14/01/16

Buku dan Mainan Anak


(gambar diambil dari sini)


                Salah satu alat perang saya di rumah utuk membuat anak-anak anteng sedikit adalah buku dan mainan. It really takes their times and make her busy for a while. A while? Yes, only for a while. Kalau diingat-ingat, satu mainan hanya bisa bertahan paling lama 10-15 menit. Abis itu ya dia ingin beralih ke mainan yang lain. Apalagi kalau mainannya banyak macamnya. Hehe…merasakan hal yang sama? Gimana dengan buku? Nah kalau ini agak lebih lama, kalau bukunya sangat menarik, mereka bisa lebih lama berkutat dengan buku tersebut. Jadi, saya lebih suka membelikan buku daripada mainan. Tetapi kalau buku, mereka suka minta dibacain? Ya bagus dong, berarti mereka sudah penasaran dengan yang namanya buku dan isinya walau memang tidak menjamin si anak akan betah berlama-lama tapi kita bisa masukkan informasi sebanyak-banyaknya melalui buku.

Informasi tentang akhlak dan perilaku, pengetahuan, adab-adab, dan banyak hal yang kalau kita mau rajin carinya, semua tersedia di buku. Jika mainan bisa menstimulasi syaraf sensorik dan motoriknya, sedangkan buku merangsang imajinasinya. Bayangkan berapa juta informasi bisa terserap melalui keduanya. Itulah sebabnya saya pilih-pilih kalau mau membeli mainan dan buku karena banyak sekali bermacam-macam mainan dan buku yang ditawarkan oleh peberbit dan produsen mainan. Walau kadang saya suka kewalahan membacakan buku untuk anak-anak karena jumlahnya yang tidak sedikit, saya tetap menyempatkan waktu paling tidak membacakan 5 buku dalam sehari.

Kalau menurut sharing dengan grup parenting yang saya suka ikuti, rentang konsentrasi anak memang hanya seumur anak tersebut +1. Jadi misal anak tersebut umur 5 tahun, maka rentang konsentrasi anak hanya 6 menit, jadi kalau ada ibu-ibu yang bilang, “ Aduh, anak saya sering tidak fokus kalau mengerjakan sesuatu, sebentar-sebentar main ini terus loncat lagi ke yang itu.” Coba di perhatikan dulu berapa lama dia sudah melakukan hal tersebut, bisa jadi dia memang sudah kelamaan berkutat dengan permainan yang sama.

Wajar saja anak merasa bosan, jadi memang orangtuanya lah yang harus menyiapkan jenis kegiatan dan permainan yang bergantian setiap waktu. Sudah membuat daily activities untuk anak? Saya sudah sih, tapi kadang dalam prakteknya tetap saja tidak bisa saklek banget. Ada keringanan yang saya berikan kepada mereka, karena memang waktunya mereka masih bermain. Main yang terarah sih maunya, makanya seperti yang sebelumnya pernah saya post tentang lesson plan ini cukup membuat saya jungkir balik dan begadang. So, ready for your kid’s daily activties?

#ODOPfor99Days
#Day8
#Day8

0 comments:

Posting Komentar