21/10/16

Seminar Parenting: Membangun Keluarga Tangguh melalui Komunikasi Harmonis dengan Pasangan oleh Elly Risman (Part II)



Setelah sebelumnya membahas keterampilan interpersonal sampai dengan mengenali dirisendiri, selanjutnya membahas keterampilan interpersonal lainnya.

Dasar perbedaan laki-laki perempuan
Akar masalahnya adalah tidak tahu bahwa Allah menciptakan otak laki-laki dan perempuan tidak sama sehingga menjadi salah pengertian dan salah harapan.




Kunci perbedaan yaitu penciptaan
Ada 7 perbedaan struktur otak laki-laki dan perempuan:
- Ukuran otak laki-laki lebih besar sekitar 50 gr dari perempuan
- Corpus collosum perempuan lebih tebal sehingga perempuan bisa mengakses otak kiri dan kanan lebih mudah sehingga memungkinkan dua belahan otak wanita lebih mudah bekerjasama atau multitasking. Corpus collosum adalah saraf yang menghubungkan otak kiri dan otak kanan.
- Cortex perempuan berkembang lebih dulu. Otak kiri laki-laki berkembang lebih lambat saat kecil tetapi tidak dengan otak kanannya, setelah umur 7 tahun otak kiri pria berkembang lebih cepat dan akhirnya melebihi perkembangan otak wanita.
- Otak laki-laki terpusat pada hubungan dan kegiatan spasial misalnya mengutak-atik kendaraan.
- Serotonin di hypothalamus lebih banyak pada perempuan sehingga wanita bersikap lebih tenang
- Hypothalamus laki-laki mengeluarkan lebih banyak testosteron daripada serotonin  
- Perbedaan struktur dalam menggunakan kedua belahan otak

Salah pengertian
                Karena ketidaktahuan perbedaan tersebut sehingga terjadi salah pengertian antara pasangan, baik dari cara menghadapi masalah maupun cara berfikir. Berikut salah pengertian yang biasanya terjadi antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki:
Perempuan:
- Merasa dirinya mampu sehingga suami perlu dihargai bukan diingatkan
- Mudah tenggelam dalam pikiran/masalahnya dan tidak mudah ceritakan pada perempuan
- Sulit untuk perduli, mengerti dan respek
- Tidak mau/sulit berubah karena laki-laki dominan otak kirinya sehingga sulit berubah
- Tidak suka diajak ngomong
- Suami sering mengira istri membutuhkan jalan keluar sehingga dikasih saran dan solusi saat bercerita padanya.
- Tidak terbiasa melakukan hal-hal seperti itu yaitu hal-hal yang merepotkan demi menyenangkan pasangannya 
- Lebih baik tidak repot-repot melakukan sesuatu daripada marah
- Cenderung mengingatkan dan bertanya
- Tidak bercerita, merasa diabaikan, tidak diperdulikan
- Jika menunggu terlalu lama, istri malah balik mendiamkan sehingga suami bingung, lho kenapa?
- Istri berusaha untuk merubah, padahal jangan berharap pria akan berubah kalau istri melakukan sesuatu, pupuskanlah harapan ibu bisa cepat merubah ayah.
- Kebutuhan utama ngomong
- Menyampaikan rasa butuh didengarkan, diterima dan dimengerti
- Melakukan banyak hal untuk menyenangkan hati pasangannya sehingga merasa kurang dihargai
- Mengharapkan yang serupa, tidak kesampaian dan akhirnya marah

