22/10/16

Matrikulasi IIP Bekasi Batch#2 ~ Sesi 1: Adab Sebelum Ilmu




Senin, 17 Oktober 2016
20.00 - 21.00 WIB
Oleh : Ressy Laila Untari

Ketua kelas : Gita Asmarani
Koordinator mingguan: Suci Amalia

ADAB MENUNTUT ILMU

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

ADAB MENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :

Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5

Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


Tanya - Jawab

1. Tanya: Bagaimana kiat2 agar kita bs menularkan ADAB yg baik dlm mencari ilmu kepada anak , sehingga anak bs meniru dan melekat pd kepribadianny ? (Windi)

Jawab: Menularkan adalah memberi contoh dengan teladan, jadi dimulai dari ibunya..selalu dari kita dahulu yg melakukan, insyaAllah anak2 akan mengikuti. Anak2 mungkin akan salah memahami kita tapi tidak akan salah mengcopy kita. Jika setiap saat anak2 menyaksikan ibunya on time dlm menuntut ilmu, menghormati guru, dll ..anak2 dgn sendirinya akan meniru

2. Tanya: Ada masa dimana kita mulai jenuh saat menuntut ilmu. Padahal kita tau ilmu tersebut bermanfaat. Bagaimana ya cara agar kita bisa terus bersemangat dalam menuntut ilmu? (Suci)

 Jawab: Temukan penyebab kejenuhan & atasi penyebabnya, maka insyaAllah akan semangat kembali
misal : jenuh karena kita sedang capek luar dalam hehehe maka berikan waktu coolingdown dulu, jenuh karena merasa gagal maka evaluasi lagi apa visi misi kita , pilah & pilih mana yg sesuai dgn kita, dll

3. Tanya: Tidak melakukan penggandaan untuk kepentingan komersil. Apa boleh melakukan penggandaan untuk kepentingan pribadi?

 Jawab: sebaiknya bertanya langsung pada sumber/empunya ilmu, karena bisa berbeda jawaban tergantung pertimbangan masing2 sumber/ empunya ilmu

4. Tanya: Adab thd guru pd poin B. Bagaimana teknisnya utk kelas online matrikulasi ? (Diah)

 Jawab: Persis spti dlm poin tsb mba ..utk online,  "bicara" diartikan "sedang mengetik/typing" + metaati tatib

5. Tanya:
a. Adab thd sumber ilmu di poin a,
Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari. Maksudnya bagaimana ya ?
b. Misalkan saya dokumentasikan materi matrikulasi dalam S note saya.. apakah termasuk yg tidak diperbolehkan ? Atau misalnya suatu saat saya ingin nge print materi matrikulasi utk memudahkan membaca apkh diijinkan ?

 Jawab:
a. Kemarin dicontohkan al Qur'an mba, jadi supaya diletakkan di tempat yg pantas, disampul yg rapi, tidak disobek/ dicoret2 yg tidak perlu, dll
b. dua2nya boleh mba...

6. Tanya: Pada materi diatas disebutkan, adab pada diri sendiri yakni ikhlas & mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Maksud buruk disini apa ya contohnya? (Icha)

 Jawab: contoh : iri, dendam, merasa sudah lebih tahu sehingga tidak maksimal dalam menerima ilmu & tentu saja tidak mendapatkan manfaat dr ilmu tsb, dll

7. Tanya: Dan bagaimana cara menghilangkannya, selain dgn cara ikhtiar & berdoa kepada Allah Subhanahuwata'alla

 Jawab: Dengan sering merenung, introspeksi diri...& selalu mengosongkan gelas kita saat akan belajar dengan siapapun

8. Tanya: ketika kita sedang mencari ilmu dr berbagai sumber,ada perbedaan antara 1 sumber dgn sumber yg lainnya.bagaimana cara kita menyikapinya?karena kadang membuat bingung mana yg harus d ikuti. (Mery)

Jawab: Kembalikan pada apa yang kita butuhkan & yang  sesuai dengan visi misi keluarga kita

9. Tanya: Adab terhadap Guru ( Penyampai Sebuah Ilmu)
Point C :
Bagaimana cara menyikapinya misal guru kita itu tdk memberikan ijin pdh kita tau ilmunya sangat bermanfaat buat org lain...jadi ada rasa kekhawatiran kalo ilmunya di sebarluaskan akan banyak yg jd pesaingnya. Terima Kasih (Ninik)

