06/05/16

Seminar Parenting: Menyiapkan Anak Tangguh di Era Digital dan Bahaya Pornografi oleh Elly Risman (Part I)



                Sejujurnya saya ikut seminar ini dua kali, pertama di bulan Maret tahun 2015, kedua di bulan Januari tahun 2016, sama-sama di Bekasi dengan HTM yang murmer dan kesan saya tentang seminar ini adalah tetap luar biasa. Mungkin sudah banyak ya yang ikut seminar ini dan menulis resumenya yang berseliweran di media sosial, tapi saya tetap membuat resume sendiri sesuai dengan apa yang saya dapat di seminar ini supaya bisa track sendiri kalau saya butuh kapanpun. Menurut saya, penting sekali untuk orang tua datang ke seminar ini karena benar-benar membuka mata dan membuat kita sadar bahwa mengasuh anak itu tidak boleh abai karena selama ini banyak sekali orangtua yang pingsan padahal bencana tersebut sangat dekat dengan kita. Bencana apa sih?

“Bencana yang paling besar saat ini adalah kita tidak sadar bahwa kita sedang dalam bencana.
Bencana itu ada di telapak tangan kita dan anak-anak kita yaitu gadget!”

Bagian I: Pengasuhan Orang tua
                Siapkah kita menjadi orang tua? Ternyata kebanyakan orang tua tidak menguasai tahapan perkembangan anak dan bagaimana cara otak bekerja padahal hal tersebut berpengaruh pada kepribadian dan masa depan anak. Pengasuhan orang tua sangat bergantung dari komunikasi orang tua dengan anak sehari-hari. Seringkali kekeliruan dalam komunikasi terjadi akibat tidak sengaja berbicara kepada anak (karena sudah pernah dibahas di tulisan sebelumnya, maka saya sampaikan point-pointnya saja). Berikut kekeliruan dalam komunikasi:
-          Bicara tergesa-gesa
-          Tidak kenal diri sendiri
-          Lupa bahwa setiap individu unik
-          Kebutuhan dan kemauan beda
-          Tidak membaca bahasa tubuh
-          Tidak mendengar perasaan
-          Kurang mendengar aktif
-          12 gaya populer:
1.       Memerintah
2.       Menyalahkan
3.       Meremehkan
4.       Membandingkan
5.       Mencap/label
6.       Mengancam
7.       Menasehati
8.       Membohongi
9.       Menghibur
10.   Mengeritik
11.   Menyindir
12.   Menganalisa

Salah satu contoh dari 12 gaya populer tersebut yaitu ketika anak lari-lari, sang ibu menasehati, “Jangan lari-lari, nanti jatuh”. Ternyata benar si anak terjatuh, mungkin karena ucapan seorang ibu adalah doa, untuk itu perlu hati-hati dalam berbicara. Setelahnya orangtua menyalahkan dan berkata, “Tuh kan jatuh! Kan tadi bunda sudah bilang, makanya jangan lari-lari”. Sang orangtua tidak membaca bahasa tubuh anak yang terluka dan tidak mendengar perasaan anak yang menangis kesakitan, lalu orang tua pun menghibur, “Sudah enggak apa-apa, besok juga sembuh”. Padahal besok tidak sembuh juga, sang anak akan merasa dibohongi dan dia belajar bahwa berbohong itu tidak apa-apa.

Dalam satu kejadian, ternyata kita sudah memakai beberapa gaya populer diatas. Sudah berapa banyak, sudah berapa sering dan sudah berapa lama kita melakukan 12 haya populer tersebut? Sudah berapa banyak stempel yang dicapkan orangtua ke wajah anak-anaknya, ke dalam jiwanya? Sejak kapan kita mengancam anak-anak seperti dalam lagu nina bobo, “Kalau tidak bobo, digigit nyamuk.” Padahal akibat bicara dengan tidak sengaja tersebut sangat buruk bagi perkembangan anak. Berikut akibat bicara tidak sengaja kepada anak:
-          Melemahkan konsep diri
-   Membuat anak diam, melawan, menentang, tidak perduli, sulit diajak kerjasama
-          Merasa tak berharga dan tak percaya diri
-          Tidak terbiasa berfikir, memilih dan mengambil keputusan bagi diri sendiri 

Apabila hal ini terus menerus terjadi, maka kantung jiwanya akan menjadi kendi kencang atau kendi kempot? Apakah mereka tumbuh menjadi anak yang percaya diri atau malah sebaliknya? Percaya diri meliputi 3 hal yaitu:
1.       Kepercayaan diri (self confidence or esteem): bagaimana menghargai diri
2.       Harga diri (self image or self worth): bagaimana melihat diri
3.       Konsep diri (self concept): bagaimana merasa diri  

Selain hal-hal diatas, akibat bicara tidak sengaja juga dapat mengakibatkan hal-hal berikut
1.       Bingung
2.       Kecewa
3.       Lelah jiwa: Bete
4.       Mengapa aku dilahirkan?
5.       De-motivated
6.       Merasa terperangkap
7.       Dendam
8.       Mau bunuh diri