Sebagai contoh ketika memperingati ulang tahun pernikahan, istri mempersiapakan rumah sedemikian rupa dengan menata ulang ruang tamu, mengganti sprei dengan yang baru, memasak dan menata makanan dengan tidak lupa menghiasnya dengan cantik. Namun, apa tanggapan suami? Ketika pulang kerja, suami malah ngeloyor dan melewati ruang tamu dengan biasa saja, lalu makan seperti biasa dan tidur tanpa sadar sprei yang digunakan baru. Istri dibuat kesal, tapi gengsi untuk bicara dan akhirnya mendiamkan suami sampai berhari-hari kemudian suami baru bertanya kenapa. Akhirnya istri menjawab bahwa kemarin sudah capek mempersiapkan ulang tahun pernikahan namun tidak ada tanggapan. Hehehe…termyata memang begitulah otak laki-laki, jadi sampaikan saja apa yang kita inginkan pada suami dan selesai perkara. Jadi, jangan berharap sesuatu yang akan disadari sendiri oleh suami karena mereka tidak paham. 

Ketika laki-laki sedih butuh waktu dan ruang dan menerapkan yang sama bagi pasangannya akibatnya ketika istri menangis, suami malah meninggalkan istri untuk memberi waktu dan ruang padahal ketika istri sedih ingin berbagi cerita, didengarkan, disentuh, dipeluk oleh yang dicintai. Ternyata ada pengaruh pola asuh sejak kecil yang mempengaruhi cara suami bereaksi terhadap tangisan istrinya. Kebanyakan laki-laki dibesarkan dengan kalimat, “Jangan nangis, anak laki-laki tidak boleh menangis!” sehingga mereka merasa tidak tahan mendengar tangisan istrinya dan memilih untuk menghindar. Sedangkan jika perempuan semasa kecil ketika menangis akan dibaik-baikin oleh orangtuanya, “Kenapa nangis? Jatuh? Sakit?”. Jadi, ketika sang perempuan tersebut bertemu dengan laki-laki yang semasa kecilnya sangat bertolak belakang bisa dibayangkan bagaimana perasaan sang istri diperlakukan seperti itu oleh suaminya. Untuk para ayah, belajarlah untuk mendengarkan, jika tidak bisa mendengarkan, berpura-puralah untuk mendengar. Hihihi…
                               
Perbedaan psikologis
                Perbedaan psikologis laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi yaitu:

Laki-laki:
Perempuan:
- Lebih pada pencapaian tujuan, kerja, logika, kekuasaan
- Kesadaran tentang masalah menyempit (centripetal) sehingga hanya bisa fokus memikirkan satu masalah seperti slogan detergen “DAIA, lupakan yang lain”
- Saat stres, ayah hanya terfokus pada pemecahan masalah dan dirinya sehingga ibu cukup hanya dengan mendiamkan saja.
- Tanda stres yaitu menarik diri, grumbles dan diam
- Lebih intuitive, cinta, komunikasi dan keharmonisan hubungan
- Kesadaran tentang masalah melebar (centrifugal) sehingga lupa diri sendiri karena memikirkan banyak hal dalam satu waktu.
- Saat stres, ibu semakin sadar berbagai masalah di sekitarnya sehingga ayah cukup mengelus-elus punggungnya dan mencium keningnya
- Tanda stres yaitu “kepenuhan” sehingga reaksi berlebihan dan kelelahan


Perbedaan cara komunikasi

Laki-laki:
Perempuan:
- Berfikir dulu apa tujuannya sebelum ngomong
- Diam sampai dapat point yang ingin disampaikan
- Melihat detail – komplit
- Ketika bepergian, maka yang dibawa cukup dompet dan tidak mau repot membawa perlengkapan lainnya
- Saat menelepon, laki-laki fokus dengan pembicaraan
- Saat menyetir, laki-laki jangan diganggu dan tidak mau diberi saran oleh istrinya
- Stres absen
- Ngomong dulu, baru  berfikir apa tujuan dari omongannya
- Terus bicara sampai dapat point yang disampaikan
- Melihat komplit- detail
- Ketika bepergian, maka bawaannya tidak cukup sedikit bahkan tidak bisa pergi tanpa tas tangan yang isinya bermacam-macam.
- Saat menelepon, perempuan bisa nyambi dengan banyak kegiatan lain
- Saat menyetir, butuh diskusi
- Stres berlimpah


Kebanyakan dari kita selalu mengatakan, “Kalau kamu berubah, kalau kamu setuju dengan fikiranku, merasakan apa yang aku rasakan dan melakukan apa yang kuinginkan, baru aku mencintaimu”. Jadi kita akan cinta, menerima dan menghargai orang bila dia memenuhi harapan kita? Sehingga kita merubah orang menjadi yang kita inginkan daripada mereka memilih menjadi dirinya sendiri? Cinta untuk si pemberi atau untuk si penerima?

