29/10/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga



Selasa, 25 Oktober 2016
Oleh: Utami Sadikin
Peresume: Iqomah Imaniati

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015




TANYA JAWAB

1.Tanya: Karna baru anak pertama kadang pola pengasuhan anak  disetir/ada campurtangan orangtua karna merasa lebih berpengalaman dan lebih tau.
Bagaimana cara kita menegaskan dan memberitahu ke orangtua bahwa kita punya pola pengasuhan sendiri utk anak kita..
Dgn tanpa mengurangi rasa hormat kita thd orgtua, kadang sebelum dikasih tau dan diarahkan orgtua sudah marah lebih dulu..Terima kasih. (Ruyanti)

Jawab: Tegurlah orangtua dg cara yg santun, kedepankan adab kita sbg anak dan pilih waktu berdua untuk membicarakan kesepakatan ttg rules.
setelah itu buktikan perilaku kita jauh lebih baik dari sebelum kita mengenal ilmu parenting

2. Tanya: Bagaimana cara yg tepat mendidik anak dengan karakter pemimpin?
Anak saya tidak mau saya bicara dg suara keras (2-3x saya bicara pelan tp tidak digubris). Ketika saya bicara dg suara keras, anak saya marah. Tp ketika suara saya datar2 saja, anak saya justru yg dominan dan mengatur saya. Bgmn baiknya? Terima kasih (Diska meylia)

Jawab: bu diska yang baik,
anak dg type pemimpin memang membutuhkan "ruang" utk menggali kemampuannya.
Jadikan anak tsb pimpinan project keluarga dg melibatkan ayah, bunda dan saudaranya dg begitu egonya akan tersalurkan

3. Tanya: Bagaimana cara memotifasi diri sendiri untuk tetap bersungguh2 menjadi ibu profesional, karena terkadang suka ada perasaan 'saya sendirian' tidak ada teman, sedangkan teman seperjuangan sudah sukses dengan karirnya masing2 di luar rumah. Terima kasih (Lina Nurwalina)

Jawab: Mba lina.. buat skala prioritas dan jalankan.
seperti pak dodik sering sampaikan ke bu septi "bersungguh2lah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dg kesungguhan krana sejatinya tidak ada hukum yg terbalik"

4. Tanya: Saya sering galau dalam menjalankan 'me time'. 1 jam saja, meninggalkan anak-anak dan suami, kok merasa bersalah ya. Meski sudah pergi atas ijin mereka dan meninggalkan beberapa pesan sponsor. Seberapa pentingkah 'me time' buat seorang ibu? Terima kasih (Fitria Ramadiani)

Jawab: Hai mba fitria..
iya "me time" memang sangat dibutuhkan utk tetap menjaga kewarasan sebagai ibu rumah tangga. tapi mohon diingat, aktivitas "me time" dilakukan tidak hrs dg kita bepergian tapi bisa kita siasati dg membaca al qur'an, membaca buku atau sperti saya mojok di dekat jendela rumah dg segelas bagi saya sudah merupakan "me time".
ketika sudah penat, bisa melipir dulu dari rutinitas dan gunakan waktu utk sesuatu yg merelaxkan pikiran tapi tidak meninggalkan anak2
selamat ber "me-time" ria

5.Tanya: Assalamu'alaikum,
a. InsyaAllah sbntr lagi saya akan mnjdi seorang ibu. Apa langkah awal menerapkan ilmu menjadi ibu profesional   pada keluarga kecil dengan ibu, bapak, dan bayi baru lahir?
b. Dari misi, visi, dan indikator tercapainya seorang ibu profesional, terlihat sangat besar tanggung jawab seorang ibu.
Dalam poin b pada indikator keberhasilan bunda sayang, " Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?".
Dari pernyataan tersebut, knp jdi terkesan keterlibatan suami dalam mendidik anak harus dipicu dulu oleh cara ibu mendidik anak?
c. Saya masih belum bisa menyingkronkan pemikiran tentang peran ayah yang sudah seharusnya memberi teladan pada ibu dalam memberi pengasuhan sebagai guru utama dan pertama bagi anak2nya? Terima kasih (Utari Yusman)

Jawab:  Walaikum salam mba utari.. selamat menikmati pengalaman pertama menjadi ibu.
tahapan awal yg harus dikuatkan adalah kurikulum bunda sayang, jika sudah selesai di tahap itu nanti bisa dilanjutkan ke bunda cekatan dan bunda produktif
mb utari yg baik..
perubahan yg diinginkan memang harus diawali dari diri kita terlebih dahulu.
"for things to change, i must change first"
hukum alamnya ketika kita menginginkan suami dan anak2 kita berubah ke arah positif, maka kita sbg ibu yg harus berubah terlebih dahulu

