16/04/16

Bali Trip: Beach & Safari Journey Part II




DAY 3
Di hari ketiga, kita bersiap-siap packing ke Novotel. Ribet? Lumayan tapi karena kita hanya mengeluarkan barang-barang seperlunya dari koper di awal dan sudah tau mau pindah hotel, jadi enggak terlalu ribet juga. Setelah sarapan di IBIS hotel dan check out, kita langsung menuju ke Novotel tanjung Benoa untuk titip koper karena waktu standar check in hotel jam 14:00. Sambil nunggu waktu check in di Novotel, kita memutuskan jalan-jalan di Tanjung Benoa. Tadinya mau naik watersport, tapi karena debat berkepanjangan akhirnya enggak jadi karena sudah siang. Sayang banget sebenarnya, tapi sejak bepergian bawa balita, saya belajar banyak legowo kalau ada itinerary yang enggak kesampaian, biar enggak jadi obsesi hehe..

D’cost VIP di Sunset Road
Setelah keliling Tanjung Benoa, akhirnya kita makan siang di D’cost VIP di sunset road. Suasananya enak dan makanannya halal Insya Allah. Resto ini walau makanannya sama dengan D’cost biasa, tetapi interiornya agak berbeda, mungkin karena ini ada tambahan kata VIP dibelakangnya.

(gambar D'cost VIP di Sunset Road diambil dari sini)

Krisna di Sunset Road
Kenyang dari D’cost, kita cari oleh-oleh di Krisna Sunset Road. Ini adalah tempat wisata belanja yang isinya lengkap mulai dari makanan, baju, souvenir. Harganya sangat terjangkau dan sangat beragam jenisnya. Krisna banyak cabangnya, sebenarnya mau ke Krisna di deket airport, ternyata kita nyasar ke cabang Krisna yang di Sunset Road. Heuheu… harap maklum.

Beachwalk Shopping Center di Pantai Kuta
Habis belanja oleh-oleh di Krisna, kita menuju ke Pantai Kuta. Karena kita bawa mobil, otomatis mesti cari tempat parkiran yang aman. Kita putuskan parkir di Beachwalk Shopping Center karena letaknya yang strategis di seberang Pantai Kuta. Mall ini adalah mall bernuansa International paling besar di Kuta dan design bangunannya keren banget deh dan point plusnya ada mushollanya jadi kita sholat dulu disini. Selesai sholat, langsung ambil mainan ember pasir di mobil dan jalan kaki ke Pantai Kuta. Anak-anak pun langsung duduk ngedeprak bongkar mainannya dan sibuk ngurek-ngurek pasir. Pantai Kuta cukup ramai tapi pasirnya enggak sebersih di Tanjung Benoa dan Sanur. Sambil nunggu sunset, kita foto-foto sambil main pasir disini. Hag hag hag.. turis norak.. kita enggak nyemplung disini, hanya siram-siram kaki kena ombak laut aja, soalnya mau makan di Mall nya, enggak lucu kalau basah kuyup masuk mall.

(gambar Beachwalk Shopping Center diambil dari sini)

Puas main pasir dan main air, kita bersih-bersih dan ganti baju di Beachwalknya *maafkan ya mba cleaning service*. Kita makan di Eat and Eat, Merchant nya mirip-mirip dengan Eat and Eat di Jakarta walau ada yang beda juga, tapi jadi enggak khawatir cari makanan halal lagi. Disini juga ada Minniapolis, tapi saya enggak masuk karena kelihatannya anak-anak sudah lelah main di pantai. Kenyang main di pantai Kuta dan makan di Eat & Eat, kita langsung balik ke hotel karena kaki sudah keok.