Bagaimana sebaiknya? Perlakukan orang seperti kita ingin diperlakukan. Janganlah selalu meminta untuk pasangan berubah. Allah menciptakan masing-masing berbeda dan unik karena tercipta dari sel sperma dan sel telur yang berbeda, jadi perbedaan mutlak bak cermin. Perbedaan tersebut harusnya menjadi hikmah bahwa perlunya pemahaman dan musyawarah.

Sulitnya mendengar disebabkan:
- Kita tidak terlatih
- Lebih mudah membuat jarak
- Memikirkan jawaban
- menyaring tanda-tanda bahaya
- mengumpulkan data-data untuk mengutarakan pendapat

Keterampilan mendengar
Terampil mendengar dilakukan untuk:
-          Bukan hanya diam di depan pasangan yang sedang bicara
-          Cari tahu apa (tanpa “baca pikiran”) yang dimaksudkan, dikatakan dan dilakukan pasangan
-          Membuat kita mengerti pasangan
-          Jadi lebih dekat
-          Menikmati kebersamaan
-          Menciptakan dan melanggengkan keintiman
-          Mendengar yang benar

Mendengar yang benar terdiri dari:
1.       Commitment atau kesepakatan yaitu:
-          Mengerti
-          Memahami
-          Menyisihkan minat dan kebutuhan pribadi
-          Menjauhkan prasangka
-          Belajar melihat dari sudut pandangan pasangan

2.       Compliment atau hadiah
Misalnya dengan mengatakan,
“Saya peduli kamu.”
“Saya ingin tahu apa yang kau pikir, apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu butuhkan”

Mendengar yang benar dibedakan oleh niat yaitu MMBM (Mengerti, Menikmati, Belajar dari nya, Menolongnya), sedangkan mendengar palsu niatnya bukan MMBM. Mendengar terkontaminasi oleh berbagai penghalang untuk mendengar yang baik yaitu
1.       Membaca pikiran
2.       Gladi resik
3.       Menyaring
4.       Menilai
5.       Berkhayal
6.       Memberi saran
7.       Menjadi lawan
8.       Selalu benar
9.       Menghindar
10.   Segera setuju

Jalan keluar bagi penghalang untuk mendengar yang baik yaitu mendengar aktif dengan cara:
1.       Merumuskan ulang
2.       Mencari kejelasan
3.       Memberi umpan balik
4.       Komunikasi timbal balik

1. Merumuskan ulang
Rumuskan ulang apa yang baru saja dikatakan pasangan dengan bahasa sendiri. Contoh:
-          Yang saya dengar kamu bilang…
-          Jadi dengan kata lain…
-          Oh jadi yang papa/mama maksudkan…
-          Abi/umi merasa…
-          Kalau saya tidak salah, ayah/ibu…

Dengan merumuskan ulang, anda akan:
-          Menghindari penghalang mendengar
-          Meluruskan dugaan atau interpretasi yang salah
-          Memberikan pasangan hadiah yang sangat berharga dengan didengarkan
-          Meredakan marah
-          Membantu kita megingat apa yang dikatakan pasangan

2. Mencari kejelasan
Dengan mencari kejelasan, membantu anda untuk:
-          Mendapatkan gambaran lebih luas dari apa yang bisa terdengar.
-          Mendapat bayangan perasaan
-          Lebih memahami sudut pandang pasangan
-          Bisa menanyakan: who, what, where, when dan how
-          Tanyakan bagaimana perasaanmu tentang hal itu
-          Jadi bagaimana menurutmu?