6.Tanya:
a. Saya mash seorang ibu yg bekerja diluar rumah..bagaimana kiat2 nya biar anak2 kita jadi anak2 yg mandiri krn selama ini anak2 cenderung suka ngandelin orang lain.
b. Mengahdapi anak mempunyai sifat yg keras itu kadang bikin kita gak sabar dan emosi...pd saat kita kerasin dia makin jadi tp kalo kita pelan malah gak didengerin...langkah apa yg bisa kita lakukan ya Mba... Terima Kasih (Ninik)

Jawab:
a. ilmu tega mba ninik. tega disini bukan berarti ga sayang, tapi justru karna kita sayang akan kehidupannya masa datang
b. Perdalam bahasa bunda utk kelekatan. lebih banyak mendengar, namai perasaannya dan membuka diri utk menjadi teman

7. Tanya: Terkait indikator keberhasilan menjadi Ibu professional,apakah ada target khusus dari IIP ? Adakah referensi yg bisa dijadikan rujukan,misal berhasil melalui tahapan Bunda sayang jika sudah menerapkan sekian ilmu parenting? Atau tergantung target keluarga masing2? Terima kasih. (Nevita Siswanti)

Jawab: Target khusus iip adalah membuat para ibu menguasai ilmu2 dari bunda sayang,bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shaleha.
sedangkan utk target bisa disesuaikan dg kemampuan masing2

8. Tanya: Bagaimana agar kita bisa konsisten menerapkan ilmu parenting ataupun ilmu menjadi ibu profesional. Ada dua faktor yang kadang membuat sering tidak konsisten.
Pertama dari diri sendiri yang terkadang ada masa down atau capek. Bagaimana mengatasinya?
Kedua dari faktor lingkungan. Kadang sudah menerapkan beberapa ilmu parenting, kemudian karna anak melihat anak lain, jadi mengikuti anak tersebut. Bagaimana mengatasinya. Terima kasih. (Tutik Andarini)

Jawab:
a. tetap menjaga kewarasan, jika sudah penat coba utk ambil waktu "me time" beberpa menit setelah pulih baru lanjutkan aktivitas menemani anak
b. kelekatan atau bonding menjadi faktor penting utk membuat anak "ON TRACK".

9. Tanya:
Saat ini saya sedang dalam kondisi merawat ibu yang lumpuh (semua aktifitas d tmpt tdr trmasuk buang air) , dengan 2 anak batita. Kondisi ini yang sering membuat saya kelelahan dan akhirnya emosional. Sehingga smua pihak jd korban baik orangtua,anak-anak dan suami. Hingga akhirny diri saya sendiri. Saya menjadi pribadi yg saya sendiri tdk sukai.Mohon bantuan saran nya untuk ;
a. Bagaimana mengatur management waktu nya spy sya bs mengerjakan smua ny dgn baik.untuk ibu, anak dan suami saya. Terkadang saat saya menyusui si kecil ibu sy jg bth bantuan krna buang air.
b. Suami cenderung menuntut saya tuk fokus pda anak2 dlu sehingga dy srg emosi tiap kl sy mengurus ibu.bagaimana cara saya menyikapi ini.
c. Bagaimana cara saya mengatasi stres dgn kondisi yg ada. Krna saya cenderung jd emosional blkgan ini.
Terima kasih (Ria)

Jawab: semoga dimudahkan segala urusannya ya mba ria
saran saya, mba ria cari asisten utk membantu merawat sang ibunda.
supaya mba ria tetap fokus utk merawat swami dan anak2, sbg prioritas utama mb saat ini
semoga lekas pulih ibundanya

10. Tanya:
Bagaimana agar waktu kita efektif,saya merasa byk waktu yg terbuang,d bnding zaman kuliah dlu yg sibuk malah lbh bisa mengatur waktu,skrg stelh jd irt malah merasa santai saja. (Mery apriliani)

Jawab: Buat pengklasifikasian aktivitas mba mery. ini berkaitan dg time management, pisahkan rutinitas gelondongan dg rutinitas srondolan.
insyAllah nanti ada di NHW berikutnya, atau mba bisa baca penjelasannya di buku bunda cekatan

11. Tanya:
Dalam hal kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita ,untuk menerapkannya kadang tdk sejln dengan suami,bgmn mensiasatinya?
Nilai-nilai yang sedang kita perjuangkan dalam hidup ini,seperti memperbaiki diri dlm keluarga,ada aja tantangannya,itu bagaimana memanage nya? Trimakasih (Eti)