Jawab: porsi kita hanya sampai meminta ijin, jika beliau tidak mengijinkan ya sudah...insyaAllah ilmu tersebut akan tersebar dr guru yg lain, atau mungkin beliau punya pertimbangan yg lain yg tidak kita ketahui...
atau jika beliau bersedia mengajari kita, kita belajar dgn sungguh2 & nanti kita yg akan share ilmu tsb

10. Tanya: Pada materi diatas disebutkan adab terhadap sumber ilmu yakni
poin c. tidak mendukung para plagiator, produae  barang bajakan dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga..
bagaimana sikap kita ttg penggunaan textbook fotokopian (contoh textbook kuliah )dikarenakan buku yang original mahal atau kadang kesulitan untuk menemukannya.. terima kasih.. (Roro)

Jawab: kemarin dicontohkan oleh bu Septi ..bahwa kita bisa dengan menabung untuk bisa membeli yg asli, karena ilmu itu mulia hendaknya didapatkan dengan cara yg mulia juga

11. Tanya: Adakah buku referensi yang direkomendasikan oleh tim matrikulasi untuk dijadikan acuan agar bisa lebih jelas terkait materi adab menuntut ilmu agar dapat juga dijadikan referensi untuk bekal anak2 menuntut ilmu? (Haroh)

Jawab: sampai saat ini belum ada mba, insyaAllah jika nanti ada akan dishare

12. Tanya:
a. Bagaimana tahapan sceptical thinking?
b. Apa saja selain sumber yang harus dikritisi?

Jawab: Ini prinsipnya literasi media
a. Ada berita /info yang  menarik dan baik cari sumbernya darimana dapat sumber, cantumkan share
Ada info/berita menarik tidak ketemu sumbernya simpan unt diri kita, tidak perlu disebar

b. seperti yg disebutkan di tatib mba...mengenai isi yg mengandung ghibah, fitnah, Sara, dst
Terima Kasih

13. Tanya: Bagaimana cara menjaga kemurnian niat menuntut ilmu hanya karena Allah? Dan menjaga keistiqamahannya? Karena pd prakteknya kadang masih ada kesenangan dunia yg menjadi niat dan orientasinya? Tks. (Ine)

Jawab: memilih teman2 yg solih , selalu menuju majlis2 yg manfaat & terus berlatih menata niat sblm belajar..berlatih ...dan berlatih

14. Tanya: Bagaimana cara agar ilmu dan amal berbanding lurus, agar ilmu yg kita dapat tidak hanya untuk kepuasan & bermanfaat secara duniawi aaha melainkan jg utk investasi akhirat? (Novita)

Jawab: kuatkan adab mencari ilmunya dulu..insyaAllah ilmunya menjadi ilmu yg bermanfaat, ilmu dlm bidang apapun jika bermanfaat utk banyak orang maka akan jadi investasi dunia akhirat

15. Tanya: Dalam era sosial media seperti sekarang ini, dengan mudahnya kita mendapat BC ilmu baik berupa tausiyah, parenting dll.
Namun seringkali, banjir ilmu dan informasi tersebut membuat 'pening' bahkan bisa jadi membuat kita 'kebal' bagaimana solusinya? (Cahya)

Jawab: inilah termasuk salah satu manfaat kita belajar adab menuntut ilmu, bahwa kita mencari ilmu adalah untuk kita amalkan, adalah untuk meningkatkan diri, untuk bisa membawa manfaat bg banyak orang,  kita mengerti betul ilmu apa yg kita butuhkan  yg sesuai dg kita, sehingga tidak terkena tsunami ilmu & informasi

16. Tanya: bagaimana keabsahan menuntut ilmu yg "hanya" lewat internet, browsing, radio online, dll tanpa face to face dg guru atau belum jelas nasab ilmunya, apakah itu cukup? Atau perlu menuntut ilmu face to face / lewat majelis denga guru agar mendapat keberkahan dari guru tersebut? (Ade)