Bagian II: Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

                Pornografi sama halnya dengan narkoba yaitu bisnis yang sengaja dibuat oleh produsen penyedia pornografi supaya menjadi pelanggan seumur hidup. Mereka telah meneliti bagaimana cara orangtua mengasuh anaknya dan anak yang menjadi target utama yaitu:
     1.       Laki-laki adalah sasaran utama pebisnis pornografi karena mereka dominan otak kiri sehingga lebih mudah fokus, hormon testosteron (hormon seks) laki-laki lebih banyak daripada hormon serotonin, alat kelamin diluar sehingga lebih mudah terstimulasi dan terangsang, gambar pornografi memicu hormon dopamin yang dapat membuat fokus, nafsu/birahi, puas dan kecanduan.       

      2.     Anak yang belum baligh yaitu 3S (Smart, Sensitive, Spiritual) yang apabila telah melihat hal-hal porno sejak kecil akan memiliki mental model porno dan otaknya akan rusak sehingga tujuannya agar mereka menjadi target masa depan pasar pornografi yaitu menjadi pecandu pornografi seumur hidup.

       3.       Anak-anak yang BLAST
B (Boring) = bosan
L (Lazy) = malas
A (Angry) = marah, takut
S (Stress) = stres
T (Tired) = lelah

Mereka adalah anak-anak yang bosan dan malas karena sejak usia dini sudah dimasukkan sekolah terlalu dini, karena kurikulum sekarang usia PAUD sudah diajarkan calistung dan kelas 1 SD sudah diminta mengarang 1 paragraf tentang peristiwa penting, bukan lagi belajar baca “ini budi, ini ibu budi”. Anak-anak yang lelah dan stres karena terbebani oleh PR dan les dan marah karena orangtuanya sibuk bekerja atau mengalami perceraian sehingga mereka melampiaskan perasaan BLAST tersebut ke banyak hal yaitu:
1.       Pornografi
2.       Seks suka sama suka
3.       Pacaran
4.       LGBT
5.       Masturbasi, oral seks
6.       Merokok
7.       Miras
8.       Narkoba

Melalui survey YKBH, kecenderungan anak-anak saat ini 92% pernah melihat konten pornografi dan saat mereka melihat konten pornografi perasaannya mulai dari jijik, kaget bahkan biasa saja yang menandakan bahwa mereka sudah seringkali melihatnya. Lalu 52% dari mereka ternyata melihat pornografi paling banyak dilakukan di rumah, sisanya di rumah teman dan bioskop. HP, wifi, tv berbayar semua fasilitas tersebut diberikan oleh orangtuanya sendiri, jadi yang paling berkompetensi merusak otak anak-anak adalah orangtuanya sendiri akibat dari ketidaktahuan orangtuanya tentang efek berbahaya gadget. Pernahkah diantara kita yang mengingatkan anak untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluan sebelum berselancar di dunia maya seperti dalam QS An-Nur ayat 30-31?

Lengkap sudah jika semua fasilitas terpenuhi dan asupan gizi yang bagus sehingga kantung sperma mereka semakin bertambah subur dengan pornografi apalagi yang orangtuanya sibuk bekerja sehingga tidak ada pengawasan langsung. Bagaimana mereka mau bertanya tentang pubertas jika orangtuanya abai? Akhirnya mereka lebih mudah mencarinya lewat internet ataupun melalui teman-temannya.

Media pornografi yang dilihat anak ternyata sangatlah beragam karena mereka hidup di era digital yang semua berada dalam genggaman tangannya yaitu gadget. Berikut ini adalah media pornografi yang dilihat anak dan remaja:

1.       Film, Bioskop, DVD (21%)
2.       Video Klip (14%)
3.       Situs (13%)
4.       Games (13%)
5.       Komik (12%)
6.       TV Channel (11%)
7.       Iklan (7%)
8.       HP (5%)
9.       Media Cetak (2%)

Setelah ini kita bahas satu-persatu, hal-hal apa saja yang patut diwaspadai dari media tersebut:

1.       Film, Bioskop dan DVD
Kebanyakan saat ini ketika anak meminta uang kepada orangtuanya untuk pergi jalan-jalan, sebagian dari orangtuanya tidak menanyakan uang tersebut akan digunakan untuk apa, bahkan kalaupun anak menjawab mau nonton di bioskop, tidak ditanya film apa yang ditonton. Suasana yang gelap lalu menonton berdampingan antara laki-kaki dan perempuan dan film yang ditonton pun menawarkan kekerasan dan adegan seksual yang tidak diantisipasi oleh orangtua sehingga orang tua pun membebaskan sang anak karena takut dicap sebagai orangtua yang cerewet, padahal mengingatkan anak itu perlu.
       