Jawab: Perbedaan adalah suatu keniscayaan. pastikan komunikasi produktif dg suami berjalan, atur poin2 seperti transfer of feelings,strategi dll tepat.
cara memanage tantangan adalah fokus pada solusi bukan pada masalahnya

12. Tanya:
a. Mungkin ini seharusnya pertanyaan untuk materi pertama, sebelumnya disebutkan bahwa kita harus membuat list prioritas ilmu yang akan kita pelajari. Apakah urutan prioritas boleh diubah sesuai dengan periode waktu tertentu. Sebagai contoh, jika di awal prioritas ilmu yang saya ambil adalah parenting, kemudian seiring berjalannya waktu saya melanjutkan kuliah saya, yang tentunya saya ingin segera menyelesaikannya, apakah lantas saya boleh menjadikan ilmu parenting jadi dibawah prioritas kuliah saya?
b. Apakah tahapan menjadi ibu profesional itu harus berurutan? Bagaimana kalau kondisinya saya sendiri belom punya rasa percaya diri bahwa saya bisa jadi guru pertama yang bisa diandalkan bagi anak-anak saya?
c. Berkaitan dengan kata-kata Pak Dodik "Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbaik"
Bagaimana bila kondisinya terlanjur terbalik? Saya dulunya ibu bekerja, dan saya sangat percaya diri dengan kemampuan saya di lingkungan pekerjaan sehingga saya merasa sangat produktif di luar. Tapi ternyata Allah punya rencana lain, sehingga saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Bisa dibilang kondisi saat saya bekerja adalah zona nyaman saya, karena saya lebih punya banyak waktu "me time" dibanding saat ini, karena saya bisa melihat lebih banyak orang yang membutuhkan saya dan saya merasa lebih bermanfaat. Mungkin ini yang namanya terlanjur, sehingga saat kondisi berbalik, saya jadi kurang rasa percaya diri, saya nggak yakin saya bisa mendidik anak dengan baik, sehingga membuat saya lebih terlalu sibuk mencari2 informasi sana-sini tanpa fokus pada praktek penerapannya. Mohon bimbingan apa yg harus saya lakukan. Terimakasih (Tata)

Jawab:
a.  Skala prioritas setiap orang berbeda, tidak ada patokan baku. jadi silakan disesuaikan dg kebutuhan mba tata sendiri 
b. kepercayaan diri dapat dibangun dengan jam terbang. semakin tinggi  jam terbang, maka bisa dipastikan penguasaan thd ilmu akan semakin matang begitu pun thd pengasuhan anak di rumah 
c. Fokus pada apa yg dibutuhkan.
buat list, ilmu apa saja yg dibutuhkan. yg tidak termasuk dalam list tsb katakan "menarik tapi tidak tertarik"

13. Tanya: Apakah dalam mendidik anak, peran ibu selalu dominan dibandingkan peran ayah? bagaimana caranya agar suami bisa dan mau mendalami ilmu parenting bersama agar si ibu tidak merasa sendiri dalam mendidik anak. Terimakasih (sally)

Jawab: Peran ayah dan bunda harus imbang mba sally
Seperti yg sudah saya jelaskan diatas "for things for change, i must change first".
tunjukan perubahan positif kpada pasangan dan libatkan Allah SWT karna hanya DIA lah yg maha membolak balikkan hati hambanya

14. Tanya:
a.Bagaimana cara kita bisa konsisten dalam menjalani ilmu parenting yg saat ini sedang kita pelajari dgn keadaan sekitar kita yg kurang mendukung,ex:saat ini saya sedang bersama anak2 sedang bersama org tua dlm waktu yg cukup lama,jadi saya sebagai anak merasa semua kerjaan dirumah adalah tanggung jawab saya karena org tua pun sudah tua dan lelah dan akhirnya kegiatan saya bersama anak2 pun berkurang,bagaimana mensiasatinya?
b.Saat tidak bersama orang tua pun(hanya sya dan keluarga kecil saya)kadang saya kesulitan menjalin komunikasi dengan suami,sering alasan beliau sibuk,bagaimana caranya agar komunikasi kami tetap berjalan dgn baik walaupun dgn keadaan beliau yg sibuk? Terima kasih (Nana)

Jawab:
a. carilah asisten yg dapat membantu mba nana dalam keseharian, supaya amanah tetap bisa dijalankan sebaik2nya
b. schedule kan waktu utk pillow talk atau ngobrol sblm tidur. atau gunakan video call di sela kesibukan