Jawab: pada masa sekarang sangat memungkinkan untuk belajar tidak langsung face to face dgn sang guru, tentang keabsahan , bila browsing , radio online, webinar, lewat internet, dsb tentu kita pilih yg jelas sumbernya, inilah pentingnya sumber jika ada sesuatu yg ingin kita tanyakan, tabayyunkan, dsb kita bisa tanyakan langsung pada sumbernya yg tertera / pengisi.
Bila dimungkinkan bertemu langsung pun sangat bagus

17. Tanya: Bagaimana tahapan mengenalkan adab mencari ilmu dengan benar terhadap anak

Jawab: mulai dengan diri kita

18. Tanya: Bagaimana mensikronkan semua ilmu yang misalnya berbeda menjadi satu kesatuan yang baik? (Reny)

Jawab: ambil manfaat dr masing2 ilmu untuk kita sesuaikan dengan kebutuhan kita, misal di iip sendiri belajar tentang pendidikan anak,  manajemen keuangan, manajemen menu, dll kita ambil sesuai kebutuhan kita

19. Tanya: Apakah boleh menyatukan ilmu ilmu tersebut dari sumber yang berbeda?

Jawab: Boleh ..dengan tidak menghilangkan sumbernya

20. Tanya: Bagaimana caranya agar kita tetap bersungguh-sungguh dlam mnuntut ilmu dan bisa  mngerjakan tugas?
Karena kadang rasa malas datang, dan mulailah hilang semangat.
Kl d ikutin rasa malas ini, apalagi ibu rumah tangga yg pkerjaan shari2 yg bersambung trus... plus kadang kl anak2 bkin ksal, minat blajar pun ga ada.
Ada niat saja untuk belajar, tp tetap malas.
Blum bisa membagi waktu. (Siti)

Jawab: Dipaksa mba...saya sering mengalami ini hihihihi
terus saya selalu ingat kata2 bu Septi : Jangan kalah sama malas, jika kita keras pada diri kita maka lingkungan akan lunak terhadap kita tapi jika kita lunak terhadap diri kita maka lingkungan akan keras terhadap kita..kurang lebih begitu...sambil terus belajar & berlatih

21.Tanya: Bagaimana menerapkan                 "sceptical thinking" jika pemberi informasi adalah ortu sendiri dan masyarakat sekitar sudah mempercayainya secara turun temurun (Andriyani)

Jawab: tetap pakai rumus literasi media di atas tadi ya mba..

22. Tanya: Bagaimana hukum menyebarkan suatu ilmu yg bermanfaat kepada kerabat terdekat dengan bentuk copas dengan tidak bermaksud mengkomersilkan ilmu tersebut dan tidak memungkinkan untuk mohon ijin kepada penulis

Jawab: tulis nama penulisnya mba

23. Tanya: Bagaimana cara kita menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih tua dan menganggap dirinya lebih tau, agar ilmu tersebut dapat tersalurkan, dan meresap ke hati? (Fadillah)

Jawab: pelan2 mba...jadilah lebih baik dari sebelumnya, buat beliau bahagia...tunjukkan ilmu tersebut memang membuat kita menjadi lebih baik, kemudian klo saya dengan metode bercerita bahwa kita sedang belajar bersama seseorang & mendapat ilmu begini2 , dst...sedikit demi sedikit & tetap semangat

24. Tanya: Agar ilmu yg kita dpt bisa bermanfaat,kita hrs mengamalkannya dan menularkannya kpd orang lain istilahnya berbagi.tapi kadang orang yg kita beritau ilmunya beliau merasa digurui,bagaimana sikap kita dlm hal ini.? (Suhaeti)

Jawab: Pastikan kita mengamalkan & berbagi sesuai adabnya setelah itu bukan ranah kita lagi tentang pendapat / komentar orang lain, selagi kita tidak mendzolimi ...

25. Tanya: Terkait adab terhadap sumber ilmu, point e. Bhwa jgn mudah percaya berita mskipun baik,terutama di dunia online. Bgmn cara mengecek kebenaran ilmu/ berita itu sampai terbukti betul? (Nevita)

Jawab: dari sumbernya mba..jika kita ragu tanyakan pada sumbernya langsung, makanya kita sebaiknya tidak share berita yg tidak bersumber walau itu baik, cukup utk kita saja




0 comments:

Posting Komentar