(gambar Minniapolis Bali diambil dari sini)
  
DAY 4
Hari ini ada acara preview dari Accor Hotel, jadi dari pagi kita sudah prepared dan kita breakfast di Restaurant hotel, disini ada ruangan makan khusus anak-anak dimana disediakan bangku dan meja makanan mini-mini. Dari sini saya perhatikan, memang secara sepintas anak bule lebih mandiri dan enggak takut ya kalau mau ambil sesuatu, tapi dari segi keramahan memang lebih ramah anak Indonesia. Hihihi.. jadi ini kelebihan atau kekurangan yah? Haha.. enggak bisa jadi tolak ukur juga sih soalnya hanya ada beberapa anak disana.

Preview Accor Hotel di Novotel Nusa Dua          
Selama preview Accor hotel, anak-anak disarankan main di playgorund Hotel dan ada kids corner nya juga. Kids corner nya bagus banget dan ada teacher yang ngajarin aktifitas untuk anak, jadi sempet nyesel kenapa kemarin kita enggak nginep disini aja haha.. next time lah ya. Preview ini semacam promosi dari Accor Hotel untuk daftarin kita jadi member, dimana member ini akan dapat priviledge di hotel-hotel jaringan Accor Hotel seluruh dunia. Lucu banget spokeperson nya, masih muda dan lucunya pernah tinggal di Bekasi juga. Selama satu setengah jam ngobrolnya nyambung ke pengalaman dia dan suami yang emang pernah keliling Eropa. Jaringan Accor hotel ini emang bikin mupeng yah *dan emang itu tujuannya* dan setelah itu suami siap-siap mau Sholat Jumat.

(dok pribadi)

Saya sebenarnya sudah searching masjid terdekat dan lokasi masjid yang terdekat dari hotel Novotel adalah Masjid Jami Mujahidin (Jl. Segara Lor Tanjung Benoa). Kebetulan karyawan Accor Hotel ada yang muslim dan suami berangkat berangkat bersama mereka menumpang motor. Saya menjemput anak-anak di kids corner sementara suami Sholat Jumat. Ternyata anak-anak membuat semacam kreatifitas dari daun kelapa, saya masuk ke kids corner nya dan nyaman banget didalamnya. Mereka kelihatan seneng banget dapet oleh-oleh daun kelapa. Setelah acara selesai, kita balik lagi ke Hotel untuk ganti baju dan jalan-jalan ke Dreamland.


(gambar kids corner Novotel Nusa Dua Bali diambil dari sini)

Dreamland
Lika liku mengunjungi Dreamland ini bikin deg-deg ser karena jaraknya yang cukup jauh dari hotel yaitu di Pecatu, Bali. Jalannya yang sempit dan naik turun serta papan jalan seadanya, tidak membuat kita gentar menuju kesana *ceileh*. Dreamland ini ada di kawasan Resort milik Tommy Soeharto, Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort). Disini juga ada wahana airnya yang cukup besar, tapi karena kita enggak searching-searching dulu, jadi taunya pas sudah sampai disana, itupun sudah sore, jadi kita langsung menuju ke Dreamland saja. Menuju ke pantainya pun tidak bisa langsung, kita parkir dulu di lapangan khusus parkir mobil dan harus naik mobil sejenis elf lagi.

(dok pribadi)

Perjuangan mencari pantai ini terbayar ketika sudah sampai, pantainya indah banget, pasir putih dan airnya yang bening berwarna biru kehijauan serta celah karang-karang yang terbentuk secara alami. Hanya saja harus berhati-hati karena disini ombaknya besar banget, tidak heran banyak surfer main surfing disini dan banyak orang selfie juga disini. Bahkan, Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

(gambar Dreamland diambil dari sini)


Menega
Salah satu wisata kuliner favorit di Bali adalah di Jimbaran dan tempat yang kita kunjungi yaitu Menega Cafe. Menega Cafe adalah restaurant seafood yang terkenal dan paling ramai jika dibandingkan dengan restaurant lainnya dan terdiri dari indoor dan outdoor. Pemandangan disini romantis deh karena diterangi lampu temaram dan angin laut yang berhembus. Kita sampai disana jam 6 sore setelah puas main di Dreamland dan bagian outdoor sudah penuh, jadi kita duduk di bagian indoor.