15. Tanya: Dalam hidup ini segala yg dijalankan pasti ada resiko/dampak, baik itu positif atau negatif. Jika kita trlahir dr org tua yg didikannya slalu tdk trlepas dr kekerasan dan amarah,sehingga dirasa itu tdk baik,namun sdh sngat mengena, dan itu menimbulkan kekhawatiran akan otomatis dipraktekkan ke dlm proses mendidik anak kelak.
a.Strategi jitu apa yg bisa diterapkan,supaya tdk mudah keluarnya emosi ke anak, mengingat anak adl amanah dr Allah. ?
b. Sy suka pesan Pak Dodik kpd ibu Septi,dlm kesungguhan  menjalankan suatu hal. Bagaimana supaya kita senantiasa bisa menjaga kesungguhan itu dlm hal apapun,baik dlm suasana ceria atau sbalikny? Terima kasih (IQOMAH)

Jawab:
a. Buang semua ingatan masa lalu yg tdk mengenakan, dg berdamai dg masa lalu.
jurus jitu saya utk meredam emosi berlebih adalah dg slalu mengingat kebaikan si anak
b. Buat schedule harian yg bisa slalu dilihat, krna membangun konsistensi itu bagi saya pribadi adalah hal yg tak mudah

16. Tanya: Bagaimana cara yg tepat mendidik anak yg org tuanya bercerai? Di kami di terapkan pola Asuhan Parenting. Mungkin disana tidak. Sehingga tkadang anak suka tantrum. Apa yg sebaiknya saya lakukan sebagai ibu (ibu tiri) nya ? Saya takut akan perkembangan psikisnya. Terimakasih (Fitri Normaella)

Jawab: Posisi anak,tetaplah anak, utuh ataupun sdh tidak utuh lagi sebuah keluarga.
Kalau dari saya, sebaiknya dikomunikasikan saja soal tumbuh kembang anak tsb, dg pihak ibunya. Karena, sungguh perceraian juga bukan hal yg baik dan mudah diterima oleh anak2.
Bangun komunikasi dengan tujuan melaksanakan tugas dan fungsi utuh sebagai orang tua, yg Allah amanahkan

17. Tanya: Bagaimana caranya meyakinkan suami agar diizinkan untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kecekatan saya sebagai ibu? Seringkali untuk mengikuti kegiatan kopdar, atau kumpul komunitas dsb saya belum diizinkan jika tanpa suami krn khawatir ada apa2.. Jika saya minta izin untuk latihan nyetir mobil juga belum diizinkan. Menggunakan transportasi online juga kadang diizinkan kadang tidak. Jadi, saya sedikit terbatas gerak dan merasa masih belum cekatan dan mandiri. Terima Kasih (Haroh)

Jawab: Clear dan clarify
Tanya alasan kuat, apa penyebab suami bersikap sperti itu
setelah itu berfokus ke depan bukan masa lalu

18. Tanya: Bbrp wkt blakang ini, sejak ikut kelas offline, suami senang mlihat cara sy mngahadapi anak2..tp sy blm bs mngkondisikan suami agar brsikap yg sama spt sy pd anak.
Bgm caranya ya bun agar suami lbih trtarik juga utk brsikap bijaksana pd anak..
Sebab klo sdh kewalahan mnghadapi "eksperimen" anak,..suami mnyerahkannya pd saya bun...
Trimakasih (Esi Andriyani)

Jawab: ajak pasangan ikut seminar atau acara majlis ayah, insyAllah dengan begitu akan smakin terbuka wawasannya thd dunia pengasuhan 
semangaatt ya mb Esi

19. Tanya:
a.seringkali ilmu parenting yg dipelajari terkadang lupa dipraktekan pada saat anak tantrum/ngamuk, apalagi pada saat badan kita sedang lelah malah yang sering terjadi ibunya ikutan tantrum tanpa sadar membentak atau berucap kasar, mohon sarannya ?
b. Saat sudah berusaha sebaik mungkin mendidik anak kita eh malah temennya menularkan kebiasaan buruk, sedangkan untuk mengisolasi anak kita tidak memungkinkan kerna itu terjadi di jam bermain di TPA, bagaimana solusinya? Terimakasih (Andriyani)

Jawab: ini kasus umum yg sering terjadi, tenang mba andriyani anda tak sendiri
a. saran saya, ketika anak tantrum dan kita juga sedang penat maka langkah terbaik adalah menenangkan diri sendiri dulu, entah ambil minum atau tarik napas supaya detak jantung krna emosi bisa mereda.
setelah merasa lbh tenang, baru bisa mendekati sang anak utk berbicara
b. memberi imunitas pergaulan pada anak memang tidak mudah.
perkuat bonding orgtua dan anak supaya anak dapat menfilter hal buruk yg mereka dapat dari pergaulan di luar rumah.




0 comments:

Posting Komentar