tua & buktikan saat kita mempelajari ilmu tsb kita menjadi anak yang lebih baik dr sebelumnya

3. Tanya :
a. Bagaimana cara qta biar tetep bisa fokus dan istiqomah mendalami 1 bidang ilmu, tidak terkena dampak tsunami informasi?

b. Bagaimana membangkitkan dan mengobarkan semangat tiap saat, tiap waktu karna biasanya menjalani 1 bidang ilmu semangatnya hanya di awal aja setelah itu 'melempem' lagi semangatnya.. ?
Kadang sesuatu yang kita lakukan, semangat di awal saja ini karena bukan betul2 sesuatu yang kita suka...
seperti : baru booming senam aerobik di komplek, terus diawal2 kita semangat  & pas banget dengan niat hati pengen langsing #eeaaaa ini mah saya
habis itu lama kelamaan gk rajin lagi, karena ini bukan benar2 yg kita suka & bisa ,ini hanya karena korban booming...apa yg lagi boom kita ikut melakukan (Ruyanti)

Jawab:  
a. tentukan prioritas

b. kembali yakinkan apakah bidang tersebut benar2 yang kita SUKA & BISA ...
insyaAllah jika sudah bidang yg kita suka & bisa semangat akan  terus membara, bahkan sampai ada yg berkata "Kok dia gak capek ya melakukan itu, kalo aku dah gk sanggup" dll kalimat sejenis ..ini karena kita senang melakukannya ..

4 Tanya: parameter apa yang menentukan kita sudah mumpuni di suatu bidang dan bisa menambah ke bidng ilmu lain?
Makasih (Cici Yusri)

Jawab: seperti dalam review di atas, indikatornya adalah ilmu itu membuat kita menjadi lebih baik, lebih dekat kepada Allah, bisa menebar manfaat kepada orang2 di sekeliling kita..
ilmu2 lain bisa kita pelajari sekaligus jika itu masih berkaitan & menambah kesempurnaan belajar kita

5. Tanya: Perintah Alloh pada nabi Muhammad untuk belajar diawali dengan 'iqro, membaca.
a. Apakah kita dapat belajar selain dengan membaca buku? misalnya saja ungkapan, pengalaman adalah guru yang baik.

b. Belajar untuk menemukan jawaban merupakan hal yang biasa kita lakukan. Lalu, bagaimanakah membiasakan belajar untuk menemukan pertanyaan? (Fitria Ramadiani)

Jawab:
a. bisa banget mba...belajar di mana saja , kapan saja,  bersama siapa saja...membaca kondisi lingkungan sekitar kemudian kita mengambil langkah solusi, belajar dengan membaca tanda2 kekuasaan Allah, membaca hikmah dr suatu peristiwa, dll

b. tentunya berlatih, berlatih bertanya...kita akan biasa karena sering melakukan, sering melakukan itulah berlatih ..yang pernah saya lakukan kepada anak2 adalah lomba membuat pertanyaan, misal dengan satu objek "pisang goreng" lalu buat pertanyaan : siapa yg menggoreng, pisang apa yg di goreng, kapan menggorengnya, dimana, bagaimana caranya, dst..
begitu seterusnya, sering dilakukan dengan berganti2 object

6. Tanya:
a. Adakah parameter atau tanda2 dimana kita sudah terkena dampak tsunami informasi dan FOMO? Mengingat saya pribadi yang suka dengan segala macam ilmu dan tantangan baru.

b. Dalam hal penyampaian ilmu kepada anak sesuai dengan usianya. Apakah harus satu persatu agar fokus atau selang seling?
Terima kasih (Naomi Shintya)

Jawab:
a. parameternya semua ilmu hanya setengah2, tidak ada yg benar2 kita kuasai
akhirnya bisa jadi kita tahu banyak hal tapi setengah2 & sedikit berbuat

b. bagi saya penyampaian ilmu terintregasi , misal saat memasak bersama , anak2 belajar ilmu gizi dari sayurannya, belajar berhitung dr memotong tempe supaya seluruh anggot keluarga kebagian, belajar emergency first saat menggunakan pisau, dst..
tapi untuk tanggung jawab/ kemandirian saya fokus satu2 dulu, misal : 2 minggu ini adik (5th)fokus belajar mandi sendiri, kakak (9th) fokus belajar merapikan kamar + lemari baju, dll
Nyambung gk mba ..hehehe

7. Tanya:.Apakah kita harus fokus hanya pada 1 ilmu?atw kita bisa belajar ilmu2 yg lain secara bersamaan?krn byk sekali yg belum saya ketahui sehingga banyak juga ilmu2 yg harus d pelajari (Mery Apriliani)

Jawab: bisa beberapa ilmu secara bersamaan jika itu saling berkaitan , misal ilmu menjadi ibu profesional, belajar tentang mendidik anak, belajar mengelola keuangan, belajar menu bergizi, dll

Jika banyak sekali, segera bikin list & pilih yg prioritas

8. Tanya: Saya juga kesulitan menemukan prioritas dalam mencari ilmu. Saat ini saya ingin menekuni ilmu Parenting Dan bisnis. Jadi apabila saya ingin menekuni ilmu parenting ini apakah ilmu tentang bisnis harus berhenti dulu? Atau bisa dilakukan bersamaan?  (Suci Amalia)

Jawab:  yang jadi patokannya adalah dengan belajar ilmu tersebut apakah kita menjadi lebih baik, apakah keimanan kita bertambah kuat ...ini juga yang terjadi dengan saya, saya ingin mempelajari hal baru tapi saat hal baru tersebut membuat saya jadi lebih sering capek, BT ...sehinga mengganggu waktu saya bersama anak2 maka harus saya pakai jurus , untuk saat ini memang ilmu tersebut MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK..
tapi jika kedua hal tsb saat di pelajari bersamaan membuat peran kita maksimal , bisa saja, misal:  belajar bisnis barengan dengan anak kita yg mulai remaja, sampai bikin project bersama, dll

9. Tanya: Jika ilmu yg ingin kita pelajari mbutuhkan biaya yg besar dan saat ini kondisi ekonomi kita blum mncukupi, bolehkah kita menerima pembiayaan dr dermawan yang tidak 1 aqidah dg kita bun?
Trimakasih (Esi andriyani martin)

Jawab: Boleh mbak, yg namanya muamalah itu tak berbatas. Selama tdk ada syarat apapun yg mengikis akidah kita ( Septi Peni W)

0 comments:

Posting Komentar