3. Memberi umpan balik
-          Umpan balik dilakukan setelah merumuskan ulang dan memperjelas sehingga kita bisa memberikan reaksi kita
-          Utarakan tanpa menghakimi: pikiran, perasaan, pendapat, pedapat, hasrat, dll
-          Hindari dari berlawanan dan menyarankan

Memberi umpan balik memenuhi 3 hal:
-          Kesempatan untuk ngecek persepsi kita tentang yang disampaikan pasangan
-          Pasangan jadi tahu akibat dari kata-katanya
-          Pasangan dapat pendapat segar dari kita

4. Komunikasi timbal balik
Yang perlu dilakukan yaitu:
a.       Dengar dengan tubuh:
-          Pelihara “eye contact”
-          Maju mendekat dan condongkan kepala atau badan
-          Mengganguk atau menyela: “Oh…, hu uh…”
-          Ekspresi yang pas misalnya senyum atau mengerutkan dahi
-          Bahasa tubuh yang terbuka, jangan melipat tangan
-          Matikan HP, radio dan TV

b.      Kalau anda jadi pembicara:
-          Jelaskan pandangan anda dengan singkat
-          Mulai bicara dengan mengatakan: “saya” untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan
-          Usahakan untuk tidak menyalahkan dan memberi gelar
-          Dan usahakan untuk tidak menggunakan kata SELALU

c.       Kalau anda jadi pendengar:
-          Berikan perhatian penuh terhadap perasaan, pendapat dan kebutuhan
-          Hindari ketidaksepakatan debat, memperbaiki, ngomong balik
-          Ajukan pertanyaan untuk memperjelas saja

d.      Empati
-          Membantu mengerti situasi pasangan dengan lebih jelas
-          Masing-masing sebenarnya sedang berusaha untuk “survive” secara fisik maupun emosi
-          Masing-masing orang punya caranya sendiri-sendiri

Keluarlah dari masalah…
-          Walau diciptakan berbeda, di mata Allah, kita sama
-          Kita semua memiliki hati yang penuh cinta, cerdas, unik, dianugrahi kelebihan untuk berbagi
-          Cara kita membangun dan menyatakan potensi yang kita miliki, berbeda
-          Dengan saling respek dan menghargai perbedaan, kita mencapai kenyamanan untuk bersama:
Biarkan setiap orang menjadi dirinya
Milikilah keterampilan komunikasi

Kembali ke ajaran agama
-          Menggunakan Al-Quran dan hadist/litab suci sebagai rujukan utama, berbicara pun ada kaidahnya:
1.       Bicara lemah lembut (Qaulan Layyinan - QS 20:44)
2.       Bicara menyenangkan (Qaulan Maisuura - QS 17:28)
3.       Bicara Baik-baik (2:83)
4.       Bicara benar (Qaulan Saadiida - QS 4:9)
5.       Bicara yang tepat (Qaulan Baligha - QS 4:63)
6.       Bicara baik-baik (Qaulan Ma’ruufa - QS 4:5)
7.       Mengajar bicara (QS 55:4)
8.       Lunakkan Suara (QS 31:19)
9.       Perkataan yang mulia (Qaulan Kariima - QS 17:23)
10.   Jangan palingkan pipi ketika bicara (QS 31:18)

Akhirnya selesai lah seminar komunikasi pasangan ini dan mata saya dibuat benar-benar terbuka, bahwa memang Allah menciptakan perempuan dan laki-laki berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Semoga ilmu yang disampaikan Bu Elly bisa menyerap sampai ke otak dan diterapkan di keluarga kami.   


“Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang baik pada keluarganya”


#ODOPfor99Days
#Days 34

0 comments:

Posting Komentar