Sudah tidak terhitung jumlahnya, film yang tayang di televisi swasta saat ini pun sangat tidak mendidik dan banyak yang mengumbar aurat bahkan sinetron yang ditayangkan pun tidak jauh dari kehidupan remaja yang bebas. Dalam salah satu film diperlihatkan ada remaja pria yang habis menonton film dewasa dan melihat wanita yang berpakaian biasa tetapi dalam bayangannnya sedang menari-nari seksi di tengah taman. Inilah jika sudah ada perpustakaan porno di otaknya, jadi apapun yang dilakukannya tidak jauh dari membayangkan hal-hal yang kotor.      

Sebagian mungkin juga belum sadar bahwa kartun favorit yang ditayangkan di tv channel salah satunya mengajarkan tentang gay. Lalu film remaja dari luar yang sangat hits juga ceritanya tidak jauh dari lesbian dan gay dan bagaimana cara ngeseks dengan teman sekolah.

2.       Video Klip
Video klip yang berseliweran di MTV ataupun di youtube juga terlihat sekali mengajarkan tentang posisi seks atau bagaimana teknik oral seks dan itu adalah artis mancanegara yang lagunya sangat hits di kalangan anak muda. Kalau anak sudah bersenandung nada lagu tersebut sudah dipastikan mereka telah melihat video klip tersebut.

3.       Situs Internet dan HP
Internet memiliki ciri-ciri 4A yaitu:
a.       Aggressive yaitu internet mencari anak kita jadi mereka secara agresif mengejar kita.
b.      Accessible yaitu  mudah diakses
c.       Affordable yaitu mudah dibiayai
d.      Anonymous yaitu tidak ada yang tau kecuali sang anak dan Allah

Inilah kenapa, situs pornografi banyak menjamur dimana-mana karena ciri-ciri diatas dan bukan hanya situs pornografi, bahkan sekarang situs-situs yang menawarkan LGBT pun marak terdapat di internet. Di sesi ini dijelaskan bagaimana situs pornografi menjerat siapapun yang melihatnya karena tingkatannya sudah diatur sedemikian rupa sehingga setelah merasa biasa dengan video yang pertama berlanjut ke video kedua yang tingkatannya lebih ekstrim. Bahkan disebutkan pula situs-situs yang menjurus ke arah LGBT yang isinya benar-benar propaganda gerakan tersebut, mulai dari cara bepakaian, posisi dan gaya hidup kaum mereka.

Lalu aplikasi di HP yang saat ini sudah menjamur ternyata banyak emoticonnya yang menjurus ke LGBT dan pacaran. Lalu karena ingin memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup hedon sehingga banyak anak sekolah yang sudah menjual dirinya baik melalui sms online atau online prostitusi. Bahkan ada grup di HP dan medsos yang memang jadi ajang anak sekolah saling bertukar pasangan dalam beruhubungan seks suka sama suka. Video seks pun gambar tersebar melalui HP antara teman-teman bahkan di tangga sekolah mereka saling mengirimkan kode untuk mencari keyword tentang pornografi di youtube dan mungkin saja terdengar oleh anak dan setelah pulang sekolah penasaran lalu membukanya.   

4.       Games
Kebanyakan orang tua tidak sadar dengan games yang dimainkan oleh anak karena dipikirnya aman dan banyak sekali games yang covernya dipalsukan ratingnya oleh produsen games supaya bisa banyak terjual. Ternyata games saat ini visualnya sudah menyerupai nyata dan sangat realistis sehingga kita seolah-olah sedang berada didalamnya.

Di sesi ini diperlihatkan tentang nama games yang patut dicurigai mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Diperlihatkan ada games yang pemainnya bisa memilih untuk memegang tubuh wanita di bagian manapun yang diinginkan bahkan bisa memilih perempuan yang seperti apa, latar belakangnya apa dan memakai baju apa atau tidak memakai baju sama sekali. Lalu games lomba mobil dimana bagian endingnya bisa memilih wanita mana yang bisa diajak having sex yang mana itu seorang pelacur jalanan. Lalu games anak-anak yang apabila kalah maka diperintahkan buka celana dan melakukan seks dari belakang.   

5.       Komik
Banyak sekali komik bergambar porno, baik yang dijual bebas maupun melalui komik online. Mungkin bagian covernya biasa saja ternyata setelah dilihat lebih dalam adalah banyak adegan seksnya. Lalu ada juga komik yang sengaja dibuat rancu mana perempuan dan mana laki-laki sehingga LGBT dianggap hal yang lumrah. Bahkan komik yang dituangkan dalam bentuk gambar sudah banyak yang dijadikan animasi kartun porno yang tahapannya juga sudah dibuat sedemikian rupa mulai dari adegan seksual sampai berhubungan seks dalam grup atau malah dengan binatang.     
  
                Saya sarankan di awal untuk datang langsung ke seminar ini karena di seminar benar-benar disajikan secara gamblang apa yang mungkin sudah dilihat oleh anak-anak kita. Ternyata pengasuhan yang kita pikir selama ini aman-aman saja sudah dibombardir dari segala penjuru. Lalu bagaimana upaya pencegahannya supaya anak terhindar dari pornografi?

Bersambung ke Part II

#ODOPfor99Days
#Day27



0 comments:

Posting Komentar