 (gambar diambil dari sini)

Disarankan yang mau kesini untuk datang pada sore hari, karena selain penuh banget, pesanannya pun lumayan lama. Sayang sebenarnya enggak bisa makan outdoor menikmati pemandangan laut dan beralaskan pasir *tabur pasir pantai sendiri*. Tetapi ketika makanannya datang, rasa kecewa langsung hilang karena rasanya yummy banget, mungkin karena makanan disini fresh semua. Kita pilih seafood yang langsung dibakar saja, menghindari bahan makanan yang enggak halal. Kekurangannya hanya satu yaitu kran kamar mandinya kecil sekali keluarnya. Ihhh… padahal anak bungsu saya kebelet pup pas banget saya lagi menyantap makanan *kebetulan yang terlalu sering*, akhirnya nunggu petugas cleaning service nya dateng benerin keran dan ternyata air yang keluar pun tetap kecil banget. Kenyang makan, langsung balik ke hotel dan siap-siap packing kembali je Jakarta.

DAY 5
Pulau Penyu
Hari terakhir kita mengunjungi Pulau Penyu, setengah jam dari Tanjung Benoa jika menggunakan glassboat. Awalnya mau snorkel, tapi karena waktu enggak memungkinkan, akhirnya jalan-jalan ke Pulau Penyu. Seperti namanya, tempat ini memang penangkaran penyu, bahkan ada yang berumur hingga 150 tahun. Selain penangkaran penyu, banyak juga hewan-hewan lain yang bisa disentuh secara langsung. Sebenarnya masih meragu ini sebenarnya boleh tidak ya karena kasian juga melihat binatang dipindahtangankan kesana kemari, apa enggak pusing ya itu binatangnya. Lalu apakah mereka dirawat dan diberi makanan secara teratur? Semoga ya karena kita kan kasih retribusi ke pemandu dan biaya cuci cetak fotonya katanya sih memang dialokasikan untuk perawatan hewan-hewan disitu.   


(dok pribadi)

Rama Krisna 24 Jam di Jl Raya Tuban
                Setelah sebelumnya mengunjungi Krisna di Denpasar, kok makanannya banyak yang dimakan anak-anak, akhirnya kita balik lagi ke Krisna di dekat airport. Krisna yang terletak dekat bandara terdapat musholla, jadi kita bisa sholat disitu sebelum ke bandara. Packing oleh-oleh pun bisa dilakukan disini dengan hanya membayar Rp 7.000. Ringkas dan praktis.


Warong Miyabi
                Sebelum ke bandara, kita makan dulu supaya lebih tenang. Kita meluncur ke resto halal depan Rama Krisna, Warong Miyabi. Warong Miyabi ini kepunyaan presenter Adi Nugroho. Karena letaknya dekat bandara, jadi kita enggak khawatir bakal kelamaan di jalan. Selesai makan, kita langsung menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

(gambar Warong Miyabi diambil dari sini)

Going Home   
Akhirnya setelah liburan 5 hari di Bali, berakhir sudah perjalanan kita. Setiap perjalanan memiliki makna sendiri, salah satunya adalah bersabar dan menikmati liburan itu sendiri. Mungkin bagi emaks yang sering travelling dengan membawa dua balita, sudah lebih paham bagaimana serunya dan rempongnya. Bagaimanapun, manfaatkan waktu liburan sebaik-baiknya untuk refresh pikiran dan gadget. Liburan kali ini membawa manfaat bagi kita sekeluarga, menambah erat hubungan saya dan suami, memberi pengalaman baru bagi anak dan belajar untuk lebih sabar dan menyamakan frekeuensi haha… Terima kasih ayah sudah membawa kita berkeliling dan semoga berlanjut ke tempat berikutnya.   

#ODOPfor99Days
#Day24

0 comments:

Posting Komentar